Ghost Love

Ghost Love
BAB 6.Gudang


__ADS_3

"Kemaren lo bilang lo masih urus-urus kepindahan lo, kenpa sekarang udah sampe aja?"tanya Tiara yang kaget dengan kedatang Bianca sebagai murid baru di kelasnya.


" Sengaja biar surprise." jawab Bianca yang duduk di sebelah Tiara.


''Sebenernya gue udah sampe di Indonesia sekitar dua hari yang lalu. Tapi gue males ngabarin lo di tambah lagi pas lo nelfon kemarin buat gue makin males but ngasih tau lo." sambung bianca santai.


"Sialan lo ya, ngga tau apa gue bete di sini sendirian!" kesal Tiara sambil memukul tangan Bianca.


"Sengaja biar satu sama, siapa suruh lo pulang ke Indonesia duluan ninggalin gue lagi, ya gue bales lah. "ucap Bianca sambil mengusap-ngusap tangannya yang sedikit sakit akibat pukulan Tiara.


"Wait, wait jadi kalian udah saling kenal?"ucap Eric yang yang tiba-tiba saja datang dan menyerobot pembicaraan mereka.


Bianca melihat ke arah Tiara, menatap tiara penuh tanda tanya.


" Iya,kita temenan udah lama." jawab Tiara.


"Ooohh, kenalin gue Eric."ucap Eric memperkenalkan diri pada Bianca sambil mengulurkan tangannya.seperti biasa mengeluarkan modus andalannya.


" Iya," jawab Bianca acuh tanpa menerima uluran tangan Eric.


" Hah?" ucap Eric, sambil menggoyang-goyangkan tangannya.


"Iya, udah taukan nama gue. Ngga perlu di sebutin lagi kan?. "ucap Bianca. Tiara menyenggol tangan Bianca agar temannya itu sedikit menjaga sikapnya.


" Apa sih ra?." bisik Bianca.


" Ngomongnya biasa aja, kita harus jadi anak yang berkelakuan baik di sini. Emang lo mau kita di keluarin dari sekolah ini!" bisik tiara penuh penekanan.


Eric memasukkan tangannya ke saku celana biar nggak keliatan ngenes banget salamnya ngga di terima sama Bianca.


" Kalian bisik-bisik apaan sih." Saut Eric yang dari tadi di acuhkan oleh mereka berdua.


" ngga ada apa-apa, biasa masalah cewek. "ucap Tiara memberi alasan.


" Oooo ya udah gue cabut dulu." ucap Eric yang sadar karna mengganggu pembicaraan mereka berdua.


" Jadi gimana?" ucap Bianca setelah Eric pergi.


" gimana apanya? "tanya tiara tidak mengerti.


" ya bales si cewek dukun lah begok. "kesal bianca.


"gomongnya biasa aja," ucap Tiara.

__ADS_1


"Iya jadi gimana? "tanya Bianca sekali lagi.


" Tenang aja, gue ada tempat bagus untuk dia." jawab Tiara mengeluarkan senyum sinisnya.


...#####...


Pulang


" Sini lo!" Tiara dan Bianca menarik paksa tangan Vana begitu keras membuat gadis itu terseret.


" Gue mau dibawa kemana?" tanya Vana yang tak mengerti akan di bawa kemana oleh Bianca dan Tiara.


"DIEM LO. IKUTIN AJA DAN NGGA USAH BAYAK BACOT. "Ketus Bianca yang terus menarik paksa Vana.


" Lepasin gue !!." Berontak Vana, Vana yakin jika Bianca dan Tiara mempunyai niat jahat padanya.


" Lo bisa diem ngga sih" Ucap Tiara yang tangannya sudah terasa sakit karna Vana yang terus memberontak.


Tiara dan Bianca mengambil tas ransel Vana kemudian membuangnya ke sembarang arah. Setelah itu Bianca dan Tiara mendorong kasar tubuh Vana ke sebuah gudang tua yang berada di belakang sekolahnya.


"Aaakh..."dorongan keras dari Tiara dan Bianca membuat tubuh Vana terhempas keras ke atas lantai gudang.


Tiara dan Bianca tertawa lepas melihat Vana yang kesakitan kemudian ia menutup rapat pintu gudang itu dan menguncinya.


" BIANCA, TIARA KELUARIN GUE!" teriak Vana sambil memukul- mukul pintu gudang.


" Let's go baby!!!" Bianca membuang kunci gudang itu kemudian merangkul Tiara dan berjalan menjauh dari gudang itu yang tentunya dengan wajah yang penuh kebahagiaan.


" TIARA!" teriak Vana lagi berharap ia membuka pintu gudangnya.


"BIANCA. "teriak Vana lagi diiringin dengan pukulan pintu yang keras.


Tidak ada jawaban apapun dari mereka berdua, sepertinya mereka bedua memang sudah pergi meninggalkannya sendiri.


Vana menyenderkan tubuhnya ke pintu gudang, ia berharap jika ada orang yang lewat dan membukakan pintu untuknya. Meski itu mustahil karna gudang ini terletak jauh di belakang sekolahnya dan jarang ada orang yang pergi ke tempat ini.


"Woi" suara itu membuyarkan tangisan Vana, vana mencari sumber suara itu, berharap ada orang yang bisa membantunya.


"Lo kejebak ya? "Vana melihat sekeliling namun ia tidak menemukan satupun orang di dalam gudang itu.


"Gue di atas sini!" Vana melihat ke atas sesuai arahan suara tersebut. Harapan Vana buyar begitu tau jika yang memanggilnya tadi bukanlah orang melainkan hantu.Hantu laki-laki tampan yang memakai pakaian SMA persis sepertinya tengah bergelayutan di atas plafon yang gudang tersebut.Hantu Pria tersebut tidak menyeramkan sama sekali hanya seperti ada memar juga sedikit darah di sekitar lehernya. Sepertinya pria itu mati karna gantung diri melihat ada memar di lehernya.


Vana memalingkan wajahnya kemudian kembali ke pintu gudang.

__ADS_1


"Lo bisa liat gue kan? "Hantu itu mendekat ke arah Vana. Namun Vana tidak menghiraukan pertanyaan hantu itu.


" Gue yakin lo pasti bisa liat gue secara lo bisa denger gue tadikan dan kita juga sempat kontak mata tadi." ucap Hantu itu menuntut kebenaran dari Vana.


Vana masih acuh dan tidak meladeni hatu itu. Vana beranjak dari tempatnya duduknya,ia mencari sesuatu yang bisa membuatnya keluar dari gudang tersebut.


Vana mengambil sebuah balok kayu kemudian memukulkannya ke arah kunci gudang tersebut beberapa kali .


"Lo ngga akan bisa ngancurin kunci itu kalo tenanga lo aja ngga ada. "cerocos hantu itu yang berdiri di samping Vana.


Vana masih berusaha memukul - mukul kunci pintu itu dengan balok kayu tapi hasinya Nihil, kunci gudang itu masih tetap kokoh terpasang di pintunya.


" Mau gue bantuin ngga?" tawar hantu itu.


"Ngga usah "ucap Vana yang reflek menjawab.


" Benerkan dugaan gue lo bisa liat." ucap hantu itu girang.


Vana melempar balok kayu yang ia pegang ke arah hantu itu, ia kesal kenapa ia harus terjebak di dalam gudang ini bersama hantu. Terlebih dengan hantu pria yang dari tadi tidak bisa diam. Ingin rasanya Vana kabur tapi ke mana? Boro- boro mau kabur keluar aja ngga bisa.


"Gue bantuin ya? "tawar hantu itu lagi.


" Asalkan lo juga bantuin gue." sambung hantu itu lagi.


Vana menatap tajam ke arah hantu pria itu," Gue ngga butuh bantuan lo dan gue juga ngga mau bantuin lo. "tegas Vana sambil bersender di dinding tidak jauh dari pintu gudang.


" Yaudah, kalo gitu lo akan terjebak selamanya di sini. Gue yakin ngga akan ada orang yang bisa bantuin lo selain gue. "ucap hantu itu dengan sombongnya.


" Tapi gue kan hantu bukan orang." lanjut hantu itu menyadari kesalahan ucapannya.


" Lebih baik gue terperangkap selamanya bahkan mati sekalipun disini dari pada harus minta bantuan sama lo." ucap Vana tak kalah sombongnya.


"Oke. Gue seneng malah. jadi gue ada temen,ngga sendirian seperti hari-hari sebelumnya"ucap Hantu itu.


Vana memejamkan matanya malas mendengarkan ocehan hatu tersebut. mungkin dengan istirahat sebentar bisa memulihkan tenaganya dan ia bisa merusak kunci gudang dan keluar dari sana.


Hantu itu memandangi wajah Vana yang kelelahan di tambah luka memar di tangan Vana,membuat gadis itu terlihat sangat mengenaskan.


"Ck. Harusnyakan gue yang patut di kasihani tapi kenapa sekarang kebalik. Malah gue yang kasian ama lo. "Kesal Hantu itu sambil memandang Vana .


...Bersambung...


Bianca putri Ariana

__ADS_1



Jangan lupa like, Vote komen dan shere cerita ini ya:)


__ADS_2