Ghost Love

Ghost Love
Bab 36.Flashback


__ADS_3

"Aiden "gadis itu mengejar Aiden yang baru saja selesai bermain basket.


"Lo mau ngga nonton bareng sama gue.?"gadis itu terswnyum manis ke arah Aiden dan bersikap manja.


'' Nonton apaan emangnya? ''


" Gue mau nonton flm horor, tapi gue takut kalo sendirian makannya gue beli dua biar lo bisa neminin gue."


" Ih males gue nanti gue jadi setan lagi." jawab Aiden ogah - ogahan.


"Yaa den mau kek kapan lagi lo mau nonton sama gue! "bujuknya sambil memasang wajah memohon pada Aiden.


" Ih lo ngomong serem amat udah kayak gue mau mati aja!" ucap Aiden cekikikan.


Gadis itu spontan memukul bahu Aiden," iih apaan sih lo! "kesal gadis itu karna aiden tidak menanggapinya dengan serius.


" Iya iya gue mau nanti lo tunggu aja di halte bis , gue ada urusan jadi harus pulang dulu sebentar nanti kalo urusan gue udah kelar pasti gue jemput lo." Aiden mengacungkan Jarinya ke arah Karissa sambil tersenyum dan berlari ke luar lapangan.


Di sisi lain di dekat lapangan itu duduk seorang pemuda yang tengah memegang buku juga Earpohone di telinganya.


Pemuda itu tertawa sinis," Itu ngga akan terjadi. "ucapnya lalu pergi.


...######...


Aiden melambaikan tangannya pada kedua orang tuanya untuk salam pamitan karena ia akan pergi.Mama dan Papanyapun membalas dengan senyum sambil terus melihat Aiden yang kini telah naik ke mobilnya.


" Hati - hati" Aiden membunyikan klakson mobilnya sebagai balasan ucapan mamanya.


"Sempai jumpa kehidupan sempurna." Vero melihat ke arah rumah Aiden sambil mengikuti mobil Aiden.


Di tengah jalan mobil Aiden di cegat oleh seseorang yang menggunakan mobil jeep berwarna hitam, orang itu keluar dengan pakaian serba hitam juga topeng di wajahnya.


" Ini orang ngapain sih?" Aiden keluar dari mobilnya.


"Lo ngapain? "tanya Aiden setelah berhadapan dengan orang bertopeng.


Orang itu tidak menjawab, ia hanya berdiri diam di depan Aiden.


LO____"


Bbbbzzzzztttt... Bbbbzztt


Tanpa ada jawaban apapun pria yang ada di depan Aiden langsung menempelkan alat sentrum listrik ke leher aiden sampai Aiden jatuh pingsan terkulai lemas di atas Aspal.


Pria itu menyeret tubuh Aiden masuk kedalam mobil jeepnya, kemudian melajukannya kencang.


...######...


"Minum! "tegas pria bertopeng pada Aiden yang ia ikat di kursi.


" Gue di mana? "Aiden melihat sekeliling ruangan. Ruangan yang di cat berwarna merah tua dengan banyak balutan kain hitam dan beragam Alkhol di dalamnya.

__ADS_1


Pria itu mencengram rahang Aiden, memaksa Aiden untuk minum sebuah air yang terasa pahit dan membuat kepalanya pusing.


Aiden berusaha untuk memberontak namun pria bertopeng itu terus memaksa Aiden untuk minum, minuman itu. Aiden tidak tau apa yang di berikan pria bertopeng itu padanya yang pasti ia merasa badannya melemah, kepalanya pusing dan pandangan matanya mengabur.


"Aaapa ya.. yang lllo mmau darri ggue? "tanya Aiden di saat kesadarannya sudah sangat menipis namun pria tersebut tetap mencekoki Aiden dengan minuman.


" Kehidupan lo!" ucapnya sebelum kesadran Aiden menghilang sepenuhnya.


...#####...


Mobil jeep Hitam masuk kedalam pekerangan sekolah dan terus melaju sampai ke depan gudang. Pria tersebut tidak menyadri jika ada Seseorang yang mengikutinya.


Pria bertopeng itu mengeluarkan Aiden dari dalam bagasi mobil, menggendongnya masuk kedalam gudang.


"bye bye kehidupan sempurna." ucapnya sambil tetawa sinis kearah Aiden.


Pria bertopeng tersebut mendudukkan Aiden ke kursi yang sudah ia letakkan di atas meja sehingga posisi Aiden sangatlah tinggi, orang itu menggantungkan sebuah tali besar ke atas kayu plafon gudang. Ujung tali di ikatkan ke leher Aiden sedangkan yang satu lagi di ikatkan ke tiang kayu yang tidak jauh dari sana.


"Setelah ini orang- orang yang ada di sekitar lo akan ngerasain apa yang gue rasaain. "pria bertopeng itu mendorong meja dan kursi tempata Aiden duduk, membuat Aiden tidak ada pijakan dan tergantung.


'' Aaaaaaaaakkkkhhh... Aaaaakkkkhhh" Aiden merasa kesakitan ia tidak bisa bernafas, Aiden mencoba mencari pijakan agar ia bisa hudup dan terlepas dari jeratan tali di lehernya.


"Ttttooo... Lllonng... Ttttoooollllongh! "pekik Aiden namun tidak terdengar jelas.


" Tenang aja nanti lo juga akan di tolong sama malaikat maut!" jawab pria tersebut yang kemudian pergi keluar dari gudang meninggalakan Aiden yang sedang sekarat.


Pria tersebut masuk kedalam mobil jeepnya.


" Ngga akan ada yang nyangka kalo gue yang bunuh lo." gumam pria tersebut sambil membuka topengnya.


" Vero? "kejut seorang wanita yang tak lain adalah Karissa yang tanpa sepengatahuan orang itu kalau karissa mengikutinya.


...######...


Dari balik pintu gudang muncullah Marta, Rendi dan Karissa.


" BANGSAD LO ANJING!" teriak Rendi yang langsung berlari dan memukuli Vero. Sedangkan Karissa dengan cepat memotong ikatan tali yang menggantung Vana.


Bugh


bugh


bugh


bugh


bugh


"AIDEN PUNYA MASALAH APA SAMA LO ANJING! "Rendi tanpa ampun memukuli Vero tanpa memberikan cela sedikitpun untuk Vero melawan ataupun berbicara.


" Ren Stop Ren!" Marta berusaha untuk menghentikan Rendi yang sangat emosional. Kalau Rendi tidak di hentikan bisa- bisa ia membunuh Vero.

__ADS_1


" BIARIN TA,BIARIN GUE MUKUL DIA SAMPAI MATI! " Rendi memberontak berusaha melepaskan pegangan tangan Marta yang melerainya.


" BERHENTI REN, BIAR POLISI YANG BERTINDAK!! "ucap Marta tak kalah ngegas.


Vero terkulai lemas di atas lantai gudang dengan wajah penuh luka pukulan juga darah yang mengalir di pelipis mata juga bibirnya.


" Vana, van" Aiden menangis di samping tempat Vana di tidurkan oleh karissa.


"Ca gimana keadaan Vana? "Aiden bertanya seolah- olah Karissa bisa mendengarnya.


" Van... Vana! "karissa memukul - mukul wajah Vana.


Karissa mengecek nafas juga detak jantung Vana.


Mata Karissa terbelalak," Ta , Ren kita harus kerumah sakit sekarang juga!!! "teriak Karissa dengan wajh yang sangt cemas.


" Kenapa ca, adapa? Vana kenapa ?" Aiden yang melihat Karissa yang panik dan cemas jadi ikut panik di buatnya.


Rendi dan Marta berlari ke arah Karissa mereka kembali mengecek keadaan Vana.


" dia ngga nafas lagi ta." ucap Karissa memberitahukan pada Marta dan Rendi.


"Nadinya masih denyut. Kita bawa kerumah sakit sekarang! "balas Marta saat selesai memeriksa keadaan Vana.


" Buruan ta!!" Aiden mengikuti ketiga temannya yang membopong tubuh Vana berjalan keluar menuju mobil.


Vero berdiri sempoyongan ia merogoh sesuatu dari dalam sakunya.


DOR


" Aaaakkkh....." Rendi yang berjalan di belakang marta merintis kesakitan saat sesuatu benda terasa menembus masuk kedalam tubuhnya. Tubuh Rendi seketika ambruk ke atas tanah dengan darah yang bercucuran di bahu bagian belakang Rendi.


"RENDI"histeris Marta Dan Karissa.


" RENDI" Teriak Aiden berlari ke arah Rendi. Sedangkan Marta meletakkan Vana kedalam Mobil dan menyuruh Karissa untuk duduk diam di dalam mobil karna kondisi yang berbahaya.


Vero menodongkan pistol ke arah Marta dan Rendi.


"Itu akibatnya kalo lo berani ngehujat dan mukulin gue." Vero berjalan pelan sambil terus menodongkan senjata api itu pada Marta Dan Rendi.


"Dasar psikopat gila." ucap Rendi melihat sinis ke arah Vero sambil terus memegangi luka tembakannya.


Marta menyobekkan bajunya,untuk ia balutkan pada luka tembakan Rendi agar pendarahannya berkurang.


"Gue emang gila. "saut Vero yang berlalu di depan mereka berdua.


" Ren lo harus bertahan Ren. Gue tau lo ngga bener-bener benci sama gue." ucap Aiden yang sedih melihat keadaan sahabatnya itu.


Bukhh


Sorot mata Marta dan Rendi juga Aiden langsung tertuju pada suara pintu mobil yang tertutup rapat dan di iringi dengan suara mesin mobil.

__ADS_1


" Vero." ucap Marta yang langsung berlari mengejar mobil yang di dalamnya terdapat karissa dan Vana.


...Bersambung ...


__ADS_2