Ghost Love

Ghost Love
Bab 21.Menjalankan Rencana.


__ADS_3

Vana dan Vero juga Aiden mengendap - ngendap berjalan untuk memantau ke adaan rumah Reno.hari ini mereka akan menjalankan rencana yang telah mereka susun kemarin


"Gue kenapa jadi ngikuti kalian sih. "Protes Aiden ketika sadar jika dirinya juga ikut bersembunyi untuk memantau rumah Reno.


" lah kan lo sendiri yang ngikutin kita kak. "jawab Vero.


Vana memukul pundak Aiden," Buruan liat! "perintah Vana pada Aiden.


" Hmmm" jawab Aiden yang kemudian menghilang untuk masuk ke rumah Reno.


Aiden Masuk ke dalam rumah Reno mengelilingi rumah sekalian cari bukti juga liat orang yang berada di dalam rumah.


"Gimana? "tanya Vana setelah Aiden kembali.


" Di dalam rumah cuma ada ART dan mamanya Reno. "jawab Aiden.


" Lo udah pastiin ngga ada Reno kan kak?" tanya Vero.


" Udah gue pastiin ngga ada dia." jawab Aiden pasti.


" Oke." Vana dan Vero saling menatap dan mengangguk memberi kode untuk masuk ke rumah Reno agar mereka bisa memasang alat penyadap.


Ya rencana mereka adalah memasang alat penyadap di rumah Reno agar mereka bisa mendengar apapun yang di katakan Reno nantinya.


Tok tok tokkk....


Vana dan Vero mengetuk pintu rumah Reno sembari memanggil - manggil sang empunya rumah .


Seorang wanita paruh baya keluar dari dalam rumah. "Kalian siapa ya?" tanyanya, sembari melihat ke arah Vana dan Vero.


"Kami temennya Reno tante. "jawab Vero, mereka sengaja berbohong agar di bolehkan masuk.


" Renonya ada tante?" tanya Vana.


" Reno belum pulang, mungkin sebentar lagi." jawab Wanita paruh baya itu.


"Boleh kami nunggu Reno tante? "tanya Vero.


" Ohh boleh - boleh. Silahkan masuk!"ucap Mama reno mempersilahkan Vero dan Vana masuk.


" Makasi tante." ucap Vana dan Vero bersamaan.


"Silahkan duduk! Tante kebelakang dulu kalian tunggu Reno di sini aja ya! "ucapnya ketika Vana dan Vero duduk di ruang tamu.


" Iya tante "jawab Vana dan Vero sopan.

__ADS_1


Mama Renopun berjalan ke arah belakang entah apa yang akan ia lakukan mereka tidak peduli yang terpenting saat ini mereka sudah berhasil masuk kedalam rumah Reno.


Vero membuka tas yang ia bawa, ia membagikan beberapa alat penyadap untuk di tempelkan di rumah Reno.


Masing - masing mereka memegang satu alat penyadap termasuk Aiden yang bertugas untuk menempelkan di dalam kamar Reno.


Vero bertugas untuk menempelknnya di ruang keluarga dan Vana di ruang tamu.Mereka bertigapun mulai bergerak ke tempat - tempat yang sudah di tugaskan tadi.


Vero mengendap - ngendap berjalan menuju ruang keluarga.


"Kamu mau ngapain? "Mama Reno tiba - tiba saja tiba dan memergoki Vero yang sedang mengendap - ngendap.


" Aaakhh aduhh, ini tante saya kebelet." alasan Vero agar tidak di curigai.


'' Oh kebelet, kamar mandinya ada di sana." ucapnya menunjukkan arah yang berlawanan dari ruang keluarga.


Terpaksa agar tidak di curigai Veropun berjalan ke tempat yang di tunjuk oleh mama Reno.


Di sisi lain, Aiden sibuk menembus setiap kamar yang ada di rumah Reno karna sangking banyaknya kamar Aiden jadi bingung yang mana yang merupakan kamar Reno. Sudah empat buah kamar di masuki oleh Aiden tapi tidak ada yang menunjukkan jika itu tanda - tanda kamar Reno.


"Di mana sih kamar ni orang? "kesal Aiden, karna sudah dari tadi ia keluar masuk - keluar masuk kamar dan tidak menemukan kamar Reno.


Aidenpun kembali menjelajahi kamar bagian atas siapa tau kamar reno berada di lantai atas.


" Kayaknya ini ni kamarnya." ucap Aiden setelah masuk ke sebuah kamar yang di dalamnya terdapat banyak poster basket juga foto - foto Reno.


Aiden meletakkan alat penyadap tersebut di bawah tempat tidur Reno, Aiden menyelipkannya di bagian paling ujung bawah ranjang kasur Reno. Ia rasa alat itu tidak akan di temukan jika ia letakkan di sana.


Setelah selesai Aidenpun kembali ke tempat Vana.


"Gimana Vero udah selesai? Tanya Aiden pada Vana.


" Ngga tau dari tadi dia ngga balik-balik." jawab vana yang menghawatirkan Vero takut jika Vero ketahuan.


Aiden berdecih, kemudian berjalan mencari ruang keluarga.


" Mau kemana?" tanya Vana, sebenarnya Vana takut sedirian di ruang tamu itu, takut jika nantinya Reno tiba - tiba pulang.


" Aku mau cari Vero, kamu harus pantau terus keadaan. Jangan sampe Reno pulang sebelum kita nyelesaiin misi ini. "tutur Aiden yang kemudian menghilang.


...#####...


Setelah keadaan aman, Vero kembali berjalan menuju ruang keluarga untuk menempelkan Alat penyadap. Vero menempelkan alat itu di bagian bawah Sofa.


" Udah belum lama banget lo." Vero terperanjak karna suara Aiden yang tiba-tiba saja terdengar olehnya.

__ADS_1


Vero mengelus dadanya, "sabar ini juga mau di pasang "jawab Vero.


" Buruan, kasian Vana di tinggal sendirian di sana!."


"Iya iya ini juga udah selesai. "


Telfon Vero bergetar, terlihat ada satu panggilan masuk di telfonnya.


Vana is call....


"Halo van. "ucap Vero setelah mengangkat telfon Vana.


" Reno udah pulang buruan cepetan keluar dari sana! "ucap Vana yang telah keluar dari rumah Reno.


" Udah nyampe? '' tanya Vero.


" Bentar lagi, makannya buruan!" jawab Vana, mobil Reno sudah semakin dekat ke rumahnya seperkian menit lagi pasti mobil reno akan masuk ke pekarangan rumah.


Vana semakin was - was karna belum ada tanda - tanda Vero keluar dari rumah Reno.


"Ini gimana? "panik Vero, tidak mungkin Vero keluar dari pintu depan karna pastinya nanti Vero akan bertemu dengan Reno. Jika lewat pintu belakang pasti Vero juga akan bertemu dengan mama Reno.


" Gue bakal halangin dia." ucap Aiden yang kemudian menghilang. Vero tidak tau apa yang di rencanakan Aiden yang Vero pikirkan saat ini adalah bagaimana ia keluar dari rumah Reno tanpa ketahuan.


...#####...


Aiden masuk kedalam mobil Reno mencoba mengubah arah jalan Reno agar tidak segera sampai di rumah.


Aiden menahan stir agar Reno tidak berbelok dan tetap lurus.


"Ini kenapa "panik Reno karna stirnya yang tidak bisa di belokkan.


Susah payah Reno membelokkan stirnya tapi tetap tidak berhasil, akibatnya Rumah Reno menjadi terlewat cukup jauh karna stirnya yang macet.


" Aiden? "Vana terkejut melihat Aiden yang berada di dalam mobil Reno.


Aiden memutar laju kemudi agar tetap lurus dan tidak berbelok masuk ke pekarangan rumah.


Vana yang mengerti dengan rencana Aidenpun langsung menelfon Vero.


" Sekarang juga lo buruan keluar, Aiden udah berhasil ngalangin Reno untuk masuk ke rumah.! "perintah Vana.


Vero langsung berlari menuju pintu keluar dan menuju ke tempat persembunyian Vana yang berada di sebrang rumah Reno.


Vana lega begitu melihat Vero keluar dari dalam rumah Reno.

__ADS_1


Vana dan Vero melihat ke arah mobil Reno yang terus berjalan lurus. Kemudian mereka berlari menuju mobil masing-masing untuk meninggalkan rumah Reno.


...Bersambung ...


__ADS_2