Ghost Love

Ghost Love
Bab 13.Rumah Marta


__ADS_3

"Lo serius? "tanya Vero tidak enak dengan Vana, harusnya ia tidak bertanya seperti itu tadi.


" Lagian siapa yang mau temenan dengan fakta gue yang aneh kayak gini. Lagian lo mau sekelompok sama gue pasti juga karna terpaksakan? "


Vero menggeleng,"Bagi gue semua orang itu sama, mereka punya kelebihan juga kekurangan masing - masing."jelaa Vero.


"banyak orang yang mau temenan sama lo termasuk gue!. "lanjut Vero mengulurkan tangannya ke arah Vana.


Vana memperhatikan tangan Vero," kenapa lo ngga mau temenan sama gue?" tanya Vero.


Vana mengangguk" gue mau temenan sama lo. "vana menerima uluran tangan Vero kemudin menatap Vero" thanks. "ucap Vana sambil tersenyum.


Vero membalas senyuman Vana baru kali ini vero melihat Vana tersenyum dan baru kali ini juga dadanya berdebar begitu kencang entah kenapa Vero merasa deg-degan saat ini . vero juga sangat bahagia melihat Vana tersenyum seperti itu terlebih itu karnanya.


"Jadi selama ini gue ngga lo anggap temen? "sindir Aiden yang merasa dirinya tak di anggap oleh Vana.


Vana menatap tajam ke arah Aiden jika saja ia bisa menjawab saat ini pasti Vana akan mengata-ngatai aiden.


Vana melepas jabat tangannya," gue boleh tanya sesuatu sama lo? "ucap Vana setelah keadaan menjadi normal lagi.


" Emang lo mau tanya apa?" balas Vero.


" Apa lo tau rumah kak marta? "tanya Vana langsung ke intinya.


" Marta? "Otak Vero langsung berfikir keras mengingat-ngingat nama orang yang di sebutkan oleh Vana.


" Iya, Marta adiwijaya alumni sekolah kita." balas Vana lebih lanjut.


Kali ini Vero ingat orang yang di maksud oleh Vana." Lo masih nyelidikin tentang kak Aiden, yang mati gantung diri di gudang?" bukannya menjawab Vero malah balik bertanya pada Vana.


"Iya, gue bakal selidikin sampai gue dapet apa yang gue mau." jawab Vana.


"Tiga rumah dari rumah gue, di situ rumah kak marta"jawab Vero yang kemudian beralih menatap layar leptopnya.


" Thanks." ucap Vana karna Vero telah memberitahukan rumah marta padanya.


...######...

__ADS_1


Semua tugas burika telah selesai,kini saatnya Vana melanjutkan penyelidikannya yaitu ke rumah kak marta, sahabat Aiden.


"Lo jadi ke rumah kak marta? "tanya Vero mengantar Vana ke luar.


Vana mengangguk," Gue pergi dulu. "ucap Vana berjalan menuju mobilnya.


" Gue ikut." ucap Vero menyusul langkah Vana." Gue akan bantuin lo untuk nemuin jawaban dari kematian kak Aiden. "lanjut Vero.


Vana tersenyum begitupun dengan Aiden.


...#######...


Mobil Vana memasuki rumah mewah yang katanya itu adalah rumah marta tidak jauh beda dengan Rumah Vero sepertinya komplek ini di buat memang untuk orang - orang elit dengan golongan kekayaan tingkat atas.


Tok tok tok....


Vana dan Vero mengetok pintu rumah marta.


"Permisi. "Teriak Vero dan Vana sambil terus mengetuk pintu rumah.


" Cari siapa ya?" tanya pria itu.


"Marta, gue kangen banget sama lo. "histeris Aiden yang langsung berlari dan memeluk Marta. Tapi sayangnya Aiden tidak bisa memeluk marta Arwahnya berlalu begitu saja membuat Aiden kembali tersadar kalu dia bukan manusia lagi.


" Hai kak." sapa Vero pada marta.


" Vero, lo ngapain ke sini?" tanya marta ya walaupun mereka tidak begitu dekat tapi Vero dan marta bertetangga jadi yaa kenal gitu aja sih. Kenal karna tetanggaan doang paling kalo ketemu sapa kalo ngga ketemu yaa apaanya mau di sapa, ngga mungkinkan tembok rumahnya yang di senyumin:)


"Boleh kita bicara sebentar kak? "tanya Vero sopan.


" Oh yaudah, masuk!" jawab marta mengizinkan vero dan vana untuk masuk.


Mereka berdua masuk kedalam rumah Marta, marta mempersilahkan mereka untuk duduk di ruang tamu rumahnya.


" Jadi apa tujuan kalian kesini?" tanya marta yang masih menjadi tanda tanya besar di otaknya karna tidak biasa biasanya vero main ke rumahnya terlebih ia juga membawa teman.


"Jadi maksud kita kesini___"Vana mulai membuka pembicaraan tapi dia juga bingung harus memulai dari mana.

__ADS_1


" Kenalin kak ini temen gue Vana." ucap Vero memotong pembicaraan Vana, Vero tau vana saat ini sangat gugup dan tidak tau mau memulai pembicaraan dari mana.


Marta mengangguk, namun masih tidak mengerti dengan maksud kedatangan vero. Tidak mungkinkan dia datang ke rumahnya hanya untuk mengenalkan teman perempuannya pada marta.


"Jadi maksud kedatangan kita kesini, kita mau nanya - nanya tentang kak Aiden." jelas Vero menyampaikan maksud dan tujuan Vana. Untung saja ada vero kalo tidak mungkin Van sudah mati kutu di sini.


"Aiden? Ada urusan apa kalian sama Aiden?" tanya Marta, sekian lama ia mencoba untuk melupakan dan merelakan sahabatnya itu dan sekarang tiba-tiba saja ada orang yang kembali menanyakan Aiden,yang membuat luka lamanya terbuka kembali.


"Aku ke sini ingin nyelidikin tentang kasus kematian kak Aiden." ucap Vana yang kini memberanikan diri untuk bicara.


"lo siapanya Aiden? Karna setau gue aiden nggak punya saudara ataupun sepupu perempuan." tanya marta. Yang membuat Vana kembli kebinungan tidak mungkin kan ia bicara yang sebenarnya pada marta yang ada marta malah menganggap Vana sebagi orang gila nantinya.


" Lo bilang ke marta kalo lo itu pacar gue." ucap Aiden menyuruh Vana untuk mengaku - ngaku sebagai pacarnya. Sebenarnya Vana tidak mau tapi mau bagai mana lagi hanya itu satu-satunya alasan yang masuk akal saat ini.


"Aku pacarnya kak Aiden. "Sontak marta terkejut dengan pengakuan Vana.


" Pacar?, sejak kapan? "heran marta karna setaunya Aiden tidak pernah memiliki pacar.


" Aku pacaran sama Aiden udah satu tahun secara sembunyi - sembunyi. Aku yang nyuruh Aiden untuk rahasian hubungan kita karna Aku ngga mau orang tua Aku tau kalo gue pacaran. Dan Aku juga nyuruh dia untuk ngerahasian dari kak Marta juga kak Rendi." jelas Vana. Sesuai dengan apa yang di katakan oleh Aiden kepadanya. Sungguh itu bualan yang paling panjang yang pernah Vana katakan.


Marta masih tidak percaya dengan ucapan Vana," tapi kenapa baru sekarang lo muncul?" Tanya marta masih ragu dengan penjelasan Vana.


'' Karna baru sekarang Aku nerima kalau Aiden udah meninggal.Setiap kali Aku inget Aiden Aku selalu terbayang dengan kematiannya yang ngga masuk akal. Aku tau gimana Aiden, dia ngga mungkin sebodoh itu ngakirin hidupnya dengan cara receh kayak gitu. "


" Tapi faktanya Aiden emang meninggal karna bunuh diri kan?"


"fakta yang terlihat oleh kita dan orang lain emang iya kak, tapi kakak sadar ngga sih di saat polisi ngelakuin otopsi di jasadnya Aiden mereka nemuin kandungan Alkohol di tubuhnya Aiden. Kakak sahabatnyakan pasti kakak tau kalau Aiden bukan orang yang suka minum, nyentuh alkohol pun dia ngga pernah kak. Tapi kenapa di saat dia gantung diri ada kandungan alkohol di tubuhnya?. "


" Mungkin aja saat itu Aiden punya masalah besar sehingga dia mabuk dan mutusin untuk bunuh diri."


"Aiden ngga punya masalah apapun kak, dia ngga ada masalah apapun sama orang tuanya, sama aku ataupun sama sahabatnya. Masalah sekolah pun dia juga ngga adakan. Truss apa yang nyebabin Aiden mabuk berat sampai dia bunuh diri.Kakak sendiri ngerasa janggal ngga sih. Apa kakak ngga ngerasa aneh sama kematiannya Aiden?."


"Coba kakak pikirin baik - baik masuk akal ngga sih, Aiden ngelakuin itu?" lanjut Vana.


"Jadi maksud lo Aiden itu di bunuh? "balas marta.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2