Ghost Love

Ghost Love
Bab 46.Fakta yang mengejutkan


__ADS_3

"Papa pulang. "teriak wiliam begitu masuk kedalam Rumah, Wiliam tidak menyadari jika ada tamu di rumahnya.


Marta, Rendi dan Vana Reflek melihat ke arah Wiliam yang dengan gaya Coolnya masuk kedalam Rumah dengan wajah sumringah.


" Papa!" ucap Tania tersenyum canggung ke arah suaminya sambil mengode-ngode jika ada tamu.


"Kenapa ma? "tanya wiliam melihat mata istrinya yang mengode-ngode ke samping. Wiliam melihat ke arah sesuai kode mata istrinya.


" Eh ada tamu." ucap Wiliam cengengesan.


" Om" ucap Marta dan Rendi tersenyum canggung ke arah wiliam.


Wiliam membalas senyuman keduannya dan berjalan ke arah ruang tamu.


"Kalian temennya Vana? "tanya Wiliam bersemangat.


" Iiii... Iyya om," jawab Marta.


"Vana udah kita anggep kayak adik kita sendiri, "sambung Rendi yang mendapat tatapan tidak percaya dari Vana.


Wau berarti kaliang sangat dekat dengan putri saya?" tanya Wiliam lagi.


"Iya gitu om. "jawab keduanya ragu-ragu.


" Saya seperti ngga asing sam wajah kalian berdua. Saya pernah liat kalian tapi saya lupa di mana?" ucap wiliam lagi mencoba mengingat pertemuannya dengan kedua teman anaknya itu.


" Di rumah sakit dan di pemakaman om." jawab Marta membantu memulihkan ingatan Wiliam.


Oooh.. Iya iya iya. Di rumah sakit dan di pemakaman anaknya pak herman dan istrinya.


"Berarti kalian juga kenal dengan Vero? "begitu banyak pertanyaan wiliam seperti sedang mengintrogasi.


" Kita ngga terlalu kenal dengn Vero, tapi kita sahabatan sama kakaknya Vero. Itu sebabnya kemaren itu kita ada di rumah sakit."jawab Marta.


" Dan kamu juga yang ngelaporin kejadian itu ke polisi bukan?" Marta mengangguk.


" Saya berterima kasih sama kalian karna sudah menyelamatkan anak saya, kalau tidak mungkin......" wiliam tidak melanjutkan bayangan buruk tentang apa yang akan terjadi pada Vana jika saat itu mereka tidak datang tepat waktu.


Marta dan Rendi menggeleng"kami yang harusnya berterima kasih pada Vana om karna Vana kami bisa tau kebusukan Vero dan ngungkap tentang kematian Aiden yang selama ini kami kira kematiannya karna bunuh diri. "jelas Rendi


" Aiden?" heran wiliam.


" Iya om Aiden itu sahabat kami dia meninggal dua tahun yang lalu. "jelas Marta. Wiliam langsung melirik ke arah Vana. Jadi selama ini Aiden yang di sebut oleh Vana itu adalah hantu bukan manusia?.


...######...


" sekarang kamu jelasin ke papa Apa maksud dari perkataan mereka tadi?" Wiliam dan Tania ingin mendengar penjelasan dari Vana perihal maksud dari penjelasn Rendi dan Marta tadi.

__ADS_1


"Vana liat Mama," Vana melihat ke arah tania. "Mama dan Papa mau denger penjelasan kamu!"


Vana kembali menunduk, "Iya Aiden itu hantu bukan manusia. Vana nolongin dia untuk ngungkap penyebab kematian dia."


"Vana kamu hampir aja mati seperti nenek kamu gara-gara hantu itu. Kenapa kamu ngga belajar dari kematian nenek kamu! "Wiliam amat marah, karna ia hampir saja kehilangan nyawa anaknya gara- gara hantu sialan yang di tolong oleh anaknya.


" Jangan lakuin apa yang di kerjain nenek kamu dulu, stop jangan di lanjutin itu bahaya sayang." sambung tania yang juga marah namun tidak seperti wiliam.


"Iya ma, pa Vana ngga akan lakuin itu lagi. "jawab Vana pasrah.


" Ini yang trakir dan papa ngga mau lagi kamu nyelidikin kasus - kasus seperti ini lagi. Ini bukan pekerjaan kamu, biar polisi yang beresin!" tegas wiliam lagi.


Vana masih diam ia mendengarkan semua perkataan mama dan papanya yang bergantian memarihinya.


...######...


Vana mengikuti Tania yang sedari tadi sibuk memilih baju untuk Vana. Ya setelah sekian lama di ceramahi dan di nasehati tentunya.


" Maaa udah ya, ini udah banyam banget lo. "kaki Vana sudah merasa pegal dari tadi terus berjalan di tambah dengan belanjaan yang sudah memenuhi tangannya.


" Satu lagi ya sayang, besokkan kita mau liburan jadi kamu harus cantik." bujuk tania masih ingin memilihkan pakaian pada anaknya.


" Liburannyakan cuma dua hari maa." ujar Vana yang memohon untuk menyudahi ini semua. Sepertinya keputusannya untuk mengubah penampilan nya ini adalah keputusan yang salah. Vana tidak tau jika harus seribet ini mamanya menanggapi perubahan penampilannya.


"Iya mama tau tapi kan liburan ini sekalian cari jodoh buat kamu. Siapa tau pas liburan ada yang kecantol turus kamu punya pacar. "ucap Tania menggoda Vana.


Pacar? Hah vana belum memikirkan hal itu saat ini Vana hanya ingin berpenampilan seprti gadis-gdis seumurannya dan bisa hidup normal dan bahagia seperi harapan Aiden dan juga orang tuanya selama ini.


...######...


Om Herman is call....


Eric mengambil ponsel yang ia letakkan di atas kasurnya.


Eric mendengus sebal begitu tau orang yang menelfonnya.


"Apa lagi om, sayakan udah bilang kalo saya ngga mau ngurusain atau berhubungan lagi apapun yang menyangkut sama Vero. "kesal Eric ia tidak memikirkan sopan santun lagi, ia sudah muak di telfoni tentang masalah Vero.


" Om minta maaf Eric tapi kondisi Vero kembali drob dan dia terus nyebut nama Vana."


" Om minta tolong sama kamu supaya kamu bujuk Vana untuk jenguk Vero ke sini! "


Herman memohon - mohon pada Eric, yang membuat Eric lagi-lagi tidak tega di buatnya.


" Ngga mungkin orang tua Vana mau ngizinin anaknya untuk ketemu sama Vero lagi om. Apa lagi dengan perbuatan Vero yang hampir membuat Vana meninggal."


" Saya tau eric karna itu saya minta tolong sama kamu untuk membawa Vana ke sini dan membujuk orang tua Vana untuk mengizinkannya. "

__ADS_1


" Kenapa harus saya om, kenapa ngga om aja?"


" Om ngga bisa ninggalin Vero seperti ini Eric, Vero itu seperti orang gila nangis- nangis dan terkadang ia marah-marah dan lukain dirinya sendiri sambil terus menyebut nama Vana."


" Kondinya jauh lebih buruk sekarang."


" Cuma kamu temannya Vero, om ngga tau harus minta tolong ke siapa lagi eric."


" Om mohon, om janji setelah ini om ngga akan minta tolkng ataupun hubungin kamu lagi."


Eric mendengus kesl kemudian mematikan telfon secara sepihak.Eric melempar ponselnya ke sembarang arah.


" Kenapa gue ikut terseret dalam masalah yang lo buat sendiri ver.''


" Gue ngga tau apa-apa tapi kenapa gue harus terlibat."


" Aaaakkkh"


Eric merasa Frustasi dengan apa yang ia hadapi sekarang ini. Keadaannya di persulit karna masalah Vero.


...######...


"Udahkan Ma? "tanya Vana yang daei tadi cemberut karna kelelahan mengikuti mamanya berbelanja.


" Iya, udah kok udah semua." jawab tania sambil mengangkat beberapa tas belanjaan yang ia pegang. Berbeda dengan Vana yang kedua tangannya sudah di penuhi dengan begitu banyak belanjaan.


"Yaudah jangan cemburut gitu, kita pulang sekarang. "ucap Tani merangkul anak kesayangannya menuju parkiran mobil.


Di saat Vana sedang memandangi cahaya mobil yang berlalu lalang di depan mobilnya, tiba-tiba satu panggilan membut dering di ponselnya.


Eric is call....


" Eric?" Heran Vana setelah sekian lama Vana tidak bertemu bahkan melihat keberadaan teman dekat Vero ini dan sekarang tiba-tiba saja menelfonnya.


"Siapa van? "tanya Tania.


" Ini ma temen Vana dari SMA." Tania mengangguk-ngangguk menanggapi jawaban putrinya sambil terus mengemudi.


Vana mengangkat telfon dari Eric


" Halo."


" Ha.. Halo van" jawab Eric terbata - bata.


"Ada ya ric? "


'' gue di depan rumah lo sekarang. Ada yang mau gue omongin. Penting! "

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2