
Usai Acara Nur dan Riyan diantar anak buah Rokim ke rumah yang akan mereka tempati
"Sudah samapai mas" Ucap Supir
Riyan segera turun, dan menurunkan barang - barang bawaannya
"Ini bener mas?" Tanya Nur ntah kepada siapa
"Betul sekali mbak" Jawab Pak supir yang membatu Riyan memasukkan barang ke dalam rumah
Rumah itu sangat sederhana.
Riyan membuka pintu
"Asaalamu alaikum" Riyan mengucap salam
"Assalamualaikum" Nur salam setelah Riyan
"Yasudah mas saya tinggal ya" Ucap pak supir seleaai memasukkan barang - barang
"Iya Pak terimakasih sudah membantu" Ujar Riyan
"Sama - sama"
"Yuk masuk kita lihat - lihat dulu, habis itu nata barang oke" Ajak Riyan
"Siyap mas"
Keduanya mengelilingi rumah
"Ini kayaknya ruang keluarga ya mas itu ada TV" tunjuk Nur pada TV yang berukuran sedang
"Iya mungkin"
"Ini ada dua kamarnya" Tunjuk Riyan
"Emang bener ini kamar?" Tanya Nur
"Buka aja"
Nur membuka pintu
"Aaaaaa iya bener mas" Ucap Nur
"Masa"
"Iya"
Mereka berdua masuk ke kamar itu.
Ada satu spring bed, nakas dua meja rias, tv dan Almari pakaian.
"Hmm coba kita lihat kamar yang satunya" Ajak Riyan
"Ayo"
__ADS_1
Riyan membuka kamar sebelahnya
Terdapat perabot yang sama tapi disini spring bednya lebih besar
"Kamu mau dimana? " Tanya Riyan
"Dimana ya, Aku nurut aja deh mas" Jawab Nur
"Yaudah disini kamar kita ya, disini spring bednya lebih gede, kali aja kamu tidurnya petakilan kan aku ga khawatir jatoh" Ucap Riyan
"Heh siapa yang tidur petakilan? Emangnya aku ini kuda lumping apa?" Ujar Nur ketus
"Ya kali aja kan kita belum tidur bareng" Ucap Riyan
"Ya lihat aja ntar malem" Jawab Nur
"Lihat apa sayang?" Riyan menarik pinggang Nur mendekat ke badannya
"Apa sih mas, ayo lanjutin habis itu beres - beres nata barang kita"
"Iya ayo" Riyan menggandeng tangan Nur
Melihat dapur yang gandeng dengan tempat makan lalu ke kamar mandi
"Semuanya oke deh Mas, kita kan tinggal naruh pakaian aja"
Riyan hanya menganggukkan kepalanya
"Istirahat aja kamu pasti capek" Ujar Riyan sambil mengekus lembut rambut Nur
"Kamu kenapa?" Tanya Riyan
"Hmm gapapa mas" Wajah Nur bersemu merah
"Aku ingin kamu oanggil aku sayang" UjarRiyan
"Iya" Nur semakin menunduk menyembunyikan wajahnya
"Yaudah yuk kita kekamar" Ajak Riyan sembari menggandeng tangan Nur
Nur ngikut saja
"Kamu istirahat dulu ya, aku pingun mandi" Ucap Riyan
Nur hanya mengangguk
Riyan keluar dari kamar dan menuju kamar mandi yang letaknya dekat dengan dapur.
Sedangkan dikamar
"Aku beres - beres dulu aja dah" Gumam Nur
Nur mengambil koper miliknya kemudian memasukkan beberapa baju dan barang yang dia punya.
Nur melirik koper Riyan
__ADS_1
"Ditata ga ya" Gumam Nur
"Taoi kan ga boleh menyentuh hal pribadi milik suami tanpa seizinnya" Nur bergumam lagi
"Nanti aja deh nunggu mas Riyan"
Nur merebahkan badannya, tiba - tiba ponsel Riyan berbunyu, Nur mengambilnya ada panggilan dari Reta
"Reta? "
"Ngapain dia telpon suamiku? " Guman Nur
"Jeglek" Suara pintu kamar dibuka
"Siapa?" Tanya Riyan
"Nih" Nur menyodorkan HP Riyan tapi bibirnya cemberut
Riyan mereject telpon dari Reta dan melemparkan HPnya ke kasur
"Kenapa mas? ko ga diangkat" Tanya Nyr heran dia pikir Riyan bakal angkat telpon dari Reta
"Males aja" Jawab Riyan sambil membuka kopernya, mencari baju yang hendak dipakai
"Sayang" Panggil Riyan
"Hmm" Jawab Nur datar
"Bantu aku masukin baju ke lemari ya" Pinta Riyan
"Iya Mas tadi mau aku masukin tapi aku ga berani" Jawab Nur
"Kenapa?" Tanya Riyan heran
"Ya kan belum izin sama kamu Mas" Jawab Nur
"Aaaa istriku" Riyan memeluk Nur
"Hmm" Nur membalas pelukan Riyan
"Ayo mas katanya mau masukin baju" Nur mengingatkan
"Bentar dulu lima menit" Ucap Riyan
"Lima menit bediri terus sambil dipeluk gini bisa mati berdiri aku mas" Ucap Nur
"Kok bisa" Riyan melepas pelukannya
"Iyalah kamu meluknya kenceng banget gini bikin sesak napas" Jawab Nur
"Hehe iya maaf ya sayang" Riyan mengacak rambut Nur
Kemudian keduanya memasukkan baju - baju Riyan ke Almari
Setelah itu mereka asik ngobrol dan bercerita diatas ranjang sambil berpelukan dan akhirnya tertidur
__ADS_1