Guruku Kubawa Pulang

Guruku Kubawa Pulang
SEBERKAS SINAR HARI JUMAT


__ADS_3

Di kantor Riyan


Riyan tengah berkutik dengan semua pekerjaannya, setelah seharian kemarin mempelajari laporan dan berkas lainnya kini Riyan mulai paham, bahwasanya laporan dan berkas lainnya di kampus AB ini sedikit berbeda dari pada umumnya.


Tok Tok Tok


Siapa sih, ganggu aja!


Riyan beranjak dari kursinya, berjalan ke arah pintu dan membukanya


"Ya ada yang bisa saya bantu" Ucap Riyan sopan


"Oh bisa saya bertemu dengan Bisri?"


"Maaf apakah nona sudah ada janji sebelumnya?"


"Ohh tidak, saya belum janjian"


"Mohon maaf tidak bisa, jika akan menemui Pak Bisri harus membuat janji dulu sebelumnya"


"Tapi aku mau ketemu dengannya"


"Sebentar, boleh saya tahu nama anda?" Riyan mengeluarkan HP nya dari saku kemeja dan hendak menelpon Pak Hasan selaku seketaris Rektor.


"Hesti"


"Nama lengkap?"


"Udah Hesti gitu aja rektor pasti tahu"


"Dari mana ya sebab saya dan seketaris pribadi rektor pasti belum tahu"


"Ohhh kamu anak baru ya! pantes ga tau, udah bilang aja Hesti montok gitu aja"


Apaan sih nih cewe ada - ada aja, jangan - jangan ada yang ga beres ini!


"Halo, Pak Hasan ini ada tamu bernama Hesti tolong sampaikan kepada Pak Rektor"


"Hei Hesti montok!"


Riyan melirik sinis terhadap Hesti


"Ya baik Pak, terimakasih" Riyan mengakhiri panggilannya"


"Silahkan nona anda disuruh menunggu di ruang tamu"


"Pak Bisri masih dimana?"


"Masih ada acara, beliau bilang 45 menit lagi akan sampai"


"Oke, kopi satu ya gulanya jangan banyak - banyak!"


Emang aku siapa suruh bikin kopi


Bukannya ke pantry tapi Riyan kembali ke mejanya, menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda gara - gara perempuan kurang jelas itu. Riyan kembali mengetik dengan lincahnya, tanpa sadar Hesti sudah berdiri di depan mejanya


"Gheeemmm" Hesti berdehem kencang


"Ehh" Riyan melonjak kaget


Astagfirullah


Riyan mengelus dadanya

__ADS_1


"Mana kopinya!"


"Lah kenapa minta ke saya non"


"Terus ke siapa?" Hesti celingukan karena disitu hanya ada ia dan Riyan


Riyan tak mau ambil pusing ia menelpon Office Boy dan memesan satu kopi sesuai dengan permintaan Hesti.


"Udah tunggu sana, jangan ganggu orang kerja!"


"Oke!" Hesti kembali ke ruang tamu yang bersofa empuk itu.


Tak lama kemudian datanglah seorang Office Boy membawa kopi pesanan Hesti


"Ini mbak Hesti kopinya, maaf saya tidak tau jika mbak Hesti datang"


"Oke, thanks"


Kenapa OB itu kayaknya kenal banget sama tuh cewek, siapa sih dia sok banget gayanya idih


Office Boy itu menghampiri meja Riyan


"Mas ndak mau kopi juga?" Tanyanya


"Tidak, terimakasih" Riyan senyum tapi seketika matanya menyelidik ke arah Hesti.


"Itu Hesti, anak angkatnya Pak Retor mas" Ternyata OB itu belum keluar dan malah ikut memandangi Hesti


"Ohh"


"Ya sudah mas saya permisi"


"Emmm" Riyan menganggukkan kepala.


☜☆☞


Napa sih!


Dilihatnya jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


11.30!


Astagfirullah


Riyan beranjak dari tempatnya, berjalan ke arah pintu.


"Ehhh mau kemana lo"


Riyan menoleh tangannya sudah memegang handle pintu.


"Ke masjid"


"Cih ke masjid?"


"Iya"


"Mau ngapain hah? Tobat lo!"


Astagfirullah


"Sholat jumat, dahh"


Riyan pergi meninggalkan Hesti sendirian diruang itu.

__ADS_1


"Hari gini masih ya ada cowok yang mau sholat gitu, apalagi sholat jumat, hah" Hesti kembali memainkan ponselnya dan sesekali menyesap kopinya.


☜☆☞


Di Masjid Al Madinah kampus AB


Riyan sedang antri berwudhu bersama para jamaah lainnya


☜☆☞


Saat khutbah, ustadz tersebut menyampaikan pesan singkat yang membahas perihal pernikahan.


"Masalah pernikahan antara kaum wanita dan kaum pria dan kesulitan-kesulitan setelah pernikahan menjadi penyebab tumbuhnya perasaan tertekan dan kegelisahan di rumah-rumah tangga. Masalah-masalah keluarga yang muncul setelah pernikahan tidak hanya dapat menjadi penyebab kekhawatiran dan keprihatinan bagi pasangan itu sendiri, tetapi juga dapat menjadi sumber kecemasan bagi kedua pasang orangtua mereka. Bahkan, itu menjadikan anak-anak mereka cemas dan gelisah, jika mereka punya anak. Terkadang hal itu juga bisa menjadi penyebab kerusakan anak-anak dalam hal agama dan duniawinya yang selanjutnya menyebkan bertambah lagi kecemasan pada kedua orang tua dan keluarga mereka sehingga mata rantai kesedihan dan kegelisahani bermula"


Ucapan ustadz itu sejenak membuat Riyan termenung dan ingat akan Abah dan Umi


"Abah, Umi maafkan Riyan" Tak terasa riyan meneteskan air matanya.


"Ibadallah,


Sungguh syariat kita harus menikah. Dan dengan pasangan suami istri syariat akan saling mencintai dan membantu.


Allah Ta'ala berfirman,


Dan dari tanda-tanda-Nya, Dia menciptakan istri untuk kamu di antara kamu, sehingga kamu dapat tinggal di dalamnya dan membuat kasih sayang dan belas kasihan di antara kamu."


“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia membentuk untukmu, dari jenismu sendiri, siapkan kamu dan tenteram, dan buatlah itu diantaramu rasa terima kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. ” [Rum Al-Quran: 21].


Dengan pernikahan, Allah menundukkan yang sulit dan memudahkan urusan. Pernikahan Allah membuat salah satu sebab datangnya rezeki. Mengatasi firman-Nya,


Dan nikahi hari-hari darimu dan orang-orang benar dari hamba-hambamu dan gerak-gerikmu, jika mereka miskin, Allah akan memberi mereka amal yang baik dan baik.


Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (menerima-Nya) lagi Maha Mengetahui. " [Quran An-Nur: 32].


Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dan Ibnu Abi Syaibah dari Umar bin al-Khattab radhiallahu 'anhu, ia berkata,


Mereka menginginkan kekayaan dalam kesabaran yang mana artinya perbanyaklah sabar"


☜☆☞


Usai Sholat Jumat Riyan kembali ke kantor dengan wajah sedikit murung karena wajah Abah dan Umi selalu melintas di fikirannya.


"Aku telfon Umi saja nanti"


.


.


.


TBC


...


(。•́︿•̀。)


Hai gaiss salam kenal dari author ya, btw ini cerita sebenernya real life ya gaiss tapi aku edit sedikit, tapi dijamin bakal seru kok.


Ini bukan cerita biasa, tapi mohon maaf sebelumnya ya ini pertama kali author nulis dan bikin novel mohon maaf jika typo ada dimana - mana ya author bukan orang yang teliti apalagi orang yang sempurna yakan


Ayo gais dukung author ya dengan cara komen dan like favorit kan juga kalau bisa vote ya gais itu semangat buat author ..


Dan jangan lupa juga follow ig author ya @kakaaaaaaaaaaaaaa_ dm dan bilang lagi baca novel author guruku kubawa pulang nanti aku follback siapa tau kita bisa saling kenal lewat sana ya love you gaiss tungguin terus up episode selanjutnya ya

__ADS_1


Maaf ya gais author lagi sakit dan lagi datang tamu bulanan jadi moodnya swings banget banget harap maklum nggih 🙏


__ADS_2