
SPREI BOLONG
CUP
Riyan menecup bibir
Nur.
“I love u my wife” Riyan tersenyum kemudian berbaring disisi Nur.
Nur beranjak ingin ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena merasa lenket dan banyak keringat.
“Mau kemana sayang?” Riyan panik karena Nur banyak gerak.
“Mau, mau bersihin ini” NUr menunduk menyembunyikan kegugupnya. Riyan bangkit mengangkat tubuh Nur ke kamar mandi dan membersihkan diri bersama.
Setelah selesai Riyan menunggu Nur dengan sabar.
“Kamu keluar duluan aja
mas!” Ucap Nur
“Nggak, aku nungguin kamu sampai selesai”
“Hmmm” Nur memakai bajunya kembali.
“Sudah?” Riyan melangkah mendekati Nur dan menggendongnya lagi. Riyan tersenyum dan memberikan ciuman berkali – kali di wajah Nur.
“Hmmmm” Nur menymbunyikn wajahnya di dada Riyan agar suaminya itu berhenti untuk
menciuminya.
Riyan meletakkan Nur di sofa.
“Kenapa mas?” Nur bingung kenpa Riyan malah meletakkannya di sofa padahal ia ingin segera istirahat, ia merasa sangat capek tulang – tulangnya meronta – ronta.
“Tunggu sini dulu ya” Riyan mengambil tasnya lalu mengeluarkan gunting, Riyan menuju ke arah ranjang, membuka selimut tebal itu hingga jatuh ke lantai. Riyan menggunting sesuatu. Nur melihat suaminya itu semakin penasaran apa yang dilakukannya.
“Kamu ngapain sih Mas?” Tanya Nur dengan mencoba melihat ke arah Riyan.
Riyan memasukkan sesuatu yang sudah ia gunting tadi ke dalam tasnya, lalu menuju kea rah telepon dan menelpon room service.
“Kita keluar dulu sebentar ya” Ajak Riyan.
“Mau kemana mas?” Nur heran kenapa Riyan jadi begini.
“Aku lapar aku ingin makan mie instan” Riyan menggandeng tangan Nur.
“Hmm baiklah aku juga lapar” Nur berdiri.
“Mau aku gendong?”
“Gak ahhh malu mas dilihat orang nanti” Riyan membantu Nur untuk berdiri.
“Yakin ga mau aku gendong aja?” Riyan mempererat genggaman tangannya.
“Emmm” Nur melangkahkan kakinya.
“Kamu ga papa?” Riyan merasa khawatir.
__ADS_1
“Auhh” setelah beberapa langkah Nur berhenti dan memegang bagian bawah perutnya, Riyan menggendong Nur dan menuju balkon.
“Tunggu disini ya” Riyan kembali ke dalam kamar dan memesan mie instan.
Tak berapa lama room service datang dan membersihkan kamar Riyan.
Nur masih duduk dibalkon memperhatikan orang yang tengah bersih- bersih itu mengangkat seprei.
"Hah kok, spreinya bolong? Diapain sama mas? Masa iya tadi di gunting? Dasar buat apa coba!" Batin Nur
Hingga room service itu selesai dan berpamitan, Riyan memberikan ia uang tip. Lalu datang lagi seseorang membawakan dua mie instan.
Riyan kembali ke balkon membawa dua mie instan serta air mineral lalu mletakkannya di atas meja di depan Nur.
“Yuk makan dulu” Riyan mengangkat garpu yang sudah melilit mie itu dan meniupnya lalu menyuapnya ke depan mulut Nur. Nur menerimanya dahinya berkerut sejenak namun saat mie itu sudah masuk ke dalam mulutnya ia tersenyum kea rah Riyan.
“Mas” Nur memegang lutut Riyan yang bersentuhan dengan lututnya sendiri.
“Hmmm” Riyan sibuk meniup mie instan.
“Tadi spreinya kenapa bolong?” Tanya Nur dengan polosnya.
“Fuhh” Riyan yang tengah meniup mie itu kuahnya masuk ke mata. Ia menguceknya perlahan dan mengerjap – kerjapkan matanya.
“Ehh mas, kasih air, kasih air” Nur menuangkan air mineral dalam gelas lalu meberikannya pada Riyan.
Riyan memcuci mukanya dengn air yang diberikan Nur.
Untung ga ada cabenya, panas cuy. Umpat Riyan dalam hati.
Riyan kembali duduk dan melanjutkan makan menyuapi Nur dengan tulus dan sepenuh hati.
“Mas” Nur menatap lurus kedepan.
“Hmmm” Sedangkan Riyan sedari tadi menatap istrinya.
“Indah ya”
“Iya indah” Riyan mendekatkan dirinya dan mencium Nur.
“Mass” Nur mengalihakan pandangannya.
“Hmm” Riyan mendongak
dan memeluk Nur.
“Tadi kenapa sepreinya bolong?”
“Aku gunting” Jawab Riyan singkat.
“Lahh, kenapa di gunning?”
“Kamu mau tahu?” Riyan malah menggoda Nur.
“Hmmm”
“Mau tau aja apa mau tahu banget?” Riyn menciumm pipi Nur.
“Ishhh mas ayolah katakan kenapa sepreinya kamu gunting?” Nur mencubit lengan Riyn yang melingkardi pinggangnya.
__ADS_1
“Nanti kamu tahu sendiri” Riyan menenggelamkan wajahnya di sela leher Nur dan menciuminya, ketika itu Riyan merasakan kulit leher Nur dingin.
“Kamu kedinginan?”
“Emmm sedikit”
“Ayo masuk!” Riyan berdiri dan mengangkat tubuh Nur menggendongnya dan membaringkannya di atas ranjang, Riyan ikut berbaring di sebelahnya.
“Kamu istirahat ya pasti capek” Ujar Riyan sembari mengusap kepala Nur dan sesekali menciuminya. Nur hanya mengangguk lalu ia mendekat kea rah Riyan encari kenyamanan disana, Riyanpun tersenyum dan memeluk tubuh istrinya.
**
Assalamualaikum.
Hy guys,
salam kenal dari author ya, by the way ini cerita sebenernya real life ya guys
tapi aku edit sedikit biar kesannya lebih dramatis gitu.
Tapi dijamin
bakal seru kok, mohon maaf ya ini masih bab awal jadi kesannya masih ga
nyambung sama judulnya, makanya favoritekan agar kalian bisa tahu jika cerita
ini lagi up, jangan lupa like, komen, vote, rating itu semangatnya authoe buat
lanjutin nulis dan jangan lupa sharenya kalo mau ga mau share juga ga apa- apa
kok ga maksa hehe.
Dan author
mohon maaf dengan sangat jika terjadi kesalahan dalam ejaan kata,tanda baca
maupun penulisan dikarenakan author bukanlah orang yang ssuper duper teliti dan
author juga bukan orang yang sempurna bukan juga yang maha benar karena yang
sempurna dan maha benar itu semata hanya milik Tuhan Yang Maha Esa.
Trimakasih
mohon dukungan dan pengertiannya ya.
Jangan lupa
follow akun ig author ya @kakaaaaaaaaaaaaaa_
Kalau mau di
follback bisa banget caranya dm aja “lagi baca novel author Guruku Kubawa
Pulang”
Tungguin terus Up episode selanjutnya
ya
__ADS_1
Love U guys :*