Ghost Love

Ghost Love
Bab 38. Syok


__ADS_3

"Halo apa ini dengan bapak herman?"


"Iya saya sendiri."jawab Herman mengangkat telfon rumahnya.


" Kami dari polsek praja 5 melaporkan tentang kecelakaan yang terjadinya pada anak bapak.''


Mata Herman terbelalak" Kecelakaan?" tubuhnya langsung melemah.


" Iya pak, mobil yang di kendarai Vero masuk kedalam jurang. di dalam mobil tersebut juga ada dua penumpang yaitu Vana dan Karissa."


" Vero, Karissa?" telfon yang di pegang oleh Herman langsung terjatuh dari genggamannya, kaki dan tubuh herman langsung terkulai lemas.


" Halo pak"


" Pak"


...######...


"VANA. "Teriak Tania histeris dari atas jurang memanggil - manggil nama Vana.


Wiliam dan tania langsung menuju ke lokasi ketika polisi mengabarkan jika mobil yang di tumpangi Vana masuk kedalam Jurang.


'' Vana pa, vana." wiliam terus memeluk istrinya yang dari tadi tidak henti - hentinya menangis.


" Vana pasti selamat ma." wiliam berusaha menenangkan istrinya walaupun ia juga tidak tenang memikirkan Vana, anak semata wayangnya.


Satu rombongn timsar naik ke atas jurang dengan membawa satu gadis yang wajahnya tidak terlalu jelas.


"Vana pa, itu pasti Vana." Tania langsung berlari melihat korban yang di bawa oleh Timsar tersebut.


Tangisan Tania semakin pecah saat korban yang di bawa oleh timsar , wajahnya tidak terlihat jelas karna luka yang sangat parah di seluruh wajahnya. Tapi tania yakin jika korban tersebut adalah Vana mengigat pakaian dan aksesoris yang di gunakannya sama seperti yang di gunakan Vana sebelum ia berpamitan tadi pagi dengn tania.


"VANA! "Tania memeluk tubuh Vana dengan sangat erat ia tidak tega melihat kondisi anaknya yang sangat mengenaskan.

__ADS_1


" Maaf buk korban harus segera di bawa kerumah sakit karna denyut nadinya lemah!" Salah satu timsar menyuruh Tania untuk menyingkir dari tubuh anaknya karna kalau tidak cepat di tangani nyawa vana taruhannya.


Wiliam mengangkat tubuh istrinya, memberikan jalan pada timsar dan tenaga medis untuk membawa vana ke rumah.


...######...


Sudah satu jam lebih Tania dan Wiliam menunggu di luar ruang operasi. Berkali-kali mereka memanjatkan doa untuk kelancaran operasi Vana.


"Vana anak kita pa.. Hiks... Hiks"Dari sejak Vana di temukan sampai ke ruang operasi Tania tidak henti - hentinya menangis. Tania sangat takut jika harus kehilangan anak semata wayangnya itu.


Wiliam mengelus rambut sang istri menenangkannya walau wiliam juga takut dengan kondisi putrinya di dalam. Luka parah dan wajah yang hancur membuat wiliam tidak bisa berpikir positif.


Timsar menemukan Vana di lereng jurang jauh dari lokasi meledaknya mobil. Entah apa yang terjadi sampai Vana bisa keluar dari mobil yang di kendarai Vero. Saat di temukan wajah Vana rusak parah luka di kepalanya juga sangat dalam, denyut nadi Vana juga sangat lemah saat itu, sehingga dokter menyarankan untuk segera di lakukan operasi.


Wiliam dan Tania yang sedang menangis terkejut dengan orang yang berjalan tergesa- gesa sambil membawa dua brankar mengarah ruang operasi tempat saat ini mereka berada. Sontak wiliam dan tania terkejut melihat orang yang berada di atas brankar yang kondisinya sama memprihatinkan dengan anak mereka. Namun kondisi gadis yang berada di belakang brankar Vero jauh lebih memprihatinkan dengan luka bakar sekujur tubuhnya dan darah yang terus mengalir dari kepala gadis tersebut.


"Vero? '' ucap tania melihat pria yang di bawa masuk oleh petugas ke ruang operasi adalah Vero dengan luka yang juga parah.


Di susul oleh Marta dan keluarga Vero yang tergesa - gesa dan menangis di luar ruang operasi.


"Pak wiliam, anda____"wiliam mengangguk sudah tau dengan pertanyaan Herman.


Herman langsung berlutut di kaki Wiliam, Herman sudah mendengar semua kelakuan anaknya dari polisi termasuk saat Vero mengantung Vana yang ternyata adalah anak dari rekan bisnisnya sendiri.


"Saya atas nama anak saya Vero sangat meminta maaf atas kelakuan yang mungkin perbuatannya tidak bisa di maafkan, jika pak wiliam ingin marah dan menyalahkannya maka yang patut di marahi adalah saya. Saya yang telah gagal mendidik anak saya dan membuatnya berbuat kriminal seperti ini. Sekali lagi saya minta maaf pak. "Herman pasrah dengan apapun yang akan di lakukan wiliam padanya.


Wiliam mengangkat tubuh herman yang berlutut di kakinya," saya marah, sedih juga kecewa pada Vero tapi mau gimana lagi? Semuanya sudah kejadian ngga ada yang bisa di ubah lagi pak. Lebih baik sekarang kita fokus pada kesehatan anak-anak kita dulu."


"Tapi kalau untuk mencabut tuntutan saya pada Vero saya tidak bisa. Vero akan tetap di proses oleh polisi jika keadaannya membaik nantinya." Herman mengangguk ia mengerti perbuatan anaknya memang tidak bisa di biarkan, Vero harus mendapatkan hukuman atas perbuatannya agar ia jera dan merasa bersalah.


Tak lama ruang operasi terbuka dan dokterpun keluar. Sontak mereka semua langsung menghampiri para dokter tersebut.


"Bagaimana dengan kondisi putri saya? ''

__ADS_1


" Apa anak saya baik - baik saja? "


" Gimana dengan vana? "


" Gimana dengan Karissa dokter? "


" Vero dan karissa selamatkan dok? "


Cecar mereka semua membuat para dokter kebingungan menanggapinya.


" Kami punya kabar baik dan juga kabar buruk"ujar dokter tersebut membuat mereka semua diam, memikirkan kemungkinan yang terjadi pada anak- anak mereka.


"Apa kabar baiknya dokter? "tanya Tania yang sudah memikirkan hal buruk tentang putrinya.


" Kabar baiknya, operasi yang di jalankan Vana dan Vero berjalan lancar. Mereka berhasil melewatkan masa kritisnya. "jelas dokter tersebut tersenyum bahagia.


" Tapi kabar buruknya....." dokter tersebut menggantung ucapannya rawut wajah yang tadinya tersenyum kini berubah menjadi penyesalan.


Lidia senang mendengar kabar Vero yang berhasil melewatkan masa kritisnya tapi ada satu anakmya yang belum di katakan oleh dokter yang membuat Lidia takut dengan kemungkinan yang ia pikirkan.


"Aaapa... Ka.. Bar buruknya dddok?"lidia yang dari tadi duduk di kursi tunggu sambil menahan sakitnya kini angkat bicara.


Herman membantu memapah istrinya yang hendak berjalan menghampiri dokter yang berdiri di pintu oprasi.


" kami sudah berusaha sebaik mungkin tapi tuhan berkehendak lain, pasien yang bernama Karissa tidak dapat kami selamatkan. luka bakar yang parah dan juga luka kepala Karissa yang sangat parah membuat Karissa tidak dapat di selamatkan. "sesal dokter yang langsung membungkukkan tubuhnya.


Tubuh Lidia yang memang sudah lemah bertambah lemah di buatnya begitu mendengar putrinya telah tiada. Lidia langsung syok dan membuat penyakit jantung yang di idapnya kambuh.


" Kaa.. Aaaa.. Rrrissaaa." Tubuh Lidia terhempas di lantai rumah sakit dengan tangan kanan memegang dada menahan rasa sakit yang ia rasakan.


"Maa.. maa... Mama tenang ma! "Herman berusaha menenangkan istrinya.


Nafas lidia terengah-engah ia sulit mengatur nafasnya rasa sakit jantungnya juga merasa sangat menussuk pemandangannya juga buram lidia sulit mengatur kesadarannya sampai akirnya.....

__ADS_1


" MAMA!" Pekik Herman ketika istrinya tak sadarkan diri.


...Bersambung ...


__ADS_2