Ghost Love

Ghost Love
Bab 44.Surat


__ADS_3

"Van lo kenapa van?"Marta panik melihat kondisi Vana yang menangis terisak-isak sambil duduk memeluk kertas.


" Vana?" Rendi tidak mengerti kenapa Vana bisa sampai di tempat rahasia mereka. Apa aiden yang memberi tahu Vana?


" Lo kenapa van?" tanya Marta lagi, memegang bahu Vana.


Rendi hanya diam memperhatikan Vana, ia tidak tau harus melakukan apa dan berbicara apa. Karna pertemuannya dengan Vana waktu itu kurang baik.


Vana menarik nafas dalam mencoba menenangkan dirinya.


Marta memberikan sebotol air mineral yang ia bawa ke Vana.


"Lo minum dulu! "ucap Marta membukakan tutup botol air mineral tersebut kemudian menyodorkannya ke arah Vana. Vana meminum air itu perlahan, setelah cukup Van memberikan kembali botol tersebut pada Marta.


" Lo kenapa nangis?"tanya Marta menatap Vana yang sudah merasa tenang.


Vana mengambil dua surat yang tersisa di dalam kotak yang bertuliskan to Rendi dan juga to Marta.


Vana menyodorkan amplop berwarna biru ke arah Marta dan amplop berwarna kuning ke arah Rendi.


Rendi dan Marta menautkan alisnya, heran dengan apa yang di berikan Vana padanya.


"Ini apaan Van? "tanya Marta.


" Dari Aiden untuk kalian." jawab Vana singkat yang kemudian turun dari rumah pohon tersebut.


Marta dan Rendi beradu tatap ia masih tidak mengerti dengan ucapan Vana barusan. Dari Aiden?kenapa bisa? .


...######...


Vana melempar tasnya ke sembarang tempat, kemudian menjatuhkan tubuh mungilnya ke atas kasur.Vana menatap kertas surat yang di temukannya di rumah pohon tadi. Sedih, itulah yang kembali Vana rasakan ketika teringat jika Aiden memang sudah pergi dan tak mungkin akan kembali.


Pikiran Vana buyar saat Tania mengetuk pintu kamar Vana dan masuk kedalam kamar Vana untuk menyuruh Vana makan malam bersama.


"Kamu buruan mandi, abis itu kebawah untuk makan malam ya sayang! "tutur Tania yang di angguki Vana.


Vana menghela nafas dalam, ia tidak boleh berlarut dalam kesedihan ia harus ingat pesan dokter raya, tekad Vana menyemangati dirinya.


...######...


" Gimana keadaan Vana ma?" tanya Wiliam pada istrinya.


Semenjak kita ke psikiater Vana jadi lebih tenang, dia juga ngga sesedih dulu lagi. Vana juga udah mulai keluar rumah. "

__ADS_1


" Syukurlah akirnya Vana bisa bangkit dari keterpurukannya." ucap wiliam lega.


"Mama seneng liat perubahan Vana sekarang, dia jadi lebih sering bicara sama mama dan kalau pergipun Vana selalu izin."


Wiliam tersenyum bahagia mendengar perubahan sikap anaknya, sikap dingin Vana perlahan-lahan luntur, wiliam dan Tania sangat berterima kasih pada pemuda yang bernam Aiden. Meski mereka tidak tau siapa itu dan tidak pernah bertemu tapi kehadirannya sangat membatu perubahan sikap Vana meski mereka juga marah karna pria itu menghilang secara tiba-tiba dan sempat membuat Vana depresi cukup lama.


Langkah kaki Vana terdengar jelas saat menuruni tangga membuat tania dan wiliam menghentikan topikbpembicaraanya.


"sayang." ucap Wiliam tersenyum ke arah Vana.


'' Pa, ma. "ucap Vana yang jug ikut tersenyum.


Vana menggeser kursi yang berada di samping mamanya, kemudian duduk untuk menikmati makan malam bersama keluarganya.


" Gimana kalo kita liburan?" pertanyaan tania membuat Vana menghentikan aktivitas makannya.


'' Liburan? "tanya wiliam penasaran dengan ide istri tercintanya itu.


Vana menatap mamanya heran, kenpa mamanya tiba-tiba mengajak untuk pergi liburan?.


" Iya kita refreshing, kita liburan untuk lupain kejadian buruk yang menimpa kita pada tahun ini."


" Lagian kamu juga udah libur kenaikan kelaskan sayang. Dan sebentar lagi kamu akan kelas 12,ngga ada salahnya dong kalo kita liburan biar Vana bisa lebih Fokus nantinya dan kalo bisa kita cari sekolah baru untuk Vana. Itupun kalo kamu mau sayang?" tanya tania menanyai pendapat Vana.


" Makasi sayang" ucap tania sangat bersemangat.


"Vana juga mau ngerubah penampilan Vana untuk lebih Veminim seperti yang mama mau. "lanjut Van lagi, membuat Tania betsorak bahagia mendengarnya.


" Kamu serius?" tanya Tania lagi masih tak percaya dengan ucapan yang baru saja di ucapkan anaknya itu, secara sudah sekian lama tania menyuruh Vana untuk mengubah penampilannya dan sekarang Vana malah mengatakan itu kepadanya kata yang selalu di nanti oleh Tania.


Vana tersenyum dan mengangguk, "Vana serius ma."


"Yaudah kalo gitu besok kita langsung pergi ke mall untuk beli baju dan alat make up untuk kamu. "ucap tania sangat bersemangat.


Wiliam yang melihat istri dan anaknya bahagia dan kompakpun menjadi ikut senang di buatnya, pemandangan ini yang selalu ia ingin lihat dari keluarganya yang sekarang baru ia rasakan.


...#######...


Marta membuka amplop biru yang di berikan Vana ke padanya tadi di rumah pohon. Marta sangat penasaran isi dari amplop tersebut karna Vana bilang jika amplop tersebut dari Aiden.


To


Marta

__ADS_1


Hai bro...


Gue bahagia banget pas liat lo keluar dari rumah waktu Vana pertama kali ke rumah lo, pengen rasanya gue meluk dan ngelakuin jabat tangan persahabatan kita, tapi sayangnya tubuh gue malah nembus gitu aja pas gue mau meluk lo. Sedih banget gue, ternyata jadi hantu itu ngga enak banget tau ngga.


Oh thanks banget ya lo udah mau percaya sama Vana dan mau bantu dia untuk nyelidikin kasus pembunuhan gue, kalo bukan karna bantuan lo mungkin gue masih luntang lantung nih didunia saat ini. Lo emang sahabat ter debest gue, coba aja gue masih hidup mungkin kita udah war nih, tanding tinju sama kayak yang sering kita lakuin setiap minggunya di rumah lo. Secara lo itu atlet banget semua alat-alat olahraga ada di rumah lo. Tapi mau gimana lagi ya gue udah mati,jadi ngga bisa deh gue gebukin lo wkwkwk.


Gue juga mau bilang makasih karna lo dateng tepat waktu, waktu itu. Lo berhasil nyelamatin Vana dari aksi gila Vero yang mau bunuh dia. Walaupun Karissa meninggal karna itu. Tapi Ta lo jangan ngerasa bersalah karna itu pilihan karissa, karissa yang nyelamatin Vana lalu Vero adiknya. Ia rela mati demi nyelamatin Vero, dia mau nebus semua kesalahannya sama Vero dengan rela mati kayak gitu. Karissa udah bahagia di sini ta jadi jangan merasa bersalah dan terlalu bersedih, ini bukan salah lo atau Rendi ini pilihan karissa dia yang mau. Gue harap lo sama Rendi bisa ngiklasin dia juga ikhlasin gue. Gue titip Vana sama lo ya ta, tapi inget gue nitip jangan lo pacarin. Awas aja kalo lo berani macarin dia.


Thank you so much ta, lo emang sahabat terbaik gue.


Your best friend


Aiden Ramarta


Marta terbelalak dengan apa yang baru saja ia baca, ia tidak percaya dengan apa yang tertulis dalam surat tersebut. Apa benar itu Aiden yang menulisnya? Tapi di lihat dari tulisannya itu bener-bener Aiden. Marta tidak bisa berpikir apapun saat ini otaknya buntu tidak bisa berpikir dengan apa yang sebenarnya terjadi.


...#######...


To


Rendi


Hai Ren?


Apakabar lama ngga ketemu, sekali ketemu gue malah langsung curiga sama lo. Sorry ya waktu itu gue sama Vana sempet curiga kalo lo adalah pelaku di balik kematian gue. Abisnya lo juga sih sok- sok misterius jadi gitukan. Coba aja lo jelasin yang sebenarnya waktu itu ke Vana pasti Vana ngga akan ngomong sekasar itu sama lo. Dan gue juga ngga akan ngutuk ngutuk lo.


Gue juga minta maaf soal alat penyadap yang gue masukin ke dalam tas lo, abisnya kalo gue ngga sadap omongan lo pasti gue dan Vana akan terus salah paham sama lo dan kita juga ngga akan bisa nemuin pelaku sebenarnya. Petunjuk yang di kasih sama karissa buat Vana dan gue jadi bisa nemuin pelaku pembunuhan gue. Jujur gue bener- bener ngga nyangka ternyata orang yang gue sangka baik dan pengertian sama gue dan Vana ternyata malah dia yang bunuh gue dan nyelakain Vana. Dan gue juga ngga nyangka kalo ternyata Vero adalah adik kandung karissa. Karissa terlalu hebat ngerahasian Vero sebagai adiknya sampai-sampai kita semua ngga tau.


Makasi ya Ren, lo udah mau percaya kalo gue mati bukan karna bunuh diri. Makasi juga karna lo udah ngga benci lagi sama gue. Tenang aja gue ngga marah kok sama lo wajar aja kalo lo marah dan mutusin semua yang berhubungan dengan gue. Tapi gue minta sama lo jangan mutusin hubungan persahabatan kita lagi ya. Tetap jadi sahabat sama Marta dan jangan lupa sering- sering nengokin gue ke kuburan, kadang - kadang gue juga rindu sama kalian.


Gue juga makasi banget sama lo karna lo dateng tepat waktu untuk nyelamatin pacar gue Vana waktu itu coba aja kalo kalian ngga dateng pasti Vana udah jadi korban selanjutnya oleh Vero.


Walaupun Karissa meninggal karna kejadian itu. Tapi Ren lo jangan ngerasa bersalah karna itu pilihan karissa, karissa yang nyelamatin Vana lalu Vero adiknya. Ia rela mati demi nyelamatin Vero, dia mau nebus semua kesalahannya sama Vero dengan rela mati kayak gitu. Karissa udah bahagia di sini Ren jadi jangan merasa bersalah dan terlalu bersedih, ini bukan salah lo atau Marta ini pilihan karissa dia yang mau. Gue harap lo sama Marta bisa ngiklasin dia juga ikhlasin gue. Gue titip Vana sama lo ya Ren, tapi inget gue nitip jangan lo pacarin. Awas aja kalo lo berani macarin dia, abis lo sama gue.


Sekali lagi gue minta maaf juga makasih sama kalian. Jaga diri baik-baik ya. Jangan merasa bersalah lagi karna lo ngga salah apa-apa.


Your best friend


Aiden Ramarta


Disisi lain Rendi juga sama halnya dengan Marta setelah membaca isi surat dari Aiden. Ia bingung sekaligus tak percaya dengan apa yang baru saja ia baca.


...Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, Vote komen dan shere cerita ini ya!!!


__ADS_2