
Dibasement ternyata tak seperti dugaan mereka sudah banyak mobil - mobil yang terparkir disana.
"Wihh gila dari depan tadi kelihatan serem disini malah banyak mobil, kau undang berapa orang Yan?" tanya Tombro heran
"Gak tau aku mah terima beres aja" jawab Riyan juga bingung.
"Yuk dah buruan turun" Ajak Luki
"Mas Riyan baru nyampe?" Suara Rokim mengagetkan mereka bertiga
"Ehh iya mas"
"Huhhh ngagetin saja"
"Mari saya antar ke ruang mempelai laki - laki"
Riyan, Luki, Tombro mengekor Rokim
"Gila nih gede amat" batin Tombro
"Sebelah sini mas, silahkan persiapan dan istirahat dulu Mbak Nur masih di make up" Ujar Rokim
"Mau lihat mas, dimana ruang make up Nur" tanya Rokim
"Jangan mas pamali" Sahut Rokim
"Ehhh kenapa?" Riyan bingung
"Gak boleh ketemu dulu Yan" sahut Luki
"Ohh"
Satu jam kemudian
Semua turun ke masjid melaksanakan Sholat subuh
Rupanya keluarga Riyan datang juga.
Sebelum sholat Riyan sempat melihat sekilas wajah Abah,
"Ternyata masih punya hati" batin Riyan
Usai sholat, jamaah tidak ada yang bubar karena langsung diteruskan acara akad
__ADS_1
"Ngginngggggg" suara mikrofon
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh" Suara Mc
"Waalaikumsalam Salam Wasrahmatullah"
"Selamat datang kami ucapkan kepada rombongan keluarga besar calon pengantin pria, keluarga dari Riyan Ardiansa yang merupakan putra dari pasangan Bpk. Mohammad Zainur S. pd & Ibu Sri Hayani.
Suatu kebanggaan dan kebahagiaan karena pagi ini kami kedatangan keluarga yang hadir dengan penuh cinta.
Dari hati terdalam, kembali kami ucapkan selamat datang kepada keluarga besar Riyan yang sudah datang jauh-jauh dari kota G."
"Selanjutnya"
"Alhamdulillah, alhamdulillahirobbi l’alamin wabihi nasta’inu ala umuriddunya waddin wa’ala ‘alihi washohbisi ajma’in. Amma Ba’du.
Puja, marilah kita panjatkan kepada Allah Yang Maha Kuasa.
Puji, marilah kita panjatkan kepada Allah Yang Maha Suci.
Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang tak pilih kasih dan tak pilih sayang. Segalanya dikasih dan disayang. Atas kasih dan sayangnya, pada hari ini kita semua bisa bertatap wajah dan bertemu pandang dalam rangkaian acara prosesi akad nikah antara Nur Lailia dengan Riyan Ardiansa .
Hadirin tamu undangan yang berbahagia.
Daun-daun tak akan mungkin terjatuh jika tidak ada yang menggerakan.
Ombak yang menggulung lautan pun tak akan terjadi jika tidak ada yang menggerakan.
Begitu pun dengan pertemuan kita pada pagi hari ini, tak akan mungkin terjadi jika tidak ada yang menggerakan. Maka sudah sepantasnya kita awali denga rasa syukur karena atas izin Allah-lah kita bisa digerakan dan berjumpa di pagi hari yang penuh dengan kedamaian.
Sholawat serta salam, semoga senantiasa tercurah limpah kepada sosok teladan yang membawa perubahan besar bagi dunia, sosok yang akan selalu menjadi panutan dan rahmat bagi semesta yakni Baginda Nabi Muhammad SAW.
Baginda Nabi Muhammad SAW adalah contoh bagi umat manusia. Dan sesaat lagi akan segera diselenggarakan satu acara yang telah beliau contohkan yaitu prosesi akad nikah.
Hadirin tamu undangan yang berbahagia, Insya Allah tak lama lagi akan ada dua hati yang terpaut dalam satu janji. Janji yang akan mengubah segalanya. Janji yang akan mengubah yang haram menjadi halal. Janji yang akan mengubah setiap hal menjadi rangkaian ibadah yang luar biasa.
Janji antara dua insan yang bernama Nur Lailia dengan Riyan Ardiansa. Nur merupakan putri pertama dari pasangan Bapak Ahmad Ibrahim & Ibu Maulida. Riyan merupakan putra pertama dari pasangan Bapak Mohammad Zainur S. pd & Ibu Sri Hayani.
Untuk menjawab pertanyaan yang masih tersimpan dalam benak bapak ibu semua, selanjutnya akan ada penyampaian sambutan dari perwakilan kedua keluarga terkait penyerahan dan juga penerimaan kedua mempelai."
"Untuk mengetahui lebih dalam terkait kedatangan dan tujuan rombongan dari calon pengantin pria, akan kita simak bersama sambutan penyerahan dari pihak calon pengantin pria yang akan disampaikan oleh Bapak Apri Munandar. Kepadanya kami silakan."
"Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
__ADS_1
Kami, atas nama perwakilan dari Bapak Mohammad Zainur S. pd & Ibu Sri Hayani. Selaku kedua orang tua calon mempelai pria yang bernama Riyan Ardiansa Putra Pertama dari tiga bersaudara.
Izinkan kami, untuk menyapaikan beberapa hal terkait dengan penyerahan putra kami :
Pertama, kami ucapkan terima kasih atas sambutan penerimaan, penghormatan terhadap keluarga kami, beserta rombongan pengantar calon mempelai putra yaitu Riyan Ardiansa
Kedua, Menindak lanjuti sebelumnya memang belum terjadi lamaran atau khitbah beberapa bulan sebelumnya, pada hari ini kami selaku orang tua dari ananda Sdra. Riyan Ardiansa , bermaksud untuk menyerahkan sepenuhnya sekiranya agar dapat dinikahkan dengan putri dari Bapak Ahmad Ibrahim dan Ibu Maulida
karena hakekat menikah secara syariat adalah sepenuhnya hak daripada wanita. Untuk itu perlu saya jelaskan bahwa anak kami, Sdr. Riyan Ardiansa ini, adalah seorang Jejaka tulen atau bujang ting-ting kata sebutan banyak orang, dan dengan berkepribadian baik, serta termasuk anak yang sholeh, taat kepada kedua orang tua, tekun ibadahnya. Hal tersebut kami nyatakan, tentu dengan kesaksian dari rombongan yang mengantar pada saat ini, serta masyarakat disekitar lingkungan kami. Maka dengan modal itulah sekiranya agar anak kami, Sdr Riyan Ardiansa diterima dan segera dapat dinikahkan denga adinda Sebagai putri Bapak. Dengan demikian kami akan merasa terhormat dan rasa suka cita, serta bersyukur kepada Allah swt.
Ketiga,
Kami serahkan bawaan atau seserahan ala kadarnya kepada Bapak Rokim selaku orang tua wali dari pihak wanita. Namun jangan dilihat dari jumlah dan nilainya, tetapi ini hanya sekedar pemberian ala kadarnya, dengan harapan kami, sebagai tanda pengikat rasa tali kasih kekeluargaan yang sangat erat, antara kedua belah pihak.
Terakhir, Mohon ma’af apabila kedatangan kami, dari awal hingga sampai kepulangan nanti, banyak hal yang kurang berkenan, baik sapaan, tingkah laku, ataupun hal-hal yang menyangkut adat istiadat, sekali lagi kami mohon ma'af yang seluasa-luasnya. Dan tentunya tak lupa kepada seluruh hadirin, kami mohon ma’af yang sebesar-besarnya
Atas seluruh kebaikan Bapak Rokim, serta hadirin sekalian, kami ucapkan terima kasih. Namun kami tidak dapat membalasnya, hanya doa yang dapat kami mohonkan kepada Allah, semoga kebaikan bapak Saud beserta keluarga mendapatkan balasan yang berlimpah dari Allah SWT. Aamiin.
Dan juga sekaligus mohon pamit setelahnya selesai acara prosesi pernikahan nanti, serta mohon doa restu agar rombongan kami, selamat dalam perjalanan sampai di sini tanpa aral suatu apapun.
Itulah yang dapat kami sampaikan . Kami akhiri, Billahi taufik wal hidayah wassalamu-alaikum Wr.Wb."
"Sungguh niat yang sangat mulia sudah terdengar jelas dari sambutan penyerahan pihak calon pengantin pria. Selanjutnya akan kita simak dan dengarkan bersama sambutan penerimaan dari pihak calon pengantin wanita yang akan disampaikan oleh Bapak Rokim. Kepadanya kami silakan"
"Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Pertama, wabil khusus kami ucapkan selamat datang kepada Bapak Mohammad Zainur dan Ibu Sri Hayani selaku orang tua dari calon mempelai pria Riyan Ardiansa. Dan tentu tak lupa juga kepada segenap rombongan/pengiring calon mempelai pria yang saya muliakan.
Kedua, baru saja dari perwakilan pihak calon mempelai pria telah menyerahkan sepenuhnya kepada kami selaku orang tua calon mempelai wanita, bahwa ananda Riyan Ardiansa untuk dapat sekiranya dinikahkan dengan putri kami Nur Lailia, mudah-mudahan Allah Swt. meridhoi rencana kita tanpa aral suatu apapun. Tentu kami selaku orang tua wali dari calon mempelai wanita menerima dengan sangat senang hati dan penuh keikhlasan, dan insya Allah akan segera kami nikahkan saat ini juga.
Ketiga, tak lupa kami ucapkan terima kasih yang tulus, dari apa yang telah diserahkan atau bawaan seserahan kepada kami, yaitu sesuatu yang sungguh sangat berharga bagi kami sebagai tanda pengikat rasa kekeluargaan yang sangat erat, dari kedua belah pihak.
Terakhir, ucapan ma'af apabila sambutan penerimaan kami, baik sapaan, tingkah laku, tempat, atau ada ucapan yang kurang bekenan di hati Bapak Mohammad Zainur sekeluarga, dan seluruh rombongan/pengiring calon pengantin, kami mohon untuk dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya. Kami tidak dapat membalas dari semua kebaikan Bapak Mohammad Zainur serta rombongan, hanya doa yang dapat menyertai kepulangan Bapak dan rombongan nanti, semoga selamat dalam perjalanan hingga sampai di tempat/rumah. Semoga prosesi Akad Nikah ini, Allah ridhoi dan diberi kelancaran. Aamiin.
Barangkali itu saja yang dapat kami sampaikan.
Kami akhiri dengan salam, billahi taufik wal hidayah wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuh."
Selama prosesi serah terima nampak wajah Abah ditekuk, menahan emosi namun Umi selalu berada disamping Abah untuk menenangkan
"Dek mana calonnya kak Riyan" Tanya Lupi
"Ya ntar pasti keluar lah kak santuy napa" Jawab Devi
__ADS_1
๏︿๏....
Maaf ya jika ceritanya terlalu garing ๏_๏