Ghost Love

Ghost Love
Bab 22.Olahraga


__ADS_3

Jam pelajaran hari ini adalah jam Olahraga semua anak - anak di wajibkan untuk menggunakan pakaian olahraga.Setelah berganti pakaian semua murid berkumpul di lapangan, di sana sudah ada pak Cakra yang menunggu.Guru Olahraga termuda dan tertampan di SMA Lentera Bangsa banyak anak-anak yang mengidolakan pak cakra sebagi pujaan hati mereka. Di tambah lagi dengan jiwa pak Cakra yang gaul dan santuy membuat anak- anak selalu menantikan pelajaran pak cakra.


"Pacar gue tu. "ucap Eric menunjuk ke arah pak Cakra.


Vero mengerutkan keningya memandang ke arah Eric dengan tatapan jijik.


" Lo gay?."


Eric mendorong kepala Vero" Sembarangan lo. "ucap Eric tak terima dengan tuduhan Vero.


" Truss kenapa lo bilang pak cakra pacar lo?. "


"Gini ni kalo hidup lo kurang santuy panggilan terhits pak cakra aja lo ngga tau."


Vero kembali menyeringit, "Maksud lo?"


"Pacar itu artinya PAK CAKRA." jelas Eric menekankan kata pak cakra.


Vero memutar matanya "Aneh." ucap Vero menghujat eric kemudian pergi ke tengah lapangan untuk ikut berbaris bersama anak- anak yang lain, jika berlama-lama mendengar bacotan absurd eric bisa - bisa vero juga ikutan absurd nantinya.


"LO TU YANG ANEH!!! "Teriak Eric yang tak terima di kata - katai.


"Selamat pagi" ucap Pak cakra dengan penuh semangat.ketika semua anak muridnya telah berkumpul semua di lapangan


"PAGI PAK"jawab semua murid serentak.


" Baik ketemu lagi dengan saya guru olahraga tertampan dan terkece di sekolah ini tanpa bisa dipungkiri. Pagi ini saya ada kabar baik untuk kalian.Mau dengar, mau dengar? "ucap pak cakra penuh ke PD an, pak cakra emang gitu PDnya di atas rata-rata, tapi di situlah letak ke istimewaan pak cakra dengan ke PDan nya yang di atas rata - rata membuat pak cakra banyak di sukai oleh para murid-murid.


" Kabar baik apa sih paaak?"ucap Eric mengeluarkan suara sok imutnya.

__ADS_1


" Kamu mau tau banget atau mau tau ajaa!! ." balas pak Cakra tak kalah imut membuat sebagaian kaum hawa di sana menjadi meleleh di buatnya.


" Dua duanya aja deh pak biar adil." jawab eric.


" Saya udah nerka kamu bakal jawab gitu." ucap pak cakra meremehkan eric.


Pak cakra kembali melihat semua muridnya lagi. "Jadi hari ini kita akan FREE CLAS. YEEEEE!!" Sorak pak Cakra heboh sendiri.


Sedangkan semua murid hanya menanggapi pak cakra dengan biasa saja pasalnya setiap pelajaran olahraga dengan pak cakra memang selalu Free Clas.


"Tapi sebelum itu bapak mau kalian untuk berlari keliling lapangan sebanyak tiga kali. "Lanjut pak cakra sambil tersenyum lebar ke arah semua murid.


" One, two, three GO!" Sorak pak cakra membunyikan peluitnya dengan keras. Menyuruh semua muridnya untuk mulai berlari.


...######...


" Saatnya kita jalanin rencana." ucap bianca pada Tiara.


Tiara mengacungkan jempol pada Bianca kemudia berlari mendekati Vana.


Aiden yang melihat gerak - gerik Tiara yang mencurigakanpun langsung mendekati Vana.


'' Hati-hati kayaknya tuh nenek lampir rencanain sesuatu!" ucap Aiden meperingati Vana.


Vana melirik ke arah Tiara yang berlari di sampingnya dan Bianca yang berlari di belakangnya.


Tiara melihat ke arah Vana sambil tersenyum sinis. Perlahan - lahan Tiara semakin memepet Vana begitupun dengan Bianca. Vana mulai risih, Vana tidak tau apa yang akan di lakukan oleh Tiara dan Bianca kepadanya kali ini.


Tiara bersiap-siap akan mendorong Vana begitupun dengan Bianca yang sudah bersiap-siap untuk menjadi seolah-olah seperti korban di belakang Vana. Itulah Rencana Bianca dan Tiara, tiara mendorong Vana keras kemudian menabrak Bianca sampai bianca terjatuh. Jadi anak-anak nantinya akan berfikir jika Vana sengaja mendorong Bianca sampai membuat bianca terjatuh. Nantinya Bianca akan berekting sangat kesakitan agar anak- anak semakin membuly Vana dan menyalahkannya. Dengan begitu pasti Vero juga akan benci dengan sikap Vana dan kemudian akan menjuh dari Vana.

__ADS_1


Tiara dan Bianca mengangguk, mengisyaratkan untuk menjalankan rencananya.


Aiden yang mengerti dengan rencana Tiara dan Biancapun langsung dengan cepat menarik Vana dan hal hasil membuat Tiara dan bianca malah beradu dengan keras mereka berdua sama- sama terjatuh ke atas lantai lapangan.


Vana menatap Aiden yang juga sedang menatapnya, jantung Vana berdegub sangat kencang saat di tatap seperti itu oleh aiden, pipinyapun juga terasa memanas.Senang rasanya di pandang seperti itu oleh Aiden bahkan jika bisa Vana tidak ingin memutuskan kontak matanya dengan Aiden. Vana ingin terus di tatap seperti itu oleh Aiden. Entah apa yang di rasakan oleh Vana, apakah ini yang namanya jatuh cinta?.


Karna aduan Tiara yang keras membuat tangan Bianca membentur lantai lapangan sangat keras Bianca berteriak keras karna tangannya yang terasa begitu sakit di tambah dengan tubuh tiara yang berada di atas tubuhnya membuat bianca semakin kesakitan.


"Rasain lo makannya jadi orang jangan jahat kena batunya sendirikan lo. "ucap Aiden tertawa lepas melihat bianca yang kesakitan, Yang membuat kontak matanya dengan Vana usai.


Karna pekikan bianca yang keras membuat semua murid yang sedang berolahragapun langsung berlari ke arah Bianca ingin tau apa yang telah terjadi padanya.


" Tiara tangan gue ra." Bianca memegangi tanggnya yang sulit untuk ia gerakkan.


"Ra tangan gue kenapa ngga bisa di gerakin? "Bianca semakin histeris sedangkan Tiara ia bingung apa yang akan ia lakukan. Melihat bianca yang histeris seperti itu membuat Tiara hilang akal tiara tidak menyangka akan seperti ini jadinya. Kenapa malah mereka berdua yang kesakitan dan terjatuh?.


" Kalian liat apa? Panggil petugas UKS sekarang!!!" Tegas Vero yang tak habis pikir dengan teman- temannya, bukannya menolong mereka malah sibuk mempertanyakan apa yang terjadi. Apa mereka tidak liat bianca kesakitan?.


Gilang dan juga Tara langsung berlari ke UKS memanggil petugas UKS untuk segera kelapangan dan mengangkat Bianca untuk di obati.


"Ngapain di tolongin sih orang kayak gitu tuh harusnya di biarin aja!!! "Protes Aiden yang tidak suka melihat Bianca di tolong. Aiden lebih senang melihat Bianca yang kesakitan lagian Toh itu rencana dia sendirikan harusnya dia menikmati apa yang ia sudah rencanakan:).


Vana menghadap ke arah Aiden." Dia emang jahat tapi ngga seharusnya kita bales dia dengan kejahatan juga terlebih sampai melukai dia kayak gitu." Tutur Vana.


"Vana sayang. "Sontak Vana langsung salah tingkah di panggil seperti itu oleh Aiden, padahal tadinya Vana ingin mengomeli Aiden karna sudah mencelakai orang lain.


" Aku ngga ngapa - ngapain dia loh, emang tuh nenek lampir aja niatnya jahat jadinya dia celaka sama rencananya sendiri deh. "jelas Aiden,Aiden memang tidak melakukan apa - apa Aiden hanya menyelamatkan Vana dari kejahatan yang akan di lakukan Tiara dan Bianca selebihnya itu semua real kesalahan mereka sendiri.


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2