Ghost Husband

Ghost Husband
τριάντα τρία


__ADS_3

Tatapan para karyawan kantor Eric kini tampak terkejut saat melihat atasannya yang kini datang dengan seorang wanita. Memang info jika Eric akan segera melangsungkan pernikahan sudah tersebar begitu luas. Namun mereka tetap saja tak menyangka hal tersebut.


Awalnya mereka mengira jika itu hanya lah pernikahan karena bisnis. Namun melihat leher Eric yang kini bahkan banyak tanda kemerahan mereka yakin jika pernikahan itu bukan hanya karena bisnis semata. 


“Aku tak menyangka laki-laki anti perempuan seperti Tuan Eric akan menikah. Aku pikir ia tak akan pernah menikah.”


“Siapa yang tahu jika akhirnya laki-laki seperti Tuan Eric juga bisa mencintai perempuan.”


“Wanita itu begitu beruntung memiliki Tuan Eric sebagai suaminya”


Berbagai bisikan dan ucapan dari para karyawannya sama sekali tidak Eric hiraukan. Selama mereka tidak menjelekkan Debby maka ia memilih untuk tidak peduli. Namun jika mereka sudah menjelekkan Debby maka mereka akan tahu sendiri akibatnya. 


Berbeda dengan Eric yang tampak tak peduli. Kini Debby semakin mengeratkan tubuhnya pada rengkuhan Eric sambil menundukkan kepalanya. Menjadi objek penglihatan banyak mata dan objek pembicaraan membuat Debby merasa kurang nyaman. Dan Eric yang merasakan hal itu hanya bisa mengelus pinggang wanita nya itu.


“Tenang lah, mereka tak akan berani menyakiti mu,” ucap Eric berusaha menenangkan Debby. Debby menghembuskan nafasnya kasar sebelum akhirnya ia menganggukkan kepalanya mendengar hal tersebut. 


“Bahkan tatapan mereka seolah tengah membunuh ku,” ucap Debby dengan dengusan kasar nya yang membuat Eric kini menoleh ke arah Debby dengan menaikkan sebelah alisnya. 


“Apa perlu aku membuat mereka semua buta?” tanya Eric pada Debby yang sontak membuat Debby memembelelalak ka matanya mendengar pertanyaan Eric itu. Yang benar saja. Laki-laki itu memang begitu gila.


“Apa kau pikir dengan begitu mereka akan diam? Mereka masih memiliki mulut untuk berbicara,” ucap Debby pada Eric saat mereka kini sudah memasuki lift khusus para petinggi kantor. 


“Maka aku akan menyobek mulut mereka hingga mereka tak bisa berbicara,” ucap Eric dengan begitu santainya. Kini Debby percaya jika laki-laki yang kini berada di depannya itu memang lah seorang lucifer. 

__ADS_1


“Mereka masih punya hati. Mereka dapat berbicara dengan hati mereka. Sudah lah Eric kau tak perlu menghabiskan tenaga mu untuk menghabisi mereka dan membungkam mereka. Kamu punya dua tangan maka gunakan itu untuk menutup telinga mu,” ucap Debby pada Eric dengan tatapan seriusnya. 


Tak lama pintu lift sudah terbuka saat mereka sudah sampai di lantai yang merupakan tempat ruangan Eric berada. Arthur yang sedari tadi menyaksikan perdebatan itu hanya menggelengkan kepalanya.


Saat sampai di depan ruangan Eric di sana sudah ada dua laki-laki yang kini menunggu mereka. Satu berdiri di depan meja nya yang satu lagi di depan pintu ruangan Eric. 


“Dia adalah Sekretaris ku Jason. Dan itu adalah asisten ku, Glen,” ucap Eric memperkenalkan kedua laki-laki tersebut pada Debby yang kini menganggukkan kepalanya sambil tersenyum menyapa kedua laki-laki tersebut. 


“Tak perlu tersenyum pada mereka, aku tak suka,” ucap Eric dengan begitu posesif nya yang membuat Debby berdecih mendengar nya. Kedua laki-laki tersebut yang sudah mengetahui bagaimana sikap Eric tentu saja tak merasa tersinggung. Mereka sudah terbiasa menghadapi sikap atasannya yang begitu keras itu. 


“Arthur kau periksa perusahaan real estat kita. Biar aku yang mengurus di sini,” ucap Eric pada orang kepercayaannya itu yang kii menjawabnya dengan anggukan lalu segera pergi dari sana setelah menundukan kepalanya hormat pada Eric.


“Sebentar lagi aku ada rapat. Jadi kau tunggu di sini. Jika kau membutuhkan sesuatu katakan saja pada Jason melalui telepon yang berada di dalam,” ucap Eric yang kembali menunjukkan sikap posesif nya. Debby menghembuskan nafasnya sebelum akhirnya menjawabnya dengan anggukan. 


Eric segera membukakan pintu untuk Debby. Sedangkan ia segera pergi dari sana bersama dengan Glenn yang kini ikut rapat dengannya. 


***


Keadaan sebuah ruangan sakit kini terlihat begitu kacau. Laki-laki yang menjadi pasien dari ruangan itu kini terlihat begitu kacau. 


“Kau membohongi ku dan memanfaat ku. Dasar sialan kau wanita iblis,” marah seorang laki-laki yang kini terlihat menampar wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu. 


“Luis apa yang kau katakan?” tanya wanita yang tak lain adalah Laura itu sambil memegangi pipinya yang terasa begitu sakit karena Luis yang menamparkan. 

__ADS_1


“Aku sudah mengingat semua nya Laura. Jadi kau tak perlu untuk berpura-pura lagi,” ucap Luis dengan begitu tegas nya pada Laura yang kini terlihat begitu terkejut mendengar ucapan Luis. 


Laura kini langsung berlutut di depan Luis untuk meminta maaf pada laki-laki tersebut. Keluar mereka yang kini menyangkasikan semua itu terlihat tak kalah terkejut nya. Tak menyangka jika kini Luis sudah mengointat semua nya dan terjadi kekacauan ini. 


“Luis, maaf kan aku. Aku melakukan ini karena aku mencintaimu. Maafkan aku Luis,” ucap Laura dengan air matanya yang kini mulai mengalir membasahi wajah cantik wanita itu. Namun Luis seolah sudah gelap mata. Mengetahui jika ia sudah menikahi wanita yang selama ini ia benci karena wanita itu berani berbuat jahat pada gadis yang begitu dicintai. 


Dan bahkan karena wanita itu ia sampai melupakan gadisnya dan menyakiti Debby. Mengingat Debby yang kini sampai menjadi milik Eric membuat nya begitu marah. 


“Aku sama sekali tidak membutuhkan maafmu dan omong kosongmu itu. Cintai? Kau bahkan selingkuh dengan laki-laki lain. Dan kau membuat ku menyakiti gadis yang begitu aku cintai nya,” maraj Eric pada Laura yang kini hanya terdiam sambil menangis. 


“Luis semua sudah terjadi, kini jalani saja semua nya. Lagi pula Debby sudah akan menikah dengan Eric beberapa hari lagi,” ucap Linda yang kini sontak membuat mata Luis memelotot mendengar nya. Gadisnya akan menikah? Ia tak percaya hal itu.


“Debby kan menikah?” tanya Eric menatap Pater yang kini menganggukkan kepalanya. 


“Mama sudah mengetahui semuanya. Mama yang paling mengetahuinya. Tapi kenapa Mama tidak menyadarkan ku?” tanya Luis kini pada ibu nya yang sudah menangis melihat kelakuan anaknya itu.


“Mama sudah pernah mengingatkan mu tapi kau mengabaikannya. Mama juga tidak bisa memaksa karena saat itu keadaanmu sedang memburuk,” ucap ibu Luis pada anaknya itu yang kini membuat Luis terdiam mendengar nya. 


Kini ia begitu menyesal telah menyakiti Debby dengan melupakannya. Pantas saja selama ia lupa ingatannya saat melihat Debby ia selalu merasakan perasaan yang berbeda dan kini ia mengerti dengan perasaan itu. Ingatannya memang hilang namun tidak dengan perasanya. 


“Aku akan menceraikanmu,” tegas Luis yang membuat semua mata yang berada di sana membelalak mendengar nya. 


“Apa yang kau katakan Luis? Kalian bahkan baru menikah,” ucap ayah Luis yang kini menatap anaknya itu dengan tatapan tak percaya nya.

__ADS_1


“Aku tidak peduli,” ucap Luis yang setelahnya memilih untuk segera pergi dari sana. Meninggalkan ruangan yang penuh akan tangis itu dalam kekacauan. Kini keadaannya benar-benar kacau setelah apa yang terjadi. 


***


__ADS_2