Ghost Love

Ghost Love
BAB 34.Mencari bukti


__ADS_3

HAPPY READING GAYS!!!!


Vana mengambil alat yang menampung hasil sadapan yang ada di laci mejanya.Ia menghidupkan alat tersebut dan mulai mendengarkan pembicaraan Rendi dan Karissa.


"Jadi Karissa orang pertama yang nemuin mayat kamu. "ucap Vana ketika mendengarkan penjelasan Karissa.


" Tapi kenapa mereka nutupin ini dari kita?" heran Aiden.


" Mungkin mereka ada alasan tersendiri. "balas Vana kembali terfokus pada membicaraan Karissa.


Mata Van terbelalak saat Karissa menyebutkan jika orang yang bertopeng dan mengendarai jeep hitam itu adalah Vero.


" Vero?" kompak Aiden dan Vana.


" Vero?" ucap Rendi, " anak kelas 10 yang mencalon jadi ketua osis untuk gantiin Aiden dari jabatannya itu? "tanya Rendi memastikan.


" Iya, tapi itu belum pasti juga karna aku ngga ngeliat begitu jelas." balas Karissa.


" Tapi kenapa kamu ngga bilang ke polisi waktu itu ca?" tanya Rendi yang tak habis pikir kenapa informasi sepenting ini baru di katakan Karissa padanya.


"Aku ngga bisa bilang itu ke polisi Ren?"


"Kenapa Ca?"


"Karna Vero itu adik aku, adik kandungku. "


Vana tidak menyangka kalau ternyata Vero adalah adik Karissa dan itu artinya selama ini Vero berpura- pura tidak tau di mana ke beradaan Rendi.


"Kamu tau kalo Vero adiknya Karissa? "tanya vana melihat ke arah Aiden.


Aiden menggeleng," ngga ada satu orangpun yang tau jika adiknya Karissa adalah Vero. Kita semua sekedar tau kalo karissa punya adik itu aja. "


" Kenapa Vero rahasian ini semua?" Vana tidak menyangka kalau ternyata Vero mempunyai begitu banyak rahasia yang ia tutupi selama ini.


" Waktu itu aku langsung chek Vero di kamarnya, dan aku liat dengn jelas kalo Vero lagi tidur. Aku juga nanya ke para pembantu kalau Vero keluar atau ngga malam itu, tapi semua pembantu itu menjawab enggak Ren. "


"Itu sebabnya aku ngga bilang ke polisi tentang yang aku liat malam itu.


" Aku juga takut kalau nantinya Vero di selidikin sama polisi, aku kasihan liat Vero kalo dia kena marah sama Papa jika papa tau Vero terlibat dalam kasus itu."


" Saat itu aku juga takut ngelakuin apapun Ren aku depresi dan terus nyalahin diri aku karna aku ngga bisa nyelamatin Aiden. "


" Maafin aku karna aku baru bilang ini kekamu"


"Berarti apa yang cewek tadi bilang itu bener, kalau aiden itu di bunuh bukan bunuh diri."


'' Ada orang yang sengaja membuat Aiden terlihat seolah-olah bunuh diri padahal itu swmua ngga bener. ''


"Kenapa kamu baru bilang sekarang Ca? ''

__ADS_1


"Bertahun - tahun aku membeci Aiden karna dia pergi dengan cara bodoh kayak gitu, aku bahkan ninggalin semua kenangan - kenangan tentang dia. Menghapus jejak dia di hidup aku Ca. "


"Maafin aku Ren, maaf. "ucap Karissa memohon pada Rendi.


Rendi berdiri dari duduknya ia akan pergi, di sisi lain Vero yang dari tadi berdiri di balik dindingpun juga akan pergi.


Bugh


Rendi dan Vero yang berjalan serempakpun beradu dan tas yang di sandang rendipun jatuh dan alat penyadap yang di masukkan aiden tadipun juga ikut terjatuh.


Vero yang melihat ada alat penyadap keluar dari tas Rendipun langsung menginjaknya kemudian berlari pergi.


"Vero.! "


'' Vero! "


" Ver!! "


Panggil karissa.


Rendi melihat apa yang di injak oleh Vero tadi." Alat penyadap? "gumam Rendi yang langsung teringat dengan gadis yang tadi menemuinya.


Vana dan Aiden saling menatap," Ada Vero di sana, berarti Vero denger semua yang di bilang Karissa tadi. "ucap Vana.


" Aku akan cari bukti di rumah Vero." ucap Aiden yang langsung menghilang.


...#######...


Aiden mengeluarkan semua isi lemari Vero, membalikkan kasur Vero dan membuka setiap laci yang ada di kamar vero.


Aiden menyerah ia tidak mendapatkan apapun di kamar Vero tidak ada barang- barang yang mencurigakan di sana. Tapi di saat Aiden akan menghilang dan kembali ke Vana ia tidak sengaja melihat sebuah map berwarna biru yang bertuliskan sertifikat. Aiden mengambil map tersebut kemudian membukanya, entah kenapa Aiden tibag tiba ingin tau isi map tersebut.


Ternyata itu adalah sertifikat rumah yang beratas namakan Vero.


Vero melempar map tersebut ia berfikir jika itu tidak penting, namun lagi - lagi langkah Aiden berhenti ia melihat ke map yang ia lempar tadi.


"Kalau rumah itu di rumah Vero berarti bisa jadi kalau barang bukti ada di sana. "pikir Aiden yang kemudian mengambil map itu lagi kemudian menghilang.


...######...


" Vana ngga boleh nemuin apapun - tentang gue." ucap Vero yang dengan secepat kilat ia pergi menuju rumahnya, ia tidak memikirkan lagi apapun yang di katakan papanya nanti kalau Vero bertemunya di rumah.


Vero masuk kedalam rumah dan berlari kencang menuju kamarnya.tanpa menghiraukan pertanyaan pembantu rumahnya.


Mulut Vero menganga begitu ia membuka pintu dan melihat kondisi kamarnya yg seperti kapal pecah.


"Sertifikat. "ucap Vero yang langsung membuka laci tempat ia menyimpan sertifikat itu.


Laci yang di buka Vero kosong, Vero mengibas semua bukug buku yang ada di lantai berharap jika sertifikat itu tidak jatuh ke tangan Vana.

__ADS_1


" Sial." teriak Vero,karna sertifikat itu tidak di temukan oleh Vero.


...######...


Citra garden city


Vana dan Aiden langsung ke rumah yang di beli oleh tersebut. Citra garden city komplek perumahan minimalis yang mewah dan berkelas.


Di depan rumah tersebut terpampang sebuah mobil jeep hitam persis seperti mobil yang di ceritakan oleh karissa tadi.


Vana mencoba membuka pintu rumah tersebut namun ternyata pintunya terkunci.


"Kekunci lagi. "kesal Vana.


Vana melihat ke bawah keset juga di bawah pot buga untuk mencari kunci rumah tersebut karna biasanya orangg orang sering meletakkan kunci rumah di sana.


" Akirnya." ucap Vana ketika menukan kuci rumah Vero tepat di bawah pot buga besar yang berada di depan rumah.


Vana membuka rumah Vero dan masuk, membiarkan pintu rumah Vero terbuka. Vana vana ceroboh banget emang.


Vana dan Aidenpun bersiap mencari bukti - bukti kejahatan Vero dengan membongkar semua isi rumah itu.


Vana masuk kedalam kamar namun anehnya kamar tersebut tidak terlihat seperti kamar biasanya malahan terlihat seperti ruangan rahasia . Vana masuk semakin dalam ke ruangan tersebut, Vana merogoh ponsel di dalam sakunya.


Vana memotret semua barang- barang yang ada di dalam kamar untuk nantinya ia kirik ke marta.


Mata Vana tertuju pada sebuah kaca yang di tempeli foto - foto pria. Yang di setiap foto tersebut di coret dengan tinta merah membentuk huruf X.


"Apa maksud dari tanda - tanda ini? "tagan Vana terhenti di sebuah Foto.


" Aiden? "ya Foto Aiden dengn coretan silang di wajahnya.


Karna namanya di panggil oleh Vana Aidenpun langsung muncul.


" Itukan Foto aku" ucap Aiden.


Vana meletakkan foto Aiden kemudian membuka lemari yang ada di sampingnya.


Dan kalian tau apa yang di temukan oleh Vana? Absinthe. (Absinthe tercatat sebagai salah satu minuman yang kadar alkoholnya paling tinggi, mencapai 68 persen.). Begitu banyak botol minuman keras itu di dalmnya baik yang sudah kosong ataupun masih terisi.


Vana menggeleng dan kemudian membuka lemari satunya lagi.


Banyak terdapat setelan baju hitam juga topeng - topeng di dalamnya apa yang di temukan oleh vana persis sama seprti yang di lihat oleh Karissa.


"Jadi bener Vero pelaku di balik ini semua, dan foto - foto itu orang - orang yang udah ia bunuh. "


Bugh


Seketika tubuh Vana langsung tumbang dan tak sadarkan diri ketika mendapatkan pukulan secara tiba- tiba dari belakang.

__ADS_1


...Bersambung...


Jangan lupa like, vote, komen dan shere cerita ini!!!


__ADS_2