Ghost Love

Ghost Love
Bab 28.Vero??


__ADS_3

"Vero. "kaget Vana melihat penampilan Vero yang acak - acakan dan juga bau alkohol yang menyengat dari tubuh Vero.


Aiden yang berdiri di belakang Vana juga terkejut dengan penampilan Vero, seorang ketua osis dan kebanggaan sekolah bisa mabuk - mabukan seperti ini.


"Vana"ucap Vero tertawa kemudian memeluk Vana.


Pelukan spontan dari Vero membuat Vana langsung membeku di tempat. Namun tidak dengan Aiden, dengan cepat Aiden mendorong tubuh Vero sehingga membuat Vero terjatuh ke atas lantai.


"Kamu ngga papakan? "Cemas Aiden takut Vana di celakai oleh Vero. Namanya juga orang mabuk dia tidak akan sadar apa yang sudah ia lakukan.


" Aku ngga papa, cuma kaget aja." jawab vana.


Vero beralih memeluk kaki Vana," Vana lo kemana aja sih? gue tuh cariin lo, nelfonin lo, gue butuh lo van." ujar Vero masih dalam pengaruh alkohol.


"Lo tuh seharusnya harus selalu ada buat gue. "ujar Vero lagi.


Vana merasa risih juga takut dengan kelakuan Vero. Aiden yang melihat Vana ketakutan langsung mengangkat paksa tubuh Vero.


" Kamar tamu di mana?" tanya Aiden.


Vana menunjuk sebuah kamar yang tidak jauh dari ruang keluarga. Aiden mengangguk kemudian membawa Vero ke sana.


"VANA, GUE MAU SAMA VANA!!! "ucap Vero memberontak namun Aiden terus menarik Vero ke kamar tamu rumah Vana.


Tak lama Papa dan Mama Vanapun pulang. Wiliam yang melihat pintu rumahnya terbuka langsung berlari kedalam rumah takut terjadi sesuatu pada putrinya.


" VANA!" Panggil Wiliam yang cemas.


Vana masih diam mematung memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada Vero?.


"Vana kamu ngga papakan? "Vana terkejut dengan kedatangan papanya.


" Apa yang terjadi sayang? "tanya tania yang ngos - ngosan karna berlari terlebih tania memakai heels.


Vana melihat ke arah pintu kamar ruang tamu yang kini sedang di gebrak oleh Vero.


" Siapa yang ada di dalam kamar tamu?" tanya Wiliam yang juga melihat ke arah kamar tersebut.


Wiliam mengambil tongkat bisbol yang berada tidak jauh darinya, kemudian berjalan menuju kamar tamu.


"Vana kamu harus bilang, kalo ngga papa kamu bakal gebukin Vero.!" ucap Aiden menyadarkan Vana.


"Papa" cegat Vana tepat di depan kamar tamu.


"Di dalam ada Vero." jawab Vana yang langsung mendapat pelototan dari kedua orang tuanya.


"Kenpa dia ada di sini?"


'' Kamu ngga macem-macem kan vana? "


" Kamu ngga ngapa - ngapain kan?"


Tanya kedua orang tuanya beruntun yang langsung berfikiran negatif pada Vana.


" Dia mabuk dan Vana juga ngga tau kenapa dia bisa kesini terus manggil- manggil nama Vana." jelas Vana tak ingin kedua orang tuanya itu salah paham.


" Dia dateng terus meluk Vana dan bilang kalo dia butuh Vana. Karna Vana takut ya Vana kurung dia di kamar tamu. "Jelas Vana lagi, Percayalah ini omongan terpanjang Vana pada orang tuanya.


" Bener?" tanya Wiliam yang kelihatannya masih ragu.


"Iya pa. Kalo papa ngga percaya papa bisa liat sendiri ke dalem. "ucap Vana.

__ADS_1


" VANA!"


" VANA!"


" BUKA PINTUNYA VAN, GUE MAU CERITA SAMA LO!!!"


Teriak Vero dari balik pintu Kamar.


Mendengar Vero yang berteriak seperti orang gila seperti itu membuat Wiliam percaya jika Vero kelihatannya saat ini ia benar-benar mabuk tidak sepatutnya ia mencurigai putrinya sendiri seperti itu.


" Papa percaya sama kamu, udah malem kamu istirahat. Masalah Vero biarin dia di dalem sampai pengaruh alkohol itu hilang. Kita tanyai ia besok pagi!!!. "ucap Wiliam menyuruh putrinya untuk beristirahat dan masuk ke kamarnya.


Vana mengangguk, lagi pula ia juga tidak akan mendapatkan jawaban apapun dari Vero jika Vero masih terpengaruh alkohol seperti itu.


...######...


Vero terbangun, kepalanya terasa sangat pusing, Badannya juga terasa sangat pegal. Bagai mana tidak pegal posisi tidurnya yang duduk sambil bersandar di belakang pintu tanpa alas ataupun selimut satupun.


Vero melihat sekeliling ia baru sadar jika kamar yang ia tempati saat ini bukanlah kamarnya.


"Gue di mana? "ucap Vero yang berusaha untuk berdiri walau kepalanya terasa begitu sakit.


Vero meraih gagang pintu yang ada di depannya. Pintu itu tidak bisa terbuka sepertinya ada orang yang sengaja menguncinya dari luar.


" Tolong!" teriak Vero.


" Siapapun yang ada di luar tolong buka pintunya! '' teriak Vero lagi.


Aiden masuk kedalam kamar ruang tamu tersebut.


" Udah sadar lo?" tanya Aiden, tadi Vana menyuruh Aiden untuk melihat bagaimana keadaan Vero.


"Kak Aiden, lo di sini? "tanya Vero yang menyadari jika yang baru saja mengajaknya bicara adalah Aiden.


" Gue ada di mana kak?"


" Di rumah Vana, semalem lo kayak orang gila dateng kesini."


Vero mencoba mengingat apa yang sudah ia lakukan ketika ia mabuk kemaren. Tapi tidak ada satupun yang teringat oleh Vero bahkan ia sendiri tidak tau bagimana ia bisa sampai di rumah Vana dan terkunci di dalam kamar seperti ini.


" Kenapa gue bisa ke rumah Vana? "


"Yang harusnya nanya gitu tu gue.Lo malah nanya ke gue, mana gue tau. "


Pintu kamar yang di tempati Veropun terbuka dan muncullah Vana di depan pintu sambil memegang handuk juga baju ganti untuk Vero.


"Ini baju ganti buat lo. Kamar mandinya ada di samping tempat tidur." ucap Vana sambil memberikan handuk juga pakaian kepada Vero.


"Makasi. "ucap Vero canggung. Ia merasa sangat malu berhadapan dengan Vana. entah apa yang sudah ia lakukan kemarin? Pasti kemarin ia sangat memalukan.


" Nanti kalo udah selesai lo langsung ke meja makan aja ya. Papa sama Mama udah nungguin lo." ujar Vana yang kemudian beranjak.


Vero menelan ludah, apa yang akan ia katakan nati pada orang tua Vana. Yaa ampun kenapa ia bisa terjebak dalam situasi seperti ini sekarang sih?.


" Siapin telinga dan siapin mental okey, kelihatannya kemarin Om Wiliam marah banget sama lo. "ujar aiden menepuk bahu Vero pelan kemudian iapun menghilang.


" Mampus gue." gumam Vero.


...#####...


Vero berjalan menuju Meja makan rumah Vana, sepanjang perjalanan ke meja makan Vero terus berfikir apa yang akan ia jelaskan pada orang tua Vana nantinya sedang ia sendiri tidak ingat apa yang sudah ia lakukan.

__ADS_1


Tanpa terasa Vero sudah sampai di depan meja makan keluarga Vana.


"Bajunya pas, juga bagus untuk kamu. "puni tania melihat ke arah Vero.


Vero tersenyum canggung," Makasi tante. "


" Silhkan duduk Vero!, jangan malu- malu anggep aja rumah sendiri."tutur tania sambil menyendokkan nasi juga sambal ke piring Vero.


Vero duduk tepat di samping Vana. Vero melihat ke arah Wiliam yang kini sedang memelototinya. Pelototan Wiliam yang seperti akan memakannya membuat Vero bertambah gemetar di buatnya. Ingin rasanya Vero lari dari sini sekarang juga.


"Santai aja, Om Wiliam ngga makan orang kok. "bisik Aiden mengejek Vero yang terlihat gemetar.


Kelurga Vanapun makan dengan tenang tidak ada satupun yang berbicara saat mereka sedang makan. Begitupun dengan Vero yang terus menunduk sambil menyuap nasi kedalam mulutnya.


"Vero." panggil Wiliam setelah mereka selesai menyantap sarapannya.


"I iii iya om "jawa Vero yang semakin gemetar, Vero terus menunduk ia tidak berani melihat ke arah Wiliam.


" Kenapa kamu bisa sampai ke rumah saya dalam kondisi mabuk berat seperti itu?" tanya Wiliam yang masih memelototi Vero.


" Kamu tau, perbuatan kamu itu bisa aja mencelakai Vana. "tegas Wiliam.


Vero semakin gemetar, saat ini Vero sangat ketakutan. Apa kemaren ia mencelakai Vana?. Pikir Vero bertanya pada dirinya sendiri.


" Sa sa saya minta maaf om, saya menyesal." ucap Vero memohon pada Wiliam.


Gue juga minta maaf Van kalau kemaren gue nyakitin lo. "ujar Vero melihat ke arah Vana.


" Lo ngga nyakitin gue kok." balas Vana yang kasihan melihat Vero ketakutan.


" Udah pa tanyanya biasa aja kasian Vero sampai ketakutan gini." ucap Tania menyuruh suaminya itu untuk bertanya baik - baik dan tidak memelototi Vero seperti itu lagi.


"Kamu kenapa bisa mabuk berat kayak gitu semalem? "tanya Tania.


" Ada masalah keluarga tante dan saya ngga tau harus cerita ke siapa. Sehingga saya ngelampiasin itu semua dengan mabuk." jelas Vero.


Wiliam menarik nafas dalam menatap sendu ke arah Vero." Harusnya kalo ada masalah itu di selesaikan baik - baik jangan ngelampiasin ke hal yang bisa bahayain diri kamu seperti ini untuk aja kamu ngga sampai mencelakai orang lain. "tutur Wiliam menasihati.


" Iya om saya menyesal. Harusnya saya ngga ngelakuin itj kamaren saya terlalu terbawa emosi sampai - sampai saya melakukan hal bodoh seperti itu." jelas Vero yang menyesali perbuatannya.


"Kamu kalo ada masalah dan ngga tau harus cerita ke siapa kamu boleh kok cerita sama tante atau Vana. Anggep kita ini keluarga kamu. Jangan ngelakuin hal bodoh seperti itu lagi ya!!!" ucap Tania yang prihatin dengan masalah Vero. Pasti masalahnya sangat berat sampai membuat anak sebaik vero bisa melakukan perbuatan yang tidak ada gunanya seperti itu.


" Makasi tante, saya janji ngga akan ngelakuin itu lagi. Sekali lagi Vero minta maaf atas perbuatan Vero tadi malem dan juga udah ngerepotin Om, Tante juga Vana. "


"Gue juga lo repotin, capek tau gue narik - narik lo untuk masuk tuh ke kamar. "cerocos Aiden yang tidak di tanggapi oleh Vero.


" Untuk kali ini Om maafin tapi kalau nanti sampai kamu ulangi lagi jangan harap kamu akan keluar hidup - hidup dari rumah om ini." Ancam Wiliam memasang wajah ganasnya.


Iii iya Om, Vero ngga akan ulangin. "jawa Vero.


" Tante juga udah maafin kamu. Sebaiknya kamu cepat selesaikan masalah kamu dengan keluarga kamu biar ngga ada lagi beban di pikirin kamu!!" saut Tania.


Vero melihat ke arah Vana," Gue juga udah maafin lo. "ucap Vana.


Vero tersenyum lega, setidaknya masalahnya dengan keluarga Vana telah selesai. Coba saja papanya bisa berbicara baik-baik seperti ini kepadanya pasti masalahnya juga akan selesai cepat seperti ini.


...Bersambung...


Vero Vero lagian anak baik - baik pake sok sok an segala mabuk - mabukan jadi ginikan nyasar ke rumah Vana jadinya, untung aja ngga di jadiin sate sama Om Wiliam.


Ikutin teruss ya gima kelanjutan Cerita ghost love. Semoga endingnya nanti sesuai dengan apa yang kalian semua harapkan.

__ADS_1


Semoga, autor ngga janji loh ya :)


Jangan lupa like comen and shere. oke!!!!


__ADS_2