
Malam ini Debby terlihat begitu cantik dengan dress berwarna ungu muda yang terlihat pas di tubuh gadis itu. Eric kini juga tak kalah tampan dengan jas berwarna abu-abu nya. Malam ini sesuai dengan yang sudah direncanakan. Mereka akan pergi ke rumah Pater untuk menentukan tanggal pernikahan mereka.
Setelah ditunda selama dua hari karena Luis yang tak kunjung sadarkan diri akhirnya kini mereka memutuskan untuk tetap melaksanakan penentuan tanggal pernikahan itu sesegera mungkin. Karena Eric ingin segera membawa Debby kedua nya dan mengangkat gadis itu sebagai putri mahkota.
Bahkan Eric kini sama sekali tidak peduli jika Luis masih belum sadarkan diri karena yang ingin ia temui adalah Pater, bukan Luis atau pun Laura dan ibunya. Yang terpenting adalah Pater.
“Sudah siap?” tanya Eric pada Debby yang kini sudah terlihat begitu cantik. Mendengar pertanyaan itu. Debby segera menoleh ke arah Eric dan menganggukkan kepalanya.
Setelahnya mereka segera keluar bersama. Di ruang keluarga kini ternyata sudah ada keluarga Eric yang juga datang kali ini. Anna juga kali ini terlihat begitu cantik. Kedua orang tua Eric kini tampak sudah siap.
“Sudah siap semua? Lebih baik sekarang kita pergi,” ucap Fred pada anggota keluarganya itu, kini kerajaannya dijaga oleh Edwin yang tetap tinggal di kerajaan setelah ia menyelesaikan tugas nya.
“Sudah, ayo berangkat,” ajak Eric pada seluruh anggota keluarganya. Hingga setelahnya ia segera pergi dari kediaman Eric.
Kini tujuan mereka adalah rumah Pater. Eric dan Debby kini satu mobil bersama dengan Arthur yang kini mengawal mereka. Sedangkan Anna dan kedua orang tuanya kini juga satu mobil. Kini banyak pengawal yang juga mengikuti mereka dengan mobil lain.
Mobil Fred berada di paling depan. Dengan mobil Eric di belakang nya sedangkan di belakang mereka kini ada dua mobil yang mengikuti.
Hingga tak lama mereka akhirnya sampai di rumah Pater, di depan rumah berlantai tiga itu kini Pater juga Linda sudah menunggu di depan rumah mereka. Para pengawal sudah keluar lebih dulu untuk membukakan pintu bagi atasan mereka.
“Silahkan masuk Tuan,” ucap Pater pada Fred setelah mereka saling bersalaman.
Mereka segera memasuki rumah tersebut dengan para penjaga yang mereka bawa kini berada di depan pintu berjaga di depan.
__ADS_1
“Maaf sudah menunda acara ini. Menantu kami baru saja mengalami musibah. Saya harap Tuan Fred memakluminya,” ucap Pater saat mereka kini sudah duduk di ruang tamu yang berada dirumah besar tersebut.
“Tak masalah. Lagi pula Anda sudah melakukannya, membuat saya menunggu selama dua hari,” ucap Fred dengan wajah datar nya pada Pater yang kini terlihat begitu bersalah.
“Sekali lagi saya meminta maaf Tuan Fred,” ucap Pater yang hanya Fred balas dengan anggukan dan mengibaskan tangannya.
“Baiklah. Kita langsung saja memulai acaranya. Maksud kedatangan saya kesini ingin menentukan tanggal pernikahan antara putri Anda dan putra saya,” ucap Fred yang kini memulai pembicaraan mereka pada intinya.
Linda kini menampilkan senyumnya walau sebenarnya ia begitu tak suka melihat gadis itu malah mendapatkan yang lebih baik dari anaknya. Laura mengambil Luis dari Debby. Namun kini Debby malah mendapatkan Eric yang jauh lebih baik Luis.
“Saya akan mengikuti saja Tuan. Saya serahkan untuk tanggal pernikahannya pada Anda,” ucap Pater pada Fred yang kini menganggukkan kepalanya lalu ia segera melihat ke arah anaknya juga melihat ke arah istrinya.
“Lebih cepat akan lebih baik Dad,” ucap Shirley yang kali ini mengatakannya pada suaminya itu. Fred yang mendengarnya menganggukkan kepalanya.
“Mengapa kami harus menunggu menantu Anda? Lagi pula yang akan menikah dengan Debby adalah putra kami bukan Luis,” sarkas Shirley pada Linda. Linda yang mendengar jawaban Shirley yang terdengar begitu menusuk itu akhirnya bungkam.
Shirley memang adalah wanita yang baik dan penyabar karena dia adalah keturunan Dewi. Hanya saja ia tak suka jika ada yang sampai melukai Debby dan membenci Debby. Shirley memang sudah mengetahui apa saja yang Linda lakukan pada Debby dari anaknya itu jadi kini ia begitu tak menyukai Linda. Jadi jangan salahkan Shirley jika ia berbicara dengan begitu sinis pada Linda.
“Maafkan kelancangan istri saya Nyonya. Jika memang harus dilakukan secepatnya bukan masalah bagi kami,” ucap Pater berusaha menenangkan suasana.
Debby kini hanya terdiam. Sebenarnya ia juga merasa keberatan untuk segera melangsungkan pernikahan. Namun pada akhirnya ia hanya bisa menerima karena menurutnya akan sama saja. Mau sekarang atau nanti ia akan tetap menikah dengan Eric.
Dan tinggal bersama dengan Eric tanpa ikatan pernikahan jelas bukan hal yang baik jika berlangsung semakin lama. Jadi lebih baik ia memilih untuk menerimanya saja dan mengikuti ucapan Eric.
__ADS_1
“Baiklah kalau begitu kita adakan pernikahannya dua satu minggu lagi. Saya rasa itu cukup untuk mempersiapkan semua pernikahannya, kami akan menggunakan jasa kami sendiri. Kami juga memiliki gedung jadi tak perlu sibuk memesan dari jauh-jauh hari. Untuk semua persiapan kami yang akan melakukannya sendiri. Anda hanya perlu datang dan memberikan daftar tamu yang akan diundang,” ucap Fred pada calon besannya itu yang kini menjawabnya dengan angguka.
Fred memang begitu tegas dan ia memang akan melakukannya sendiri namun jelas dengan bantuan anaknya itu. Karena ia harus mengurus kerajaannya juga.
“Jika memang sudah seperti itu kami menerima nya Tuan,” ucap Pater dengan senyumannya.
***
Di tempat lain di sebuah rumah sakit kini terlihat seorang wanita yang tengah menjaga laki-laki yang masih saja setia memejamkan matanya. Wanita itu menghembuskan nafasnya beberapa kali karena laki-laki itu tak juga kunjung membuka matanya.
“Apa yang kau lakukan di sana? Segera bangun Luis,” kesal gadis tersebut pada laki-laki yang kini hanya diam saja.
“Kau tahu aku menikahimu hanya karena ingin mengambil mu dari Debby. Namun kini kau ternyata tak berguna dengan terus menutup matamu. Kau tahu Debby akan segera menikah dengan Eric, sangat tidak adil. Setelah aku mengambil mu dari nya dia malah mendapatkan yang lebih baik,” dengus gadis tersebut yang tak lain adalah Laura.
Tatapannya kini menatap begitu kesal pada laki-laki yang masih saja setia memejamkan matanya itu. Ia begitu bosan terus berada di rumah sakit dan beraktik jika ia begitu mencintai Luis saat ada orang di sekitar nya.
Entah apa yang terjadi pada laki-laki itu hingga ia bisa pingsan dan tertidur begitu lama seperti ini.
Namun tak lama sebuah suara yang begitu lemah terdengar menyapa indra pendengaran wanita tersebut. Namun bukan namanya yang disebut melainkan nama gadis lain.
“Debby,”
***
__ADS_1