Ghost Love

Ghost Love
Bab 12.Kelompok


__ADS_3

1 minggu kemudian...


Vana telah mencari tau semua tentang Aiden termasuk sahabat-sahabat Aiden dari data siswa yang dia ambil di perpustakaan.


"Pas pulang sekolah nanti kita akan temuin kak Marta, mungkin aja dia tau sesuatu sesudah kematian lo." ucap Vana sambil mengambil tas ranselnya di atas kasur.


"Kenapa harus ke sehabat gue dulu, kenapa ngga langsung aja labrak tu si reno and gengnya?" tanya Aiden yang ingin kasusnya ini cepat selesai.


"Emang lo punya bukti apa? "


"Yaa ngga ada sih, tapi kan udah jelas dia itu musuh gue ya otomatis pasti dia punya alasan untuk bunuh gue. "


"oke, kalo gitu lo tangkep aja sendiri dan anggap janji gue ke lo lunas." sesudah mengatakan itu Vanapun keluar dari kamarnya.


Aiden mengejar Vana ke luar kamar"Van, van oke.. oke.. gue ikutin cara lo. Gue ngga akan komentar apapun."


" Emang seharusnya gitu. "balas Vana yang kemudian menuruni tangga untuk menuju ke meja makan.


...#####...


" Karna pelajaran kita hari ini adalah arti sebuah pertemanan maka Kali ini ibuk akan memberi tugas kelompok untuk kalian. Masing-masing kelompok terdiri atas 2 orang."jelas bu Rika guru bahasa indonesia.


" Ibu akan mengacak dan memilih kelompok kalian masing- masing."


" Arika dan Tirta"


"Bianca dan gilang"


"Tiara dan Eric"


"Alhamdulillah akirnya sekelompok ama pujaan hati. "saut Eric yang senang sekelompok dengan tiara." rejeki anak sholeh emang ngga kemana."


" Ck. Kenapa sama eric sih harusnya tuh sama Vero." gerutu Tiara.


" Vana dan Vero"


Vero langsung melihat ke arah Vana yang kebetulan Vana juga melihat ke arahnya. Mereka beradu pandang cukup lama.


Tiara semakin cemburu melihat Vero dan Vana saling bertatapan. "Kenapa Vero harus satu kelompok sama cewek freak itu sih." kesal Tiara memandang sinis ke arah Vana.


"Tatap truss"sindir Aiden yang membuat Vana memutuskan kontak matanya dengan Vero.


" Apaan sih." ucap Vana yang kemudian kembali memperhatikan bu rika yang masih menyebutkan pembagian kelompok


" Tolong kalian kumpulkan tugas ini besok! "perintah Bu Rika setelah selesai menyebutkan pembagian kelompok.


" Cepet bener buk." Protes Eric.


" Trus menurut kamu kapan harusnya ini di kumpulin? "


" Ya kalo bisa sih minggu depan buk." jawab Eric.


" Ya sudah khusus untuk kamu, saya bolehkan untuk di kumpul minggu depan, tapi nilai kamu saya kasih sebatas kkm untuk tugas ini. Permisi"ucap Bu Rika yang kemudian keluar dari kelas karna jam pelajaran telah usai.


"ngga asik tuh Burik(Burika) ." gerutu Eric.


...######...


"Seneng banget gue sekelompok ama Tiara. "senyum Eric tak lepas dari bibirnya dari tadi, entah sudah berapa kali eric berkata seperti itu pada Vero dari tadi.


" Ini udah yang ke 5 kali lo bilang gitu ya sama gue, satu kali lagi lo bilang gue sumpel tu mulut lo pake sepatu." Ancam Vero yang memang sudah muak dari tadi mendengar Eric yang terus- terusan mengucapkan itu.

__ADS_1


"Namanya juga orang seneng, lo ngga pengertian banget sih jadi sahabat." Eric memajukan bibir bawahnya untuk mengekspresikan kekesalannya pada vero.


"Eh BTW lo kasian banget sih lo harus sekelompok ama tu Perkun." ucap Eric yang baru ingat jika sahabatnya itu satu kelompok dengan Vana.


"Perkun? "tanya Vero tak mengerti dengan kata singkatan yang di ucapkan Eric.


" Perempuan dukun." jelas Eric mengartikan ucapannya dengan nada mengejek.


"Vana maksud lo?"


"Ya iyalah emang siapa lagi. "


"Dia punya nama, sekali lagi lo sebut dia kayak gitu bukan cuma sepatu yang gue sumpelin ke lo tapi sama kaki - kaki gue yang akan masuk ke mulut lo!" ancam vero lagi.


"Lagian dia bukan orang yang seperti lo bilang. "lanjut Vero.


" Iya iya Sensi amat lo."


Lagi PMS ye lu." gumam Eric yang mendapat tatapan sinis dari Vero


...#####...


" Vana."panggil Vero menghadang Vana di parkiran , sudah dari tadi vero menunggu Vana untuk mengajak mengerjakan tugas kelompok. Karna tugas kelompok yang di tugaskan oleh burika akan di kumpulkan besok jadi vero berencana untuk mengajak vana ke rumahnya untuk mengerjakan tugas Burika tersebut.


Vana menaikkan satu alisnya, "Why?"


"Hmmm, tentang tugas burika tadi kerjainnya di rumah gue aja ya! "


"Kenapa ngga di sekolah aja? "


"Yaa menurut gue lebih santaian di rumah aja."Terlihat dari raut wajah Vana kalau ada sesuatu yang ia khawatirkan." Tenang aja gue ngga bakal ngapa-ngapain lo kok." ucap Vero, mencoba membuang pikiran negatif Vana.


" Yaudah yuk." Vero menarik tangan Vana.


" Gue bawa mobil." Ucap Vana ketika tahu kalau Vero membawa Vana ke mobilnya.


Vero melepas tangan Vana," Sorry gue kira lo ngga bawa mobil."


"hmm, kalo gitu gue ke mobil dulu. Lo jalan aja dulu nanti gue ikutin dari belakang."ucap Vana yang di angguki Vero.


...######...


Eric dan Tiara memilih mengerjakan tugas burika di cafe tidak jauh dari sekolahnya.


" Ra jadi gimana?"


" Ra"


"Tiara! "


Tiara terkejut dengan panggilan Eric. "Iya."


"Lo kenapa sih dari tadi ngelamun mulu? "tanya Eric. Seperti ada sesuatu yang di pikirkan tiara sehingga dari tadi ia tidak fokus bahkan semua pertanyaan eric di kacangin oleh tiara.


" Gue ngga papa, cuma ngga enak badan aja. "alasan Tiara padahal sebenarnya Tiara sedang memikirkan Vero yang mungkin kini sedang berduan dengan Vana.


" Lo sakit?" Eric menempelkan tangannya di kening Tiara.


" Tapi kok ngga panas?" ucap Eric setelah selesai memeriksa Tiara.


" Ya kan gue bilang gue cuma ngga enak badan aja. "

__ADS_1


"Ooooo, ''


" Udah belum tugasnya?, gue mau pulang, mau istirahat "


" Gimana mau selesai di buat aja ngga."


" What?" kaget tiara secara sudah satu jam ia duduk di cafe ini dan belum ada satupun yang di buat oleh Eric." Truss dari tadi lo ngapain aja? "


" Yaa merhatiin lo, abisnya lo lucu kalo lagi ngelamun"jawab Eric cengegesan.


"Iiiihhh"kesal tiara mengentak-hentakkan kakinya.


...#####...


Mobil vero masuk ke sebuah rumah besar bertingkat dengan setiap bagian rumahnya di warnai dengan cat putih, sehingga membuat rumah itu terlihat elegan juga mewah.


"Yuk masuk! "ajak Vero membukakan pintu untuk vana.


Vana masuk ke dalam rumah Vero sambil memperhatikan setiap sudut rumah vero.


" Lo duduk sini dulu ya!" Vana mengangguk menuruti perkataan Vero.


" Yaudah gue ganti baju dulu, sambil ambil leptop untuk kita cari materinya nanti. "tutur Vero setelah itu ia pergi menaiki tangga.


" Gue rasa rumah marta ngga jauh dari sini deh." ujar Aiden.


" Lo yakin?" tanya Vana.


" Iya, komplek perumahan Vero sama dengan komplek perumahan marta." jelas Aiden lagi.


" Oke, nanti gue coba tanya ke Vero. "


Vero turun dari tangga dengan pakaian santainya dan satu leptop yang di tangannya.


"Sorry ya lama." ucap Vero meminta maaf pada Vana.


"Iya. "jawab Vana dingin.


" Yaudah kalo gitu mulai aja kali ya?" tanya Vero sedikit canggung.


" Ya iya lah bambang, itu pake di tanya lagi." kesal Aiden mendengar pertanyaan yang tidak bermutu dari Vero.


Vana memandang Aiden tajam," iya iya gue diem. "ucap Aiden sambil cengegesan.


" Gue bakal cari arti perteman di google dan lo yang catet ya!"ucap Vero yang diangguki Vana.


" Di sini di sebutin kalau Teman adalah seseorang yang bisa melihat sisi terlemah kita. Ia bisa menerima kita apa adanya tanpa perlu melihat atribut kita. Entah itu profesi, atau apa yang dimiliki. "jelas vero setelah ia mencari di google.


" Tapi menurut gue ini kurang sih, karna bagi gue teman itu adalah seseorang yang selalu menemani dan mendukung kita walau satu dunia menjatuhkan dan mengucilkan ." lanjut Vero lagi.


" Menurut lo gimana, apa arti seorang teman menurut lo? "tanya Vero ingin mendengar pendapat Vana.


" Gue ngga pernah punya temen, jadi gue ngga tau apa itu arti sebuah pertemanan."


...Bersambung...


Eric surya dinarta



Jangan lupa like, Vote, komen dan sehere cerita ini ya gays! :)

__ADS_1


__ADS_2