
"Pokoknya pulang sekolah nanti kita harus cari tu kunci!. "ucap Tiara berjalan berdampingan dengan bianca di koridor sekolah.
" Udah biarin aja sih." jawab bianca acuh, sambil memainkan ponselnya.
" Bi yang kita kurung itu orang bukan setan dia bisa mati kalo kita biarin. '' kesal Tiara,karna bianca yang bersikap acuh dan tidak memikirkan efek samping jika membiarkan Vana terjebak di dalam gudang.
"Udah deh ra, diakan bisa liat setan pasti dia minta bantuan mereka lah. "jawab Bianca ngasal.
" Bi lo percaya dia bisa liat, palingan dia juga ngehalu."
" Dah lah jangan bahas dia lagi, ngerusak mood gue aja pagi- pagi '' ucap Bianca menyudahi pembicaraannya dengan Tiara dengan berjalan cepat terlebih dahulu.
"Bianca! "panggil tiara sembari menyusul. Ia kesal sekaligus bingung bagaimana mengeluarkan Vana dari gudang.
Langkah Bianca berhenti tiba-tiba membuat Tiara yang menyusulnya dari belakang hampir saja jatuh karenanya.
" Lo ngpain sih?" ucap Tiara sembari memukul Bianca.
"Itu Vana kan? "tanya Bianca menunjuk ke arah orang yang kini tengah duduk sambil membaca sebuah buku di atas mejanya.
Mata Tiara terbelalak saat melihat orang yang duduk di bangku itu benar-benar Vana." Kok dia bisa keluar? "ucap Tiara tak percaya.
" Samperin aja!" ajak Bianca berjalan ke arah meja Vana.
Prak...
Gebrakan di mejanya itu membuat Vana terperanjak dan langsung mendongak.
" Eh mukul mejanya biasa aja dong, lagian lo siapa sih?. " ucap Aiden ya hantu yang mengikuti Vana kemaren bernama Aiden semalam hantu itu berkenalan dengan Vana ya walaupun tidak di tanggapi oleh vana.
"Hebat juga ya lo bisa keluar dari gudang itu. "ucap Bianca menatap Vana remeh.
'' Ya iya lah lo ngga liat siapa yang ngeluarin'' sombong Aiden, entah kenapa ia suka sekali ngebacot padahal bacotannya itu tidak bisa di dengar oleh siapapun kecuali Vana.
" Lo jangan diem aja, ngomong dong!" Ucap Aiden menyuruh Vana untuk bicara.
"Di tolongin sama hantu-hantu santet lo ya? "ejek Tiara sambil tertawa garing.
" Hantu santet kepala lo, lo tu yang tukang santet." saut aiden karna merasa dirinya di kata - katai.
" Gue bakal kaduin ini semua ke guru BK biar kalian berdua di keluarin dari sekolah ini." ancam Vana menatap Keduanya tajam.
" Iya bagus banget tuh, biar nih cabe-cabean bedua cabut dari sekolah ini." dukung Aiden.
" Oh ya, kaduin aja. Paling gue juga bakal sebarin ke anak- anak kalo lo itu dukun yang suka temenan sama hantu ."Ancam Tiara balik.
__ADS_1
" Gimana ya reaksi anak-anak kalo tau lo itu temenan sama hantu?" sambung Bianca memanas- manasi.
" Mending dia temenan sama hantu dari pada temenan sama emak setan kayak lo. '' jawab Aiden yang kesal sendiri melihat kelakuan Bianca dan Tiara.
" Kenapa diem? Takutkan lo? "ucap Tiara.
" Ya iya lah dia takut, satu sekolah bakal ngebully dia kalau mereka tau." saut Bianca.
" Van lo gimana sih ngelakuin apa gitu, lawan, jawab apa kek yang buat tuh bacotan mereka diem." ucap Aiden yang geram sendiri melihat Vana yang hanya diam di tambah dengan ekspresi takut yang terlihat jelas di wajahnya.
Vana berlari keluar kelas, meninggalkan Bianca dan Tiara yang masih berdiri di mejanya.
Bianca dan Tiara tersenyum melihat Vana yang tidak bisa berkutik bahkan melawan sedikitpun.
...######...
"Vana, van. "ucap Aiden, menghadang jalan Vana namun tak terhadang karna Vana bisa menembus arwah Aiden.
" Oh ya gue lupa guekan hantu." ucapnya, ia lupa kalau dia bukan manusia.
" Vana!" ucap Aiden sekali lagi.
" Lo bisa pergi ngga sih!, gue capek tau ngga di gerecokin sama lo. "ucap Vana yang kini telah menangis.
'' Harusnya lo tu ngelawan mereka, biar lo ngga di tindas terus van. Kalo lo lemah kayak gini mereka akan leluasa untuk ngebully lo terus." ucap Aiden memberi saran.
Vero yang baru saja tiba di sekolah tidak sengaja melihat Vana yang sedang marah-marah sambil menangis di pojokan dekat taman samping kelasnya.
Aiden terdiam,mungkin kata-katanya tadi terlalu keras sehingga bukannya menenangkan Vana tapi malah membuat Vana semakin sakit Hati.
"Vana lo kenapa? "Vero berlari menghampiri Vana dari sebrang koridor.
" Lo kenapa nangis?" tanyanya penasaran.
Cepat-cepat Vana menghampus air matanya," gue ngga kenapa- napa. "jawab Vana dingin.
" Trus kenapa lo nangis, gue juga liat lo tadi marah- marah. Lo marah- marah sama siapa? "tanya Vero.
"Bukan urusan lo. "tegas Vana yang kemudian pergi berlalu meninggalkan vero.
" Dia kenapa sih?" tanya Vero sendiri sambil memperhatikan punggung Vana yang perlahan-lahan menghilang.
...######...
" Peristiwa Belanda menyerah kepada Jepang ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kalijati pada 8 Maret 1942. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda van Starkenborgh Stachouwer dan Komandan Angkatan Perang Belanda di Jawa Letnan Jenderal Heindrik Ter Poorten."jelas pak bambang, guru sejarah di kelas 11 ips1.
__ADS_1
" Pak bambangkan guru kiler. "batin Aiden tersenyum sinis sambil melihat ke arah Bianca dan Tiara. Terlintas sebuah ide gila di benak Aiden untuk membalas perlakuan Bianca dan Tiara pada Vana.
Aiden berjalan mendekati Bianca terlebih dahulu," ini ni emaknya setan, liat aja lo apa yang bakal gue lakuin ke lo. "ucap Aiden memandang remeh ke arah Bianca.
Aiden mengambil sebuah pena berwarna merah dari kotak pensil bianca. Bianca yang fokus pada penjelasan pak bambangpun tidak menyadari kalau penanya bergerak sendiri.
"B A C O T " tulis Aiden di buku bianca.
Bianca yang sadar ada yang anehpun langsung melihat ke arah buku tulisnya.
"A N J I N G " sambung Aiden yang membuat Bianca terpekik dan lari menjauh dari mejanya.
Sontak saja pekikan Bianca membuat pak bambang juga semua murid melihat ke arah bianca yang kini berada di dinding belakang kelas dengan raut wajah yang ke takutan.
"BIANCA." Tegur Pak bambang menatap tajam ke arah bianca.
"NGAPIN KAMU? "tanya pak bambang mendekat ke arah bianca.
" Ii itu iitu itu pak" ucap Bianca terbata- bata menunjuk ke arah bukunya.
Pak bambang melihat buku bianca, "Apa? Tidak ada apa - apa di buku kamu." ucap pak bambang setelah melihat buku bianca.
"Ngga mungkin pak, tadi ada. Beneran pak. "ucap bianca membolak balikkan bukunya.
'' ada apa?" ucap pak bambang sudah sangat emosi.
"BACOT ANJING. "ucap Bianca menyebut tulisan yang ia lihat tadi.
Aiden tertawa lepas melihat Bianca yang berbicara seperti menghujat pak bambang.
" Iya bacotan lo emang kayak anjing" saut Aiden.
" KAMU NGATAIN SAYA." Pak bambang naik pitam karna ucapan bianca yang sangat kurang hajar.
" Bukan gitu pak, maksud saya tulisan yang ada di buku saya tadi pak. "Jelas bianca ketakutan marah pak bambang lebih menakutkan dari kejadian yang ia lihat tadi.
" SEKARANG JUGA KAMU KELUAR!!, DAN TEMUIN SAYA SETELAH JAM PELAJARAN INI SELESAI." Tegas pak bambang.
" Tapi pak, pak." ucap bianca mencoba meluruskan kesalah pahaman itu.
"KELUAR! "
...Bersambung...
Vanadya Lecerta
__ADS_1
Jangan lupa like, Vote, komen dan shere Gays. :)