
Hantu itu melayangkan beberapa balok kayu kemudian ia hempaskan kuat ke arah pintu gudang sehingga pintu gudang itu terbuka.
Vana yang mendengar suara gaduhpun terbangun dan langsung melihat ke arah sumber suara. Vana melihat beberapa balok kayu yang berserakan di dekat pintu gudang yang kini telah terbuka lebar.
"Gimana, hebatkan gue? "ucap Hantu itu melipat kedua tangannya di dada kemudian tersenyum sombong ke arah Vana.
Vana memutar matanya malas, tidak menghiraukan kesombongan hantu laki-laki itu. Vana berdiri dan keluar dari gudang.
" What? Lo hutang budi sama gue loh, lo ngga mau ngucapin terima kasih gitu? "ucap hantu itu sambil mengikuti Vana keluar dari gudang.
" Lo juga hutang budi sama gue." balas Vana yang membuat hantu itu mengerutkan keningnya.
" Hutang budi? Emang lo ngelakuin apa buat gue?" tanya hantu itu tak menegerti.
" Kalau bukan karna gue lo ngga akan bisa keluar dari tempat kematian lo. "jelas Vana melirik sekilas ke arah gudang.
Hantu itu berhenti berjalan kemudian menengok kebelakang.ia baru sadar kalau sekarang ia berada di luar gudang.
" Gue beneran keluar." ucap Hantu itu tak percaya , selama dua tahun ia terkurung di dalam gudang tersebut tanpa bisa keluar dan sekarang ia keluar dengan begitu mudahnya.
Hantu itu pun mengejar Vana yang sudah berjalan menjauh.Mengikuti Vana kemanapun ia pergi.
...######...
"Gue yakin banget pasti dia sekarang lagi ketakutan, nangis-nangis di dalam gudang sendirian. "Ucap Bianca yang tertawa terbahak-bahak di dalam kamar Tiara. Ya Bianca hari ini menginap di rumah tiara, temu kangen katanya.
"Pasti banget, biar tau rasa. Siapa suruh cari gara-gara sama gue." balas Tiara.
"Kita bebasin dia besok sore aja, biarin sekarang dia menikmati waktu demi waktunya di dalam gudang yang iiiyeeuuu itu!"ucap Tiara lagi.
" Bebasin?" ucap Bianca.
" Iya, emangnya kenapa?" tanya Tiara yang tak mengerti dengan raut wajah sahabatnya itu yang tiba-tiaba berubah.
" Kuncinyakan udah gue buang."
" What, lo serius?" kaget Tiara.
" Iya." jawab Bianca tanpa rasa bersalah.
...######...
"Lo ngapain ikutin gue."Bentak Vana karna hantu laki-laki itu terus mengikutinya bahkan sampai ke rumahnya.
" Kan lo yang ngeluarin gue dari gudang itu otomatis ya gue ikutin lo lah." jawab hantu itu.
__ADS_1
" Ya gue____"
"Vana"ucap Tania keluar dari dalam rumah.
" Malam tante." Sapa hantu itu dengan sopan.
Vana menatap hantu itu sinis," Gila.. "gumam Vana pelan.
" Kamu dari mana? kenapa baru pulang?" tanya Tania dengan wajah khawatir karna anaknya itu pulang larut malam dengan baju yang kotor dan wajah yang berlepotan debu.
"Maaf ya tante, tadi anak tante ke kurung di gudang.Untung ada saya kalo ngga saya ngga tau gimana nasip anak tante." saut Hantu itu.
Vana menatap hantu itu tajam, "HP kamu mana kenapa ngga jawab telfon mama?" tanya Tania lagi.
"Truss penampilan kamu kenapa berantakan kayak gini? Tas sekolah kamu mana? "lanjut Tania.
" Vana abis di rampok ma. "jawab Vana berbohong.
" Wah wah wah ngga bener lo nih, jelas - jelas lo kan tadi ke kurung di gudang. Eh inget bohong dosa!" ucap Hantu itu memperingati Vana.
" DIEM LO!" Bentak Vana tanpa sengaja,Membuat Tania tersentak dan terdiam dengan perkataan anaknya yang tega-tega membentaknya.
Vana yang menyadari bahwa mamanya salah pahampun langsung angkat suara." Maksud Vana bukan gitu ma, Vana ngga ngomong sama Mama. "jelas Vana." Tapi_______"
"Mama kedalam dulu, kamu juga buruan kedalam ya! "ucap Tania dengan wajah sendu menahan tangis.
" Ini semua gara-gara lo tau ngga." ucap Vana menyalahkan hantu itu.
Vana masuk ke dalam rumah menyusul mamanya, Vana yakin mamanya pasti mengira jika yang ia bentak tadi mamanya.Hantu itu juga mengikuti Vana masuk kedalam rumah.
"Maa "Vana menahan mamanya yang akan masuk ke dalam kamar.
" Tadi itu Vana ngga bentak mama, vana ngomong sama hantu yang dari tadi ngikutin Vana. "jelas Vana berharap mamanya itu bisa mengerti.
" Mama ngertikan kalo vana ngga cuma liat manusia, Vana tadi mau ngusir hantu itu tapi kesannya malah ke mama." jelas Vana lagi semakin merasa bersalah.
Tania menarik nafas dalam," Bener? "tanya Tania.
" Iya ma," jawab Vana memeluk mamanya.
...######...
Vanapun masuk ke dalam kamarnya Sehabis meminta maaf dan menjelaskan tentang kejadian ia di rampok kepada mamanya.
" Lo ngapain masih ngikutin gue?" Ucap Vana karna hantu itu juga ikut masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
" Lo dari tadi kenapa sih marah-marah mulu, ntar cepet tua baru tau rasa lo. "Hantu itu berjalan mengelilingi kamar Vana tidak menghiraukan Vana yang terus mengusirnya.
"Pergi ngga lo!" ucap Vana yang sudah muak dengan hantu itu terlebih dengan semua bacotannya.
"Ngga akan. "jawab Hantu itu.
" Pergi ngga lo!" ucap Vana lagi.
" Ngga, gue ngga akan pergi sebelum lo nolongin gue buat cari pelaku di balik kematian gue." jelas Hantu.
"gue ngga akan pernah bantuin lo, jadi ngga usah berharap kalau gue bakal bantuin lo." jelas Vana.
"Ya udah berarti lo seneng kalau gue ikutin lo terus kayak gini. "balas hantu itu dengan santainya.
Vana mengepal tangannya kuat kalau saja dia bukan hantu pasti Vana sudah memukulinya dari tadi.
" Tapi tenang aja lagian gue seneng ngikutin lo. Jadi gue ngerasa ngga sendirian. Ada yang bisa gue ajak ngobrol. "tuturnya kembali tersenyum bahagia.
" Ck. "vana mendengus kesal, Vanapun masuk kedalam kamar mandi untuk bersih - bersih juga berganti pakaian. Tak akan habisnya jika ia terus berdebat dengan hantu sialan itu yang ada Vana ngga mandi-mandi jika terus meladeninya.
Hantu itu mendekati meja belajar Vana mengambil salah satu buku pelajaran Vana kemudian membolak - balikkannya.
"Coba aja gue masih hidup "ucap hantu itu menatap sendu ke arah buku-buku Vana.
Di sisi lain Wiliam yang baru saja pulang dari kantor langsung menuju kamar Vana. Memang ini sudah kegiatan rutin yang di lakukan wiliam ketika ia pulang kantor, mengecek keadaan putri sematawayangnya terlebih dahulu baru sesudah itu ia menemui, tania istrimya.
Prak....
Tas kerja yang di pegang oleh Wiliah terjatuh begitu melihat banyak buku Vana yang melayang- layang.
Hantu itu langsung menengok ke arah suara, " eh Om, malam om." sapa hantu itu tanpa meletakkan buku-bukh Vana sehingga yang terlihat oleh Wiliam buku-buku itu masih melayang - layang.
"SE.. SE... SE.. SETANNNN. "ucap Wiliam yang kemudian berlari terbirit-birit menuruni tangga.
" Setan? Dimana om? "Histeris Hantu itu yang juga ikutan berlari keluar, Namun langkahnya terhenti begitu melihat tidak ada siapa - siapa kecuali dirinya.
" Jadi yang di maksud setan itu gue?" ucap hantu itu sadar diri.
" Oh iya gue lupa gue kan emang udah jadi setan." ucapnya lagi sembari kembali berjalan masuk ke dalam kamar Vana.
"Setan ngaku setan. "gumamnya berjalan gontai.
...Bersambung...
Aiden Ramarta
__ADS_1
Jangan lupa like, Vote, komen and shere ya!!