
Dia Riyan Ardiansa Pria Gondrong dengan rambut ikal kulit sawo matang dengan wajah yang manis.
Riyan adalah mahasiswa universitas ternama di kota A ini melalui prestasinya yang tinggi itu tentu saja dengan mudah dia bisa lulus tes di universitas tersebut
Usai jam kuliah yang membosankan Riyan dan teman - teman gondrongnya berjalan menuju taman kota mencari udara segar serta cuci mata
Hanya menempuh waktu 25 dari kampus mereka sudah tiba di lokasi parkir taman kota
Lalu mereka pun berjalan sambil celingak - celinguk tengok kanan - kiri mencari gadis - gadis cantik yang bisa sejenak menghilangkan bayangan tugas - tugas dari dosen mereka.
Merekapun duduk dibawah pohon beringin besar di sudut taman karena memang tidak ada kursi yang kosong
"kalian liat dia" Riyan sambil nunjuk perempuan yang sedang duduk di kursi sendirian rambut ikalnya terurai panjang hampir sepinggang
"kamu kenal dia yan? " tanya salah satu temannya Tombro
"enggak juga sih, aku mau kasih kalian tantangan, siapa yang bisa duluan kencan sama dia"
"kenal aja enggak mau kencan - kencan" ucap tombro setelah menyedot cerutunya
lalu Tombro pun melihat gadis itu "Ok setuju"
Teman - teman Riyan yang lain hanya manggut - manggut tanda setuju juga
Tombro berdiri mengibas - kibaskan celananya yang kotor karena rumput kering kemudian dia berjalan santai menuju gadis taruhan dia dan teman - temannya
"Hai cantik sendirian aja nih" goda Tombro berdiri disamping kursi yang diduduki gadis itu
Lalu gadis itu mendongak melihat disekelilingnya namun dia tidak menjawab dia kembali baca buku tebal yang dia pangku diatas tasnya dan dia mengabaikan cowok yang berdiri di sebelah bangkunya
"Ini cewek tuli apa gimana sih" gerutu tombro sambil menghisap cerutunya
"Hai mbak kau bisa dengar aku?" tanya tombro kepada gadis itu
__ADS_1
Dan gadis hanya manggut - manggut sambil terus membaca buku tebalnya itu, sekali - kali angin sepoi - sepoi membuat rambutnya berkeliaran hingga ada hinggap di bibirnya lalu gadis itu membenarkan rambutnya diselipkan sedikit ke belakang telinga
"Sialan nih cewek bener - bener, aku tanya dia manggut - manggut tapi dia gak jawab sama sekali apa dia bisu ya?" tanya Tombro dalam hati
"Mbak mohon maaf apa anda bisa bicara" ucap Tombro lancang
Lalu gadis itu menoleh ke arah tombro berdiri mengernyitkan dahinya "anda bicara dengan saya?" jawabnya yang merasa tidak kenal dengan cowok itu
"Huh sialan" gerutu Tombro
"Iya mbak, kenalkan saya Tombro" sambil mengulurkan tangan kanannya
lalu gadis itu hanya mengangguk
"Iya mohon maaf saya butuh konsentrasi dan suasana nyaman bisakah anda tinggalkan saya" ucap gadis itu lembut namun bikin Tombro emosi karena setiap kali kenalan dengan perempuan manapun dia tidak pernah gagal
dengan dongkol Tombro meninggalkan gadis itu lalu kembali ke teman - temannya
Setelah sampai di depan teman - temannya Tombro berkacak pinggang
"Siapa namanya?" tanya Riyan dengan antusiasnya
"Sono kenalan sendiri" sembari duduk kemudian menghisap cerutunya dan menengadahkan kepala
"Eh Tombro gak bisa kenalan sama cewek?" ledek Luki salah satu diantara teman gondrongnya Riyan
"Sialan kau" gerutu Tombro
"Coba sendiri kalian sana" ucap Tombro menanntang
"Aku males ahh aku kan dah punya pacar sono Yan maju kau biar ga jomblo terus haha" tawanya mengejek Riyan
Kemudian Riyan berdiri membersihkan pakaiannya lalu berjalan usai di langkah yang ketiga ia berhenti lalu bilang "Doakan aku kawan" ucap Riyan semangat
__ADS_1
Luki hanya memberi isyarat Ok dengan tagannya
"Kita liat bisa nggak dia, ceweknya jutek amat tau gak" ucap Tombro masih dongkol
"Apa yang dia lakukan" tanya Luki sambil melihat temannya yang menghampiri gadis itu
Tiba - tiba saja gadis itu berdiri buku yang tadi dia baca sudah ada di dalam tasnya kemudian di melangkah kedepan
Riyan agak berlari mengejar gadis itu hingga sampailah di belakangnya Riyan membuntutinya namun gadis itu tidak menggubris orang di belakangnya
Riyan beralih berjalan sejajar dengan gadis itu lalu dengan lancangnya tangannya meremas pantat gadis itu
"Hey pantatmu indah sekali" bisik Riyan pada gadis itu
kemudian
PLAAAAAAAK
Gadis itu menampar pipi kanan Riyan sontak tangan Riyan memegang pipinya yang memerah dan mereka jadi pusat perhatian
Gadis itu setengah berlari meninggalkan Riyan
"Cowok sialan" gerutu gadis itu
Sementara di antara teman - teman gondrongnya Riyan
"Gila nekat Riyan" ujar Luki sambil melihat temannya yang masoh mematung melihat gadis itu menamparnya dan meninggalkannya begitu saja
"Rasain kau emang enak" ujar Tombro terkekeh
Lalu Riyan pun kembali ke teman - temannya
"Gila sakit pipiku tamparannya keras banget bro" sambil terus mengusap pipinya
__ADS_1
"Balik yuk males aku" ajak Riyan kepada semua temannya
Bersambung. . .