Guruku Kubawa Pulang

Guruku Kubawa Pulang
ANTARA ADA DAN TIADA


__ADS_3

TOK TOK


Novi mengetuk pintu kamar Nur.


“Siapa sih ganggu aja” Riyan bangun dan bangkit berjalan ke aarah pintu dengan gontai.


JEGLEK


Riyan membuka pintu


“Mana Nur?” Tanya Novi yang berusaha menengok ke dalam.


“Masih tidur” Riyan menjawab lalu menguap.


“Bangunin napa, dah siang gini, kesini tuh seneng – seneng bukan malah molor” Cerocos Novi.


“Hmmm” Riyan bersandar pada dinding memberi jalan untuk Novi masuk.


Novi masuk begitu saja dan menghampiri Nur yang masih tertidur.


“Nur heh bangun” Novi mengguncang badan Nur.


“Hmmpphhh massss” Nur mengibaskan tangannya.


“Hehh ini aku” Nur yang merasa ada suara perempuan sontak membuka mata dan mengerjap kerjapkan matanya.


“Ehhh Nov, aku kirain mas hehe ada apa” Nur duduk dan membenahi rambutnya mnarik dan menguncirnya ke atas.


“HUoooooooouwwwww” Novi terkejut melihat tanda merah yang ada di leher Nur.


“Ohhh jadi habis main nih, emang berapa ronde sih? Kok rupanya capek banget gitu kalian haha”


“Anak kecil diem” Riyan beujar sembari masuk kamar mandi


“Upsss” Novi menutup muutnya rapat – rapat dengan kedua tangannya.


“Ayo Nur kau ga ingin jalan – jalan kah?” Novi duduk di tepi ranjang.


“Hmmm iya – iya tunggu bentar aku mau persiapan” Nur bangkit dan menyusul Riyan ke kamar mandi.


“Aku tunggu di luar ya” Teriak Novi


“Oke”


**


Riyan dan Nur baru saja keluar dari kmarnya dan berkumpul dengan yang lain di loby hotel.


“Woy elah lama amat nih pengantin baru” Sahut Luki saat melihat Riyan dan Nur datang.


“Biarin mas, kalo iri segera nyusul” Suara bariton Mas Rokim mampu membuat Luki terdiam dan menunduk.


“Sudah nunggu lama ya hehe maaf – maaf” Ujar Riyan.


Mas Rokim mengabsen semua anggotanya lalu berangkat ke tempat tujuan selanjutnya yaitu pasir berbisik, bukit teletubies dan kawah.


♡♡♡


Sesampainya di pasir berbisik semua team Mas Rokim menjalankan aksinya masing - masing ada yang muter - mter dengan mobil, balapan dan tak lupa itu semua diabadikan oleh team kameramen.

__ADS_1


Yang tidak berpengalaman untuk atraksi seperti Riyan dan lainnya hanya menonton sambil menikmati pesona pasir berbisik dengan suara pasir - pasir yang beterbangan.


"Mas"


"Hmmm"


"Dingin"


"Sini" Riyan menarik tangan Nur lalau mendekapnya dari belakang.


"Jangan banyak gerak ya" Ujar Riyan sembari memeluk Nur.


"Emmm"


Cekrek cekrek cekrek


"Wahh baguss" Novi mengambil gambar Riyan dan Nur.


"Apanya yang bagus aku aja belum pose udah bilang bagus, ayo fotoin lagi" Riyan memasang wajah manisnya.


"Ihhh narsis banget kau" Novi memotret Riyan dan Nur lagi.


"Fotoin kita juga dong" Ujar Luki yang tengah menggandeng tangan Anggita.


"Isshhh kenapa aku pula yang jadi fotografer kalean huh" Novi mengehntak - hentakkan kakinya, namun kedua pasangan itu tertawa melihat Novi


"Emang enak kau" Ujar Tombro yang berada di belakang Novi.


"Kau pula, nih kau sajalah yang ambil foto mereka" Novi memberikan kameranya pada Tombro


"Loh ehhh kenapa jadi aku?" Tombro melihat Novi berlari menjauh kemudian jatuh terjungkal.


Semua orang menertawakan Novi.


Tombro menghampiri Novi dan membantunya untuk berdiri.


"Kau bodoh apa? Tak tau pasir masih lari pula, pakai sepatu gede lagi" Tombro menarik tangan Novi.


"Kalau ga mau nolong gausah sok baik pula kau" Novi nampak jengkel dengan perkataan Tombro.


"Heh untung aku masih mau menolong kau, tak tahu terimakasih" Tombro dan Novi saling adu mulut beberapa saat hingga Mas Rokim menghampiri mereka.


"Sudah bersenang - senangnya? Kita hemat waktu sudah saatnya kita ke bukit, mari" Suara Bariton Mas Rokim memang bisa memenangkan hati.


Lanjut ke bukit teletubies.


Di sini, mereka disuguhi keindahan pesona padang rumput hijau yang menghampar luas dengan dominasi tumbuhan jenis pakis, ilalang, tumbuhan lavender serta rerumputan lain layaknya pemandangan di daratan tinggi.


"Indahnya" Gumam Nur


Masya Allah,Subhanallah,Walhamdulillah


"Seperti diluar negri ya" Mata Nur berbinar memandang bukit hijau itu.


"Iya mirip di New Zealand" Riyan Berdiri tepat di belakang Nur.


"Apakah kamu ingin kesana?" Nur membalikkan badannya.


"Tentu sayang aku ingin kesana, dari kecil aku menginginkan pergi kesana, bermain salju seperti di film - film, haha" Riyan menerawang jauh mengingat masa kecilnya yang suka berkhayal.

__ADS_1


"Semoga suatu hari nanti kamu bisa ke sana mas" Nur menangkup pipi Riyan dengan kedua tangannya.


"Aamiin, dan kita akan kesana bersama, mungkin dengan anak - anak juga" Riyan menggerakkan wajahnya kedepan menempelkan keningnya pada kening Nur.


Ehhh anak - anak ya. Nur menunduk melepas tanagnnya pada pipi Riyan, seperti tengah memikirkan sesuatu.


"Kenapa?" Riyan meraih dagu Nur agar dapat menatap wajah istrinya itu.


"Emmm" Nur hanya menggelengkan kepalanya.


"WOY TEMPAT UMUM KALO MAU CIUMAN NTAR AJA DI HOTEL" teriak Tombro sembari menepuk pundak Riyan yang membuatnya kaget.


"Kira - kira dong kalo ngomong bikin orang jantungan aja" Riyan memegangi dadanya.


"Sayang, sudah jangan emosi, mungkin benar apa yang di lihat orang, kita saja mungkin yang terbawa suasana" Nur mengusap - usap punggung Riyan.


"Baiklah ayo kita kesana" Riyan menunjuk ke arah ilalang - ilalang yang indah berayun - ayun mengikuti angin.


Ditengah perjalanan Nur ditarik lagi oleh Novi dan Anggita, ya mereka ingin berswa foto bersama, maklum perempuan ya begitulah.


Saat Nur sedang asik - asiknya pose ditengah ilalang itu Riyan berdiri di belakangnya tanpa sepengetahuan Nur.


Riyan meletakkan telunjuk di depan mulutnya mengisyaratkan pada Novi agar diam, Novipin mengerti ia tetap memasang kamera namun bukannya memotret Novi memekamnya.


"Ehhh ehhh ehhh" Riyan menutup mata Nur dengan kain syal yang ia kenakan tadi, Nur meluruskan lengannya mencari seseorang didekatnya.


"Siapa sih ini usil banget" Nur berusaha melepas penutup mata itu, dengan usahanya meraih ikatan dibelakang kepalanya akhirnya syal yang menutupi matanya terlepas. Nur mengerjap ngerjapkan matanya, perlahan agar pandangannya semakin jelas ia melihat Riyan tengah jongkok dihadapannya membawa seikat bunga edelweiss.


Oooo Ooohhh. Nur tettegun melihat Riyan yang tengah berjongkok di hadapannya.


"Mmmm Masss... " Nur menggigit jarinya.


"I love U my wife" Riyan memberikan seikat bunga edelweiss pada Nur dan Nurpun menerimanya.


"I love u too,trimakasih mas" Riyan tersenyum mendengar jawaban Nur, ia kira tadi Nur bakal marah karena ia sudah mengerjainya. Riyan memeluk Nur mengusap punggungnya dengan lembut.


"Aku juga mau kali kaya gitu" Anggita cemberut.


"Ehhh bukannya kau punya pacar, kemana pula pacarmu?" Ujar Novi usai dengan rekamannya.


Good Job. Batin Novi sembari memeriksa ulang hasil rekamannya.


"Ga tau ahhh cowok mana ada yang peka, beruntunglah Nur dapat Riyan romantis pengertian, ga kaya cowokku fakeboy" Anggita menghentak - hentakkan kakinya.


"Syukuri aja masih punya cowok yang bisa diajak kemana - mana, lah aku, kau pikir ga lebih malang apa naib aku dari pada kau" Ujar Novi kemudian


"Emang kamu punya cowok?" Anggita menoleh ke belakang melihat Novi yang masih utak - atik kameranya.


"Heh punyalah" Novi memandang Anggita dengan sengit.


"Mana? Tapi mukamu kok.."


"Apa..?" Novi meninggikan nada suaranya


"Muka - muka jomblo hahahaha" Anggita lari ke arah Luki yang datang bersama Tombro.


"Ehhh dasar kau, sialan huh!"


"Gini amat ya pejuang LDR, punya pacar tapi serasa kaga punya yahhh antara ada tapi tiada gitu dah kata utopia" Novi menggaruk kepalanya dan berbicara sendiri.

__ADS_1


(。’▽’。)♡


TBC Ok


__ADS_2