
“Debby,” suara panggilan yang begitu lembut itu membuat Debby segera menoleh ke arah sumber suara. Hingga senyumannya mengembang dengan begitu sempurna saat melihat Ayah nya yang sudah ia jaga selama beberapa hari ini akhirnya membuka matanya.
“Papa,” panggil Debby yang kini segera berjalan ke arahnya lalu menggenggam tangan ayahnya itu dengan begitu erat.
“Papa, bagaimana keadaan papa?” tanya Debby sambil memencet bel yang sudah disediakan untuk memanggil dokter.
“Papa sudah membaik, terima kasih. Dan Maaf atas semua nya nak,” ucap Pater yang membuat Debby kini menatap Sendu ke arah ayahnya itu sambil menggelengkan kepalanya.
“Tidak, Papa tidak perlu memikirkan itu. Yang terpenting sekarang adalah kesehatan Papa,” ucap Debby dengan senyumannya sambil mengelus tangan ayahnya itu. Pater tersenyum menatap anaknya itu dengan tatapan terharu.
Padahal sudah begitu banyak kesalahan yang dia lakukan namun anaknya itu masih saja mau untuk meamaafkannya dan kini saat ia sedang terluka malah anak yang sudah ia sia-siakan itu yang merawatnya.
Tak lama seorang dokter dan beberapa perawat datang untuk memeriksa Pater. Debby segera menjauh dan membiarkan dokter untuk memeriksa keadaan ayahnya itu. Belum selesai dokter memeriksa ayahnya, suara pintu yang dibuka membuat Debby menoleh dan kini ia mendapati Eric yang kini datang dan langsung menghampirinya.
“Papa sudah sadar, Eric,” ucap Debby dengan senyumannya sambil memeluk Eric yang kini juga memeluknya sambil tersenyum senang untuk gadisnya itu.
“Aku turut senang mendengar nya,” ucap Eric pada Debby yang kini menganggukkan kepalanya mendengar hal tersebut.
“Noa, Tuan. Keadaan Papa Anda sudah membaik, beliau sudah melewati koma nya dan kini keadaannya perlahan membaik. Jika terus seperti ini, Papa Anda dapat pulang setelah beberapa hari,” ucap dokter yang memeriksa ayah Debby membuat wanita itu kini tersenyum senang mendengar nya. Ia segera menghampiri ayahnya lalu menggenggam tangan ayahnya itu dengan erat.
“Terima kasih dokter,” ucap Eric yang di balas dengan senyuman dan anggukan oleh dokter tersebut.
Setelah nya dokter dan perawat itu segera berpamitan bdan pergi dari sana.
__ADS_1
“Tuan perusahaan Anda kini berada di keadaan terbawah. Sky blue company sudah memiliki 30% saham perusahaan Anda. Perusahaan Anda hampir saja akan di akuisisi oleh mereka karena istri Anda menjual saham Anda kepada mereka,” ucap Eric yang kini malah membicarakan saham dalam situasi seperti ini. Debby yang mendengar nya kini bahkan di buat memejamkan matanya mendengar ucapan laki-laki nya itu.
“Eric, ayah ku baru saja sadar dan kau sudah mengajaknya membahas bisnis? Kau sangat keterlaluan Eric,” kesal Debby pada tunangannya itu yang kini menghembuskan nafasnya kasar sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
“Tidak masalah Debby, keadaan kantor saat ini memang sedang berada dalam fase sulit,” ucap Pater pada anaknya itu dengan tatapan sedih nya. Ia tak menyangka jika hasil jerih payah nya selama ini akan hancur dalam sekejap hanya karena kebodohannya sendiri.
“Papa tidak perlu memikirkannya. Eric, ada untuk membantu kita,” ucap Debby dengan senyuman menenangkan pada ayahnya itu yang kini menghembuskan nafasnya kasar lalu menjawabnya dengan anggukan.
“Lalu sekarang bagaimana Eric?” tanya Pater pada calon menantunya itu.
“Luis menjual dua puluh persen saham nya pada ku, dan aku sudah membelinya atas nama Debby seperti yang diminta oleh Luis, dan aku juga sudah membeli tiga puluh persen saham perusahaan mu dari perusahaan kecil yang sudah aku pindah kan saham nya ke perusahaan ku,” ucap Eric menjelaskan yang kini membuat Pater menghembuskan nafasnya mendengar hal tersebut, dengan kata lain kini Eric mengatakan jika perusahaan nya terselamat kan. Namun ia sama sekali tidak memiliki saham dalam perusahaannya sendiri.
“Luis menjual nya pada mu?” tanya Debby dengan tatapan tak percaya nya pada Eric yang kini menganggukkan kepalanya sebelum akhirnya ia menatap datar pada Debby.
“Apa yang kau katakan Eric? Aku hanya bertanya,” ucap Debby dengan kesal pada Eric yang kini memilih mengabaikan Debby.
Luis memang selalu bisa untuk Debby andalkan. Laki-laki itu selalu mendukungnya dan selalu membantunya. Hanya saja kemarin ia berada di jalan yang salah karena Laura namun saat kini laki-laki itu sudah kembali. Hatinya sudah tak lagi bersama dengan Luis.
“Sudah lah jangan bertengkar. Eric, terima kasih telah membantu perusahaan ku,” ucap Pater pada Eric yang kini membuat Eric tersenyum.
“Aku melakukannya karena Debby. Dan sekarang kau sudah tak memiliki saham lagi di perusahaan mu Tuan Pater,” ucap Eric yang sontak membuat Debby memelototkan matanya lalu menatap Eric dengan tatapan tak percaya nya sedangkan Pater yang mendengar nya hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
“Aku tahu,” ucap Pater dengan senyumannya.
__ADS_1
“Kalau begitu kau ambil saja saham ku, Pa,” ucap Debby pada ayahnya itu yang kini menggelengkan kepala nya mendengar ucapan Debby.
“Tidak nak, Luis tak akan memberikannya. Saham itu adalah milik mu, jadi sekarang kau harus menjaga nya dengan baik. Kau memiliki dua laki-laki hebat untuk melawan Sky blue. Kau tahu dia adalah musuh bisnisku, jadi kau harus kembali mengambil saham yang berada di tangannya sebelum perusahaan kita malah jatuh karena nya,” ucap Pater panjang lebar menjelaskan pada anaknya itu.
“Itu adalah tugasmu Tuan Peter, dan itu adalah hak mu. Aku tak akan membiarkan Debby untuk bekerja jadi perusahaan aku serahkan pada mu. Sekarang saham perusahaan mu hanya dikendalikan oleh empat orang, dan aku serta Luis sudah sepakat untuk menunjukmu sebagai direktur utama lagi,” ucap Eric yang kini membuat Pater terkejut. Ia tak menyangka jika Luis masih mau untuk berbaik hati padanya setelah apa yang ia lakukan.
“Terima kasih Eric, aku akan melakukannya sebaik mungkin,” ucap Pater yang membuat Eric menjawabnya dengan anggukan.
“Dan ya, tentang pernikahan kalian. Kapan kalian akan melaksanakannya?” tanya Pater sambil menatap ke arah putrinya itu dengan tatapan penasarannya. Debby tersenyum sambil mengelus tangan ayahnya.
“Segera, setelah kau sembuh Pa,” ucap Debby yang di balas dengan anggukan oleh Pater.
“Aku akan berusaha untuk cepat sembuh agar kalian bisa segera menikah,” ucap Pater yang membuat Debby menjawabnya dengan anggukan. Eric kini memilih untuk duduk di sofa dan memberikan waktu pada mereka untuk berbincang berdua.
“Bagaimana dengan skripsi mu?” tanya Pater lagi pada anaknya. Sudah lama ia tak mengetahui tentang kuliah anaknya itu. Dulu ia terlalu sibuk menghakimi dan menuduh anaknya hingga ia tak mengetahui apapun tentang anaknya itu. Ia begitu menyesal atas apa yang ia lakukan dulu.
“Semuanya baik Dad, aku sudah menyelesaikannya. Dan besok adalah waktu ku untuk sidang,” ucap Debby menjelaskan yang membuat Pater menganggukkan kepalanya.
“Aku mendoakan yang terbaik untuk mu,” ucap Pater dengan senyumannya sambil mengelus puncak kepala anaknya itu sayang.
Sebelumnya ia sudah begitu gagal menjadi ayah yang baik pada anaknya itu dan kini ia ingin untuk menebus semua nya. Memperbaiki dirinya agar ia bisa menjadi laki-laki yang lebih baik lagi untuk anaknya itu.
***
__ADS_1