
Debby kini menatap penampilannya sendiri di cermin dengan tatapan bingung nya. Ia masih saja tak percaya dengan apa yang kini di lihat nya. Rambut nya yang berwarna hitam kini malah berubah warna menjadi putih dengan beberapa helaan juga berubah menjadi biru. Rambut nya yang dulu sebatas bahu kini bahkan memanjang hingga mencapai bokong nya.
“Apa yang terjadi pada ku?” tanya Debby dengan tatapan tak percaya nya. Kini di depan cermin besar meja rias nya ia masih saja membeku. Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang di lihat nya.
Pantas saja tadi begitu banyak yang terheran-heran melihat nya. Namun bukannya menangis atau bersedih karena penampilannya yang kini berubah. Debby malah tersenyum dengan begitu lebar sambil memiringkan kepalanya untuk melihat rambut nya yang kini terlihat begitu indah menjuntai.
“Wah rambut ku begitu indah,” ucap Debby dengan senyuman lebar nya sambil berputar-putar memamerkan rambut nya yang terlihat begitu indah, lembut dan begitu kilau.
“Ah aku jadi ingin kembali ke dunia manusia dan menjadi brand ambassador shampo,” ucap Debby dengan kekehannya. Debby mengambil sisir di meja rias nya lalu segera menyisir rambut nya yang begitu lembut itu.
“Aku menyukainya, apa aku sekarang bisa mewarnainya dengan warna lain?” tanya Debby sambil tertawa mendengar ucapan nya sendiri.
Ia tak menyangka jika ia menjadi istri Eric maka akan banyak yang berubah dengan penampilannya itu.
***
Eric kini tengah berada di ruangan ayahnya bersama dengan ajudan ayahnya juga ajudannya. Tak hanya itu, ibu nya kini juga berada di ruangan tersebut untuk membicarakan penampilan Debby yang begitu berubah.
“Aku pikir dia bukan hanya manusia. Sepertinya dia adalah Sorcerer,” ucap Fred yang kini menatap orang di sekeliling nya dengan tatapan seriusnya. Eric yang melihat ke arah ayahnya itu menatap ayahnya dengan tatapan tak percaya.
“Mommy rasa juga begitu. Segel nya terbuka karena dia melakukan ritual darah dunia bawah sudah melakukan penyatuan denganmu,” ucap Shirley yang kini ikut menanggapi ucapan tersebut. Eric yang mendengar nya kini semakin tak percaya. Padahal ia sudah mengamati Debby begitu lama namun mengapa ia baru mengetahui semua ini?
__ADS_1
“Arthur kau cari tahu semua tentang Debby juga asal usul keluarga nya,” ucap Eric dengan tegas pada Arthur yang menjawabnya dengan anggukan patuh.
“Debby adalah Sorcerer? Sangat aneh,” ucap Eric yang kini membuat laki-laki itu begitu frustasi karena nya.
“Eric, lebih baik sekarang kau menemui Debby. Mom takut dia merasa frustasi atas perubahannya,” ucap Shirley mengkhawatirkan menantunya itu. Eric yang mendengar ucapan ibunya itu menganggukkan kepalanya.
Ia juga kini begitu mengkhawatirkan Debby. Namun ia berharap jika wanita itu baik-baik saja.
“Kalau begitu aku pergi dulu,” pamit Eric yang setelahnya segera menunduk dan keluar dari ruangan tersebut bersama dengan Arthur. Di sepanjang perjalanan Eric begitu tak tenang memikirkan Debby. Ia bingung harus menjelaskan apa pada wanitanya itu. Entah bagaimana caranya menjelaskan kepada Debby yang ia pikir jika wanita nya itu kini tengah menangis dan frustasi serta terkejut.
“Entah bagaimana aku harus menjelaskan padanya,” ucap Eric sambil menatap pintu kamar nya yang kini sudah begitu dekat nya.
“Putra mahkota, Anda katakan saja jika itu efek saat ia menikahi Anda. Setelah semuanya terbongkar dan jelas, baru Anda jelaskan lagi padanya,” ucap Arthur berusaha memberikan saran pada Eric yang kini tampak berpikir sebelum akhirnya ia menganggukkan kepalanya.
Setelahnya Eric segera masuk ke kamar nya dengan perasaan tak menentu. Namun saat ia membuka pintunya. Kini Eric malah di buat tercengang melihat Debby yang di luar pekerjaannya. Ia pikir Debby akan menangis dan meratapi penampilannya yang tiba-tiba saja berubah. Namun nyatanya ia salah karena kini Debby justru tampak tersenyum dengan begitu cerah sambil memainkan rambut nya.
“Debby,” panggil Eric pada Debby dengan begitu lembutnya setelah pintu kamar nya tertutup.
Mendengar namanya dipanggil Debby dengan segera menoleh ke arah sumber suara. Hingga senyumannya semakin mengembang ke arah Eric lalu ia segera berlari ke arah Eric dan memeluk laki-laki tersebut dengan begitu eratnya.
“Lihat lah, rambut ku begitu cantik bukan?” tanya Debby sambil memamerkan rambut nya pada Eric. Eric yang melihat nya kini ikut tersenyum. Kekhawatirannya kini seolah langsung sirna karena melihat reaksi Debby yang begitu berbeda dengan apa yang ia pikirkan.
__ADS_1
Melihat Debby yang begitu senang dengan penampilannya saat ini membuat Eric juga merasa senang.
“Kau senang?” tanya Eric pada Debby yang kini menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Eric.
“Baiklah. Sekarang sudah malam. Waktunya istirahat. Jadi lebih baik sekarang kita istirahat,” ucap Eric yang sebenarnya tengah mengalihkan pembicaraan agar Debby tak bertanya lebih lanjut tentang perubahan pada rambut nya itu.
“Jika aku berada di dunia manusia dengan rambut ku ini, aku pasti bisa menjadi brand ambassador shampo,” ucap Debby dengan kekehannya saat Eric kini menggendongnya menuju ke arah ranjang. Eric yang mendengar nya sontak terkekeh.
“Namun kau kini berada di dunia ku, jadi kau akan menjadi ratu yang cantik suatu hari nanti,” ucap Eric dengan senyumannya pada Debby yang kini malah terkekeh mendengar ucapan Eric.
“Huft sepertinya saat ini dewi fortuna tengah berpihak padaku, aku bersyukur Debby senang dengan perubabahanya saat ini dan tidak bertanya tentang perubahannya itu,” batin Eric yang kini bisa bernafas lega. Eric menurunkan tubuh Debby di ranjang nya lalu ia ikut tertidur di samping Debby sambil memeluknya.
“Tentu saja aku senang dengan rambutku yang sekarang. Sudah dari dulu aku menginginkan rambut seperti ini. Ini begitu indah. Dan ya tentang perubahan ku ini apakah ini karena aku menikahi mu?” tanya Debby menaikkan sebelah alisnya dan kini ia membalikkan tubuhnya sambil menatap Eric dengan tatapan bingung nya berbeda dengan Eric yang kini tampak terkejut mendengar ucapan Debby.
“Kau bisa mendengar nya?” batin Eric lagi yang kini membuat Debby tak kalah terkejut nya saat ia bisa mendengar ucapan Eric padahal Eric sama sekali tidak membuka mulutnya.
“Apa itu suara pikiran dan batin mu?” tanya Debby dengan tatapan tak percaya nya pada Eric yang kini malah menjawabnya dengan anggukan.
Ini memang begitu aneh, Eric menjadi semakin penasaran dengan siapa Debby sebenarnya. Dan sepertinya mulai sekarangan ia harus mengunci pikiran dan batinnya agar Debby tak bisa lagi untuk mendengar nya.
“Hey, jangan coba-coba untuk melakukan itu,” marah Debby yang kini menatap Eric dengan tajam mendengar batin Eric. Eric kini malah menyengir. Ia lupa mengunci batinnya lebih dulu sebelum mengatakan hal tersebut. Betapa bodoh nya ia.
__ADS_1
“Baiklah, sekarang kau tidur,” ucap Eric pada Debby sambil memeluk wanita nya itu dengan erat dan berusaha untuk masuk ke dalam alam mimpi. Kejadian hari ini sudah begitu banyak yang mengejutkan mereka. Sungguh di luar dugaan. Eric masih tak bisa mempercayainya. Ia harus cepat-cepat mendapatkan info tentang Debby.
***