
"Tin tin" (suara klakson mobil)
"Ya cari siapa ya?" tanya Bapak kos.
"Saya mau menjemput Nur dan sekalian dengan temannya" Ujar Doni
"Ada urusan apa den kok malem - malem begini mau njemput Nur? Setahu saya Nur tidak ada keluarga disini" tanya Bapak kos penuh selidik
"Aah iya apakah bapak belum juga tau jika Nur hari ini menikah?, saya menjemputnya untuk segera persiapan pernikahannya"
"Ha nikah? Kok ndak bilang - bilang toh, Nur itu udah tak anggep anak sendiri" Ucap Bapak Kos
"Ohh begitu baiklah pak tolong panggilkan Nur dan juga temannya yang mendampingi, Bapak dan keluarga juga berhak hadir menyaksikan"
"Weladalah, Nurrr nur mau nikah kok ndak bilang - bilang mana ndadak gini, jam berapa akadnya den? Tanya Bapak Kos
"Habis sholat subuh Pak, Bapak sekalian ikut bareng saja" Ajak Doni
Didalam rumah utama pemilik kos Nur tengah berpamitan dengan Ibu kos
"Maaf ya Bu selama ini Nur banyak salah sama Ibu, trimakasih banyak sudah mau nampung Nur disini Ibu dan Bapak semua keluarga ibu sudah saya anggap keluarga sendiri. Nur mohon doa restu ya Bu"
Ucap Nur ditengah tangisnya memeluk Ibu Kos
"Gheemmm" Suara deheman Pak Kos membuat pelukan antara Bu Kos dan Nur terlepas
"Nur, sudah ada yang jemput sebaiknya kamu persiapan" Ucap Bapak kos yang haru melihat istrinya berpelukan dengan Nur
"Kita bisa ikut kan pak?" Tanya Bu Kos
"Iya sudah sana persiapan juga jangan lama - lama" Pak kos mengibaskan tangannya
Doni menunggu duduk diteras depan rumah Pak Kos, tak lama kemudian Doni tertidur karena semalaman juga banyak hal yang ia harus kerjakan
"Den Aden kenapa?" Bu kos memegang kening Doni
"Hmmmhhh" Doni membuka mata perlahan
"Siapa kalian?" Bentaknya dengan nafas yang terburu Doni belum sadar sepenuhnya dari tidurnya ntah mimpi apa dia dalam tidur yang singkat itu
"Ayo mas ini sudah hampir subuh" Ucap Nur mengingatkan
Doni mengusap kasar wajahnya
"Astagfirullah" Mengelus dadanya beberapa kali
"Maaf Bu saya gampang kaget kalau dibangunkan" Ucap Doni
"Iya Den lain kali kalo capek istirahat saja" Tutur Bu kos
Sesampainya di basement gedung Nur dan keluarga Bu kos segera menuju ke ruang tunggu keluarga mempelai perempuan yang sudah disiapkan.
"Waah gedungnya gede ya Nur hebat suamimu" Ujar Pak kos dengan kagum
"Saya kurang tau pak" Ujar Nur datar
Tiba diruang tunggu semuanya kagum dengan ruangan yang begitu luas ada beberapa kursi dan sofa
Tak lama kemudian
"Tok-tok - tok" (suara ketuk pintu)
Semuanya saling tatap satu sama lain
"Biar saya yang buka pintu" Ucap Novi
__ADS_1
Novi melangkah dan membuka pintu,
"Permisi nona Nur Lailia?" Tanya wanita anggun itu dibelakangnya ada dua laki - laki bertampang body guard dan satu lagi laki - laki jadi - jadian kuat dugaan Novi yang jadi - jadian adalah asistennya
"Ahh iya Nur Lailia didalam, ada apa ya mbak? " Tanya Novi heran
"Bisa dipanggilkan nona Nur Lailia?"
"Iya ada urusan apa?" Tanya Novi dengan nada sedikit tinggi karena pertanyaannya yang pertama belum di jawab
Wanita itu hanya mendengus pelan
"Saya Make Up Artisnya non Lailia" Ucap wanita itu dengan menekankan kata Make Up Artist
"Bagaimana? jadi nikah ga sih? mau di make up gak?" Tanya wanita itu dengan nada mengejek
"Ahh iya - iya maaf" Ucap Novi kikuk
"Nur ini periasnya udah datang" Teriak Novi
"Iya Nov suruh masuk aja"
"Masuk mbak" Ucap Novi dengan nada sedikit jengkel
"Kita make upnya disana diruang tunggu mempelai perempuan bukan disini, kalau begitu saya ditunggu disana" Tunjuk wanita itu ke salah satu arah yang Novi sendiri tidak tau pasti itu dimana
"Iya" Jawab Nivi singkat lalu menutup pintu
Novi mendekati Nur
"Loh mana periasnya Nov?" Tanya Nur heran
"Kau gak dimake up disini tapi di ruang lain ini cuman ruang tunggu keluarga saja, udah ayo cepet keburu ngomel lagi ntar orangnya" Ucap Novi kesal
"Kamu diomelin apa aja Nov hihi" Tanay Nur cekikian sambil membawa kopernya berjalan keluar
"Iya ibu dan keluarga istirahat saja, masih panjang waktunya" Ucap Nur dengan senyum manisnya
Ketika mereka membuka pintu Doni lewat di depan ruangan mereka
"Loh mau kemana Nur?" tanya Doni
"Mau keruang make up mas" jawab Nur polos
"Ohh kirain mau kabur"
"Ayo aku antar kalian, biar ga nyasar" Ajak Doni
Nur dan Novi mengekori Doni yang jalan sambil telpon.
Doni jalannya cepat bikin Nur dan Novi terengah - engah mengejarnya
"Sebelah sini ya, saya kesana dulu" Doni langsung pergi begitu saja
"Permisi" Ucap Nur saat masuk keruangan yang pintunya tidak ditutup
"Ahh hai cans pasti kamu calon pengantinnya ya" Ucap Asisten Mikodwngan gayanya yang kewanitaan itu
"Iya" Ucap Nur datar
"Mari masuk cans, udah ditungguin loh dari tadi loh sama non Adiz" Miko menggandeng tangan Nur.
Nur merasa risih dilepaskannya tangan Miko tapi Riko menggandeng lagi
"Udah Ayo ndak papa cans"
__ADS_1
Novi cekikikan dibelakang mereka
"Non Adij ini calon pengantinnya non cantik banget kan" Ucap Miko
"Wahhh iya cantik banget,sini dukuk sini" Nona Adij mempersilahkan Nur duduk di kursi rias
Nona Adij MUA profesional dan cekatan, Miko yang tadinya banyak bicara sekarang sibuk mengeluarkan peralatan dan alat tempur Nona Adij
Novi hanya berdiri tidak jauh daru Nur sambil melongo melihat aktifitas MUA dan asistennya
"Kamu ngapain berdiri disitu?" Tanya nona Adij
"Ahh nggak, maaf jika menganggu sebaikmya saya keluar" Ucap Novi hendak melangkah tapi tangannya ditahan nona Adij
"Ngapain keluar kasian nona Nur,kamu temenin dia duduk disitu aja, Miko ambilkan dia kursi yang nyaman" Ucap Nona Adij
Riko mengambil kursi dan menata tempat duduk Novi sofa kecil dan meja kecil diletakkannya beberapa minuman dan camilan diatas mejanya
"Silahkan.. "Ujar Miko yang sok manis
"Terimakasih"
"Gimana nona mau make up yang seperti apa?" Tanya nona Adij sambil mempersiapkan brush - brush make up yang akan dipakai
"Ahh nona panggil saja saya Nur saya tidak nyaman dipanggil nona, saya mau make up yang natural saja, karena saya juga tidak pernah make up" Ujar Nur sambil menatap cermin, memperhatikan nona Adij dari cermin
"Oke,kamu rileks saja ya percayakan semuanya sama saya, kalau kamu mau ke toilet silahkan ke toilet dulu, saya gak mau saat saya bekerja nanti kamu izin ke toilet, dan cuci tangan dan kakimu ya, kamu sudah mandikan?"
Nur diserang dengan beberapa pertanyaan nona Adij
"Sudah nona, saya ke toilet dulu, permisi" Nur berlalu ke toilet
"Untungnya udah mandi" batin Nur
Nur kembali dari kamar mandi tapi tidak ada nona Adij disana
"Nona Adij masih ada telepon, mari cans lihat gaunmu dulu" Ajak Miko
Nur hanya mengangguk
"Ini gaun yang akan kamu pakai gimana kamu suka nggak?" Tanya Miko
"Ini beneran ya? aku jadi nikah hari ini?" Tanya Nur dalam hati
Nur tidak menjawab, dia mengelilingi gaun putih yang ada di maneqin itu
"Ini bagus sekali" gumam Nur yang masih bisa didengar Miko
Miko hanya tersenyum.
"Ya Allah gak nyangka aku bakalan nikah,dan ini gaunnya bagus banget aku ngimpi pakai kaya gini aja ga pernah" batin Nur
Tanpa sadar Nur meneteskan air mata
.
.
.
.
__ADS_1
\(○^ω^○)/
Gimana gaunnya Nur bagus gak buat acara nikah dadakkan? itu bukan dua gaun ya tapi satu gaun depan belakang