Ghost Husband

Ghost Husband
Πενήντα τριών


__ADS_3

Setelah perjalanan yang begitu jauh dan memakan waktu hampir seharian kini mereka akhirnya sampai di kerajaan Werewolf, mereka memang akan menginap lebih dulu di kerajaan tersebut. Sebelum akhirnya mereka akan melanjutkan perjalanan menuju ke arah perbatasan bersama sang Alpha werewolf tersebut.


“Ternyata disini ada salju, tidak seperti di kerajaan kita. Tak pernah ada musim lain. Suho pun konsisten,” gerutu Debby yang kini sudah menggunakan baju hangat nya. Eric yang mendengar gerutuan dari wanita nya itu hanya menggeleng kan kepalanya.


“Karena aku adalah Lucifer, kami memiliki api Abadi yang harus dijaga,” jawab Eric menjelaskan pada wanita nya itu yang kini hanya membalas nya dengan anggukan.


“Selamat datang di kerajaan kami, Putri dan Pangeran,” sapa seorang wanita cantik yang sepertinya adalah Luna dari sang Alpha.


“Terima kasih Luna,” jawab mereka dengan kompak yang dijawab dengan anggukan oleh sang Luna.


“Para pelayan ini akan mengantar kalian menuju kamar kalian. Semoga kalian akan menyukai tinggal di sini,” ucap sang Alpha yang kini dijawab dengan anggukan oleh Eric.


“Alpha, bisakan kita berbicara setelah ini?” tanya Eric pada sang Alpha yang di jawab dengan anggukan oleh Alpha tersebut.


“Tentu saja Putra mahkota,” ucap Alpha tersebut dengan senyumannya pada Eric.


“Kalian pergi lah lebih dulu menuju kamar kalian, sayang pergi lah ke kamar mu bersama dengan Luna Sandra, setelah ini aku akan menyusul,” ucap Eric pada istrinya itu yang di jawab dengan anggukan oleh Debby.


“Mari, Putri mahkota,” ajak Sandra pada Debby yang menjawabnya dengan anggukan.


Debby dan Sandra berjalan bersama menuju kamar Debby bersama dengan pelayan yang ikut membawa koper milik Debby.


“Putri, saya dengar Anda adalah seorang Wizard,” ucap Sandra pada Debby yang kini menoleh ke arah Sandra dengan senyumannya sambil menganggukkan kepalanya. Info jika Debby adalah seorang Wizard memang sudah banyak diketahui oleh bangsa immortal namun sampai saat ini, masih belum ada yang mengetahui jika Debby juga seorang Sorcerer.


“Benar, namun aku baru mempelajarinya,” ucap Debby dengan senyumannya yang membuat Sandra menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Debby.


“Kita bisa berlatih bersama nanti jika Anda mau, Putri,” ucap Sandra yang kini membuat Debby membelalakkan matanya mendengar ucapan Sandra.

__ADS_1


“Kau juga seorang Wizard Luna?” tanya Debby dengan tatapan tak percaya nya pada Luna yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


“Benar Putri, namun saya juga merupakan werewolf,” jawab Sandra yang membuat Debby yang menatap Sandra dengan tatapan takjub nya.


“Apa aku boleh melihat wujud serigala mu?” tanya Debby dengan tatapan penuh harap nya pada Sandra saat mereka sudah berada di kamar Debby.


“Tentu saja Putri,” ucap Sandra dengan senyumannya. Debby kini duduk di ranjang nya sedangkan Sandra kini sudah bersiap untuk merubah dirinya.


Hingga akhirnya kini Sandra sudah merubah dirinya menjadi werewolf  berwarna putih tulang yang begitu cantik. Debby yang melihat hal itu terlihat begitu takjub, matanya kini bahkan sudah berbinar melihat cantik nya werewolf tersebut.


“Wah kau begitu cantik Luna,” ucap Debby dengan senyumannya sambil mengelus kepala Sandra dengan begitu lembut nya dan senyumannya yang juga mengembang dengan begitu sempurna nya.


Tak lama kini Sandra sudah merubah dirinya kembali menjadi manusia. Debby segera memberikan selimut untuk Sandra yang pakaiannya sudah robek.


“Tunggu lah disini. Aku akan meminta pelayan mu untuk mengambilkan pakaian untuk mu,” ucap Debby pada Sandra yang kini menjawabnya dengan anggukan juga senyuman.


Dengan langkah malas nya kini Debby menuju ke arah pintu, dan membukakan pintu untuk orang diluar sana yang tak lain adakah Julie, istri dari Miguel.


“Ada apa putri?” tanya Debby pada Julie dengan menaikkan sebelah alisnya bingung menatap Julie dengan tatapan penuh tanya nya.


“Putri mahkota, bisakah Anda menemani saya jalan-jalan ke hutan? Entah mengapa saya ingin sekali jalan-jalan ke hutan,” ucap Julie pada Debby yang kini menaikkan sebelah alisnya sebelum akhirnya sebuah senyuman terbit di wajah wanita itu.


“Apakah Anda hamil?” tanya Debby dengan tatapan penuh binar pada Julie yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya pada Debby membuat Debby kini tersenyum dengan begitu lebar nya pada Julie.


“Wah selamat Putri,” ucap Debby pada Julie sambil tersenyum dengan begitu lebar pada Julie yang kini juga ikut tersenyum mendengar nya.


“Jadi, apakah Anda mau menemani saya putri?” tanya Julie dengan tatapan penuh harap nya pada Debby yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Tentu saja,” ucap Debby yang setelah nya segera menggandeng tangan Julie untuk membawa wanita hamil itu pergi.


Mereka kini berjalan menelusuri hutan. Tak hanya kedua wanita itu, kini juga ada para pengawal Julie yang menemani mereka.


Selama di perjalanan Debby dan Julie terus saja bercerita dan bercanda bersama. Hingga saat ia memasuki hutan terlalu jauh. Tiba-tiba banyak manusia rengue yang kini malah menghadap mereka.


Para pengawal kini sudah siap untuk menyerang mereka, melindungi putri mahkota mereka. Julie segera menarik tangan Debby untuk segera pergi dari sana. Debby kini hanya diam membeku dan ikut berlari bersama Julie.


Namun yang kini terasa aneh bagi Debby adalah saat Julie membawa nya semakin masuk jauh ke hutan.


“Julie apa yang kau lakukan?” tanya Debby sambil menghempaskan tangan Julie membuat mereka kini berhenti berlari.


“Aku tak tahu jalanan nya, Putri,” ucap Julie memberikan alibi pada Debby yang membuat Debby kini memejamkan matanya sambil mengepalkan tangannya berusaha untuk menahan amarahnya.


“Au perut ku sakit,” ucap Julie yang membuat Debby kini langsung terduduk di samping Julie yang kini sudah terduduk dengan begitu lelah di rerumputan.


“Putri kau baik-baik saja?” tanya Debby pada Julie yang kini terus meringis kesakitan membuat Debby kini merasa khawatir pada wanita tersebut.


“Julie kau tunggu lah di sini. Aku akan mencari minum untuk kota,” ucap Debby pada Julie yang kini menganggukkan kepalanya.


Setelah nya Debby segera pergi dari sana untuk mencari sumber air dan memberikan air pada Julie. Kini ia benar-benar merasa khawatir pada Julie. Senyum nya menembang saat ia melihat sebuah sungai. Debby dengan segera berjalan ke arah sungai itu lalu segera mengambil daun yang berada di sana membentuk nya seperti mangkuk lalu melapisinya dengan sihir agar daun itu semakin kuat untuk membuat menampung air.


Setelah nya ia segera kembali pada Julie. Namun saat kembali ia dibuat terkejut saat melihat tak ada Julie di tempat mereka tadi berpisah. Debby mengepalkan tangannya merasa jika Julie sengaja untuk meninggalkannya.


“Sialan kau Julie,” maki Debby dengan amarahnya. Memang seharusnya ia tak pernah mempercayai wanita itu. Apalagi ia tahu jika Julie adalah istri dari Miguel yang memang tak pernah menyukai Eric. Bahkan ibu laki-laki itu juga tak menyukai mereka. Membuat Debby kini merasa bodoh karena mempercayai Julie.


Sekarang ia harus berusaha sendiri untuk kembali menuju istana Werewolf.

__ADS_1


***


__ADS_2