
Pater kini menatap nyalang pada wanita di depannya itu yang kini menatapnya dengan lembut. Ia sudah begitu bosan melihat wanita di depannya itu yang terus saja berpura-pura baik di depannya. Ia begitu muak dengan semua yang terjadi pada hidupnya belakangan ini. Bahkan karena wanita itu ia kehilangan anaknya.
“Sudah cukup hentikan, aku sudah begitu muak dengan mu Linda,” marah Pater pada wanita yang tak lain adalah istrinya itu.
“Apa yang kau katakan Pater? Ada apa denganmu? Apa masalah ini ada hubungannya dengan Luis?” tanya Linda dengan tatapan yang kini tak kalah tajam pada Pater.
“Ya benar. Kau selalu melakukan apa yang kau mau. Bahkan karena anakmu, aku harus mengorbankan kebahagian anak ku sendiri. Kau dan anakmu itu sama saja,” ucap Pater dengan amarah nya yang membuat Linda kini membelalakkan matanya mendengar ucapan Pater.
“Berani sekali kau menghina anak ku Pater,” marah Linda yang kini juga sudah tersulut emosi mendengar ucapan Pater yang seolah menghina anaknya.
“Apa lagi? Mengapa aku tak berani? Kau bahkan berani untuk melakukan apapun pada anak ku. Selama ini aku memang begitu bodoh karena telah mempercayaimu dan begitu mencintaimu hingga aku dibutakan dengan sikapmu itu.” Pater kini menatap begitu tajam pada Linda yang kini sudah mengepalkan tangannya marah mendengar ucapan Pater yang terdengar begitu menusuk untuk nya.
“Kini kau menyalah kan mu? Kau memang bodoh Pater, salah kan dirimu yang bodoh itu. Bukannya kini kau malah menyalahkan ku. Dulu kau begitu mendukung ku,” sinis Linda yang semakin menyulut emosi Pater.
Pater menghembuskan nafasnya sambil menganggukkan kepalanya. Sepertinya memang tak bisa lagi untuk dipertahankan.
“Ya, aku memang bodoh saat itu. Dan kini aku tak ingin lagi untuk terjebak dengan semua itu. Jadi aku memutuskan untuk menceraikan mu,” marah Pater dengan ucapannya yang terdengar begitu tegas. Mendengar ucapan Pater kini Linda terpaku di tempatnya. Mulut nya secara kelu.
Anak nya bahkan baru saja di ceraikan oleh Luis, apa sekarang ia juga harus menerima nya? Semua ini karena Debby. Ia bersumpah akan membuat perhitungan pada wanita itu.
“Baiklah, baiklah jika itu yang kau inginkan,” ucap Linda yang kini malah mengambil pisau buah yang berada di meja sofa kamar nya lalu memasukkannya ke arah Pater.
__ADS_1
“Kau tahu, aku tak akan tinggal diam saja saat kau menceraikan mu. Kau menyalahkan aku karena kebodoahan mu sendiri yang tidak bisa untuk membela anak mu?” senyuman sinis terukir dengan begitu jelas di wajah wanita licik itu. Melihat suaminya yang kini bahkan akan akan kehilangan kesadarannya.
Linda berjalan ke arah lemari milik nya lalu mengeluarkan dokumen juga stempel. Sebuah dokumen yang sudah sedari dulu ia siapkan, dan kini ia akan menggunakannya. Senyuman yang begitu jahat dapat Pater lihat dengan jelas, walau sebentar lagi kesadarannya mungkin akan menghilang.
“Kau memang wanita iblis,” ucap Pater saat Linda melihat Linda yang mengambil pisau yang ia gunakan lalu segera pergi dari sana tanpa menghiraukan Pater.
“Terima kasih telah menyiapkan semua ini,” ucap Linda yang setelahnya segera keluar dari sana.
Kini ia terburu-buru membawa Laura untuk pergi dari sana. Laura yang tak mengetahui apa yang terjadi terlihat kebingungan namun tetap saja akhirnya ia segera mengikuti ibunya itu.
Para pelayan yang kebingungan melihat itu hanya mengerutkan kening nya. Hingga setelah Laura dan Linda pergi jauh dari sana. Seorang Pelayan menjerit saat melihat Pater yang sudah bersimbah darah.
***
Debby sedari tadi tak bisa untuk tenang dalam tidur nya. Mencari posisi yang pas namun selalu saja ia gagal untuk memejamkan matanya. Hingga Eric yang merasa terganggu dengan apa yang dilakukan oleh wanita nya itu segera bangun dari posisinya dan menatap Debby dengan bingung.
“Debby ada apa?” tanya Eric dengan begitu lembut pada Debby. Debby segera bangun dan menatao Eric dengan tatapan sendunya.
“Aku tak tahu, tapi perasaan ku begitu tak enak,” ucap Debby pada Eric dengan helaan nafas kasar nya. Eric yang mendengar hal tersebut menaikkan sebelah alisnya sambil mengelus puncak kepala Debby sayang.
“Ingin berjalan-jalan sebentar?” tawar Eric pada Debby yang kini akhirnya anya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Eric.
__ADS_1
Mereka akhirnya memilih untuk berjalan-jalan di sekitar mansion. Banyak penjaga yang tak tidur dan tetap berjaga. Namun Debby tahu mereka pasti lucifer.
“Sebentar lagi kita akan menikah dan kuliah mu akan selesai. Aku ingin kita langsung pindah ke dunia ku setela itu,” ucap Eric dengan tatapan seriusnya yang kini membuat Debby menoleh ke arah Eric dengan tatapan seriusnya sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya. Memang nya apa lagi yang bisa ia lakukan selain menerima tawaran laki-laki itu?
Lagi pula kini Debby sudah memiliki sumpah darah dengan ayah Eric, jadi mau tak mau ia akan ikut dengan Eric. Ia juga sudah mencintai Eric maka kini ia akan mengikuti kemanapun laki-laki itu pergi.
“Kau tenang saja, aku akan terus mengikutimu kemanapun kau pergi,” ucap Debby dengan senyuman menenangkannya pada Eric yang membuat Eric juga ikut tersenyum mendengar nya.
Arthur dari kejauhan kini terlihat terburu-buru menghampiri Eric yang membuat mereka mengerutkan kening nya saat melihat kedatangan Arthur semalam ini.
“Putra Mahkota, ayah Putri Mahkota kini masuk ke rumah sakit atas penyerangan yang dilakukan oleh ibu tiri Anda,” ucap Arthur yang kini sontak membuat Debby memebelalakkan matanya mendengar ucapan Arthur, kakinya kini terasa begitu lemas. Bahkan untuk menopang dirinya sendiri rasanya kini Debby tak mampu. Beruntung kini ada Eric yang menahan tubuhnya.
“Debby, kau tak apa?’ tanya Eric dengan tatatapan khawatir nya pada Debby.
“Papa,” ucap Debby dengan air matanya yang kini sudah mengalir membasahi wajah cantiknya. Meskipun ia begitu marah pada ayah nya namun tetap saja saat mendengar ya berada di kondisi seperti ini ia begitu marah.
“Kita pergi ke rumah sakit sekarang,” ucap Eric pada Debby yang menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Eric,
“Cari kedua wanita itu sampai dapat,” ucap Eric dengan begitu tegas nya pada Arthur yang kini menganggukkan kepalanya mendengar perintah Eric.
Eric kini segera membawa Debby ke rumah sakit untuk menemui ayah nya. Debby sedari tadi tidak menghentikan tangis nya. Ia begitu khawatir pada ayahnya itu. Ia takut terjadi sesuatu pada ayahnya. Ia tak akan bisa untuk memaafkan kedua wanita yang sudah membuat keadaan ayahnya menjadi seperti ini.
__ADS_1
Debby bersumpah akan membalas kan semua nya pada wanita itu.
***