Guruku Kubawa Pulang

Guruku Kubawa Pulang
Banyak Seni dirumah Riyan


__ADS_3

Riyan mengajak Nur pergi dari kediaman orang tuanya dijalan Riyan mau menangis tapi malu dilihat Nur.


Riyan sedih kenapa orang tuanya seperti ini memperlakukannya seolah Riyan anak yang tidak benar.


Setibanya di rumah Riyan mengajak Nur masuk dan menutup pintu gerbang


"Ini rumah mu mas? " tanya Nur takjub karena rumah itu sangat luas ada kurungan besar berisi burung beo disebelahnya ada kolam ikan kecil dengan nuansa bebatuan beberapa pohon dan bunga - bunga.


"mau duduk di taman apa di dalam aja? " tanya Riyan


"Hmmm disitu aja mas dekat kolam itu aku suka" jawab Nur melangkah ke kursi taman dekat kolam ikan di tengah - tengah taman.


Ada tiga kolam di rumah Riyan dan semuanya kolam ikan.


Ada sesuatu yang bikin Nur takjub yaitu dinding pembatas antara rumah Riyan dan tetangganya dibuat seolah sketsa pemandangan alam di negri china ada danau, bukit, lautan, lembah, pegunungan ada beberapa rumah khas china atau mungkin lebih tepatnya rumah kung fu panda Nur hanya terngaga melihatnya


"Mas ini indah sekali" pujinya


"Kenapa kamu suka" Riyan tak mampu menyembunyikan kekesalannya pada orang tuanya tadi


"Iya mas kenapa kamu bikin seperti ini?" tanya Nur mencoba menenangkan Riyan dengan pertanyaannya


"Kamu lihat itu rumah yang dia atas pegunungan itu" tunjuk Riyan ke motif timbul di dindingnya


"Iya terus"


"Sebenarnya ini menggambarkan keinginanku, aku ingin pergi ke negri antah berantah yang gak ada orang bisa mengganggu aku ingin tenang disana bersama kekasihku" Riyan menatap dinding itu sambil merangkul bahu Nur,lalu membalikan tubuh Nur dan menatapnya


"Aku minta maaf atas perlakuan kedua orangtua aku, tapi aku gak mau berubah pikiran aku yakin aku bisa nikahin kamu"


"Iya mas aku dukung kamu, maaf mungkin memang ini terlalu cepat bagi kedua orangtua mas"


"Iya Nur aku harap kamu bisa mengerti"

__ADS_1


"Udah yuk masuk lama - lama disini dingin, masuk angin kamu ntar


Riyan menggandeng tangan Nur dengan erat seolah tak mau melepasnya, Riyan merogoh saku celana mengambil kunci dan


"Ceklek ceklek ngeeeeekkkk (suara pintu dibuka, maklum jarang dihuni jadi engselnya agak ngambek)


"Yuk masuk kamu istirahat disini dulu ya, aku bikinin makanan dulu"


Nur mengangguk Riyan pun berlalu ke dapur


Nur berdiri terpaku dan terpana melihat lukisan dan foto yang dipajang di dinding rumah Riyan sangat banyak sekali sudah seperti galeri saja.


Nur menemukan satu figura kecil diantara lukisan besar dan sedang karena memang penataannya acak absurd tapi masih berseni.


Didalam foto itu terdapat foto Riyan sewaktu kecil mengenakan pakaian adat Jawa serta blangkon tapi pakai sarung ada dua kue tart dimeja depan Riyan dan disamping Riyan perempuan tua kuat dugaan Nur itu adalah nenek Riyan.


Nur senyum - senyum sendiri mengamati beberapa foto dan lukisan itu hingga tidak sadar jika Riyan dibelakangnya


"Ehemmm" Riyan berdeham agak kenceng


"Hee iya maaf, itu dada kenapa dielus - elus mau dibantuin?" Riyan mulai dikit mesum


"Ihh apa sih mas kaget tau tiba - tiba nongol aja"


"Iya - iya maaf, gimana kamu ada yang suka sama lukisannya kalo kamu suka pilih aja yang mana ntar kamu bawa"


"Aku suka yang ini mas" tunjuk Nur pada foto Riyan yang dari tadi dilihatnya


"Aaahh itu janganlah jelek yang lain aja" Ujar Riyan malu karena Nur minta foto masa kecilnya


"Hehe kenapa mas itu difoto lucu loh mas kamu kelihatan tegang gitu kayak lihat hantu aja" Jawab Nur cekikikan


"Iya itu foto sebelim aku mau disunat aku tegang takut"

__ADS_1


"Laahh sunat kok ada kue tartnya mas?" Tanya Nur penasaran


"Iya jadi dulu orangtuaku gak pernah ngadain acara ulang tahun gitu jadi aku gak pernah dapet kue tart untukku sendiri, yaudah pas mau sunat itu aku merengek minta kue tart" Ujar Riyan menjelaskan


"Tapi kok ada dua kuenya,serakah banget kamu mas" Goda Nur


"Bukan serakah gitu yang satu itu buat aku sendiri, nah yang satunya buat adik - adikku dan yang lainnya jadi yang pumya aku ya aku habisin sendiri hehe"


"Ya Ampun ya sama aja mas satu kue tart itu banyak loh, ga eneg apa makannya?" Tanya Nur heran


"Ya eneg sih tapi mau gimana lagi malu lah kalo aku ga bisa habisin"


"Udah yuk ke belakang kamu lapar kan?" Ajak Riyan


"Hmm" Nur mengangguk lalu mengekor Riyan ke arah ruang makan


"Maaf ya aku cuman masak ini aja"


Mie instan kuah dengan sayuran, sosis, dan telur setengah matang


"Aahhh iya mas gapapa ini mie instan mewah kok" Ujar Nur sambil mengambil sumpit


"Selamat makan mas jangan doa dulu jangan langsung nyosor aja" Nur mengingatkan Riyan yang udah mau memasukkan mie ke mulutnya


"Iya huh kamu bisa bawel juga ya" gerutu Riyan


"Doa mas jangan malah ngafain aku"


"Iya, Bismillahirahmanirrahim (baca doa sebelum makan)"


Hening mereka tenggelam dalam makanannya sederhana namun sangat terkesan istimewa


...........

__ADS_1


Semangatin aku dong gaisssss


__ADS_2