Guruku Kubawa Pulang

Guruku Kubawa Pulang
CURIGA


__ADS_3

Novi duduk di atas batu yang cukup besar, memeriksa hasil potretnya dengan Nur dan Anggita.


"Anak ini menyebalkan, tapi cantik juga" Novi memperbesar wajah Anggita pada kameranya.


"Andaikan kamu ada disini Bay, pasti aku ga jadi bahan bully di mobil, ga jadi tukang foto orang pacaran, ahhh Bay kapan kamu akan pulang... aku... aku rindu" Novi menutup kameranya, kepalanya meunduk mengulang ingatannya terakhir kali bertemu dengan kekasihnya itu.


"Bayyy... apa kamu juga rindu aku?, sudah satu bulan kamu ga kasih aku kabar Bayy, sungguh aku rindu Bay" Air mata Novi menetes, namun segera ia mengusapnya lalu bibirnya terangkat sedikit.


"Apa kamu masih mengingatku Bay, aku harap iya" Novi meremas ujung hodie merah marun yang ia kenakan, ya hodie couple itu pemberian dari Bayu kekasihnya, Novi berdiri, membersihkan pakaiannya dari rumput - rumput kering yang menempel.


"Nov" Nur menepuk pundak novi


"Hmm"


"Kamu baik - baik aja?" Nur dapat merasakkan temannya itu sedang sedih, terakhir kali ia cerita Bayu tidak memberinya kabar sama sekali sejak keberangkatannya ke LA.


"Emmm" Novi membuang senyumnya.


"Yaudah yuk, kita akan ke kawah sebentar lagi"


"Udah duluan aja, suamimu udah nungguin nohh" Novi menunjuk Riyan.


"Hmm, byee" Nur melambaikan tangan ke arah Novi dan berlari ke arah Riyan.


♡♡♡


Kawah Gunung yang merupakan fenomena alam ini menjadi tempat wisata yang sangat terkenal karena keindahannya.


Kawah Gunung Bromo memang berbeda dengan kawah gunung lainnya, kawah ini mempunyai bentuk yang sangat menarik dan ini menjadi daya tarik tersendiri untuk di kunjungi.


"Mas kita mau ke kawah kan?" Nur antusias sekali.


"Hmmm" Riyan mengangguk kemudian mengacak rambut Nur.


Perjalanan menuju kawah Gunung Bromo ini juga penuh dengan perjuangan lantaran jalannya yang penuh dengan tantangan dan juga sangat mengesankan. Jalannya yang menanjak dan terkadang menurun merupakan tantangan tersendiri yang sangat mengasyikkan bagi yang suka mendaki.


Untuk mencapai Kawah Bromo itu sangat mudah sekali. Jika dari parkiran Jeep, menuju kawah Gunung Bromo ini harus melakukan pendakian, pendakian ini bisa dilakukan dengan berjalan kaki atau juga bisa menggunakan kuda.


"Mass" Nur melongo melihat medan didepannya yang begitu menantang, tiba - tiba rasa nyeri di bagian sensitivenya muncul, Nur menggertakkan giginya, kakinya tiba - tiba melemas


"Kamu kenapa sayang" Riyan dengan sigap memegang tubuh Nur


"Kalau kamu sakit kita ga perlu kesana, kita balik hotel saja ya" Riyan mengarahkan Nur ke tempat duduk yang ada di dekat mereka


"Ada apa dengan Nur?" Novi yang barusaja turun dari mobil langsung menghampiri Nur, pasalnya tadi Nur kelihatan antusias sekali dan sekarang malah jadi lemes gini.

__ADS_1


"Kayaknya kecapekan" Riyan memijat pundak Nur


"Kau sih, tau juga lagi refreshing malah kau ajar" Decak Novi


"Ehhh" Riyan menyembunyikan wajahnya yang mulai merona.


"Masih mau ke atas Nur?" Novi memberikan termos yang berisikan teh hangat.


"Emmm" Nur menatap Novi dengan pandangan memelas.


"Haisshhh, kau ajak lah istrimu ini naik kuda aja" Novi beranjak pergi meninggalkan Riyan.


"Oo... ehhh" Nur menatap Riyan.


"Hmmm" Riyan membalas tatapan Nur, kemudian mengangguk.


"Tapi aku takut" Mata Nur berkaca - kaca.


"Tenang sayang ada aku" Riyan menggenggam tangan Nur meyakinkan istrinya.


"Bagaimana?" Suara bariton Rokim mengagetkan mereka berdua.


"Ehhh" Nur menoleh ke belakang, Rokim berdiri di belakang kursi mereka.


"Ehh mas ini, kayaknya kita mau naik kuda deh, bagaimana ya?" Riyan agak gimana gitu bilangnya. Rokim hanya manggut - manggut, Nur meremas ujung jaket Riyan, Riyan membalasnya dengan mengusap - usap tangan istrinya seolah berkata "tenang aja".


"Huhh" Nur menghela nafas dan memegang dadanya.


"Kenapa?"


"Aku takut sama mas Rokim"


"Hahahahaha, Rokim ya gitu orangnya kamu emang belum tau dia kalo lagi becanda ya, lebih gila dia itu sayang tenang aja gausah takut"


Diseberang sana, nampak Rokim memesan kuda yang akan mengantar mereka, masing - masing orang menaiki satu kuda ga ada yang berboncengan meskipun Nur dan Riyan juga terpisah.


Ada banyak sekali kuda yang disewakan untuk pendakian menuju kawah Bromo. Pendakian  menuju kawah Bromo dimulai dari lautan pasir. Dihamparan padang pasir yang luas ini anda akan melihat banyak sekali mobil jeep dan juga kuda yang disewakan.Jika ingin melakukan pendakian dengan berjalan kaki, maka akancukup melelahkan. Namun bila tidak ingin merasakan kelelahan ya bisa menggunakan kuda untuk menuju puncak.


Kuda ini akan sampai pada jarak 500 meter sebelum kawah Bromo. Setelah itu perjalanan akan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati anak tangga hingga mencapai Puncak Bromo.


♡♡♡


Saat sampai di puncak kawah Bromo. Mereka disuguhkan pemandangan kawah yang sudah tidak diragukan lagi keindahannya. Kawah bromo ini menjadi pusat perhatian para pengunjung karena menawarkan destinasi yang luar biasa. Bau khas belerang sangat menyengat akan menambah suasana keunikan di atas puncak.


"Kok perasaan aku ga enak ya" Novi berhenti dan memegang dadanya yang tiba - tiba terasa nyeri.

__ADS_1


"Kenapa Nov?" Nur mengusap punggung Novi pelan.


"Ahh nggak kok" Novi menggelengkan kepalanya.


"Yakin?"


"Hmmm"


"Udah sono jangan deket - deket ntar akang Riyan nyariin loh haha"


"Ishhh" Nur menghentakkan kakinya lalu memandang Riyan yang lagi berswa foto dengan Luki dan Tombro.


"Tuhh ikut foto sanah mumpung disini" Novi memandang tiga laki - laki yang tengah narsis itu.


"Kita foto berdua yuk!" Nur menggandeng tangan Novi.


"Ehh, Anggita mana ga nampak dari tadi"


"Iya ya kemana dia?" Nur dan Novi mengedarkan pandangannya mencari Anggita.


"Cari apa sayang?" Riyan berjalan ke arah Nur.


"Anggita kemana ya?"


"Ohh itu" Riyan menunjuk Anggita yang berada di dekat pagar kawah


"Ohhh hehe ga liat, emmm fotoin dong mas aku sama Novi ya"


"Hmmm" Riyan mengambil alih kamera yang dipegang Novi.


Nur dan Novi berjalan ke dekat pagar dan berpose disana, mereka berpegangan tangan, saling merangkul bahu dan banyak gaya lainnya.


"Lihat ke kamera dong sayang!" Ucap Riyan saat Nur tertawa sambil merem.


Nur merubah mimik wajahnya kini ia cemberut mulutnya maju mungkin 5 centi.


Ehhh itu bukannya.....


Nur melihat seorang laki - laki dan perempuan bergandengan tangan yang sedikit jauh dari belakang Riyan, Nur kembali menatap Novi melihat hodie yang Novi kenakaan ia tahu itu hodie kesayangan sahabatnya.


Hodie itu...


Nur mengedarkan pandangannya sekali lagi mencari keberadaannya laki - laki tadi memastikan jika itu bukan Bayu, kekasih Novi. Nur menaruh curiga, namun hatinya yakin bahwa barusan yang ia lihat benar - benar mirip Bayu.


Ahh tapi pabrik kan ga cuman bikib satu model hodie kayak gitu.

__ADS_1


<(-︿-)>


TBC*


__ADS_2