Guruku Kubawa Pulang

Guruku Kubawa Pulang
Kepedulian


__ADS_3

Di rumah kontrakan Riyan baru saja nyampe


"Huhhh pingin langsung tidur" ucapnya


"Hoeeee Luk temen kau datang juga ini" Teriak Tombro


"Woy gimana bro jadi nikah? Kapan?" Tanya Luki


"Apaan dih berisik klean dah lah kalo mau makan nihh aku mau tidur gausah ganggu"


Riyan menyerahkan dua bungkus makanan pada kedua temannya dan berlalu ke kamarnya langsung ambruk diatas kasur


"Kenapa tuh anak bukannya seneng malah" belum sempat Luki lanjut ngomong


"Dah lah makan dulu yok laper nih" Ajak Timbro


Mereka berdua menghabiskan makanannya tanpa sisa dan membereskannya


"Gimana tuh temen kau" Tanya Tombro


"Besok aja tanyain ntar pasti cerita dia" Jawab Luki dok tau


*


Dikosan Nur


Klek (suara ointu dibuka)


"Ehh Nur udah pulang" Tanya Novi sambil menyisihkan laptopnya


"Heem" Jawab Nur lesu


"Kenapa gak semangat banget sih ada apa sini cerita sama aku" Novi siap mendengarkan semua keluh kesah Nur


Nur menceritakan semua kejadian yang dialaminya tadi


"Lahh kamu jangan patah semangat, aku yakin kok Riyan pasti bakal perjuangin kamu, denger - denger dari temenku di kampus A Riyan juga banyak yang suka tapi sekali pun gak pernah kelihatan kalo dia punya pacar" Terang Novi menenangkan Nur


"Lah kamu nyelidiki Riyan?" Nur mengernyitkan dahinya


"Iya lah Nur aku cuman khawatir sama kamu takutnya kamu dimanfaatin aja sama tuh cowok mana jaman sekarang serem - serem orangnya"


"Makasih Nov" Nur memeluk Novi sambil menangis


"Kamu emang yang paling baik Nov" ucap Nur di sela tangisnya

__ADS_1


"Iyalah Novi emang baik, udah jangan nangis sana mandi" perintah Novi


"Mager Nov" Nur merebahkan tubuhnya


"Yaelah bocah udah kucel gini ga mau mandi" Novi mulai memcerocos


"Hehe iya iya mandi nih" Nur beranjak ke kamar mandi


selang satu menittt


"Aaaaaaaaaaaaaaa" Teriak Nur dari kamar mandi


"Apan sih Nur teriak - teriak" Padahal Novi juga teriak


"Nov minta tolong dong ambilin pembalut di lemari kamu tau tempatnya kan" teriak Nur lagi


"Yaelah bocah kirain napa" Novi berdiri mengambil pembalut


"tok tok"


Novi mengetuk pintu kamar mandi


"Nih" mengulurkan pembalut


"Ehh Nov ada yang ketinggalan," Nur berbisik


"Eeeee celana dalam" ujar Nur agak takut


"Halah kenapa ga sekalian" Novi mengentakkan kaki melamgkah kembali ke almari mengambil celana dalam Nur tanpa rasa jijik


"Nihh apa lagi" Novi menyodorkan celana dalam Nur


"Udah Nov makasih ya"


"Blakk" Suara pintu ditutup


*


Dirumah orang tua Riyan


Devi sedang melipat baju - bajunya, Lupi menyetrika


"Ehh iya kak tadi kakak tau gak" tanya Devi


"Tau apa" Sahut Lupi

__ADS_1


"Itu kak Riyan..."


"Loh kakak pulang? kesini? hah kok aku gak tau"


"Iya tadi kakak nyuci diatas trus aku nyusul bantuin njemur tadi lo itu dibawah ada kak Riyan"


"Lahh terus sekarang kak Riyan mana?" tanya Lupi heran karena sedari tafi gak liat batang hidung kakaknya


"Jadi tadi itu kak Riyan kesini bawa cewek cantik truss"


"Hah kak Riyan bawa cewek!" Lupi kaget


"Ihh diem dulu kak belum selesai"


"Bentar kabel setrikanya aku cabut dulu"


Lupi mencabut kabel setrika


"Trus, trus gimana?" Lupi penasaran


"Namannya mbak Nur, trus kak Riyan itu kayak mau ngenalin ke Abah dan Umi gitu kak Lup tapi... "


"Nahhh aku tebak nih pasti Abah marah kan? yakan? yakan? " Tebak Lupi


"Iya kok kakak tau? kakak bisa meramal ya"


"Isshhh kamu kira aku mbah dukun apa? trus ceweknya kak Riyan gimana pasti sedih itu kecewa dia karena perlakuan Abah dan Umi" cerocos Lupi


"Ya ga tau kak pas kita turun tadi kak Riyan juga udah gak ada"


"Yahhh kasian kakak kita yang ganteng itu, makanya dek kamu jangan pacaran, kamu tau sendiri kan Abah tadi gimana marahin kak Riyan"


"Iya ihh ngeri" Devi bergidik


"Kak Riyan yang cowok aja dimarahin kaha gitu lahh apalagi kita - kita" Lupi membayangkan kemudian bergidik


"Udah ah cepet selesaikan ini lipet bajunya ntar Umi ngomel lagi"


"Iya ntar aku mau nanya ke kak Riyan gimana" ujar Devi


"Ehh jangan pasti kak Riyan lagi bad mood sekarang kamu jangan gangguin lah kayak ga tau kak Riyan aja"


"Iya iyah"


Keduanya melanjutkan pekerjaan melipat dan menyetrika seperti tukang loundry aja hehe

__ADS_1


Tapi Umi mengajarkan anak - anaknya buat mandiri jadi gak manja gitu


Bersambung


__ADS_2