Ghost Love

Ghost Love
Bab 20.Rahasia


__ADS_3

Vana menatap Vero tidak mengerti dengan apa yang baru saja di katakan Vero.


"Maksud lo, lo juga bisa liat? "


Vero menggeleng," gue ngga bisa liat cuma gue bisa denger dan meresakan mereka. "


Vana terkejut, "Jadi selama ini lo denger semua pembicaraan gue sama kak Aiden? "


Vero mengangguk, "gue denger semua pembicaraan lo dan kak Aiden termasuk umpatan-umpatan juga penjelasan kaka Aiden saat kita berada di rumah kak Marta."


Vana sangat terkejut tapi ia juga merasa di bodohi selama ini oleh Vero.


"selama ini gue benci berpura-pura normal di hadapan orang lain sampe gue nemuin lo orang yang sama- sama punya kelebihan seperti gue. Gue tau hidup kayak gini itu ngga enak apa lagi ketika orang-orang tau jika kita bisa melihat, merasakn atau mendengar hal-hal yang orang normal ngga akan bisa rasain. "


" Gue benci yang namanya hantu karna menurut gue gara - gara mereka hidup gue penuh ke pura-puraan kayak gini. Hidup yang ngga pernah ada kata tenang. Mereka terus ganggu gue selalu meminta tolong padahal hidup gue aja penuh kehancuran. "


" Terus kenapa lo mau nolongin kak Aiden?" tanya Vana penesaran sebenarnya Vana masih belum percaya dengan apa yang di ceritakan Vero karna Vana melihat Vero memang benar- benar seperti orang normal tidak ada sedikitpun terlihat jika Vero punya kelebihan seperti dirinya.


Vero menatap mata coklat Vana, " Itu semua karna lo"


Vana membalas tatapan Vero ia masih tidak mengerti apa maksud dari perkataan Vero.


"Karna kegigihan lo dalam mengungkap kasus kematian kak Aiden membuat gue perlahan-lahan sadar kalau kemampuan gue ini juga bisa gue manfaatin sama kayak lo memanfaatkan kemampuan lo. "


Vana tersenyum sinis, "Gue ngga seperti yang lo pikir jangan termotivasi karna gue."


"Tapi sayangnya tanpa gue sadarin gue berubah gara-gara lo. "


"Gue nolongin kak Aiden itu karna terpaksa karna dia udah nolongin gue dan sebagai balesannya gue nolongin dia itu aja. Ngga ada yang berbeda sama gue, gue masih benci yang namanya hantu. "jelas Vana yang hendak beranjak.


" Tapi lo pacarankan sama kak Aiden?" ucap Vero." Gue denger kalo dia selalu cemburu apalagi ketika gue deketin lo. "


" Itu bukn urasan lo. "jawab Vana yang kemudian masuk kedalam mobilnya.


...######...

__ADS_1


Vana duduk di ujung tempat tidurnya menenggelamkan wajahnya di kakinya yang meringkuk.


Aiden muncul di hadapan Vana, menyodorkan sekuntum bunga ke arah Vana. Vana yang merasakan kehadiran Aiden pun langsung mendongak.


"Maaf karna udah ngancurin rencana kamu. "ucap Aiden menatap Vana penuh ketulusan.


" Maaf juga karna udah buat kamu celaka padahal aku udah janji bakal ngelindungin kamu. "ucap Aiden lagi.


" Semoga bunga ini bisa buat kamu maafin aku." Aiden menggerak - gerakkan bunga yang ia pegang menyuruh Vana untuk mengambilnya.


Mata Vana berkaca-kaca melihat ke arah Aiden, Vana berdiri kemudian memeluk Aiden.


" Aku ngga tau ini kabar baik atau engga tapi yang jelas ini tentang aku kamu juga vero." Aiden tidak mengerti dengan maksud Vana, berita apa yang akan Vana beri tahu kepadanya?.


"Berita apa,?" Aiden ingin melepas pelukan Vana ia ingin menatap mata Vana tapi Vana malah memeluknya tambah erat sehingga Aiden tidak tega untuk melepaskannya.


"Selama ini Vero bisa denger semua ucapan kamu. "ucap Vana terbata - bata.


" Berarti dia bisa liat aku? '' tanya Aiden menarik kesimpulan.


"Lantas?"


"Dia tau kalau kita pacaran. "ini kekawatiran Vana, di sisi lain Vana senang karna ia punya teman yang punya kelebihan yang sama dengannya tapi disisi lain Vana juga takut jika Vero nantinya akan mengucilinya atau bahkan membully nya.


Aiden terkejut ia merasakan kekawatiran yang Vana rasakan saat ini, tapi ia juga binggung apa yang akan ia lakukan nanti pada Vero.


"Kamu yang tenang kita rundingin ini besok.! "ucap Aiden menenangkan Vana sambil mengelus - elus punggung Vana.


Vana merasa nyaman dengan Aiden sejak Aiden memunculkan tawanya, sejak Aiden mengungkapkan isi hatinya pada Vana. Sejak Aiden selalu ada di saat ia membutuhkan. Aiden adalah teman sekaligus pacar pertamanya yang mewarnai hidup Vana setelah sekian lama vana hidup dalam kegelapan dan di hantui dengan rasa benci, bersalah juga rasa muak dengan kehidupannya. Vana tau ini tidak akan berlangsung lama karna cepat atau lambat Aiden juga akan pergi meninggalkannya sendiri lagi.


...######...


Vana, Vero juga Aiden duduk di bangku taman belakang sekolahnya. Aiden mengajak Vero untuk berunding malah tentang apa yang selam ini ia ucapkan juga tentang hubungannya dengan Vana.


"Lo___"

__ADS_1


"Gue___"


Vana dan Aiden beradu kata mereka sama - sama canggung saat ini tidak tau bagimana cara agar vero bisa mengerti keadaan mereka.


Vero tertawa kecil, "Santai aja ngga usah canggung gini!" ujar vero.


"Gue ngga akan membully atau bocorin ini semua kok. "lanjut Vero lagi.


" Lo serius?" tanya Aiden.


" iya, lagian gue juga kasian kali sama lo kak masa sampe mati lo jomlo. "ucap Vero.


" Eh salah lo kan emang udah mati." ucap Vero lagi.


" Sialan lo." umpat Aiden mengutuk Vero yang duduk di sampingnya itu.


Vana tersenyum simpul, akirnya kekawatirannya kemarin tidak menjadi kenyataan. Justru malah Aiden dan Vero malah menjadi teman yang sama - sama adu bacot sepertinya Aiden menemukan teman yang pas agar ia bisa beradu bacot.


Di sisi lain Bianca dan Tiara memperhatikan Vana dan Vero yang terlihat begitu bahagia mereka tertawa lepas bahkan bercanda bersama. Semakin hari Tiara melihat Vana malah semakin dekt dengan Vero, Vana juga tidak mengindahkan ancaman Tiara waktu itu di toilet mlh justru Vana malh semakin menjadi - jadi kepadanya.


"Ini ngga bisa di biarin bi!! "ucap Tiara.


" Iya, kita harus nyusun rencana supaya Vana semakin di bully di sekolah ini. Gue ngga rela liat tuh cewek hidup dalam kedamaian kayak sekarang ini. "tutur bianca.


...######...


Vana dan Aiden tengah berkumpul di rumah Vero saat ini kebetulan saat ini tidak ad orang di rumah vero kecuali ART dan satpam. Vero, aiden juga Vana akan menyusun rencana lain agar bisa menjebak Reno karna jika menanyai langsung seperti kemarin itu tidak akan berhasil terlebih mereka tidak bisa lagi masuk ke kampus itu karna tertuduh sebagai orang yang telah menyerang Reno untung saja mereka hanya kena hukum oleh pihak sekolah dan tidak sampai di permasalahkan ke polisi karna tidak ada bukti jika mereka yang memukuli Reno.


Vero membawa sebuah tas hitam dari dalam kamarnya.


"Itu apa? "tanya Vana karna menurut Vana tas itu tidak asing di matanya.


Vero membuka tas tersebut." Alat penyadap. "jelas Vero setelah memperlihatkan alat-alat penyadap tersebut pada Vana dan juga Aiden.


" Kita akan menjebak Reno dan gengnya dengan ini!!. "

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2