Ghost Love

Ghost Love
BAB 37.Jurang


__ADS_3

"Karissa! "Teriak Marta berlari mengejar mobil Rendi yang di kendarai oleh Vero berjalan menjauh.


Saat itu juga Aiden menghilang untuk masuk ke dalam mobil.


" STOP VER!!APA NGGA ADA RASA KASIAN LO SAMA VANA YANG LAGI SEKARAT "


" Vana harus segera di bawa ke rumah sakit !!! "Aiden mengurangi nada bicaranya, memohon agar Vero bisa sedikit mengasihani Vana.


Tapi sayang Vero malam tidak menghiraukan perkataan Aiden.


'' VERO BERENTI!! "Teriak Karissa yang ketakutan melihat kelakuan adiknya.


" Lo ngga kasian sama papa, mama kalo mereka tau kelakuan lo kayak gini? '' Karissa berpegangan erat pada sabuk pengaman juga pegangan mobil yang ada di atas.


Vero bukannya menghentikan mobil tapi malah menaikkan laju kendaraannya.


" GUE KAYAK GINI JUGA KARNA LO BANGSAD." Teriak Vero sambil mengendarai mobil dengan sangat gila.


"Lo dapet semua yang lo mau, sedangkan gue, gue selalu berada di bawah penekanan papa. "


"Gue benci lo gue benci semua orang yang ada di dekat lo, dan semua orang yang sayang sama lo. "


Vero melihat wajah ketakutan Karissa dari spion "Dan itu sebabnya gue bunuh mereka. Supaya lo menderita dan ngerasaain apa yang gue rasaain."


Karissa menarik tangan Vero yang memegang pistol"HARUSNYA LO BUNUH GUE BUKAN ORANG - ORANG YANG DEKET SAMA GUE. Harusnyo lo bunuh gue bukan orang - orang yang deket sama gue. "ucap Karissa meletakkan pistol yang ada di tangan Vero tepat di kepalanya.


Vero menatap tajam ke arah Karissa" Emang itu yang akan gue lakuin ke lo. "sinis Vero.


Aiden yang melihat itu semua tidak tau harus berbuat apa karna saat ini ia tidak bisa melakukan apapun ia hanya bisa melihat tanpa bisa membantu sedikitpun. Omongannyapun tak di acuhkan oleh Vero, Aiden juga takut cemas dengan kondisi Vana yang kini sedang sekarat tapi Vero bukannya membawa ke rumah sakit tapi malah mempermainkannya seperti ini. Aiden tidak tau terbuat dari apa hati dan fikiran Vero sampai ia sekejam ini.


...######...


Marta menolong petugas ambulans untuk mengobati Rendi.


" Lo harus susul karissa Ta gue takut Vero akan ngelakuin hal gila sama dia!" perintah Rendi mendesak Marta untuk ikut mencari titik keberadaan Vero bersama polisi.


Tapi lo?"Marta ingin sekali ikut mencari keberadaan Vero tapi manamunhkin ia bisa meninggalkan Rendi dalam keadaan seperti ini sekarang.


" Gue... Gue.. ngga... papa!"ucap Rendi terbata- bata meyakinkan Marta. Rendi tau apa yang di pikirkan Marta tapi yang patut ia khawatirkan saat ini adalah Karissa juga gadis yang berada di dalam mobil yang di bawa oleh Vero.


" Too...long pas.. tiin ja..ngan ada korban la..gi!!"Rasa sakit tembakan yang ada di punggung rendi semakin sakit membuat Rendi sulit untuk tetap tersadar.


Marta mengangguk," Gue akan pastiin ngga akan ada korban lagi Ren. "Rendi tersenyum, kemudian brankar tempat tidur Rendipun di bawa masuk kedalam mobil ambulan oleh para petugas.


Marta pergi menghampiri polisi yang sedang olah tkp untuk menanyakan titik keberadaan Vero.


" Gimana pak apa, apa sudah di temukan titik keberadaan Vero? "


"Tim kami sedang memeriksa cctv jalan mohon bersabar sabar. "jawab polisi tersebut.


Marta berdecak kalau seperti ini bisa- bisa Karissa dan Vana Celaka.Marta mencoba menghubungi karissa untuk menyakan keberadaannya.


Marta is call....


Karissa mengambil ponselnya yang ada di dalam tas yang dari tadi ia sadang.

__ADS_1


" Taaa.."Karissa menjawab telfon marta dengan tangan yang gemetar dan suara yang ketakutan.


"Ca, lo di mana sekarang?" tanya Marta yang langsung to the poin.


"Gue ngga tau yang jelas jalanannya sepi, banyak pembatas jalan dan jurang. "


"Di ngga____"


DORR


Vero menembak ponsel yang berada di dekat telinga Karissa tepat sasaran.


"Petunjuk yang bagus"Vero menyeringai dengan seramnya membuat Karissa semakin ketakutan.


Vero melihat ke belakang," Kita liat bisa atau ngga mereka nyelamatin lo. "Vero tertawa keras di saat Karissa yang sudah pucat pasi karna ketakutan.


Di sisi lain Marta binggung dengan tempat yang di maksud oleh Karissa, dimana tempat sepi, banyak pembatas juga jurang?.


" Jalan yang baru di bangun." pikir marta teringat dengan jurang dan pembatas jalan yang di sebut oleh karissa.


Marta beraling bertanya pada polisi yang ada di sampingnya, "Pak apa di sini ada jalan yang baru di bangun?"


"Jalan yang baru di bangun. "Polisi tersebut terdiam memikirkan jalan yang baru di bangun di dekat sini.


" Jalan Sari wangi di sana banyak jurang- jurang dalam dan belum di buat tembok pembatas permanen di sana." jelas polisi tersebut.


" Karissa." cemas Marta yang kemudian langsung berlari ke mobilnya.


...######...


"Rasa kasihan?" Vero tertawa menanggapi ucapan Aiden sudah dari tadi Aiden berbicara dan baru kali ini di tanggapi oleh Vero. "Rasa kasihan gue udah mati, udah lenyap, ketia semua orang ngga ada satupun yang kasihan sama gue, ngga ada yang bisa ngertiin gue, mereka biarin gue menderita sendirian bahkan kakak kandung gue sendiri ngga bisa ngertiin gue." jelas Vero yang sudah semakin dekat dengan jurang yang ada di depannya.


" Gue ngertiin lo dek. "mata Karissa berkaca-kaca.


" Ngertiin?" Vero kembali menyeringai," LO NGERTIIN GUE APA?"


Tangisan Karissa pecah," Gue selalu belain lo depan papa walau ujung- ujungnya gue yang di pukulin sama papa."


" Gue ngga tega liat lo di perlakuin gitu sama papa,gue selalu coba bilangin ke papa supaya ngga memperlakukan lo beda, tapi lo tau kan gimana sikap papa?. apapun tindakan papa ngga bisa di bantah ngga bisa di ganggu gugat. "air mata Karissa terus mengalir karissa merasa bersalah karna selama ini ia tidak bisa melakukan apapun untuk adiknya, ia kurang perhatian dan kurang berkomunikasi dengan adiknya.


" CK. Sekarang aja lo mau mati baru sok- sok an ngasihanin gue, sok perhatian, sok care sama gue. Asal lo tau BACOTAN LO ITU NGGA NGERUBAH APAPUN."


"Gimana gue mau dekat sama lo sedangkan lo ngga mau ngakuin gue sabagai kakak lo. Lo larang gue untuk ngakuin lo sebagai adik gue.Lo selalu ngasih pembatas antara kita."


"Gue sayang sama lo dek."


"Gue ngga pernah nganggep lo itu beda."


"Gue percaya kalo lo bisa denger apa yang orang lain ngga denger."


"Gue ngga pernah nganggep lo gila."


" Tolong sadar dek apa yang lo lakuin ini ngga akan ngerubah apapun." Karissa memohon pada Vero agar ia menghentikan ulahnya ini.


"Lo liat Vana!!! "Vero melihat Vana dari kaca spion.

__ADS_1


" Gue tau lo suka kan sama dia?"


" ini cewek yang lo suka, yang lo cinta apa lo tega biarin dia mati? ''


"Kalo lo setega itu sama orang yang lo cinta itu artinya lo ngga bener cinta sama dia ver."


Vero mulai melunak, laju kendaraannya pun sudah pelan. Vero mulai memikirkan perkataan Karissa.


"Kalo lo cinta sama Vana harusnya lo bawa dia kerumah sakit!"


Nnnnggggiiiiiittttttt...


Vero langsung menginjak Rem saat sebuah mobil menghadangnya.


"Marta. "ucap Karissa, saat Martta keluar dari mobil. Ditambah lagi dengan mobil polisi yang juga berhenti di belakang mobilnya.


" Sialan''gumam Vero melihat polisi dan juga marta yang sudah mengepungnya.


"Sodara Vero di harapkan untuk keluar dari mobil dan menjatuhkan sejata!!" para polisi yang mengepung mobilnya sudah bersiap dengan senjata mereka masing- masing.


Tok tok tok


Seorang polisi mengetuk pintu kaca mobil Vero mendesak Vero untuk keluar dari mobil.


Karissa dengan cepat membuka pintu mobil namun belum juga terbuka Vero langsung menodongkan senjata api pada Karissa.


"Lo buka,lo mati! "ancam Vero. Karisaa tak berkutik ia diam, ancaman Vero terlihat tidak main- main.


" Sodora Vero di harapkan untuk keluar dari mobil!" tegas polisi lagi.


Vero melihat sekeliling kemudian tersenyum sinis.


" Lo udah di kepung, lo ngga akan bisa kabur lagi." Aiden merasa lega karna Marta datang tepat waktu setidaknya ada kemungkinan Vana bisa selamat.


Ngga semudah itu." sinis Vero yang kemudian membelokkan mobilnya menerobos para polisi yang mengepung mobilnya.


"SODARA VERO DI HARAPKAN UNTUK BERHENTI!!!" teriak para polisi itu.


DORR


DORR


Polisi melepaskan dua temabakan ke arah ban mobil Vero supaya mobilnya berhenti.


Vero tidak mempedulikan tembakan polisi, mobilnya terus melaju menuju jurang yang berada di depan matanya.


" Selamat tinggal dunia."gumam vero memejamkan matanya.


" Aaaaaaaaaaa"pekik Karissa ketika mobil yang di naikinya terjun bebas ke dalam jurang.


"KARISSA"


DWUAAAR..


Mobil yang di kendarai Vero meledak di dasar jurang tak lama setelah mencapai dasar jurang.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2