
HAPPY READING GAYS!!!
"VANA. "Teriak Aiden ketika Vana di pukul oleh Vero dengan balok kayu.
Aiden mengepalkan tangannya kemudian memukulkannya ke Vero tapi tangannya berlalu begitu saja.
" Kenapa? Kenapa gue ngga bisa mukul lo?"
Aiden mencoba memukul Vero lagi ia berpikir mungkin tadi tidak sengaja terlewat makanny tidak terpukul. Aiden mencoba berkali - kali tapi tetap tidak ada yang terjadi pada Vero bahkan rasa pukulan tangan Aiden pun tidak berasa.
" Kenapa kemampuan gue hilang di saat- saat genting kayak gini. "
"Lo mau bawa Vana kemana?"
"Apa yang mau lo lakuin?"
"Lo mau bunuh Vana?"
"Apa ngga puas lo bunuh orang - orang"
"Emang sakit jiwa lo ya"
"Harusnya Vana ngga pernah kenal sama orang kayak lo. "
Aiden berteriak mengata- ngatai Vero tapi Vero bersikap biasa saja dan seperti tidak mendengarkan perkataan Aiden.
Vero menarik tubuh Vana untuk masuk ke mobil jeep yang terparkir di depan rumahnya. Setelah itu Veropun melajukan mobilnya, entah kemana Vero akan membawa Vana. Sedangkan Aiden ia hanya bisa melihat dan mengikuti kemana Vero akan membawa Vana.
...#######...
Marta membuka aplikasi WhatsAap, tadi saat ia berolahraga ia mendengar ponselnya terus berbunyi.
Vana
Vana send a photo
Aku nemuin bukti akurat tentang
Kasus Aiden kak.
Vana mengirim foto- foto bukti yang ada di rumah Vero tadi dan mengirimkannya sebelum Vero datang dan memukulnya.
^^^Marta^^^
^^^Lo dimana sekarang?^^^
Tidak ada balasan dari Vana yang membut Marta cemas.
__ADS_1
"Dia ngga tau apa ini bahya. "Marta mengambil jaket dan memakainya kemudian mengeluarkan motornya dari garasi.untung saja waktu itu marta sempat menghubungkan jps hp Vana dengannya jadi sekarang ia tau akan ke mana harus pergi.
...#######...
Vero mengikat tangan Vana, dan menggantung sebuah tali besar di leher Vana.
"Lo mau bunuh Vana? "ucap Aiden yang dari tadi terus mengumpati dirinya karna tidak ada yang bisa ia pegang, semuanya lolos begitu saja darinya.
Keadaan Vana saat ini sangatlah lemah bahu dan lehernya terasa begitu sakit saat ini, di tambah dengang ikatan tangannya yang di ikat sangat erat oleh Vero. Belum lagi dengan tali besar yang kini melilit lehernya. Vana berusaha menyeimbangkan kaki dan tubuhnya dari atas kursi kecil yang ia injak.
"Kenapa?kenapa lo tega ngelakuin ini semua "tanya Vana sambil menahan rasa sakitnya.
"Gue sebenernya ngga mau lakuin ini."
"TRUSS KENAPA MASIH LO LAKUIN BANGSAD. "Teriak Aiden, Aiden yakin jika Vero masih bisa mendengarnya walau dari tadi Vero mengabaikannya dan bersikap seolah - olah tidak mendengar apa- apa.
" KARNA GARA- GARA LO ANJING."
" Gue cinta sama Vana, gue suka sama dia. Cuma dia satu - satunya orang yang bisa buat gue jadi diri gue sendiri."Vero menatap Van penuh ketulusan.
" Gue dan Vana sama- sama benci hantu, itu buat gue ngerasa nyaman sama dia."
" TAPI LO DATENG DAN NGEREBUT SEMUANYA, LO AMBIL VANA LO BUAT DIA NYELIDIKIN KASUS LO SAMPAI DIA TAU SIAPA GUE SEBENARNYA. ''
"Gue cinta samo lo tapi setelah lo tau siapa gue sekarang ini lo pasti ngga akan ngebalas cinta gue. "
"Ngga akan ada satupun orang yang mau sama lo bahkan setan sekalipun." jawab Vana.
"Dan karna itu yang membuat gue benci dengan orang-orang yang memiliki kehidupan sempurna"
"Termasuk lo Aiden, kehidupan lo terlalu sempurna lo bisa dapetin apapun yang lo mau. Lo di puja di sekolah semua orang ngidolain lo bahkan guru- guru juga muji lo. Papa mama lo sayang banget sam lo, ngga ada sedikitpun penderitaan dalm hidup lo."
"Dan itu sebabnya gue bunuh lo."
Aiden menatap Vero penuh amarah,matanya memerah semua urat - urat di wajahnya terlihat jelas coba saja dia masih memiliki kemampuannya sudah pasti semua benda - benda yang ada di gudang itu akan melayang ke arah Vero.
" WOI AIDEN, KENAPA LO DIEM, HAH. OOOOOH... PASTI LO BERTANYA - TANYA KENAPA LO NGGA BISA MUKULIN GUE BAHKAN NGEBUNUH GUE SEKARANG INI . "
Vero tertawa, tawanya sangat menyeramkan membuat siapapun yang mendengarnya akan merinding di buatnya.
Vero mendekati Vana mendongakkan kepalanya agar bisa melihat mata coklat Vana yang sendu menahan sakit, '' TAPI VANA, PASTI LO JELAS TAU KAN KENAPA PACAR KESAYANGAN LO INI NGGA BISA LAGI NYENTUH BENDA - BENDA BAHKAN MENGANG LO ?"
"Vana?"Aiden juga ikut mendekat dan menatap Vana dengan penuh tanya.
Vana diam seribu bahasa tentu saja ia tau, tapi untuk mengakuinya pada aiden cukup sulit untuk Vana.
"Ayolah Van ngga usah pura - pura bodoh kayak gitu!!!"
__ADS_1
"Jangan rela mati cuma gara- gara setan. "
Vero terus menyuruh Vana untuk bicara.
"Van apa yang kamu sembunyiin dari aku? "Aiden mendesak Vana untuk bisara tentang apa yang di maksud oleh Vero bahwa Vana sebenarnya tau apa yang terjadi kepadanya saat ini.
" Van! Jawab pertanyaan aku!" desak Aiden lagi.
" Jika Arwah yang gentayangan tau siapa yang membunuhnya maka saat itu juga dia akan menjadi arwah seutuhnya. "jelas Vana.
" Dan itu artinya saat ini aku udah jadi arwah seutuhnya? "Vana menatap Aiden sendu sambil mengangguk mengiyakan pertanyaan Aiden.
" Tapi kenapa kamu ngga bilang dari awal van, kenapa kamu selalu mengiyakan saat aku bilang aku akan nyelamtin kamu ngelindungin kamu. Padahal kamu sendiri tau aku ngga akan bisa ngelakuin apapun di saat aku tau siapa pembunuh aku? "
Air mata Vana menetes begitu deras. "Karna aku Cint sama kamu den, aku ingin selalu sama kamu. Dan mungkin ini satu- satunya cara supaya kita bisa bersatu." jawab Vana sambil terisak- isak.
Vero tertawa sinis," Dan itu Faktanyanya lo ngga bisa apa- apa, lo ngga berguna buat Vana.
" Tapi Gue terharu banget sama lo Van kenapa bisa- bisanya lo relain hidup lo cuma buat setan kayak dia? "
" Lo nyelidikin ini sendirian padahal lo tau resikonya sangat bahaya buat lo.Gue juga tau nenek lo meninggal karna nyelamatin arwah juga kan?"
Trauma, kejadian yang selalu di tutupi Vana bahkan ia mencoba untuk melupakan itu tapi dengan mudahnya saat ini Vero kembali mengingatkannya.
" Lo tau dari mana?" Vana tidak pernah menceritakan soal ini kepada siapapun bahkan orang tua Vana tidak tau jika neneknya meninggal karna menyelamatkan Arwah.
"Gue tau semuanya tentang lo Van, selama ini gue cuma berpura- pura ngga tau tentang lo."
"Semenjak gue denger pembicaraan Tiara sama lo di kelas waktu itu dengan cepat gue nyelidikin semua masa lalu dan semua tentang lo. Dan itu yang buat gue suka dan cinta sama lo."
"Lo punya penderitaan yang sama, sam gue. "
"IYA DIA PUNYA PENDERITAAN YANG SAMA, TAPI DIA NGGA ANJING KAYAK LO. DIA BERUSAHA NYEMBUHIN LUKANYA TANPA NGEBUNUH ORANG." Ucap Aiden lantang ia sudah sangat muak dengan ucapan-ucapan Vero dari tadi. Coba saja dari dulu ia tau jika Vero yang sudah membunuhnya pasti Vana saat ini tidak akan di gantung seperti ini.
" Bahkan setelah lo mati dan jadi arwah lo masih tetap bisa dapatin cinta dari Vana juga kakak gue. "
"DAN ITU YANG BUAT GUE SANGAT BENCI SAMA LO. "Vero menendang kursi tempat pijakan Vana.
Tali yang ada di leher Vana mencekik leher Vana dengan erat, semakin ia menggerakkan badannya semakin ikatan di lehernya itu mengencang.
" VANA!" Pekik Aiden melihat Vana yang sudah kehabisan nafas. Aiden berusaha melepaskan tali yang ada di di leher Vana tapi berapa kali pun ia mencoba tali itu selalu lolos dari tangannya.
"Kamu harus hidup Van, harus hidup!! "gumam Aiden yang masih berusaha melepaskan talinya.
Ceklek...
Pintu gudang terbuka dengan lebar.
__ADS_1
...Bersambung...