Ghost Husband

Ghost Husband
Πενήντα πέντε


__ADS_3

Eric kini menatap istrinya itu dengan tatapan khawatirnya. Tangannya kini tak berhenti menggenggam tangan Debby yang saat ini sedang diperiksa oleh dokter yang berada di kerajaan Werewolf. Kini semua yang berada dalam ruangan itu menatap cemas pada Debby.


Sang Alpha jelas merasa begitu takut karena kini Debby terluka di wilayah mereka. Jelas mereka merasa takut jika sampai terjadi sesuatu pada Debby. Miguel kini terus menatap istrinya itu dengan tatapan tajamnya. Sedangkan Tiara kini terus memilinkan tangannya karena kini ia begitu takut.


“Bagaimana keadaan istri saya?” tanya Eric setelah dokter yang memeriksa Debby kini sudah selesai memeriksa wanita nya itu.


“Putri mahkota baik-baik saja yang mulia, putri hanya kelelahan. Apa lagi saat ini Tuan Putri tengah hamil,” ucap dokter tersebut yang kini membuat Eric membelalakkan matanya mendengar ucapan tersebut.


“Kau mengatakan yang sesungguhnya? Istri ku tengah hamil?” tanya Eric dengan tatapan tak percaya nya yang membuat dokter tersebut kini membelalakkan matanya tak percaya. Melihat Eric tak mengetahui jika istrinya tengah hamil.


“Anda tidak mengetahuinya Yang Mulia?” tanya Dokter tersebut yang kini dijawab dengan gelengan oleh Eric.


“Jika begitu selamat Putra mahkota, Putri mahkota saat ini tengah hamil dan susah memasuki usia empat minggu,” ucap Dokter tersebut dengan senyumannya pada Eric yang kini ikut tersenyum dengan tatapan tak percaya nya mengetahui jika ternyata istrinya itu sata ini tengah hamil.


“Selamat Yang Mulia putra mahkota,” ucap Luna dan Alpha yang membuat Eric kini menganggukkan kepalanya.


“Selamat Kak,” ucap Edwin pada Eric yang kini menjawabnya dengan senyuman dan anggukan.


“Putra mahkota, saya meminta maaf atas nama istri saya,” ucap Miguel yang kini sudah berlutut di depan Eric. Melihat suaminya yang berlutut kini Tiara juga ikut berlutut di depan Eric yang membuat Eric kini menatapnya dengan tatapan tajamnya.


“Kita selesaikan ini setelah kita kembali ke istana,” ucap Eric dengan begitu tegas nya yang membuat Miguel memejamkan matanya yang mendengar ucapan Eric. Jika sudah seperti ini mereka jelas tahu, Eric akan langsung membawa masalah mereka untuk diselesaikan menurut hukum kerajaan.


“Kau begitu bodoh Tiara, hukuman ku akan bertambah karena kini Debby dinyatakan hamil. Membahayakan putri mahkota juga penerus agung kerajaan,” maki Miguel pada istrinya itu sambil berbisik yang membuat Tiara kini hanya bisa untuk memejamkan matanya karena terlalu takut.

__ADS_1


“Sekarang kalian semua keluar lah, Debby butuh waktu untuk istirahat,” ucap Eric yang mendapatkan anggukan dari yang lainnya. Mereka menunduk hormat pada Debby. Setelah nya mereka segera pergi dari sana. Peninggalan Eric juga Debby dalam kamar mereka.


***


Debby mengerjapkan matanya beberapa kali. Merasa asing dengan cahaya yang kini mengganggu indra penglihatannya. Sebelum akhirnya ia membuka seluruh matanya dan kini ia menatap pada Eric yang menggenggam tangannya dengan begitu erat.


“Eric,” ucap Debby dengan pelan pada Eric yang kini tertidur di samping nya sambil terduduk dan menggenggam tangannya dengan begitu erat.


“Debby, kau sudah bangun sayang?” tanya Eric dengan senyumannya pada Debby yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucap Eric.


“Apa ada yang tak enak?” tanya Eric pada Debby yang kini menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Eric.


“Sekarang istirahat lah lagi. Aku akan mengambil makanan untuk mu. Setelah nya kau istirahat. Setelah istirahat mu, cukup kita kembali ke istana,” ucap Eric pada Debby yang kini langsung menggenggam tangan Debby sambil tersenyum pada Eric dengan begitu menenangkan.


“Tidak, kita kembali saja. Biarkan urusan di sini Miguel dan Edwin yang menyelesaikannya,” ucap Eric pada Debby yang membuat Debby kini segera bangun dari posisinya lalu segera mengelus tangan Eric dengan begitu lembut nya dan tersenyum dengan begitu lebar nya pada Eric.


“Eric, ini adalah tugasmu. Kau harus memisahkan antara pekerjaan mu juga diri ku. Aku sudah baik-baik saja Eric. Kita cepat selesaikan urusan kita lalu kita segera kembali ke istana,” ucap Debby dengan begitu tegas nya seolah tidak menerima bantahan. Eric yang mendengar hal tersebut menghembuskan nafasnya kasar sambil menganggukkan kepalanya. Pada akhirnya kini ia hanya bisa menuruti ucapan Debby karena bagaimanapun ia juga merupakan penerus dari duania immortal jadi ia juga harus memikirkan tentang rakyat nya.


“Baiklah karena aku sekarang sedang bahagia maka aku akan menurutinya,” ucap Eric dengan senyumannya yang membuat Debby kini mengerutkan kening nya mendengar ucapan Eric.


“Jadi apa yang membuatmu bahagia? Karena aku telah bangun?” tanya Debby dengan senyumannya yang mengembang begitu sempurna.


“Salah satu nya,” jawab Eric yang membuat Debby kini menaikkan sebelah alisnya.

__ADS_1


“Salah satu nya? Jadi apalagi yang membuatmu bahagia?” tanya Debby dengan tatapan penuh tanya nya pada Eric yang kini mengelus perut Debby membuat Debby mengerutkan keningnya bingung.


“Karena ada penerus ku di sini,” ucap Eric yang sontak membuat Debby kini membelalakkan matanya tak percaya mendengar ucapan Eric.


“Aku hamil?” tanya Debby pada Eric yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Debby.


“Ya, kau sedang hamil. Jadi kini kau harus menjaga dirimu dan anak kita dengan baik,” ucap Eric pada Debby sambil mengelus perut wanita nya itu dengan senyumannya yang membuat Debby kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Eric.


“Tunggu di sini. Aku akan meminta pelayan mengambil makanan untuk mu,” ucap Eric pada Debby yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Eric.


Setelah nya Eric kini menuju ke arah pelayan yang berjaga di depan kamar nya untuk meminta membawakan makanan juga susu ibu hamil untuk Debby.


Setelah selesai Eric segera menuju ke arah Debby lagi yang kini terus saja memancarkan senyum nya sambil mengelus perut nya yang masih rata.


“Aku masih tak percaya jika kini ada nyawa lain yang harus aku jaga,” ucap Debby dengan senyuman cerah nya yang membuat Eric kini terkekeh mendengar ucapan wanita nya itu.


Eric kini juga berjalan mendekat ke arah wanita nya itu lalu ikut mengelus perut Debby. Ia tak kalah bahagia nya dari Debby karena sebentar lagi ia akan menjadi ayah.


“Aku mencintai kalian. Aku berjanji akan selalu menjaga kalian dan tidak akan membiarkan siapapun untuk menyakiti kalian lagi apa lagi membuat kalian berada dalam kesulitan,” ucap Eric dengan senyumannya sambil mengelus perut Debby lalu setelahnya ia langsung mengecup kening Debby dengan begitu lembut nya.


“Oh iya, bagaimana dengan Tiara?” tanya Debby yang takut jika Tiara belum kembali atau dia sudah kembali namun Eric malah sudah mencelakainya.


“Kau tak perlu memikirkannya. Sekarang fokus saja pada anak kita,” ucap Eric dengan tatapan seriusnya pada Debby yang kini membuat Debby menghembuskan nafasnya kasar sambil menganggukkan kepalanya setuju.

__ADS_1


***


__ADS_2