
Vana melepas pelukan Vero begitu ia sadar. Vana menghapus air matanya kemudian berjalan menjauh dari Vero, Vana merasa sangat canggung sekarang. Kenapa bisa-bisanya dia berpelukan dengan Vero?.
"Lo ngga papakan? '' kini Aiden yang bertanya keadaan Vana. Sebenarnya sudah dari tadi Aiden ingin bertanya, aiden juga ingin memeluk Vana agar ia merasa tenang tapi dengan keaadaannya saat ini mana mungkin bisa ia melakukan itu.
"gue ngga papa." jawab Vana yang di angguki Aiden walau aiden tau vana berbohong tapi mau bagaimana lagi tidak mungkin aiden bersikeras untuk bertanya yang ada nanti aiden malah menambah luka vana.
Vero menyusul Vana yang telah berjalan cukup jauh ke ujung Rooftop.
" Gue percaya lo ngga seperti yang di tuduhin anak-anak." Vero berdiri di samping Vana menatap mata coklat milik Vana.
" Kalo lo bilang kayak gitu cuma karna kasian sama gue, mending lo pergi!.karna gue ngga butuh belas kasihan dari lo." tegas Vana tidak membalas tatapan Vero.
"Gue ngga pernah kasian sama lo, gue kayak gini karna gue peduli sama lo. "Vana menatap Vero intens mencoba mencari kebohongan di mata Vero tapi tidak terlihat sedikitpun kebohongan di mata Vero.
" Siapa lo sebenernya, kenapa lo peduli sama gue?" batin Vana.
...######...
" Lo kok di sekolah, lo kan di skor?" Tanya Tiara pada bianca.
"Sengaja, gue mau bales perbuatan tuh cewek dukun sialan ke gue. "
"Lo masih berfikir kejadian kemaren tuh karna setan? "
"Ya iya lah ra lo ngga liat gimana anehnya kejadian kemaren, ngga mungkin itu manusia yang ngelakuin. "
"Ya mungkin aja lo itu halu, karna emang ngga ada apa-apa di buku lo."
" Please deh ra, gue ngga halu. Gue sadar sesadar - sadarnya. Kenapa sih lo ngga percaya sama gue? "
"Ya karna apa yang lo bilang itu ngga masuk akal bi. "
"Udahlah ra gue males debat sama lo." Bianca beranjak pergi dari taman depan kelasnya, namun tangannya di cekal oleh Tiara.
"Sebenernya gue kesal sama lo bukan karna ini tapi karna Vero. "
Bianca menyengitkan dahinya."Maksud lo?"
"Ya gara-gara lo nyebarin soal Vana, Vero malah makin Care Sama dia. "
Bianca semakin tidak mengerti dengan arah bicara Tiara. "Gue ngga ngerti maksud lo apa?"
__ADS_1
" Gue suka sama Vero. Gue jealous liat vero yang perhatian sama Vana.Dan gara-gara lo nyebarin tentang Vana, Vero sama Vana malah makin deket."
" What?"Bianca terkejut dengan penuturan Tiara.
" Iya, gue suka sama dia sejak pertama kali gue sekolah di sini."
" No... no... No Bukan itu yang gue kagetin tapi soal lo jealous sama Vana" Bianca tertawa kecil.
"Hello, lo sadar dong ra cowok mana yang ngga suka sama lo. kalo di bandingin lo sama Vana itu ngga ada apa-apanya. "
"Tapi Vero itu sering banget perhatian sama Vana, gue sering mergokin dia yang lagi merhatiin Vana pas jam pelajaran. "
"Yaa bisa ajakan vero ngga liatin dia. "
"Lagian ya ra ngga mungkin juga cowok sepopuler Vero suka sama Vana terlebih dengan fakta Vana seorang dukun."
"Gue harap sih gitu. "
...######...
Vana tidak masuk kelas akibat kejadian tadi pagi. Vana berdiam diri di rooftop menenangkan pikirannya sampai semua murid pulang.
Vana menyuruh Aiden untuk melihat kondisi sekolah terutama di perpustakaan,karna itu target utama Vana untuk menyelidiki kasus pembunuhan Aiden.Vana ingin mencari data-data murid yang sekolah di SMA Lentara Bangsa pada tahun 2017.
Vana menuruni tangga menuju perpustakaan.
Ceklek
Vana membuka pintu perpustakaan perlahan-lahan, tidak ada guru ataupun staf yang berjaga di perpustakaan saat ini.
Vana mengelilingi perpustakaan itu, Vana mencari Rak buku yang berisi tentang dokumen data siswa.
"Vana, dokumennya di sini! "Aiden memanggil Vana memberitahukan kalau ia sudah menemukan apa yang di cari oleh Vana.
DATA SISIWA TAHUN 2017
Vana membolak balikkan dokumen yang berisi foto-foto, nama murid serta alamat murid yang masuk pada tahun tersebut.
" Di antara murid-murid ini, siapa aja yang pernah bermasalah sama lo? "tanya Vana pada Aiden.
" Reno, Bastian juga Tristan. Mereka musuh bubuyutan gue sejak gue memimpin jadi ketua tim basket." jelas Aiden sambil menunjuk Foto orang-orang yang ia sebutkan tadi.
__ADS_1
'' Berarti ada kemungkinan mereka yang membunuh lo." ucap Vana menduga-duga.
" Mungkin." jawab Aiden, setuju dengan penuturan Vana.
"Lo ngapain di sini? "Vana terperanjak saat seorang pria tiba-tiba saja sudah berdiri di dekatnya.
" Vero lo ngapain disini?" bukannya menjawab Vana malah membalikkan pertanyaan vero. Ya pria yang tiba-tiba saja berada di samping vana itu adalah Vero. Entah sejak kapan ia berda di sana.
"Gue di sini mau cari buku, lo sendiri ngapain disini? "Mata Vero terfokus pada dokumen yang di pegang oleh Vana.
" itu bukannya data siswa yang masuk ke sekolah ini? "Vero menunjuk ke arah dokumen yang di pegang oleh Vana.
Vana segera menutup dokumen itu, vana bingung akan beralasan apa pada Vero saat ini.
" Udah lo bilang aja, gue rasa dia bisa jaga rahasia dan juga bisa bantu lo. Ngga mungkin juga lo nyelesain masalah ini sendirian!!!" ucap Aiden.
" Lo ngga mau jawab ya? Ya udah gue juga ngga mau maksa lo untuk jawab. "ucap Vero sambil beranjak pergi.
" Gue mau nyelidikin kasus pembunuhan yang terjadi di gudang belakang sekolah. "langkah Vero terhenti begitu mendengar penuturan Vana.
" Pembunuhan? '' Vero berbalik Arah menghadap Vana.
"Ngga ada kasus pembunuhan di sekolah ini. Yang ada cuma kasus bunuh diri, itu yang terjadi di gudang belakang sekolah."
"Mungkin menurut orang-orang itu memang kasus bunuh diri tapi menurut gue itu bukan kasus bunuh diri. "
"Tapi itu jelas-jelas bunuh diri Van.dia gantung diri di gudang."
"Dia di gantung lebih tepatnya."
"Dari mana lo bisa tau kalo itu bukan kasus bunuh diri?, Jelas-jelas polisi udah bilang kalo itu murni bunuh diri."
"Karna gue tau betul orang seperti apa dia. Dia ngga mungkin ngelakuin itu."
"Selalu ada hal yang mungkin akan orang lain lakuin di saat kondisi mereka terpuruk van."
"Gue ngga pernah lakuin hal yang sebodoh itu bangsad." hujat Aiden pada Vero, ternyata ia salah menilai Vero ia sangat menyesal karna telah menyuruh Vana untuk memberitahu Vero.
"Terserah gue akan tetap nyelidikin ini semua."Vana memasukkan dokumen data siswa itu ke dalam tasnya dan kemudian pergi meninggalkan Vero.
"Kenapa lo mempersulit hidup lo sendiri van?!"
__ADS_1
...Bersambung...
Jangan lupa like, Vote, komen dan shere cerita ini ya gays:)