Ghost Husband

Ghost Husband
Τριάντα


__ADS_3

“Sudah aku katakan, cepat atau lambat pasti semua akan terbongkar juga. Lihat bahkan kalian baru menikah selama beberapa hari dan kini Luis sudah mengetahuinya dan akan menceraikanmu,” ucap Pater pada anaknya yang kini hanya terdiam sambil memikirkan rencana yang bisa ia gunakan. Tak hanya Laura, Linda kini juga melakukan hal selama.


Tangis dan kesedihan Laura sedari tadi nyatanya hanya sebuah  air mata palsu. Jelas ia tak bersedih karena Luis meninggalkannya. Ia sama sekali tidak peduli pada Luis karena yang ia pedulikan hanyalah uang laki-laki itu.


"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Linda sambil menumpukan dagunya pada tangannya. Pater kini memutar bola matanya malas mendengar ucapan istrinya itu yang sepertinya tak ada habisnya untuk melakukan sebuah kejahatan.


"Kita harus segera menemukan cara agar Luis tidak meninggalkan  mu," ucap Linda pada anaknya itu yang kini menghembuskan nafasnya kasar sambil menganggukkan kepalanya. Memikirkan tentang Luis benar-benar membuat nya pusing.


"Bisakah kalian hentikan semua ini? Kalian hanya akan menambah masalah saja," marah Pater pada kedua wanita di depannya itu yang kini sudah menatap tajam pada Pater.


"Sudah lah Pa, lebih baik kau diam saja jika tidak ingin membantu. Lagi pula perusahaan mu juga ikut di untung kan jika Laura kembali pada Luis," ucap Linda pada suaminya itu dengan tatapan tajam nya.


Parer menghela nafasnya kasar sebelum akhirnya menatap mereka dengan tatapan tak percaya. Pater tak lagi mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh kedua wanita tersebut. Mereka seolah bisa saja untuk membuat rencana licik.


"Semakin lama aku semakin muak dengan tingkah kalian," ucap Pater dengan begitu tajamnya yang setelah nya ka segera pergi dari sana. Meninggalkan kedua wanita tersebut dengan keterkejutannya mendengar apa yang Pater ucapkan.


"Ma, lebih baik sekarang Mama samperin Papa. Untuk sekarang kita tak bisa untuk kehilangan Papa. Kita masih membutuhkannya," ucap Laura pada Linda yang membuat Linda mendengus kesal lalu segera menuju ke arah suaminya itu untuk memenangkan hati laki-laki tersebut.


"Sangat merepotkan," dengan Linda. Namun tetap saja akhirnya ia menuju ke arah suaminya itu.

__ADS_1


Setelah kehilangan Luis sebagai sumber uang mereka. Jelas mereka masih belum ingin untuk kehilangan Pater juga untuk menghidupi mereka.


***


Debby baru saja selesai dengan kelas nya saat tiba-tiba sekarang sekarang seorang laki-laki duduk di depannya. Melihat siapa yang duduk di depannya Debby cukup terkejut sekaligus takut. Takut jika Eric akan datang dan mengajar laki-laki itu. Dan terkejut karen kini yang menghampirinya adalah Luis.


"Luis, ada apa? Apa kau ingin menanyakan tentang Laura?" Tanya Debby pada Luis dengan menaikkan sebelah alisnya. Kini berada di depan Luis benar-benar terasa hambar untuk nya.


Entah bagaimana bisa ia pun tak tahu, mengapa ia begitu cepat untuk melupakan laki-laki tersebut. Padahal sebelumnya ia begitu mencintai Luis. Namun setelah kehadiran Eric, Debby dapat melupakan Luis dengan mudah.


Debby berpikir ini adalah sihir yang Eric gunakan untuk nya. Hingga ia bisa melupakan Luis begitu cepat.


"Apa kau sudah tak mencintai ku Debby?" Tanya Luis dengan tatapan sendu dan penuh cintanya pada Debby yang kini sontak membuat Debby terkejut mendengar nya. Debby kini bahkan membelalakkan matanya mendengar pertanyaan Luis yang begitu tiba-tiba itu.


"Aku sudah mengingat semua nya Debby," ucap Luis yangkini menggenggam tangan Debby yang berada di atas meja. Mendengar pernyataan itu Debby membelalakkan matanya mendengar apa yang Luis katakan. Namun saat mendengar semua itu. Tak ada rasa senang yang ia rasakan. Bukankah harusnya ia senang jika Luis, laki-laki yang begitu ia cintai itu kembali mengingatnya? Namun kali ini mengapa ia tak merasa senang sama sekali?


"Aku senang kau bisa mengingat semua nya lagi. Namun sayang semua itu kini tinggal kenangan Luis. Semua itu hanya kisah kita di masa lalu. Sekarang kau sudah menikah dengan Laura dan aku juga akan segera menikah dengan Eric," ucap Debby pada Luis yang kini tampak begitu sedih mendengar ucapan Debby. Apa lagi Debby kini menarik tangannya dari genggaman tangan Luis.


"Laura adalah orang yang begitu aku benci, bagaimana bisa aku hidup dengannya?" Tanya Luis dengan tatapan tak percaya nya pada Debby yang kini menundukkan  kepalanya sambil memejamkan kepalanya. Berusaha menegaskan pada dirinya jika ia sudah tak lagi mencintai Luis.

__ADS_1


“Maaf Luis namun kini laki-laki yang aku cintai adalah Eric. Dia adalah laki-laki yang begitu menjaga ku dan selalu menemani ku di saat kau bahkan melupakan ku dan keluarga ku menghianati ku. Dia adalah orang yang mau menolongku dan menampungku di kediamannya,” uap Debby pada Eric yang kini membuat Luis terdiam mendengar nya. Ia memang salah nya karena mempercayai Laura hingga ia mengabaikan ucapan ibu nya sendiri juga mengabaikan ucapan Debby.


“Maafkan aku karena telah melupakanmu Debby. Tapi kau harus tahu jika aku masih begitu mencintaimu,” ucap Luis dengan tatapan teduh nya [ada Debby yang kini hanya mampu menundukkan kepalanya mendengar ucapan Luis.


“Aku pergi. Berbahagia lah Luis,” ucap Debby yang setelah nya lebih memilih untuk segera pergi dari sana karena tak ingin jika apa yang kini ia rasakan goyah.


Debby menghembuskan nafasnya kasar sebelum keluar dari kantin. Meninggalkan Luis yang kini hanya menatap kepergian Debby dengan tatapan sendunya. Ia tak pernah menyangka jika hubungan harmonis yang selama ini ia jalani bersama Debby akan berakhir dengan cara seperti ini.


Debby yang baru saja keluar dari kantin malah dikejutkan dengan keberadaan Eric yang kini bersandar di dinding sambil menatap Debby dengan wajah datar nya.


“Kau memang begitu setia,” ucap Eric dengan senyumannya sambil mengelus puncak kepala Debby yang kini tampak terkejut mendengar ucapan Eric itu.


“Kau mendengar nya?” tanya Debby pada Eric yang kini mengangguk menjawab pertanyaan Debby.


Kini Debby rasanya begitu malu setelah mengungkapkan perasaanya pada Eric, Eric pasti sudah mengetahui jika ia menyukainya.


“Kenapa? Kau malu? Aku bahkan sudah mendengar nya secara langsung saat kau mabuk waktu itu,” ucap Eric dengan begitu santainya sambil merangkul pundak Debby membawa wanitanya itu untuk segera perg dari sana.


“Kau begitu menyebalkan Eric,” ucap Debby dengan kekesalannya pada Eric yang kini malah terkekeh mendengar nya.

__ADS_1


Mengabaikan laki-laki yang kini tengah menatap mereka dengan tatapan iri melihat Debby yang dulu menjadi miliknya kini malah menjadi milik orang lain dan semua itu karena dirinya sendiri. Karena kesalahan yang sudah ia perbuat.


***


__ADS_2