Ghost Love

Ghost Love
Bab 10. Janji


__ADS_3

HAPPY READING GAYS!!


"Kenapa gue jadi keinget Vana? "ucap Aiden yang kini tengah duduk di salah satu kelas.


" Kenapa gue ngerasa kalo dia manggil-manggil gue?" ucap Aiden terngiang-ngiang suara Vana meminta bantuan.


" Gue harus cari dia!." ucap Aiden yang kemudian mencari Vana.


Ainden menyusuri sekolah termasuk melihat Vana ke rooftop dan gudang tempat Vana di kurung kemaren.


" Ngga mungkin juga Vana masih di sekolah malam-malam gini. "ucap Aiden karna tidak menemukan Vana.


" Oh ya dia kan ngga bawa mobil,apa mungkin Vana di halte bis? '' ucap Aiden yang kemudian melihat Vana ke halte bis, Aiden berharap bisa menemukan Vana di sana.


"Tollong"sebisa mungkin Vana berteriak meminta Tolong walau mulutnya di bekap oleh preman itu.


" DIEM!" Tegas Preman itu sambil memegangi Vana yang terus memberontak.


" Vana." Aiden terkejut melihat Vana yang kini sedang di pengangi oleh dua laki-laki bertubuh kekar di depan halte bis.


"Aiden tolongin gue! "ucap Vana walau tidak begitu jelas tapi aiden mengerti maksud Vana.


Aiden segera mendekat ke arah Vana namun tiba-tiba saja ia menghentikan langkahnya. Aiden teringat dengan kata-kata Vana tadi siang.


'' Buat apa gue bantuin lo kalo lo sendiri ngga mau bantuin gue. "ucap Aiden di saat situasi yang sedang genting seperti ini sempat-sempatnya ia berkata seperti itu.


Mata Vana terbelalak dengan ucapan aiden barusan, ada rasa kesal, marah, juga sakit hati kenapa bisa-bisanya dia berbicara seperti itu di saat situasi seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi hanya dia satu-satunya harapan Vana agar bisa terlepas dari dua pereman ini.


"Oke, gue bakal bantuin lo. "ucap Vana yang langsung memunculkan senyuman kegirangan di wajah aiden.


Sedangkan dua preman yang memegangi Vana terheran-heran dengan Vana secara tidak ada orang lain selain mereka di sini lantas dengan siapa gadis itu berbicara? Begitulah seolah-olah pikir mereka.


Aiden mengambil beberapa batu dari balik halte bis kemudian melemparkannya pada dua preman itu.


"Woi siapa itu? "teriak dua preman itu saat batu-batu berhamburan ke tubuh mereka.


Mereka berdua melihat sekeliling namun tidak menemukan seorangpun di dekat sana.


" Woi keluar lo!" teriak preman itu lagi.


" Gue udah keluar kali dari tadi malah." saut Aiden terus melempari kedua preman itu dengan batu.


"Sebentar gue bakal tunjukin buktinyata sama lo! "Aiden melayangkan sebuah kain putih ke dekat halte bis sehingga membuat kedua preman itu ketakutan.


"SE SE SETAN. "ucap kedua preman itu yang kemudian lari terbirit-birit menjauh dari halte bis.

__ADS_1


Tak lama taxi pun lewat, Vana memanggil taxi itu kemudian masuk kedalm mobil meninggalkan aiden yang kini sedang tertawa menertawai preman yang sudah mengganggu Vana tadi.


" Vana, kok gue di tinggal sih. "ucap Aiden ketika sadar kalau vana telah menaiki taxi.


...######...


Vana meletakkan tasnya di atas kursi belajarnya dan hendak berjalan ke arah kamar mandi.


" Aaaa "kejut Vana saat Aiden tiba-tiba muncul di hadapannya.


" Bisa ngga, kalo muncul ngga kayak setan?!" kesal Vana.


" Kan emang gue setan." jawab Aiden.


" Sssiittt" umpat Vana.


"Jadi kapan lo bakal selidikin kematian gue?." tanya Aiden sambil mengeluarkan senyum sumringahnya.


"sial ngapain gue harus bilang gitu sih tadi." umpat Vana dalam hati.


"Lo udah janji sama gue, jangan bilang lo bakal ngingkarinnya. "Aiden menatap Vana intens.


" Kata mama gue kalo kita udah janji sama seseorang kita ngga boleh ingkari kalo di ingkarin nanti dosa emang lo mau mati gentayangan terus nanti masuk neraka." Aiden menasihti Vana seperti ia menasehati anak TK, emang di kira Vana anaknya apa?.


Vana memutar matanya malas" Okey besok gue seledikin. Puas? "ucap Vana sambil berjalan gontai ke kamar mandi.


"Puas banget, gue seneng banget. "sorak Aiden kegirangan.


...#####...


"Heh"Bianca menghadang Vana di koridor sekolah mendorong bahu Vana kasar." Lo kan yang suruh temen hantu lo buat ngerjaain gue sampai gue harus di skor kayak gini?! "


" Orang kayak lo emang pantes di gituin, harusnya lo tu bersyukur karna ngga sampai di keluarin dari sekolah. "Saut Aiden.


" Maksud lo apa sih?" tanya Vana tidak terima dengan tuduhan Bianca. Ya walaupun benar yang melakukan itu Aiden tapikan itu semua bukan dia yang suruh.


" Ngga usah pura-pura begok deh lo." Bianca mendorong kepala Vana. "Asal kalian tau ya orang yang ada di depan gue ini adalah dukun santet, temenan sama setan, jelmaan jin jadi hati - hati aja sama dia karna kalo ngga kalian yang akan dia santet atau di kerjain sama temen - temen hantunya." ucap Bianca memberitahu semua murid yang berkumpul karna keributan yang ia buat.


" Lo kalo ngomong di jaga ya!" Aiden menjadi kesal dengan apa yang di ucapkan Bianca.


" Pantesan penampilannya aneh"


"Dukun santet, ngeri banget sih"


"Pantesan pakaiannya serba hitam, ternyata sesuai sama kehidupannya."

__ADS_1


"Iiih gue takut sama dia nanti di santet lagi."


Diaem lo semua!! dia bukan orang yang kayak di ucapin sama dia"lagi - lagi Aiden berteriak padahal tidak ada yang bisa mendengrnya di sana.


"Ini ngga bisa di biarin. "ucap Aiden yang hendak melakukan sesuatu.


" Stop!" Vana menatap Aiden, melarang Aiden untuk tidak melakukan apapun.


Susah payah Vana menyembunyikan itu semua tapi sekarang terucap lantang di depan semua orang. Kini semua murid menghujadnya melempari Vana dengan gumpalan - gumpalan kertas.Jika Aiden melakukan sesuatu di sini sekarang maka terbukti sudah apa yang di ucapkan bianca saat ini. Dia akan semakin di kucili dan dibully dan itu adalah tujuan utama bianca.


"Pergi lo jauh-jauh dari sini!"ucap semua murid serempak mengusir Vana.


Aiden terdiam dengan ucapan Vana, ingin rasanya Aiden menarik tangan Vana mengeluarkan gadis itu dari kerumunan murid- murid yang sedang menghujadnya.


Vero dan Eric yang baru saja datang langsung menuju ke tempat ke ributan tersebut mereka penasaran kenapa semua murid berkumpul dan bersorak seperti itu.


" Ada apaan sih? '' tanya Tiara yang juga baru sampai.


Vero membelah keruman itu melihat orang yang berada di keruman yang di lempari kertas oleh para murid.


" PERGI LO, PERGI!!" Sorak semua murid.


" Vana." ucap Vero melihat Vana yang terduduk melindungi dirinya yang di lempari kertas oleh semua murid.


Tanpa aba-aba vero langsung menarik tangan Vana dari kerumunan itu dan berlari menjauh dari kerumunan.


Tiara yang melihat Vero yang begitu Care pada Vana pun merasa sakit hati dan menatap cemburu pada kedua insan yang sedang berlari dengan tangan Vero yang merangkul Vana sehingga mereka terlihat sangat Romantis.


...######...


"Lo ngga papakan? "tanya Vero setelah sampai di rooftop, Vero merasa dengan membawa Vana ke rooftop bisa membuat vana lebih tenang dan terjauh dari gangguan-gangguan para murid.


Vana tidak menjawab,wajah vana saat ini sangat pucat, tangan dan seluruh tubuhnya bergetar jantungnya seperti berpacu, nafasnya juga tidak beraturan Vana begitu ketakutan sampai-sampai ia tidak sanggup untuk bicara.


Aiden terus melihat Vana kini ia tau betapa sulitnya kehidupan gadis yang ia recokinya itu.


Air mata Vana menetes begitu deras, ia sesegukan menangis, Vana masih tidak percaya dengan kejadian yang baru saja ia alami.


Vero yang tak tegapun langsung memeluk Vana erat mengelus lembut punggung Vana. Vero berusaha menenangkan Vana.


'' Lo ngga akan kenapa - napa, ada gue yang akan ngelindungin lo dan akan selalu di samping lo. "


...Bersambung...


Vanadya Lecerta

__ADS_1



Jangan lupa like, komen, Vote dan shere ke media sosial dan temen-temen kalian ya:)


__ADS_2