Guruku Kubawa Pulang

Guruku Kubawa Pulang
Calon Istri


__ADS_3

"Apa dia bilang tadi calon istri?" ucap Novi heran


"Aku udah pernah ketemu dia Nov" jawab Nur santai


"Hah serius dimana?" tanya novi sampai tersedak sambel


"Tadi di taman kota mau tau tidak dia bilang apa?" Nur memancing Novi yang sebenernya orangnya kepo sekali


"Dia bilang pantatmu indah ya, denger gitu aku kaget dong aku tampar dia, tapi dia cukup berani sih habis kutampar masih mau ngajak kenalan" Nur senyum heran


"Hah serius kamu tampar dia di taman? ada yang ngrekam ga hati - hati Nur viral kamu ntar hahaha" Novi lalu berdiri mencuci tangannya lalu kembali duduk


"Kamu jangan sampai pacaran sama dia Nur kamu gak liat apa dia gondrong gitu temen - temennya juga, setahu aku kalo orang kayak gitu nakal Nur pergaulannya ga bener masa depannya suram hati - hati kamu Nur kayaknya dia juga naksir tuh sama kamu lagian disini kamu juga hanya punya temen maaf ya Nur" tutur Novi panjang


Nur malah tertawa


"Kamu ini apa - apa an sih Nov - Nov kenalan juga belum ada sejam sama dia udah mikir aneh - aneh aja lagian kan belum tentu dia seperti apa jangan menilai buku dari sampulnya gitu Nov apa tuh Bahasa Inggris nya Dont, Dont, Dont apa sih" Nur garuk - garuk kepalanya


"DONT JUDGE A BOOK BY THE COVER" sahut Novi denfan suara tegas


"Ya tapi kan waspada aja Nur pokoknya hati - hati kamu, aku gak mau terjadi apa - apa sama kamu Nur" ucap Novi khawatir


"Iya - Iya tenang aja aku pasti jaga diri baik - baik koq" ujar Nur menenangkan


"Sudah makannya yuk balik" ajak Novi


Sementara di dalam mobil


"Gimana Yan dapet nomernya?" tanya Luki penasaran


"Dapetlah Riyan gitu loh haha" candanya


"Ini ceritanya berakit rakit ke hulu" belum sempat Tombro melanjutkan


"Berenang-renang ketepian" hahaha


"Digampar dulu bro sakit tau baru kali ini aku digampar perempuan selain emak ku" ujar Riyan

__ADS_1


"Yah buat pengalaman aja Bro ngadepin cewek" ucap Luki sambil menepuk bahu Riyan


"Trus kau mau apakan tuh cewek" Tombro kepo rencana Riyan selanjutnya


"Lihat aja ntar juga kalian tau sendiri jangan direncanakan Tuhan sudah punya rencana" ujar Riyan bijak


"Sok bijak tqu gak lo udah kayak Mahatma Ghandi aja" jawab Luki sebel


Sampai di garasi kontrak an


ketiganya masuk kamar masing-masing


Tombro sibuk dengan laporannya.


Sedangkan Luki vidio call sama pacarnya yang baru saja jadian sebulan yang lalu emang lagi sayang - sayangnya sih kalau baru pacaran


Dan Riyan berada di kasur memeluk bantal yang bersarungkan bendera Amerika itu tiba - tiba ia ingat tadi akan menelpon Nur lalu ia mencari nama Nur di kontak HPnya "nah ketemu" ujar Riyan senang segera ditelponnya nomor tersebut dengan tidak sabar


"Maaf sisa pulsa anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini silajkan.... "


belum selesai wanita operator itu bicara Riyan mengakhiri panggilannya dan keluar kamar


"Mau kemana kau?" tanya Tombro yang sebenarnya tidak tau itu siaoa hanya mendengar suara orang jalan saja


"Beli pulsa bentar" jawab Riyan sekenanya lalu berjalan menuju ke konter


"Konter mas" Riyan bilang ke oenjaga konter tanpa sadar dia salah bicara


"Iya mas ini konter kenapa?" jawab penjaga konter heran


"lahhh iya aku ke konter" diam sebentar


"Ohh iya pulsa mas" jawab Riyan sambil mengeluarkan HP dari saku celananya


"Tumben maa beli pulsa biasanya beli voucher data" tanya penjaga konter yang memang hafal Riyan tudak pernah membeli pulsa selama ia bekerja disini


"Ada urusan penting" jawab Riyan asal

__ADS_1


"Ohh iya mas sudah masuk pulsanya silahkan bisa di cek" ucap penjaga konter memastikan


"Ohh iya nih duitnya makasih" Riyan berlari kembali ke kontrakan


Lalu sesampainya di kamar Riyan menelpon Nur


"Tuuutttt tuuuuttt tuuuttt" lalu Riyan melirik jam dinding dikamarnya


"Masih sore masak udah tidur aja dia" gumam Riyan


"Halo" sapa perempuan diseberang telepon


"Halo mbak Nur ini Riyan yang tadi"


"Iya mas ada apa ya"


"Kamu sibuk ga? aku pingin ngobrol"


"Ohh ndak mas tapi, maaf Nur mau mengerjakan tugas kuliah dulu ya"


"Ohh iya sudah kalo gitu kamu kuliah dimana? "


"Di universitas B"


"Ohh ya kalo gitu besok jam 3 sore aku tunggu kamu di taman kota bisa di tempat kamu duduk tadi ya"


"Iya mas tapu Nur tidak janji ya soalnya besok belum tau Nur pulang kerja jam berapa, sudah dulu ya mas tugas saya belum selesai dan besok masuk pagi"


"Baiklah segera istirahat calon istriku" ucap Riyan sambil senyum-senyum


"Assalamualaikum"


"tut" suara panggilan diakhiri


"Waalaikum salam"


"Aku sudah duka kali bilang calon istri sama dia tapi kenapa dia tidak marah ya komentar aja nggak jangan - jangan dia juga naksir sama aku"

__ADS_1


"kucari tau siapa kamu Nur aku akan datang melamarmu" Riyan menarik selimutnya dan main game


hingga ketiduran


__ADS_2