Ghost Husband

Ghost Husband
Σαρανταοκτώ


__ADS_3

“Jadi Debby adalah seorang Wizard sama seperti ayah nya?” tanya Fred pada Arthur yang kini tampak menganggukkan kepalanya.


“Apa benar dia hanya seorang Wizard? Tapi bahkan dia tak tahu tentang itu. Tak ada Wizard yang bisa langsung mendapatkan kekuatannya tanpa latihan. Bahkan Debby saja tak mengetahui jika ia adalah seorang Wizard,” ucap Eric dengan tatapan penuh tanya nya pada ayahnya itu yang kini juga tampak berpikir tentang masalah yang kini tegak di hadapannya itu.


“Kau sudah meminta Ayah Debby untuk datang?” tanya Fred pada anaknya itu yang kini menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Fred.


“Aku masih ingin terus bersama dengan Debby. Jika aku mengajak Pater ke istana dia akan tahu jika aku memiliki selir. Bukan tak mungkin dia akan membawa Debby untuk segera pergi dari sini dan membawanya pergi dari ku,” ucap Eric dengan tatapan tajam dan begitu menusuk untuk ayah nya itu. Seolah mengatakan jika semua ini karena akibat dari apa yang dilakukan oleh Fred, mendengar ucapan anaknya itu Fred memilih untuk tidak memperdulikannya dan pura-pura tidak mendengar nya.


“Lalu dimana kau akan bertemu dengannya?” tanya Fred mengabaikan ucapan anaknya itu.


“Tentu saja di perusahaan ku,” ucap Eric pada Fred yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan ayahnya itu.


“Baiklah, lebih baik kau segera menemuinya dan menanyakannya dengan jelas,” ucap Fred pada anaknya itu uang kini membuat Eric menganggukkan kepalanya mendengar ucapan ayahnya itu.


“Arthur, kali ini aku akan pergi sendiri. Kau tetap lah di sini dan kau harus menjaga Debby dengan baik, jangan biarkan ia sendiri,” ucap Eric sambil melihat ke arah ayahnya itu dengan tatapan tak suka. Fred yang merasa jika ia tengah diwaspadai oleh anaknya sendiri kini hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar. Ia tahu pasti, jika kini anaknya itu tengah marah pada nya dan Fred bisa memakluminya.


“Baik Yang Mulia,” ucap Arthur patuh. Setelah nya Eric memilih untuk segera pergi dari sana begitu pula dengan Arthur. Setelah hormat pada ayahnya ia segera pergi dari sana.


“Putri mahkota sepertinya masih bersama dengan Ratu. Kau hampiri saja dia dan jaga dengan baik,” ucap Eric berpesan pada Arthur yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Eric.

__ADS_1


Setelah nya Eric kini memilih untuk langsung menuju ke dunia mortal. Ia ingin segera menemui Pater dan menanyakan secara jelas tentang Debby. Ia tak ingin lagi untuk menahannya. Kini ia sudah memiliki bukti jelas jika sampai Pater berbohong padanya.


Di tempat lain kini Debby masih bersama dengan Shirley masih berjalan-jalan di sekitar istana. Hingga mereka melihat Arthur yang kini berjalan mendekat ke arah kedua wanita tersebut membuat keduanya menaikkan sebelah alisnya bingung.


“Ada apa Arthur?” Tanya Shirley pada Arthur sambil menaikkan sebelah alisnya dengan bingung melihat kedatangan Arthur.


“Saya hanya datang untuk menjaga Anda, Putri,” ucap Arthur menyampaikan tugas yang di dapat nya. Debby yang mendengar nya mengerutkan kening nya bingung. Berbeda dengan Shirley yang sudah mengerti bagaimana anaknya itu kini ia hanya menggelengkan kepalanya.


“Sudah lah, ayo kita menuju ruang utama harem. Apa kau juga akan ikut Arthur?” tanya Shirley dengan senyuman menggoda nya pada Arthur yang kini tampak bingung. Ia diperintahkan untuk selalu berada di dekat Debby. Namun jika mereka akan pergi ke harem apa Arthur juga harus masuk?


“Saya akan menunggu di luar Ratu,” ucap Arthur pada Shirley yang kini hanya menggelengkan kepalanya. Bahwa anaknya itu sepertinya memang begitu patuh dan setia pada anaknya itu hingga ia benar-benar melakukan apa yang Anaknya itu minta.


Saat sampai di ruangan tersebut ternyata sudah banyak yang berada di sana. Mereka kini hanya tinggal menunggu ratu juga putri mahkota. Melihat kedatangan kedua wanita tersebut, sontak membuat wanita yang lain juga berdiri untuk memberi hormat pada mereka.


Tatapan Debby kini terus tertuju pada gadis cantik yang kini berada di samping tempat duduk nya. Bisa ia tebak jika wanita yang wajah nya tampak asing itu adalah selir Eric. Melihatnya membuat Debby rasanya semakin marah pada Eric. Entah bagaimana ibu mertuanya itu begitu kuat melihat selir-selir rasa nya yang begitu banyak itu. Memiliki satu selir saja sudah membuat Debby kesal.


“Lama tidak melihat Anda Putri, Bahkan Anda juga belum bertemu dengan selir putra mahkota bukan?” tanya Kathleen pada Debby. Mendengar ucapan tersebut Debby segera menoleh ke arah wanita tersebut dan menatapnya dengan tatapan datar. Melihat tatapan tersebut membuat semua orang kini takut melihat nya. Apalagi saat melihat manik mata Debby yang sekarang bahkan bisa berubah warna menjadi biru membuat banyak yang terkejut melihat nya. Shirley yang melihat nya bahkan juga terkejut.


“Debby,” panggil Shirley dengan lembut sambil mengelus tangan Debby dan tersenyum dengan begitu lembut pada menantunya itu.

__ADS_1


Debby memejamkan matanya menarik nafasnya dalam. Dan setelah nya ia kembali membuka matanya hingga manik matanya kini sudah berubah menjadi coklat kembali.


“Kau belum berkenalan dengan nya bukan? Dia adalah Meylin. Mom berharap kalian bisa hidup dengan akur dan selalu berada dalam kedamaian,” ucap Shirley dengan begitu lembut sambil mengelus tangan Debby. Kini ia tak bisa berbicara sembarangan pada Debby, Shirley bahkan mengatakannya dengan begitu hati-hati karena tidak ingin menyulut emosi Debby.


Mereka belum tahu seperti apa Debby dan bagaimana kekuatannya. Mereka tak tahu apa yang bisa dilakukan oleh Debby saat ia wanita itu tengah marah.


“Salam untuk Anda, Putri mahkota,” ucap gadis tersebut yang membuat Debby menoleh sekilas dan hanya menganggukkan kepalanya melihat hal tersebut.


“Mom sepertinya. Aku lelah dan tak enak badan, aku kembali lebih dulu,” ucap Debby berpamitan pada ibu mertuanya itu. Bisa dilihat dengan jelas jika sebenarnya Debby tak ingin berada di sana. Shirley akhirnya hanya bisa untuk memaklumi nya. Pasti masih begitu sulit untuk Debby menerimanya. Apalagi dia adalah manusia yang kebanyakan laki-laki nya hanya memiliki satu istri.


Debby menundukkan kepalanya hormat lalu ia segera pergi dari sana. Arthur yang berjaga tak terlalu jauh dari tempat perkumpulan wanita tersebut segera mengikuti kepergian Debby.


“Putri, Anda baik-baik saja?” tanya Arthur saat melihat wajah istri dari Tuannya yang sedang tidak baik-baik saja itu.


“Aku hanya lelah,” ucap Debby singkat yang membuat Arthur menganggukkan kepalanya.


“Mengapa hari ini begitu panas?” tanya Debby sambil melihat ke atas. Arthur yang mendengar nya mengerutkan keningnya. Padahal di dunia mereka setiap harinya sama saja. Kecuali memang jika saat musim dingin saja yang berbeda.


Memang bukan harinya yang panas namun hati Debby yang saat ini sebenar nya sedang panas.

__ADS_1


***


__ADS_2