Ghost Husband

Ghost Husband
σαράντα


__ADS_3

Para tamu dari berbagai jenis makhluk immortal kini sudah mulai berdatangan. Mengingat Eric bukan saja putra mahkota dari Lucifer yang berada di wilayahnya namun juga seorang putra mahkota dari dunia immortal hingga kini semua raja dan juga putra mahkota beserta pasangan mereka banyak yang berdatangan untuk menghadiri pesta pengabgkatan putri mahkota juga pesta pernikahan Eric.


Sebenarnya banyak yang menentang tentang putri mahkota mereka yang merupakan seorang manusia. Namun jelas mereka tidak berani untuk mengatakan protesan tersebut pada Eric ataupun keluarganya. Mereka masih tau batasan mereka dengan tidak mencari masalah dengan keluarga berbahaya itu.


Tak hanya di takuti di dunia manusia nyatanya keluarga Eric begitu ditakuti di dunia Immortal. Apa lagi Eric. Ia adalah laki-laki yang paling ditakuti di dunia Imort ini pasalnya ia Eric memang begitu kuat. Bahkan ia sendiri pun mampu untuk menghancurkan satu kawasan makhluk immortal lainnya.


Debby di dalam kamar nya kini merasa begitu takut. Ia begitu takut jika banyak yang menghina atau menentang nya karena ia manusia. Debby memang tak mengetahui jika suaminya itu memiliki pengaruh yang begitu besar di dunia immortal ini hingga tak ada yang berani untuk menentang nya.


Eric terlalu menakutkan untuk mereka bermain-main dengan laki-laki tersebut. Acara baru akan dibuat malam. Siang ini mereka hanya akan melakukan pesta di dalam istana yang di hadiri pada pejabat dan juga raja-raja dari dunia immortal.


Kesempatan ini biasanya digunakan untuk mencarikan anak mereka pasangan yang pantas. Mereka seolah-olah berlomba-lomba untuk mencarikan jodoh untuk anak mereka. Dan bagi kaum werewolf yang jodohnya sudah ditentukan dari moongoddess ini jelas suatu kesempatan yang bagus untuk mencari mate mereka.


Suara pintu di buka membuat Debby yang kini telah cantik dengan gaun berwarna hitam dengan rambut nya yang di tata secantik mungkin. Dengan crown kecil yang menghiasi kepalanya. Menampilkan kecantikan dari wanita tersebut.


“Sudah siap sayang?” tanya Eric saat melihat wanita nya itu yang kini sudah tampak begitu cantik.  Eric rasanya tak akan bosan untuk terus melihat ke arah wanita nya itu yang kini terus memancarkan kecantikannya.


“Apa semua akan baik-baik saja?” tanya Debby pada Eric dengan tatapan seriusnya. Mendengar pertanyaan itu membuat Eric tersenyum ke arah Debby dengan begitu menenangkan.


Eric kini berjalan ke arah Debby lalu berjongkok di depan Debby yang kini tengah duduk di kursi meja rias. Kini ia sendiri di kamar tersebut hanya berdua dengan Eric karena setelah selesai mempercantik Debby. Para pelayan segera pergi.


“Tenang lah, ada aku. Percaya lah pada ku, aku tak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada mu,” ucap Eric dengan senyumannya berusaha menenangkan Debby yang kini menghembuskan nafasnya dengan kasar sebelum akhirnya ia hanya bisa menjawabnya dengan anggukan.

__ADS_1


“Kau terlihat begitu cantik, bagaimana bisa tuhan membuat manusia seperti Dewi?” tanya Eric dengan tatapan kesalnya memuji wanita nya itu yang kini berhasil dibuat tersenyum dengan begitu lebar hanya dengan sebuah kalimat yang diucapkan oleh Eric yang terdengar begitu manis.


“Mulut mu sangat manis Tuan,” ucap Debby dengan kekehannya yang membuat Eric kini juga ikut terkekeh mendengar ucapan wanita itu.


“Sudah bukan?” tanya Eric lagi dengan senyuman menenangkannya yang kini membuat Debby menghembuskan nafasnya sebelum akhirnya ia menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Eric.


Eric segera bangtun dari posisinya lalu mengulurkan tangannya pada Debby. Debby menerima uluran tangan itu dengan senyumannya yang mengembang dengan begitu sempurna. Setelah nya mereka berjalan bersama untuk menyapa para tamu yang hadir dalam acara mereka.


Saat Eric dan Debby menuruni tangga, banyak yang melihat ke arah mereka dengan tatapan kagum nya saat melihat kecantikan Debby dan ketampanan Eric.


“Wah mereka adalah pasangan yang serasi jika dilihat dari visual,” ucap para tamu yang hadir di sana. Hanya ada ucapan memuji tak ada ucapan menghina. Jelas karena mereka takut pada Eric. Meskipun di dalam hati mereka kini mereka saling berbincang lewat pikiran yang tengah menghina Debby yang adalah seorang manusia.


Banyak yang datang ke arah mereka untuk berkenalan. Debby jelas menyambut nya dengan baik. Ia tak ingin mencari masalah dengan orang-orang yang berada di sana karena jelas ia lah yang paling lemah di antara mereka yang semuanya memiliki kekuatan.


***


Saat malam tiba. Kini Debby sudah menggunakan dress panjang khas kerajaan mereka. Sebuah gaun yang terlihat begitu indah dan elegan. Gaun kuno namun tampak begitu indah. Debby menatap penampilannya sekali lagi.


Ia kini masih tak menyangka jika pada akhirnya ia bukanlah menikah dengan manusia melainkan bersama lucifer. Meskipun orang di dunia manusia mengenal Eric sebagai sepasang manusia dan pengusaha yang begitu terkenal namun tidak dengan Debby. Debby jelas mengenal nya sebagai seorang Lucifer. Namun meskipun begitu ia tetap mencintainya.


“Debby kau sudah siap nak?” suara tersebut mengganggu lamunan Debby. Debby segera menoleh ke asal suara yang tak lain adalah ibu Eric. Mendengar ucapan wanita tersebut Debby menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Sudah Mom,” ucap debby yang kini dengan segera berjalan ke arah wanita itu lalu mereka bersama-sama keluar dari kamar Debby. Eric kini sudah berada di bagian depan mansion. Acara kali ini akan dilaksanakan di luar istana dan akan dilakukan di lingkungan dalam kerajaan karena tak hanya para raja dari berbagai makhluk di dunia immortal itu saja yang hadir melainkan juga dari rakyat yang bisa menyaksikan secara langsung pengangkatan putri mahkota.


Keluarga kerajaan kini semua nya menaiki kereta mereka menuju ke arah tempat acara di adakan. Banyak rakyat yang melihat ke arah mereka. Debby yang tak terbiasa dengan semua itu hanya diam saja sambil tersenyum.


Eric yang kini berada di samping Debby menggenggam tangan wanitanya itu dengan lembut. Hingga saat mereka sampai di lokasi. Mereka segera berjalan ke arah batu besar yang di samping nya terdapat api Abadi yang dianggap begitu saklar.


Fred sebagai raja mereka kini memimpin acara tersebut.


“Debby, ulurkan tanganmu,” ucap Fred pada Debby yang kini mengulurkan tangannya. Lalu fred mengambil tangan Debby dan sedikit menggores nya lalu ia segera meneteskannya di api abadi itu hingga api tersebut malah semakin menyala dan tentu saja hal itu membuat banyak yang terkejut melihat nya. Berbeda dengan Debby yang kini malah terlihat kebingungan.


“Kita bicarakan ini nanti,” ucap Fred pada Eric yang kini tampak melihat ke arah ayahnya itu dengan tatapan bingung nya namun pada akhirnya ia mengangguk karena tak ingin mengganggu kesakralan dari acara itu.


Kini berganti Eric yang memakaikan mahkota untuk istrinya itu. Hingga sinar yang begitu terang menyilaukan mata yang melihat nya menguar dari kepala Debby yang kini malah mengubah rambut Debby menjadi warna putih.


Semua mata yang melihat nya tentu saja menatap tak percaya pada apa yang kini di lihat nya itu. Debby masih saja tetap bingung.


“Ada apa Eric?” tanya Debby pada Eric dengan tatapan bingungnya. Eric tersenyum menenangkan ke arah Debby sambil menggelengkan kepalanya. Untuk sekarang ia tak akan memberitahu wanita nya itu lebih dulu.


“Tidak, kau terlihat sangat cantik,” ucap Eric yang membuat wajah Debby kini begitu bahagia mendengar nya.


Dipertemukan dengan laki-laki seperti Eric memang sebuah keberuntungan untuk nya.

__ADS_1


***


__ADS_2