Ghost Love

Ghost Love
Bab 23.Kamar mandi


__ADS_3

"Nanti kita ketemu sehabis pulang sekolah buat liat perkembangan penyelidikan Reno!! "ucap Vero mencegat Vana di koridor sekolah.


Vana mengangguk mengiyakan ucpan Vero.


Sehabis mengatakan itu Vero pergi ke arah kantin sepertinya dia memang ke kantin karna tadi Vana sempat melihat Eric di kantin sedang memakan semangkok bakso.


Vana kembali berjalan, Vana akan pergi ke toilet untuk mencuci tangannya yang terasa lengket karna keringat.


'' Mau ngapain? "tanya Vana kepada Aiden saat ia akan masuk ke toilet.


" Mau masuk lah." jawab Aiden.


" Mau ngintip? Ngga liat ini toilet? "ucap Vana.


Aiden melirik pintu toilet ternyata benar di sana terdapat tulisan toilet wanita.


Aiden cengengesan," Hehehe ngga liat, sumpah. "ucap Aiden sambil membentuk huruf V di jarinya.


Vana memutar matanya, kemudian masuk kedalm toilet.Sedangkan Aiden setia menunggu Vana di depan pintu toilet.


Tak berselang lama dari Vana masuk datanglah Tiara dan Bianca yang juga ikut masuk ke dalam Toilet.


Aiden yang melihat Tiara dan Bianca masukpun jadi khawatir dengan Vana, ia ingin masuk tapi ini toilet cewek yang ada nanti dia malah di bilang mesum oleh Vana.Aiden hanya berharap semoga tidak terjadi apa-apa pad Vana.


...#####...


Tiara tersenyum sinis melihat ke arah Vana, "Bi coba lo liat siapa yang ada di sini? ." ucap Tiara mengitari Vana yang sedang mencuci tangan di westafel.


"Hah jelas gue liat ra, cewek pembawa sial yang udah buat tangan gue sampe kayak gini. "ucap Bianca, akibat kejadian kemaren membuat tulang tangan Bianca retak sehingga tangan bianca harus di gips.


" Heh," Bianca menjambak rambut Vana. "GARA - GARA LO NGINDAR KEMAREN TANGAN GUE JADI KAYAK GINI SEKARANG."


Tiara menyalakan Westafel yang ada di depan Vana menyumbat saluran airanya agar tempat westafel itu terisi air dengan penuh.


Tiara mencengkram rahang Vana"DAN GARA - GARA LO JUGA GUE JADI DI GOSIPIN SATU SEKOLAH. TAU NGGA?!."

__ADS_1


Vana memegang tangan Tiara yang mencengkram rahangnya berusaha untuk melepaskannya," Gue ngga pernah ngapa - ngapain kalian itu semua terjadi akibat niat jahat kalian sendiri. "ucap Vana sebisa mungkin berbicara walau rahangnyaa masih di cengkram.


Tiara melepas Cangkramannya kemudian menampar Vana dengan keras, ia tidak terima dengan jawaban Vana. Sedangkan Bianca semakin keras menarik rambut Vana.


Vana meringis kesakitan akibat tamparan Tiara yang keras membuat sela bibir Vana mengeluarkan darah. Kepalanya juga terasa sangat sakit karna Bianca menjabak rambutnya saat ini.


Tiara menunjuk Westafel yang sudah terisi penuh dengan dagunya ke arah Bianca memberi kode pada Bianca.


Bianca mengangguk kemudian mendorong kepala Vana masuk kedalam westafel yang terisi oleh air.


"INI BALASAN BUAT LO KARNA UDAH BUAT TANGAN GUE KAYAK GINI. "ucap Bianca menekan kuat kepala Vana masuk kedalam air.


Vana gelagapan ia tidak dapat bernafas Vana berusaha untuk menaikan kepalanya ke atas agar bisa mengambil nafas.


Tiara menarik kepala Vana ke atas," GIMANA SAKIT? "Ucap Tiara yang kemudian kembali menceburkan kepala Vana masuk kedalam Air.


" SAKIT YANG LO RASAIN NGGA SEBANDING DENGAN RASA SAKIT TEMEN GUE, TAU LO. "Lanjut Tiara.


" INI BALESAN BUAT LO KARNA UDAH MACEM - MACEM SAMA KITA." Balas Bianca.


" GUE JUGA PERNAH BILANG SAMA LO BUAT JAUHIN VERO, TAPI APA YANG LO LAKUIN?! LO MALAH TAMBAH DEKET SAMA DIA. LO NGGA PEDULIIN UCAPAN GUE. "Lagi - lagi Tiara menceburkan kepala Vana masuk kedalam air, Tiara menekankan kepala Vana sangat kuat sehingga kepala Vana membentur dinding Westafel dan mengeluarkan bercak darah. Kondisi Vana semakin melemah bahkan untuk bernafas atau melawanpun ia tidak sanggup lagi, Vana sudah pasrah jika memang ia di takdirkan untuk mati sekarang maka Vana akan terima.


Tiara mengangkat kepala Vana disusul oleh Bianca yang mendorong tubuh Vana ke dinding,kemudian Bianca menampar pipi Vana.


"LO NGERASA CANTIK KARNA DEKET SAMA VERO? MOST WANTED SEKOLAH INI?. HEH GUE BILANG YA SAMA LO, LO SAMA VERO ITU NGGA ADA COCOK - COCOKNYA SAMA SEKALI. YANG COCOK SAMA VERO ITU CUMA TIARA. LO TAU KENAPA? KARNA DIA JAUH LEBIH CANTIK DAN YANG TERPENTING DIA NGGA ANEH KAYAK LO. "ucap Bianca penuh penekanan.


Tiara menghempaskan tubuh Vana keras ke atas lantai." CEWEK KAYAK LO HARUSNYA NGGA PERNAH ADA DI DUNIA INI. KARNA LO CUMA CEWEK YANG MEMBAWA MALAPETAKA UNTUK ORANG LAIN TAU!!. "saut Tiara mendorong kepala Vana dengan satu jarinya.


Tidak ada respon dari Vana tubuhnya sudah sangat lemah bahkan untuk tetap membuka matapun sangat sulit untuk Vana.


" RASAIN LO!." ucap Bianca yang kemudian pergi bersama Tiara meninggalkan Vana yang telah tidak sadrkan diri di bawah Westafel.


Tiara mengunci. Pintu Toilet dan Bianca menempelkan tulisan "toilet rusak" di pintu toilet.


"Woi kenapa lo kunci? Vana mana? "tanya Aiden melihat Tiara dan Bianca mengunci pintu toilet.

__ADS_1


Aiden langsung masuk kedalam Toilet ia yakin sudah terjadi hal yang buruk pada Vana.


" Vana." histeris Aiden melihat Vana yang tidak sadarkan diri di bawah lantai toilet dengan wajah yang penuh luka.


Aiden memukul-mukul pelan wajah Vana untuk menyadarkannya tapi tetap saja Vana tidak sadar.


" Ngga, vana sadar van!!" ucap Aiden masih berusaha menyadarkan Vana.


Karna tidak ada respon sedikitpun dari Vana Terpaksa Aiden meninggalkan vana untuk mencari bantuan agar Vana bisa segera di bawa ke rumah sakit. Aiden mencari Vero karna cuma Vero yang bisa mendengra Aiden dan menyelamatkan Vana sebelum kondisi Vana semakin memburuk.


Aiden mencari Vero di dalam kelasnya tapi tidak ada, Aiden mencari Vero di kantin tapi vero juga tidak ada Aiden pun mengitari koridor sekolah untuk bisa menemukan Vero.


"Vero lo dimana sih?! "kesal Aiden yang tak kunjung menemukan vero.


" VEROOOOO" Aiden berteriak menghempas kursi - kursi yang terletak di koridor ia tidak peduli lagi dengan apa yang di pikirkan murid-murid yang ada di sekitar. Aiden berfikir mungkin dengan ini ia bisa menarik perhatian dan ia bisa menemukan Vero.


Semua murid-murid yang ada di sana langsung berlarian menjauh mereka berteriak ketakutan melihat kursi-kursi yang berterbangan dan bergerak sendiri.


Vero yang melihat murid-murid berhamburan keluar sekolahpun langsung bertanya dengan apa yang terjadi.


'' ini kenapa, kenapa pada lari - lari gini? "tanya Vero pada salah satu murid yang berlari.


" Kursi di koridor dekat kelas 11 ips pada terbang - terbang dan gerak sendiri kayaknya ada hantu yang lagi ngamuk." jelas murid tersebut yang kemudian kembali berlari.


Dengan cepat Vero langsung berlari pergi ke koridor kelas 11 ips , ia ingin melihat apa yang sedang terjadi.


" VERO, VEROOOOO!!" sesampainya Vero di sana, vero mendengar Aiden yang sedang meneriaki namanya juga menghabur - hambutkan benda - benda.


"KAK AIDEN STOP!, "teriak Vero, menyuruh Aiden untuk menghentikan kegilaannya itu.


Aiden berhenti kemudian berjalan menuju Vero, vero bisa merasakan Aiden yang berjalan mendekat kepadanya .


" Lo kenapa?" tanya Vero.


"Vana ngga sadarkan diri di Toilet wajahnya penuh luka dan memar."

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2