
HAPPY READING GAYS!!!
Vana membuka matanya perlahan - lahan, Vana melihat sekeliling semuanya berwarna putih tidak ada orang satupun di dekatnya, Vana berfikir apakah ia sudah mati?.Benarkan ia sudah mati?.apakah secepat ini ia mati?.
Vana berusa untuk bangkit dari tempat tidurnya, Vana ingin keluar ingin melihat apakah ia benar-benar sudah mati. Tapi saat Vana hendak berdiiri, selang infus yang ada di tangan Vana terlepas sehinga mengelurkan darah di tangan vana. Vana meringis kesakitan.
"Aaaaakh. "ringis Vana.
Aiden yang baru muncul langsung berlari ke arah Vana." Kamu kenapa? "tanya Aiden yang lansung membringkan Vana kembli.
Melihat darah segar yang mengalir di tangannya, Vana sadar jika ia masih hidup. Vana kembali teringat dengan kejadian di saat Vana di bully oleh Tiara dan Bianca.
Vana tertunduk memperhatikan tangannya yang keluar darah, air mata Vana menetes sangat deras.
"Vana kamu kesakitan? Yang mana yang sakit van? "tanya Aiden yang semakin khawatir melihat Vana yang menangis terisak - isak.
Tania dan Wiliam yang baru saja sampai langsung berlari ke arah Vana.
" Sayang" ucap Tania dan langsung memeluk Vana.
Wiliam yang melihat infus Vana terlepas dan tangan Vana yang berdarah langsung berlari keluar untuk memanggil dokter.
"Kamu yang tenang ada mama di sini sayang. "ucap Tania memeluk Vana yang masih terisak - isak.
Wiliam datang dengan membawa dokter. Dokter memasangkan kembali infus di tangan Vana kemudian memeriksa keadaan Vana.
" Tidak ada yang perlu di khawatirkan Vana hanya mengalami luka luar dan sedikit syok.Mungkin satu atau dua hari lagi luka vana akan sembuh." jelas dokter tersebut menjelaskan keadaan vana.
"Terima kasih dok. "ucap wiliam yang di angguki oleh dokter tersebut kemudian ia pamit untuk memeriksa pasien lain.
Tak berselang lama Veropun masuk kedalam ruangan Vana, tadi ia mengurus data diri dan biaya admimistrasi Vana.
" Gimana keadaan Vana om, tante?" tanya Vero begitu sampai di dekat ranjang Vana.
" Kamu temennya Vana? "tanya wiliam.
" Iya om saya yang bawa vana ke rumah sakit." jawab Vero.
" Seperti yang kamu liat, Vana sangat syok dari tadi Vana hanya diam dan menangis."jelas Wiliam.
" Sebenarnya apa yang terjadi sama Vana?" tanya Wiliam.
Vero yang tidak tau kejadiannyapun bingung akan menjawab apa.
" Vana di bully sama Tiara dan Bianca. "jawab Aiden yang berdiri di samping Vero.
__ADS_1
" Vana di bully oleh Tiara dan Bianca om. Mereka ngebully Vana di toilet, Makannya tidak ada orang yang tau. Saya menemukan Vana sudah tergeletak di lantai toilet dengan wajah yang sudah di penuhi luka." jelas Vero untung ada Aiden yang membantu Vero untuk menjelaskan apa yang terjadi pada Vana.
"Tiara, Bianca? Siapa mereka? "tanya wiliam yang tak asing dengan nama yang di sebutkan oleh Vero.
" Mereka pindahan dari Amerika om, kalo ngga salah Tiara kenal Vana jauh sebelum mereka satu SMA. "
Tidak salah lagi wiliam yakin Tiara yang di maksud oleh Vero pasti sama dengan Tiara yang dulu pernah membully Vana di Sekolah Dasar.
...######...
"Saya tidak mau tau pokoknya kedua anak ini harus di keluarkan dari sekolah ini!" tegas Wiliam yang tak terima anaknya di bully dan pembullynya hanya mendapatkan skor selama 2 minggu.
"Maaf pak saya selaku kepala sekolah di sini tidak bisa mengeluarkan Tiara ataupun Bianca karna orang tua mereka pemegang saham tertinggi di sekolah ini. "Jelas kepala sekolah tersebut menolak tuntutan wiliam.
" Tapi ini sudah tindak kekerasan pak anak saya sampai masuk ke rumah sakit gara-gara mereka dan hanya itu balasan untuk mereka. Jangan mentang-mentang mereka anak dari pemegang saham disini lalu bapak memerlakukan mereka secara istimewa seperti ini. "ucap Wiliam yang tak terima dengan alasan kepala sekolah tersebut.
" Tapi tidak ada luka serius pada anak bapak kan? Anggota tubuhnya masih lengkap tidak ada yang berkurang bukan.? '' ucap kepala sekolah teraebut.
" Sudahlah pak jangan membesarkan masalah kecil seperti ini, namanya juga remaja mereka masih belum mengerti dengan tindakan mereka. "lanjut kepala sekolah tersebut menganggap bullyan Vana hanya masalah sepele.
Prak....
Wiliam naik pitam ia memukul meja guru tersebut dengan keras." Bagi bapak mungkin ini masalah sepele tapi bagaimana jika masalah sepele anak saya ini terjadi pada anak bapak?apa yang akan bapak lakukan?."
"Jika memang bapak tidak bisa mengeluarkan mereka biar anak saya yang keluar dari sekolah ini."setelah mengatakan itu wiliampun keluar dari ruang kepala sekolah tersebut.
Wiliam yang keluar dari ruang kepala sekolahpun tidak sengaja berpapasan dengan Tiara dan bianca yang memandang wilian dengan tatapan sinis.
" Gue yakin banget pasti dia nuntut ke kepala sekolah buat ngeluarin kita dari sekolah ini. "ucap Bianca yang mengenali jika itu adalah papa Vana.
" Ya pasti lah seperti yang dia lakukan waktu kitas SD dulu." jawab Tiara.
" Tapi sayang banget dia ngga bisa ngeluarin kita. Untung aja kita udah nyuruh bokap buat nanam saham di sini."ucap Bianca dengan bangganya.
Waktu tiara dan Bianca membuly Vana di Toilet dulu ia langsung menyuruh orang tuanya untuk menanam saham di SMAnya karna Tiara dan bianca takut jika nanti Vana mengadu dan mereka di keluarkan dari sekolah.
" Kasihan." ucap Tiara mengejek orang tua Vana.
...#######...
Semenjak Vana keluar dari rumah sakit ia tidak pernah lagi berkomunikasi dengan siapapun bahkan Aiden sekalipun. Vana selalu menyuruh Aiden untuk pergi saat aiden mendekat kepadanya.
"Van. "lagi - lagi Aiden berusaha untuk menghibur Vana.
"Tolong beri waktu aku untuk sendiri den!" ucap Vana menyuruh Aiden untuk pergi.
__ADS_1
Lagi - lagi Vana menyuruhnya untuk pergi. Padahal Aiden sangat ingin mendengar Vana untuk mengomelinya.
"Aku akan pergi kalau kamu makan sayang. "ucap Aiden memang sudah berapa hari ini vana tidak makan - makan berapa kali mama Vana bolak balik hanya untuk menukar makanan Vana yang tidak ia sentuh sedikitpun.Aiden berharap semoga dengan ia memanggil Vana seperti itu bisa membut Vana luluh dan mau makan.
"Pergi den!!!"ucap Vana kekeh tanpa lulur sedikitpun.
Kali ini Aiden tak ingin pergi sudah cukup Vana merenung dan bersedih. Bagaimanapun caranya kali ini ia harus membuat Vana ceria, bahagia dan yang terpenting harus makan. Aiden tidak mau jika dirinya kembali gagal menjaga Vana cukup kejadian kemaren menjadi yang terakir.
"Sayang, sayang, sayang!! "Aiden memasang wajah puppy eyesnya.
Vana tak tertarik sedikitpun Vana malah menutupi telinganya dengan bantal, matanyapun ia pejamkan agar tidak melihat aiden yang bertingkah tidak jelas.
Aiden kesal dengan Vana karna ia tidak luluh walaupun Aiden sudah memasang wajah puppy eyesnya.Tapi Aiden tidak kehabisan akal ia kembali melakukan aktraksi gilanya di depan Vana. Yaitu menyanyikan lagu "Ottoke song". Seperti yang di lakukan lee suho untuk menghibur im jookyung. Aiden melakukannya persis seperti yang di lakukan lee suho ia memasang wajah imut, lucu, sekaligus tampannya di hadapan Vana.
Hana dul set!
Niga neomu joha
ottoke ottoke
niga neomu yeppeo
ottoke ottoke
narang manna bollae
eotteohke saenggakhae?
janmal malgo malhae
jeohdago jeohdago
Aiden menyanyikan lagu tersebut sangat keras, Aiden sengaja agar Vana mau membuka mata dan telinganya untuk melihat ke arahnya.
Vanapun menyerah ia akirnya membuka tutup telinga juga matanya, Vana melihat ke arah Aiden yang tengah beraksi. Senyum terukir di bibir Vana saat Aiden kesusahan menyanyikan lagu korea tersebut, ada beberapa kata yang pelafannya salah oleh Aiden, tapi Aiden dengan PDnya terus menyanyikan lagu tersebut dengan sangat keras sambil memamerkan wajah puppy eyesnya pada Vana.
Gelak tawa Vana pecah saat Aiden yang hendak melompat untuk mengakiri nyanyiannya tapi malah terjatuh, yang jatuhnya tidak ada tampan - tampannya sedikitpun. Kaki Aiden ke atas, bibirnya mencong karna mencium lantai di tambah dengan raut wajah Aiden yang terlihat menahan malu karna ia jatuh tepat di hadapan Vana.
Aiden segera bangkit bisa benar - benar jatuh harga dirinya jika terus seperti itu. Aiden ikut tertawa melihat Vana yang tertawa lepas terlebih itu karenanya, hati Aiden sangat bahagia melihat Vana seperti itu biarlah tak apa malu sedikit yang terpenting bisa membuat Vana bahagia toh yang liat juga Vana seorang.
"Sumpah itu atraksi paling lucu yang pernah aku liat. "ucap Vana di iringi dengan tawa, Vana masih terbayang dengan bagaimana cara Aiden terjatuh.
Setelah Vana selesai tertawa Aidenpun membujuk Vana untuk makan dan Vanapun mau sepertinya Aiden berhasil mengembalikan mood Vana. Aiden menyuapi Vana dengan penuh kasih sayang, pelan-pelan tapi pasti nasi yang ada di dalam piring Vanapun habis tak bersisa.
...Bersambung...
__ADS_1