Ghost Love

Ghost Love
Bab 17.MY HOUSE


__ADS_3

Vana tak tau apa yang terjadi pada Aiden karna baru kali ini ia melihat Arwah yang bisa memegang secara langsung sebuah benda.


"Van gue jadi manusiakan?" tanya Aiden berlari ke arah Vana.


Vana menggeleng ia binggung apa yang harus ia katakan ia tidak mengerti, apa mungkin Aiden kembali menjadi manusia?.


"Van, ia kan Van? "Aiden menuntut jawab dari Vana.


" Gue ngga tau." jawab Vana.


Vana beranjak dari kamar , ia ingin mencari tau apa yang terjadi pada Aiden. Vana berjalan menuju kamar neneknya, vana berharap semoga di sana ada petunjuk yang bisa menjelaskan ke adaan Aiden saat ini.


Vana masuk dan mencari buku diary neneknya. Waktu kecil Vana sering melihat neneknya menulis semua tentang hantu di buku diary.


"Lo cari apaan sih? "tanya Aiden yang bingung sendiri melihat Vana yang memutar-mutar dan grasak- grusuk di kamar yang dia tidak tahu itu kamar siapa.


'' Sekarang juga lo cari buku sampul warna Biru yang di sampulnya ada inisial V! '' Perintah Vana menyuruh Aiden untuk ikut mencari buku diary neneknya.


"Buat apaan?"


"Lo cari aja bisa ngga sih! "kesal Vana karna Aiden terlalu banyak bertanya.


Dengan terpaksa Aiden mencari apa yang di perintahkan Vana padanya tadi.


Mereka berdua sibuk mencari buku diary Nenek Vana. Vana membuka lemari juga laci-laci sedangkan Aiden mencari di bawah kolong tempat tidur juga di sela-sela fentelasi.


Tania yang tidak sengaja lewetpun berhenti dan masuk kedalam kamar mamanya itu.


"Kamu lagi cari apa sayang?''


Vana langsung melihat ke arah mamanya begitu juga dengan Aiden yang langsung menyapa mama vana.


" Hai tante." sapa Aiden melambai - lambaikan tangannya.


" Aku lagi cari diary nenek ma." jawab Vana, " Mama cuma liat aku di sini? "Tanya Vana memastikan apakah aiden bisa di lihat oleh mamanya atau tidak.


" Maksud kamu?" Tania tidak paham apa maksud anaknya itu.


"Tante - tan tante saya disini di depan tante, tante ngga bisa liat? "Aiden mendekati Tania melambaikan tangannya di depan wajah tania.


" Berarti Aiden ngga jadi manusia." batin Vana." Tapi kenapa dia bisa pegang beda seperti manusia?" batin Vana lagi.


" Bukan apa-apa ma." jawab Vana.

__ADS_1


Wajah Aiden yang tadinya sangat bahagia dan yakin jika ia telah menjadi manusipun seketika berubah menjadi murung.


" Kamu tadi cari apa?" tanya Tania kurang jelas dengan jawaban Vana tadi.


" Diary, diary nenek ma."


" Ooo diary, ada di kamar mama. "


"Di mama?"


" Iya, mama yang simpen. Mama takut kalo di simpen di sini nanti diarinya hilang. "


Vana mengangguk - ngangguk.


"Kamu balik ke kamar aja , nanti buku diary nenek biar mama yang anter!! . "


"iya ma." jawab Vana keluar dari kamar neneknya diikuti oleh Aiden.


...######...


"Kalo gue ngga jadi manusia truss kenapa gue bisa megang lo juga benda-beda ini secara langsung? "Tanya Aiden setelah sampai di kamar Vana.


" Gue juga ngga tau, jujur ini pertama kalinya gue liat hantu yang bisa megang benda secara langsung. "


Tok tok tokk.


Vana membuka pintu kamarnya dan melihat mamanya berdiri di depan pintu dengan satu buku di tangannya.


" Ini buku Diary nenek kamu." ucap Tania memberikan buku diary pada Vana.


" Makasi ma."


Vana masuk kedalam kamarnya lagi setelah mamanya pergi. Vana membolak balikkan isi diary neneknya itu untuk mencari tau apa yang terjadi dengan Aiden.


"Lo cari____“


"Diem!! " ucap Vana memotong ucapan Aiden.ia tidak akan bisa fokus jika Aiden berbicara, terlebih Aiden tipe orang yang jika sudah bicara maka akan susah untuk berhenti.


Vana fokus pada setiap tulisan yang ada di buku diary neneknya.


"Ini dia. "ucap Vana setelah menemukan apa yang ia cari.


Aiden yang penasaran langsung mentap Vana dengan tatapan penuh tanya.

__ADS_1


" Di sini di jelasin, jika hantu jatuh cinta dengan seorang manusia yang bisa melihatnya maka jiwa manusia yang di miliki hantu itu akan kembali bangkit, dia akan hidup seperti manusia namun dia tidak menjadi manusia. " jelas Vana membaca kalimat yang di tulis neneknya itu.


"Jadi karna gue jatuh cinta ke lo, gue jadi bisa megang-megang benda dan manusia tapi gue tetap ngga terlihat gitu?" tanya Aiden memastikan kesimpulannya.


"Iya, tapi tungu lo beneran suka sama gue? "Vana baru sadar jika tadi Aiden baru saja mengatakan yang sebenarnya.


Aiden gugup kenapa sekarang malah dia merasa terpojok? Dan juga bukti-buktinya juga terlihat sangat jelas. Karna malas untuk menjawab Aiden pun memeilih untuk menghilang dan lenyap dari pandangan Vana.


"Kebiasaan. "gerutu Vana.


" Enak ya kalo jadi hantu bisa ngilang kapan aja, ngga kayak gue harus ngadepin apapun yang terjadi ." ucap Vana mengasihani dirinya sendiri.


Vana menjatuhkan dirinya ke atas kasur sambil memeluk diary neneknya. Vana jadi teringat kembali dengan kejadian kematian neneknya. Kejadian pahit itu kembali melintas di ingatan Vana terlebih dengan kemampuan yang di berikan neneknya ini kepadanya yang membuat Vana susah untuk melupakan itu semua.


Vana larut dalam lamunan mengingat kebersamaannya bersama neneknya dulu, masa kecil yang sangat bahagia tanpa beban dan bullyan yang ia rasakan saat ini. Ingin rasanya Vana memutar waktu dan kembali di masa - masa dimana ia tidak bisa melihat hal-hal ghaib seperti saat ini. Kembali di saat nenek Vana yang selalu menemaninya, yang selalu menjaga dan selalu mengeluarkan cara agar Vana bisa selalu tersenyum.


"Hidup Vana ngga seindah dulu lagi nek, hidup Vana sekarang menderita. Ngga ada orang yang bisa membuat Vana tersenyum di sini nek. "gumam Vana pelan sambil menatap langit-langit kamarnya.


Lamunan Vana pecah di saat pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang. Dengan malas Vana berjalan menuju pintu kamar kemudian membukanya.


" Ada apa ma?" tanya Vana, ya yang mengetuk pintu kamar Vana tadi adalah mamanya. Vana tidak tau kenapa mamanya itu kembali lagi padahal pukul sudah menunjukkan jam sembilan malam. Tidak biasanya mamanya itu mengetuk pintu kamarnya saat jam segini.


"Di depan ada cowok ganteng cariin kamu. "jawab Tania dengan senyum bahagia di wajahnya.


" Cowok? Siapa?" heran Vana siapa yang mencarinya malam-malam seperti ini?.


" Mama ngga tau. Mama lupa nanya namanya tadi, karna sangking senangnya."


Vana keluar dari kamarnya menuju tangga, ia penasaran siapa pria yang di katakan oleh mamanya itu.


"Pacar kamu ya?" goda Tania saat Vana mengintip pria itu di pertengahan tangga.


Vana tidak melihat wajah pria itu karna posisi pria itu yang membelakanginya.


Vana tidak menanggapi perkataan mamanya itu, Vana melanjutkan langkahnya menuju ruang tamu.Vana ingin tau siapa orang yang di maksud oleh mamanya itu. Karna selama ini Vana tidak mempunyai teman dan ia juga tidak pernah memberi tahu dimana alamat tempatnya tinggal.


Pria itu berdiri saat Vana sampai di ruang tamu.


"Van. "ucapnya menatap Vana dengan lembut.


...Bersambung...


Jangan lupa like, Vote, komen dan shere cerita ini gays! :)

__ADS_1


__ADS_2