Ghost Husband

Ghost Husband
END


__ADS_3

Eric di depan sebuah kamar kini terus saja menatap sebuah ruangan di depannya dengan perasaan tak tenang. Tadi saat ia mengajak Debby untuk berkunjung ke rumah Ayah Debby. Debby malah mengeluh jika perut nya begitu sakit.


Akhirnya di sini lah kini Eric berada. Di depan sebuah ruangan bersalin. Siapa yang tahu jika Debby akan melahirkan. Beruntung mereka berada di dunia manusia saat Debby akan melahirkan. Karena Debby masih membutuhkan dokter manusia untuk proses bersalin nya.


Kini di depan ruang bersalin. Tak hanya ada Eric. Namun juga Ayah Debby juga keluarga Eric yang langsung datang saat mengetahui jika menantu mereka akan melahirkan. Mereka kini menunggu dengan harap cemas. Berharap jika calon penerus Eric juga Debby akan baik-baik saja.


“Eric duduklah, Mom pusing melihat mu seperti itu,” ucap Shirley [ada anaknya itu. Eric yang mendengar ucapan ibunya itu menghela nafas nya kasar dan akhirnya memilih untuk kembali duduk di tempat nya semula dengan perasaan yang tak menentu.


Tangannya kini terus bertaut, bahkan di saat seperti ini seorang lucifer tetap saja meminta pada Dewa untuk keselamatan anak juga istrinya.


Tak beberapa lama akhirnya seorang dokter keluar dari ruangan bersalin bersama dengan beberapa perawat yang juga ikut keluar. Melihat itu membuat orang yang sedari tadi sudah menunggu kabar kondisi Debby segera menghampiri dokter tersebut.


“Dokter bagaimana keadaan istri dan anak saya?” tanya Eric pada dokter perempuan tersebut.


“Puji tuhan Ibu dan anak dalam keadaan sehat. Selamat Tuan anak Anda laki-laki. Kami akan membersihkan anak dan Ibu juga memindahkannya ke ruang rawat. Setelah ini kalian bisa untuk menjenguk nya,” ucap dokter tersebut yang membuat semua yang berada di sana bernafas dengan lega.

__ADS_1


“Terima kasih dokter,” ucap Ayah Debby yang dijawab dengan senyuman dan anggukan oleh dokter tersebut.


Setelah nya mereka memilih untuk menunggu sampai para perawat memindahkan Debby menuju ruangannya. Setelah nya mereka segera mengikutinya.


Senyuman Eric kini mengembang saat melihat istrinya itu. Eric dengan segera berjalan menuju kearah istrinya itu lalu memeluknya membuat Debby ikut tersenyum karena nya.


“Terima kasih sayang, terima kasih karena telah bertahan,” ucap Eric dengan begitu lembut nya pada istrinya itu. Debby yang mendengar ucapan Eric menganggukkan kepalanya.


“Semua karena semangat mu,” ucap Debby setelah kini Eric melepaskan pelukan mereka dan menangkup wajah Debby.


“Wah seperti nya sekarang aku memiliki saingan,” ucap Ana saat melihat bagaimana Ibu nya itu begitu antusias menyambut cucu nya itu.  Mendengar ucapan Anna membuat orang yang berada di sana tertawa mendengar nya.


“Apa aku terlambat?” tanya seorang laki-laki yang baru saja memasuki ruangan rawat Ayumi. Laki-laki tersebut tak lain adalah Aldwin.


“Tidak, lihat lah keponakanmu ini,” ucap Shirley dengan senyumannya sambil menunjukkan anak Eric.

__ADS_1


“Mom berikan pada Debby dulu. Putra agung mahkota pasti kehausan,” ucap Eric pada ibunya itu. Mendengar ucapan anaknya itu dengan segera wanita paruh baya tersebut memberikan bayi menggemaskan itu pada Debby untuk disusui. Eric menjaga mereka dengan baik. Menutupi dada Ayumi yang terlihat dengan kain yang berada di sana.


“Kau sudah memiliki nama untuk anak mu?” tanya Ayah Eric. Eric yang mendengar itu sontak tersenyum sambil melihat ke arah anaknya itu juga istrinya. Dan menganggukkan kepalanya.


“Aiken Carver Lawfence,” ucap Eric dengan senyumannya menyebutkan nama anaknya itu. Debby yang mendengar nya ikut tersenyum.


“Kau menyukai nya?” tanya Eric pada istrinya itu yang kini menganggukkan kepalanya.


Kini kebahagiaannya sudah terasa begitu lengkap. Hidup yang ia pikir akan terus berada dalam jurang kehancuran kini seolah menemukan titik terang nya sendiri. Tak pernah Debby bayangkan sebelumnya jika pada akhirnya ia akan memiliki suami seperti Eric yang begitu mencintai nya dan selalu melindunginya.


“Aku sangat menyukainya, terima kasih Eric,” ucap Debby dengan senyumannya.


Kini keluarganya sudah begitu lengkap. Kebahagian kini sudah menyapanya. Debby kini hanya berharap jika mereka akan terus bahagia tanpa ada lagi yang membawa duka untuk mereka. Meskipun Debby tahu tak ada yang abadi didunia ini termasuk kebahagiaan. Namun kini setidaknya kebahagiaan keluarganya lah yang Debby harapkan.


***

__ADS_1


__ADS_2