Ghost Love

Ghost Love
Bab 43.belajar mengikhlaskan


__ADS_3

1 minggu kemudian....


Vana tidak depresi lagi, sedih? Tentu Vana masih sedih karna mengikhlaskan orang yang di cintai itu sulit. Setelah pembicaraannya dengan dokter Raya satu minggu yang lalu, Vana merasanlega beban di hatinya sedikit berkurang walau tidak semuanya tapi itu cukup membuat Vana bisa menjalani hidup dengan baik sekarang. Vana sudah mulai berkumpul dengan keluarganya lagi. Lalu Sekolah? Semnjak pembullyan waktu itu mama dan papa Vana menyarankan Vana untuk homeschooling setidaknya sampai Vana lulus SMA. Karna tidak mungkin jika Vana terus-terusan berpindah-pindah sekolah.


"Ma vana pamit keluar dulu ya. "ucap Vana menghampiri tania yang tengah memasak di dapur.


" Kamu mau kemana?" tanya tania sambil mengelus puncak kepala Vana.


" Vana belum tau ma" jawab Vana menggeleng lemas.


Tania mengangguk, "Kamu tenangin aja pikiran kamu!"


"Aku pergi dulu ma. "pamit Vana mencium tangan mamanya kemudian pergi.


...#####...


Vana memandangi danau tempat Aiden menembaknya dulu. Vana duduk di ujung jembatan sama persis seperti dulu saat Vana dan Aiden duduk berdua di sana.


" I miss you Aiden." gumam Vana berkaca- kaca.


"Maaf aku belum bisa hidup seperti yang kamu inginkan "


Vana terdiam kemudian tersenyum, tapi aku akan berusaha untuk bisa, semoga kamu bahagia di sana. "ucap Vana sambil memandangi langit yang cerah.


Setelah cukup lama di sana Vanapun beranjak tapi sebelum itu Vana meninggalkan satu tangkai mawar merah di ujung jembatan, vana berharap jika Aiden bisa melihat itu, walau kesannya itu ngga akan mungkin terjadi.


"Bye Aiden. "ucap Vana yang kemudian berjalan pelan masuk ke dalam mobilnya.


...######...


" Ren mau sampe kapan lo kayak gini?" sudah satu bulan lebih Rendi menguruh diri dan bersedih di dalam kamarnya. Ia menyalahkan dirinya sendiri tentang kasus Aiden juga kematian Karissa.


Karissa pasti akan sedih liat lo kayak gini Ren. "ucap Marta lagi menyadarkan sahabatnya untuk bangkit dari keterpurukannya.


" Gue juga sedih juga ngerasa bersalah tapi mau gimana lagi Ren semuanya udah kejadian. Ini takdirnya Karissa dan Aiden kita ngga bisa nyalahin diri kita sendiri." sudah berulang kali Marta memberi nasihat kepada Rendi tapi tetap saja ia masih bersedih seperti ini.


" Gue merasa bersalah banget ta,Harusnya waktu itu gue ngga bawa karissa pergi ke sana, harusnya gue yang mati bukan krissa dan harusnya gue nyelidikin ini lebih awal."


"Kenapa ta? Kenapa harus si psikopat itu yang hidup?"

__ADS_1


"Kenapa ngga karissa?"


"Apa yang terjadi sebenernya waktu itu?"


Tanya Rendi beruntun yang di gelengi oleh Marta.


"Ngga ada yang tau kecuali Vero."


"Cuma dia satu - satunya orang yang tau, tapi______"Marta terdiam.


"Kenapa? "tanya Rendi penasaran.


" Kondisi dia sekarang ngga memungkinkan untuk kita nanya karna semenjak dia sadar dari koma dia ngga mau ngomong dengan siapa pun, mulutnya seakan-akan kekunci tatapannya dia juga kosong, polisi yang mau introgasipun kesulitan karna keadaan dia sekarang. "


" Ck. Gue yakin ta di cuma pura-pura, dia lakuin itu supaya dia ngga di penjara."marta tidak menanggapi ucapan Ren karna dia juga ngga tau persis apa yang terjadi dengan Vero, ia hanya mendengar dari mata-mata yang ia bayar untuk menyelidiki perkembangan Vero.


" Ren." ucap Marta menatap Rendi yang murung tanpa semangat hidup.


" Hmm. "jawab Rendi berdehem.


" Kita kerumah pohon yuk! "ajak Marta .Dulu waktu mereka bersedih mereka sering mengunjungi tempat tersebut. Tempat itu bagaikan obat penawar kesedihan mereka.


" Romuh pohon?" ucap Rendi, sudah bertahun - tahun ia tidak pernah mengunjungi tempat itu lagi.


"Oke, kita kesana sekarang." ucap Rendi yang langsung bangkit dan berganti pakaian.


Marta senang melihat Rendi yang akirnya mau ia ajak untuk keluar, semoga sesudah dari tempat itu kesedihan Rendi bisa terobati.


...######...


Vana memetik bunga mawar yang ada halaman rumah pohon tempat rahasia yang di beritahu oleh Aiden dulu kepadanya. Tempat dimana ia bisa tertawa lepas setelah kejadian pembullyannnya dulu. Tempat ini juga Vana dan Aiden mengikat janji untuk hidup bahgia walau Aiden tak di sisinya.


Vana Naik ke atas rumah pohon tersebut, Vana ingin merasakan kenangan indahnya bersama Aiden di atas sana walau sekarang Aiden tidak ada tapi setidaknya Vana bisa mengenang Aiden lewat tempat-tempat yang ditinggalkan.


Vana berdiri di dekat jendela rumah pohon tersebut, menutup matanya merasakan angin dan kicauan burung yang bernyanyi.


Vana berjalan mengelilingi ruangan rumah pohon tersebut, mengenang kenangan indah di setiap sudut ruangan tersebut. Saat sedang berkeliling kaki Vana tak sengaja menyenggol sebuah kotak sehingga isi didalam kotak tersebut berserakan keluar.


Vana menyengitkan keningngya melihat apa yang ia temukan. Ada tiga buah aplop berwarna berbeda di dalam kotak tersebut.

__ADS_1


Vana mengambil amplop berwarna merah yang bertuliskan namanya di luar aplop.


To Vana.


Hai..


Apakabar sayang?


Kamu baik-baik ajakan ngga ada aku di sana?


Kamu ngga sedih lagikan?


aku harap kamu udah tersenyum bahagia saat kamu menemukan surat ini.


Maaf aku ngga bisa ngasih langsung surat ini ke kamu, dan ungkapin ini semua. Aku yakin di saat kamu nemuin surat ini aku udah ngga ada di sisi kamu lagi, Tapi percayalah aku selalu menatap di hati kamu. Walau aku tak terlihat, tapi cintaku ke kamu akan selalu ada selamanya di hati.


Walau pertemuan kita singkat tapi itu cukup berkesan untuk aku, dan semoga juga berkesan untuk kamu sayang. Makasih kamu udah mau jadi kekasih aku, membuat aku ngerasain yang namanya jatuh cinta. Memberikan kesempatan aku untuk ucapin kata sayang ke orang yang aku cinta. Jujur jika saja tuhan memberikan aku kehidupan kembali orang pertama yang akan aku peluk, dan aku temuin itu kamu. Tapi itu ngga mungkin bukan? Ngga ada yang bisa hidup setelah kematian.


Cuma satu harapan aku ke kamu di saat aku udah ngga ada, yaitu tepatin janji kamu ke aku. Aku tau janji yang kamu buat ke aku itu adalah keterpaksaan supaya aku tersenyum dan bahagia. Tapi jujur aku mau kamu ngejalin janni kamu tanpa keterpaksaan. Hiduplah bahagia Vana, karna kebahagiaan aku tergantung pada kebahagiaan kamu. Tersenyumlah karna senyummu mempunyai kecantikn tersendiri untukku dan tawamu adalah kebahagian terbesarku.


I love you Vana,aku sangat mencintaimu lebih dari apapun.


Dari


Kekasihmu


Aiden Ramarta


Vana memeluk surat yang di berikan aiden kepadanya,sambil menangis terisak-isak setelah ia membaca semua isi surat yang di tulis oleh Aiden untuknya.


"Aiden hiks...hiks...hiks..."gumam Vana masih memeluk surat tersebut.


Marta dan Rendi yang baru sampai langsung naik ke atas rumah pohon tersebut ketika mendengar suara tangisan dari atas sana.


" VANA"


...Bersambung....


Aiden Ramarta

__ADS_1



Jangan lupa like, Vote komen dan shere cerita ini ya:)


__ADS_2