Ghost Love

Ghost Love
Bab 40.Perpisahan


__ADS_3

"Vana!"


"Vana!"


'' Vana! "


Vana terbangun dari tidurnya, gadis itu tersentak melihat pemandangan ilalang yang membentang sejauh matanya memandang.


'' Vana!"


'' Vana!"


Vana menyipitkan matanya melihat ke arah sosok yang bercahaya yang menyilaukan mata. Vana segera beranjak dari duduknya, kedua tangannya menepuk - nepuk bajunya yang kotor. Vana kembali melihat sosok bercahaya itu, silauan cahayanya membuat Vana tidak bisa melihat wajahnya secara jelas. Vana berjalan mendekati ke arah sosok tersebut.


Sosok itu tersenyum ke arah Vana.


"Aiden." ucap Vana yang juga ikut tersenyum bahagia ke arahnya.


Vana berlari ke arah Aiden kemudian mememuknya,Aiden membalas pelukan Vana.


"Kita kenapa ada di sini? "tanya Vana melepas pelukannya.


Aiden tidak menjawab, ia terus tersenyum ke arah Vana.


Vana berdecak," Aiden! "Vana memukul bahu Aiden sangking kesalnya.


" Kamu harus kembali, kamu ngga boleh ada di sini!" usir Aiden sambil mengusap puncak kepala Vana.


" Kenapa?"


" Kenapa sama tempat ini?"


"Truss Kenapa kita bisa ada di sini? "


Tanya Vana beruntun.


"Kamu harus kembali! "


"Lalu kamu? "tanya Vana karna Aiden terus saja menyuruh Vana untuk kembali.


" Ini tempatku, kamu ngga seharusnya ada di sini."


Vana semakin tidak mengerti dengan maksud pembicaraan Aiden," Kalo ini tempat kamu lalu kenapa aku ngga boleh ada di sini? "


" Aku mau di sini! Aku mau terus sama kamu. "tegas Vana tidak ingin menuruti perintah Aiden.


" Kamu ngga seharusnya ada di sini, kamu harus hidup! Ada mama dan Papa kamu yang nunggu kamu di sana! "


Mata Vana berkaca- kaca," Kamu harus bisa bangun.! "Aiden menatap Mata Vana penuh harapan.


" Kamu harus kembali ke tubuh kamu lagi!"


" Kamu inget waktu kita di rumah pohon, kamu udah janji sama aku kamu akan hidup bahagia walau aku ngga ada di sisi kamu. "


Vana kembali mengingat janjinya, waktu itu Vana tidak sungguh - sungguh akan janjinya pada Aiden. Ia melakukan itu hanya untuk membuat Aiden bahagia.


" Dan sekarang waktunya kamu nepatin janji kamu ke aku. Kamu harus bahagia, bergaul dengan manusia, punya banyak temen dan hidup layaknya orang normal! "Vana menggeleng sambil menangis.


" Kamu udah janji dan kamu harus nepatin itu.!"


" Aku ngga bisa, aku ngga bisa hidup tanpa kamu. Kamu harus ada di sisi aku kamu harus selalu ada untuk aku dan aku akan ngikutin kemanapun kamu."


" Alam kita berbeda Van, selamanya kita ngga akan bisa bersatu." Vana terus menggeleng.

__ADS_1


" Kalo gitu aku akan ikut ke alam kamu."


" VANA!" Vana terkejut dengan bentakan Aiden.


Air mata Vana langsung bercucuran akibat bentakan Aiden." Kalo kamu bener- bener sayang sama aku, tolong kamu tepatin janji kamu. Jangan kayak gini!"


Aiden memegang kedua bahu Vana," Kamu itu gadis manis, baik, cantik, pemberani, dan kamu punya hati yang sangat mulia pasti banyak laki -laki di luar sana yang akan suka sama kamu. Kamu bisa ngerasain cinta kayak orang- orang, kamu bisa pacaran dengan manusia bukan seperti aku."


Air mata Vana terus bercucuran," Makasi udah buat arwah aku tenang."


" Makasi kamu udah nemuin pelaku pembunuhan aku. "


'' Makasi udah ngungkap kebenaran tentang kematian aku dan bersihan nama aku."


"Makasi_____''


Vana menepis tangan Aiden yang ada di bahunya, "Stop, please stop aku ngga mau denger apapun lagi. Please!!! ." Vana menutup telinganya rapat- rapat, ia tidak mau mendengar ucapan aiden lagi. Ucapan Aiden terdengar seperti ucapan perpisahan.


"Makasi berkat kamu aku bisa liat mama dan papaku bisa tersenyum dan mengiklaskan kepergianku."


"Tolong jangan di lanjutin lagi.! "vana memohon agar Aiden bisa menghentikan omongannya.


Vana beralih menatap Aiden kemudian memeluknya," Tolong.. Hiks.. Hikss.. Hiks tolong jangan tinggalin aku. Please,aku ngga mau pisah sama kamu sayang! "untuk pertama kalinya Vana memanggil Aiden dengan sebutan sayang. Sebutan yang selama ini sangat ingin Aiden dengar dari mulut Vana.


Aiden tersenyum, " Makasi udah sayang sama aku dan buat aku bisa ngerasain cinta."


" Hiks.... Hikss, aku sayang sama kamu aku cinta, kita akan sama-sama! "Vana terisak - isak memohon agar Aiden tidak pergi meninggalkannya.


" Maafin aku, kamu harus kembali dan aku harus pergi!" Aiden melepas pelukan Vana berjalan mundur menjauh masuk ke sebuah cahaya putih yang sangat menyilaukan mata.


" AIDEN!" Vana berlari mengejar Aiden masuk menembus cahaya putih tersebut.


...#######...


Tania terbangun dari tidurnga, tania merasakn ada gerakan dari tangan Vana.


Telunjuk jari kanan Vana bergerak - gerak membuat tania langsung membangunkan herman dan memencet tombol yang ada di atas tempt tidur Vana untuk memanggil dokter.


"Mas vana mas." teriak Tania membuat wiliam bangun dan langsung menghampiri anak dan iatrinya.


"Kenapa dengan Vana? "tanya wiliam panik.


" Tangan Vana bergerak. Cucap tania dengan senangnya.


Wiliam langsung melihat ke arah tangan Vana yang ternyata memang bergerak tidak banyak namun itu sudah membuat mereka bahagia karna itu artinya tidak lama lagi Vana akan tersadar dari komanya.


Tak lama dokter yang di panggilpun datang dan masuk kedalam ruang inap Vana.dokter memeriksa keadaan Vana dan menjelaskan perkembangan yang bagus terhadap kesembuhan Vana.


"Tubuh Vana mulai merespon dan itu tandanya sebentar lagi Vana akan tersadar dari tidur panjangnya. "jelas dokter tersebut yang memunculkan senyum kebahagian dari wiliam dan tania.


Tania mengusap puncak kepala Vana," Sayang kamu bisa dengar mama? "


" Kamu bangun ya sayang papa di sini rindu sekali dengan suara dan kelakuan kamu!" ucap wiliam sambil menggenggam tangan Vana.


"Papa dan mama nungguin kamu umtuk bangun! "sambung tania.


Air mata Vana mengalir dari matanya.


" Vana, kamu kenapa?" cemas tania sambil mengusap air mata yang keluar dari mata Vana.


" Vana."


"Vana."

__ADS_1


Mereka mulai panik melihat air mata vana yang tak henti-hentinya mengalir.


Dokter yang melihatpun kembali memeriksa ke adaan Vana takut jika Vana kembali drob.


"Kenapa anak saya dok? "tanya wiliam cemas.


" Vana sepertinya mengalami syok itu yang membuatnya menangis seperti ini."


" Kenapa bisa seperti itu? "


" Itu biasa terjadi pada orang yang mengalami koma seperti Vana, mungkin ia bermimpi yang membuatnya teringat dengan kejadian kecelakaannya atau hal lain yang mungkin bisa memicu kepanikan dan kecemasan pada pasien."jelas dokter tersebut.


" Tapi bapak tidak perlu kawatir ini bukan hal yang berbahaya. Justru ini akan membantu vana untuk segera sadar." ucap dokter tersebut yang membuat tania dan wiliam merasa lega.


Tak lama Mata Vana mulai bergerak- gerak dan Vana membuka matanya perlahan-lahan, vana mengerjabkan matanya beberapa kali.


" Vana." panggil lembut tania sambil tersenyum ke arah anaknya.


Vana melirik ke arah orang yang memanggilnya, suasana baru dan tempat yang jauh berbeda dengan tempat dimana ia bertemu dengan aiden.


"Aiden"gumam Vana.


" Sayang kamu kenapa?" tanya Wiliam melihat putrinya yang langsung terisak - isak.


" Aiden,"


" Aiden''


"AIDEN!" Teriak Vana yang histeris mencari keberadaan Aiden.


"Siapa sayang?"


"Aiden? Dimana Aiden ma? "tanya Vana.


" Aiden, Aiden siapa?" tania tidak tau siapa yang di maksud oleh Vana.


Vana bangkit dari tidurnya, Vana mencabut selang infus yang ada di tangannya.


" AIDEN!"


" Aiden kamu di mana?" ucap Vana yang hendak turun dari ranjangnya namun di tahan oleh wiliam dan Tania.


" Lepasin aku ma, pa! Aku mau cari Aiden ! "ucap Vana memberontak.


" Ngga ada yang namanya Aiden di sini sayang." ucap tania menenangkan putrinya.


" Lepasin aku ma aku harus cari dia, aku ngga mau kalau dia sampai ninggalin aku! "Vana terus memberontak, ia ingin pergi mencari keberadaan Aiden di manapun itu ia harus menemukannya.


" Saya kamu tenang ya, kamu harus tenang. Kamu baru sadar dari koma. Kita cari dia sama- sama nanti ya!" bujuk wiliam pada Vana.


" NGGA PA, VANA HARUS TEMUIN DIA SEKARANG. DIA MAU NINGGALIN VANA!" Bantah Vana tak mau menuruti perkataan papanya.


"Sayang, kamu harus tenang . Liat mama sayang! Liat mama!!! Kamu ngga boleh kayak gini kamu baru sadar kamu harus sembuhin diri kamu dulu baru kamu bisa cari dia!." ucap Tania berusaha menenangkan putrinya lagi.Tania tidak tau siapa pria yang di maksud oleh Vana, karma selama ini Tania tidak pernah tau teman Vana yang bernama Aiden karna satu- satunya teman Vana selama ini hanyalah Vero.


" Enggak ma enggak vana harus cari dia sekarang. Kalo vana ngga cari dia sekarang dia akan pergi ma!" bantah Vana lagi.


"Dok tolong lakuin sesuatu dok! . "pinta Wiliam yang mulai cemas juga takut dengan ke adaan putrinya saat ini.


Dokter mengangguk dan meminta suntikan penenang pada suster yang berdiri di sampingnya.


" Engga, jangan!! " tolak Vana menghindari suntikan dari dokter itu. Namun tubuh Vana masih lemah di tambah dengan banyaknya jumlah orang yang memeganginya membuatnya tidak bisa memberontak.


"Ai... Aiden "ucap Vana sebelum kesadarannya menghilang.

__ADS_1


" Vana." tangisan tania pecah sambil memeluk anaknya yang telah tenang karna suntikan yang di berikan oleh dokter.


...Bersambung ...


__ADS_2