Guruku Kubawa Pulang

Guruku Kubawa Pulang
Lamar


__ADS_3

"Hoaaaaaaaaaaammmmmmmmmm" Riyan Menguap sambil meregangkan ototnya, lalu kembali memeluk guling.


Terdengar suara Tombro dan Luki ramai ntah apa yang mereka debatkan


"Jam berapa sih ini kenapa mereka berisik sekali hoooaaammm" sambil lihat jam dinding


"21.40"


"Ha udah malam, aku kan mau jemput Nur" Riyan bingung sendiri


Masuk kamar mandi mencuci muka lalu pakai parfum bergegas menyusul Nur di tempat kerjannya yang sudah di sebutkan tadi dengan sedikit ngebut karena Riyan hanya punya waktu 20 menit saja


Sampai disana ada deretan Ruko dan beberapa cafe Riyan bingung yang mana tempat kerjanya Nur


Riyan hendak menelpon Nur tapi ponselnya ketinggalan Riyan bingung sendiri


Disebrang jalan sudah nampak Nur berjalan hendak ke arah Riyan tapi diurungkannya dia memilih duduk di bangku dekat pohon.


Riyan memarkirkan motornya lalu matanya menyapu area ditatapnya gadis yang sedang duduk di bangku bawah pohon itu lalu berjalan mendekatinya


"Hai udah lama nunggu ya!" sapa Riyan tiba - tiba


"Ihh masnya ngagetin sih" Nur sebenernya ga kaget karena tau Riyan akan ke arahnya dia hanya pura - pura saja hihi.


"Yuk mau pulang sekarang apa mau makan dulu?" ajak Riyan


"Aku lapar mas tapi aku belum gajian jadi blkm ada uang masuk" kata Nur jujur dan menundukkan kepalanya

__ADS_1


"Udah ayo makan dulu aku ga mau kamu kelaparan" Riyan menggandeng tangan Nur mengajaknya berdiri, tapi Nur malah melepaskan tangan Riyan. Riyanpun menoleh ke arah Nur


"Maaf mas saya bisa sendiri" kata Nur canggung


"hmmm motorku disana kamu tunggu disini dulu aku ambil motor sebentar ya" Riyan meninggalkan Nur mengambil motornya.


Sebelum ambil motor Riyan masuk ke Minimarket dekat dengan dia parkir motor tadi, setelahnya menghampiri Nur dan memberikan helm yang di belinya tadi pagi.


"Nih pake" ucap Riyan sambil menyodorkan helmnya


"Tapi tangan Nur memegang buku jadi dia bingung mau ditaruh dimana.


Riyanpun langsung memakaikan helm di kelapa Nur hingga Quick Release Bucklenya berbunyi klik, tapi Nur masih tertegun dia tidak pernah diperhatikan laki - laki seperti ini kemudian Riyan menutup kaca helmnya sontak Nur kaget


"Biar aman dan ga kelilipan hehehe, yuk naik " ajak Riyan


Riyan merasa senang akhirnya bisa mbonceng cewek juga heheh


"Nur rumah kamu sebenernya dimana?" tanya Riyan setelah cuci tangan


"Di kota K mas, kenapa?" (Nur)


"Ohhh,Lalu kamu berapa bersaudara?" (Riyan)


"Aku anak pertama,adikku satu mas" (Nur)


"Udah lama kamu di kota ini? (Riyan)

__ADS_1


"Hmmm baru aja mas baru beberapa bulan" (Nur)


"Kalo libur kuliah kamu pulang ke kota K dong? Tanya Riyan sedikit gelisah


"Hmmm ndak Mas, jadi.. " Nur mengambil nafas lalu menghembuskannya


"Aku sebenrrnya kabur dari sana, aku ingin jadi wanita mandiri mas aku keluar dari sana juga tidak bisa kembali lagi karena mereka sudah menganggap aku bukan keluarga" Ucap Nur sedih hingga menitikkan air mata


"Maaf Nur bukan maksudku menyinggung keluargamu" Riyan mencoba menenangkan Nur di usapnya punggung tangan Nur


"Nur" ucap Riyan lirih


"Hmmm iya" jawab Nur sambik menyeka air matanya


"Aku mau kamu jadi istriku, kamu mau kan menikah denganku" Riyan grogi


"Hah mmm... Maksudnya Mas nglamar saya gitu" jawab Nur kaget


Riyan hanya menganggukkan kepalanya kemudian menunduk


"Tapi mas Nur kan tidak punya keluarga yang jelas disini,kita juga baru saka kenal kemarin mas" Nur masih kaget dan tidak percaya bahwa Riyan saat ini melamarnya


"Masalah itu gampang Nur aku mau kenal kamu saat kita sudah punya hubungan pernikahan jika kamu bersedia tapi" Riyan memalingkan wajahnya


"Hmmm I iya mas Nur bersedia" ntah kenapa Nur tiba - tiba bersedia menerima lamaran Riyan laki - laki yang baru dikenalnya kemarin sore


"Syukurlah kalau begitu mulai sekarang kamu tanggung jawabku Nur aku akan membuatmimu bahagia" Riyan tidak menyangka bahwa Nur akan menerimanya

__ADS_1


__ADS_2