
"Bukan gitu, kok lo ngomongnya nyelekit banget sih. "sangkal Aiden, ia bukan mau menjadikan Vana sebagai kelinci percobaan ia hanya ingin merasa apa itu arti jatuh cinta, itu saja.
" gue ngga mau.! "tegas Vana, enak saja dia akan di permainkan seperti itu. Emangnya dia apa bisa di jadikan sebagai kelinci percobaan oleh seorang hantu lagi.
" Gue mau jadiin lo cinta pertama gue, bukan kelinci percobaan." Vana masih tetap menggeleng.
" Van ayolah, emang lo tega liat gue jomlo sampe mati." rengek Aiden pada Vana.
"Emang lo udah mati. "jawab Vana.
" Oke, sampe arwah gue tenang." ucap Aiden memperbaiki kalimatnya.
" BIG NO!."tolak Vana penuh penekanan.
" Van ayolah, lo ngga kasian apa sama gue. "bujuk aiden lagi.
" Van mau ya!" ujar Aiden lagi memasang wajah memelasnya di depan Vana.
" Iya ya! Yah!" bujuk Aiden lagi.
" Nggak!" tolak Vana lagi.
" Kalo lo tetep ngga mau, gue bakal ngerengek kayak gini terus sampe lo mau!" ancam Aiden.
Vana semakin kesal, bisa gila dia jika terus melihat dan mendengar rengekan Aiden ini sepanjang hari.
"Oke. " jawab Vana yang langsung membuat Aiden terdiam dan senyum lebar.
'' Tapi dengan satu syarat. "sambung vana.
" Syarat? Syarat apa?" tanya Aiden penasaran.
" Gue bakal nerima lo jadi pacar gue asalkan ketika lo nembak gue, itu membuat gue terkesan sama lo." jelas Vana.
Aiden tertawa kecil." Ah gampang itu mah. "jawab Aiden meremehkan.
...######...
" Heh. "Bianca dan tiara menghadang Vana di toilet saat Vana sedang mencuci tangnnya di westafel.
Tiara mendorong bahu Vana,"Ngelunjak ya lo sekarang mentang-mentang gue dan bianca biarin lo."
"Maksud lo apa?"tanya Vana sedikit ngegas karna ia tidak mengerti maksud Tiara.
__ADS_1
Par..
" Ngomongnya biasa aja anjirtt!" ucap Bianca setelah menampar Vana.
Vana memegangi pipinya yang memerah karna di tampar oleh Bianca. Perih,itulah yang di rasakan oleh Vana saat ini.
" Lo ngarasa cantik ya karna bisa deketin Vero?" Tiara memegang rahang Vana kuat.
" gue ngga pernah deketin Vero" jawab Vana sambi memberontak agar Tiara melepaskan cengkraman rahangnya. selama ini ia tidak pernah mendekati Vero melainkan verolah yang selalu mendekatinya.
Tiara menghempaskan Wajah Vana kasar. "Bacot Anjing!, lo pikir gue ngga punya mata apa, selama ini lo sering banget merhatiin Vero tatapan berdua sama dia di kelas.iyakan? Biar apa lo ngelakuin itu hah?! "
Vana menggeleng, sebisa mungkin Vana menahan air matanya agar tidak jatuh.
"Lo denger baik-baik!!. Sekali lagi lo deketin Vero, abis lo sama gue!" ancam Tiara penuh penekanan.
Bianca mendorong kasar kepala Van, "DENGER NGGAK?! "sambung Bianca.
" Yuk cabut!" ajak Tiara merasa sudah cukup dengan ancamannya juga bullyan tehadap vana.
Vana mengatur nafasnya yang sesak, Trauma masa lalunya kembali teringat lagi. Kenapa ia tidak pernah lepas dari pembullyan ini?.
...######...
Aiden menunggu Vana di dalam mobil Vana, seharian tadi ia pergi untuk mencari tempat yang pas untuk ia menembak Vana. Pernyataan cinta yang mengesankan dan akan Vana ingat selamanya sudah selesai ia persiapkan.Aiden yakin Vana pasti akan menerimanya kali ini.
Vero tersenyum ke arah Vana "Gimana soal penyelidikan kak Aiden? Lo udah nemu bukuti?" Tanya Vero. Vero penasaran dengan kelanjutan kasus kak Aiden terlebih dengan semua penjelasan Vana di rumah kak Marta kemarin.
Vana tidak menjawab dan beralih berlalu meninggalkan Vero. Vero yang merasa di abaikanpun kembali mengejar Vana. Apa mungkin ia membuat kesalahan sampai Vana mengabaikannya? . Padahal kemaren Vana sudah setuju untuk menganggapnya sebagai teman tapi sekarang kenapa? Kenapa seolah-olah Vana tidak mengenalnya dan kembali bersikap seperti awal mereka bertemu?.begitu banyak pertanyaan di benak Vero saat ini karna sikp Vana yang kembali dingin kepadanya.
"Lo kenapa? Gue ada buat salah sama lo? "tanya Vero menyamakan langkahnya dengan Vana.
Vana tidak mejawab bahkan tidak melihat sedikitpun ke arah Vero, Vana semakin mempercepat langkahnya.
Vero yang kesalpun menghadang Vana dan mencekal tangan Vana kuat." Kalo gue ada salah lo ngomong sama gue van, jangan ngabaiin gue kayak gini!? "
Vana menatap Vero tajam, "Mulai detik ini lo bukan teman gue lagi, dan tolong jangan temuin ataupun deketin gue." tegas Vana melepas cekalan tangan Vero.
Vana masuk kedalm mobilnya, "Vana lo ngga bisa mutusin secara sepihak gitu aja, kesalahan gue apa?" Vero memukul - mukul kaca mobil Vana ia tidak terima dengan keputusan Vana untuk memutuskan hubungan perteman mereka secara sepihak seprti itu. Padahal kemaren mereka memutuskannya bersama-sama. Tapi entah kenapa Vana memutuskannya secara sepihak hari ini tanpa ada kesalahan apapun yang di lakukan vero.
"Sorry Ver gue ngga mau terus-terusan di bully sama Tiara dan bianca hanya karna gue temenan dan deket sama lo. "batin Vana yang kemudian melajukan mobilnya keluar dari parkiran sekolah.
" Makasi karna udah mau temenan sama gue." batin Vana lagi melihat Vero dari kaca spion mobilnya.
__ADS_1
" Lo kenapa?" tanya Aiden yang membuat Vana terkejut karna Vana tidak menyadari jika ada Aiden di dalam mobilnya.
" Lo dari mana aja? "tanya Vana mengalihkan pembicaraan. Vana tidak ingin membahas tentang apa yang terjadi pada dirinya saat ini.
" Ya gue cari tempat yang tepat lah buat nembak lo, gue pastiin lo bakal terkesan dan langsung nerima gue." jawab Aiden, untung saja pertanyaan Vana tadi bisa mengalihkan pembicaraan Aiden.
"Jangan ke PD an dulu!, gue ngga segampang itu untuk luluh dan terkesan seperti yang lo bilang."
"Lo liat aja nanti gue pastiin lo bakal bilang, Aiden tempat ini bagus banget gue sangat terkesan dengan ini. "ucap Aiden menirukan suara Vana.
"Ngga akan kalopun iya kata-kata gue pasti lebih bermuty dari yang lo ucapin. "sangkal Vana yang jijik mendengar Aiden berkata seperti itu.
'' Heh, kita liat aja nanti!"
" Yaudah buruan tunjukin kemana jalannya, gue ngga sabar ngeliat tempat yang lo bilang itu. "ucap Vana dengan nada mengejek.
" Oke." jawab Aiden merasa tertantang.
Aidenpun menunjukkan jalan ke tempat yang ia sudah persiapkan untuk Vana.
...######...
Vero masih berdiri di parkiran, ia benar-benar tidak mengerti dengan kesalahan apa yang ia lakukan sampai Vana menjauhinya seprti ini. Apa yang salah darinya? Kenapa ia sangat sulit untuk masuk kedalam kehidupan Vana? Apa seburuk itukah dirinya sampai - sampai Vana tidak bisa menerimanya sebagai teman?.
Otak Vero terus berputar memikirkan Vana juga kesalahan yang ia buat. Tapi semakin ia berfikir semakin ia tidak tau akan kesalahannya.
"Lo kenapa sih Van? Apa yang salah sama gue? "batin Vero,menatap nanar kedepan ia masih berharap kalau Vana kembali untuk menjelaskan kesalahnnya.
Di sisi lain Tiara dan Bianca dari tadi memperhatikan Vero mulai dari berdebat dengan Vana sampai dengan Vero berdiri diam tak berkutik di parkiran.
" Tuh si Vero kenapa sih sampe segalau itu cuma gara- gara Vana. "kesal Tiara sambil terus memandangi vero.
" Gue rasa Vero tuh cuma penasaran sama Vana makannya dia sampai segitunya ke dia. Sikap Vana yang dinigin aneh membuat dia tertarik untuk masuk kedalam kehidupan Vana. "jelas Bianca mencoba membaca jalan pikiran Vero.
" Truss maksud lo gue harus bersikap aneh kayak Vana supaya Vero juga penasaran dan deketin gue gitu? "
" Yaa ngga gitu juga, yang perlu lo lakuin itu cuma buat Vana buruk seburuk-buruknya di mata Vero, sampe dia ngga tertarik dan ngga penasaran lagi sama dia! "
" Caranya gimana?" tanya Tiara.
...Bersambung...
Vero Brance Harison
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan shere cerita ini ya gays:)