
Sesuai yang sudah mereka sepakati, Debby dan Eric memilih untuk tetap melanjutkan tugas mereka. Setelah selesai dengan tugas mereka. Baru lah mereka memilih untuk kembali ke istana. Tak terasa hari telah berganti hari dan kini akhirnya mereka akan kembali ke istana.
Berbeda dengan Eric yang begitu bahagia karena ia membawa kabar bahagia saat kembali ke istana. Miguel dan Tiara kini terus merasa ketakutan. Karena kini mereka harus menghadapi kenyataan tentang apa yang harus melakukan kedepannya setelah ayah Miguel menjatuh kan hukuman untuk Tiara juga dirinya yang sudah gagal mendidik Tiara.
Saat sampai di istana, kini mereka langsung disambut dengan Shirley dengan senyumannya saat melihat anak-anak nya juga menantunya yang akhirnya datang, tak hanya ada Shirley namun juga ada Ketheleen juga Fred yang kini menunggu mereka.
Eric lebih dulu keluar dari dalam kereta nya yang setelah nya langsung disusul oleh Debby yang dibantu oleh Eric untuk keluar dari dalam kereta. Saat melihat kedatangan Debby, Shirley segera menghampiri menantunya itu.
Info jika Debby hamil memang sudah sampai ke istana. Membuat Shirley kini begitu bahagia saat mengetahui jika menantunya saat ini tengah hamil.
“Lihat lah, bahkan Mom melupakan ku,” ucap Edwin yang baru keluar dari kereta nya. Shirley yang mendengar ucapan anak kedua nya itu hanya berdecih sambil menggelengkan kepalanya.
“Lihat Dad, aku pulang dengan kabar bahagia dan kini perjanjian kita sudah selesai,” ucap Eric dengan seringainya yang membuat Eric menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah anaknya itu.
Tak bisa dipungkiri kini Fred juga merasa begitu bahagia karena akhirnya ia akan memiliki cucu. Meskipun ia juga merasa sedih karena ia tak bisa lagi memanfaat kan Debby untuk melakukan pemaksaan pada anaknya itu.
“Ya, lakukan sesuka mu,” ucap Fred sambil menepuk pundak anak nya itu. Wajah yang penuh dengan senyuman itu seketika berubah saat melihat ke arah Miguel juga Tiara.
“Ratu, temani Putri mahkota untuk memeriksakan kehamilannya. Dan Kalian, datang lah ke ruangan ku,” ucap Fred dengan begitu tegas nya pada ketiga anaknya itu yang kini sontak menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“Dan Tiara, bukankah kau juga hamil? Kethelen, bawalah dia untuk memeriksakan kehamilannya juga,” ucap Fred dengan tatapan datar nya pada Kethelen dan juga Tiara yang kini hanya bisa menundukkan kepalanya sambil menganggukkan kepalanya mendengar perintah Fred.
Setelah nya Fred segera pergi dari sana yang diikuti oleh ketiga anaknya. Eric kini berjalan dengan begitu tegas nya menuju ruangan Fred.
“Selamat karena telah menyelesaikan tugas kalian. Kalian memang anak-anakku begitu pintar dan pemberani. Namun aku cukup menyangkan dengan apa yang terjadi saat kalian menyelesaikan tugas. Aku memberikan kalian tugas karena aku mempercayai kalian, bukannya untuk saling bersaing. Kalian sudah mendapatkan posisi kalian masing-masing,” ucap Fred dengan begitu tegas nya pada anak-anak nya itu yang membuat ketiga anaknya itu kini menunduk mendengar ucapan Fred.
“Pangeran Agung, selamat telah menyelesaikan misi mu. Setelah ini aku akan mengirimkan hadiah ke kamar mu,” ucap Fred pada Edwin yang kini langsung menunduk hormat mendengar nya.
“Terima kasih Yang Mulia,” ucap Edwin yang setelah nya segera pergi dari sana meninggalkan kedua kakaknya bersama dengan ayahnya.
“Putra Mahkota, selamat atas tugas mu. Aku akan memberikanmu hadiah juga gelas sebagai putra keemasan,” ucap Fred pada anaknya itu. Namun Eric kini malah berlutut di depan ayahnya yang membuat Fred mengerutkan kening nya melihat tingkah anaknya itu.
“Apa yang kau inginkan Putra mahkota?” tanya Fred pada anaknya itu.
“Saya ingin Anda menyetujui perceraian saya dengan Selir Mylin,” ucap Eric yang kini sontak membuat Fred langsung bangun dari posisinya yang kini tengah terduduk di meja kebesarannya. Tatapannya kini menatap begitu tajam pada anaknya itu.
“Apa yang kau katakan Putra mahkota?” tanya Fred begitu marah pada Eric yang kini masih masih berlutut di depan Fred.
“Selir Mylin juga menginginkan hal yang sama Yang Mulia. Selir ingin bercerai dengan saya dan ingin ke dunia manusia untuk memiliki karirnya sendiri. Saya berjanji akan membantu nya untuk sukses di dunia manusia,”ucap Eric menjelaskan pada ayahnya itu yang kini memejamkan matanya sambil mendudukkan dirinya di tempat nya lagi.
__ADS_1
“Aku juga tak pernah menginginkan selir, kau lah yang memaksaku untuk melakukannya. Jika kau tidak menyetujuinya maka aku akan pergi dari sini juga membawa putri mahkota juga penerus agung,” ucap Eric dengan ancamannya pada Fred yang kini memejamkan matanya mendengar ucapan Eric,
Ia tahu, anaknya itu selalu menepati ucapannya dan tak main-main dengan apa yang ia katakan. Kini Fred jadi merasa bersalah karena sudah memaksa anaknya itu. Namun semua itu juga atas keputusan para tetua.
“Baiklah, Daddy akan membantumu untuk berbicara dengan Raja Fairy,” ucap Fred yang akhirnya memilih mengalah pada anaknya itu dan menuruti keingin Eric. Karena jelas ia tak ingin kehilangan Berlian berharga nya. Mengingat bagaimana kekuatan Eric. Dan juga ia tak mau kehilangan cucu nya.
“Terima kasih Yang Mulia,” ucap Eric yang setelah nya segera pergi dari sana.
“Pangeran kedua, aku selalu bangga atas semua yang kau lakukan pada kerajaan ini. Kau selalu pulang dengan keberhasilan setiap kali aku memberimu perintah. Namun kau malah gagal mndidik istri mu,” ucap Fred pada anaknya itu yang kini langsung berlutut di depan Fred. Merasa bersalah atas apa yang dilakukan oleh istrinya itu.
“Mohon ampuni saya Yang mulia. Saya berjanji akan mendidik saya istri saya dengan baik. Mohon ampuni kami yang Mulia. Tiara memang bersalah karena telah berniat mencelakai Putri mahkota, itu adalah kelalaian saya karena tak bisa untuk mendidiknya dengan baik,” ucap Miguel dengan menundukkan kepalanya.
“Kau memang harus mengintropeksi diri mu Pangeran kedua. Pergi lah bersama istrimu ke tempat yang sudah aku siapkan untuk kalian. Kembali lah setelah anak kalian lahir,” ucap Fred dengan ketegasannya pada Miguel yang kini hanya bisa memejamkan matanya mendengar ucapan ayahnya itu.
Tak bisa lagi membantah akhirnya ia hanya bisa untuk menyetujuinya, setidak nya ia tidak diusir selama nya dari kerajaan dan mencabut gelar nya sebagai pangeran.
“Terima kasih atas kemurahan hati Anda, Yang mulia,” ucap Miguel pada ayahnya itu.
Setelah nya Fred segera pergi dari sana, meninggalkan Miguel yang kini masih berlutut di posisinya merasa begitu menyesali apa yang terjadi. Meskipun ia membenci Eric namun ia tak pernah berpikir untuk mencelakai kakaknya itu. Namun istrinya dengan berani melakukan ini tanpa sepengetahuannya. Dan kini ia hanya bisa untuk menanggung akibat nya dengan berlapang dada untuk berubah menjadi lebih baik lagi.
__ADS_1
***