
"Sayang" Riyan mengguncangakan badan Nur pelan
"Bangun sayang"
"Hmmm" Nur mulai membuka mata dan meregangkan ototnya
"Jam berapa mas?" Tanya Nur dengan suarau oarau bangun tidur
"Jam 5 sore sayang" Riyan main HP
"Kok cepet" Nur kaget
"Iya, kamu tidurnya pules banget mimpi apa an sih" Riyan meletakkan HP dan membelai wajah Nur
"Hmmm gak ngimpi apa - apa kok" Jawab Nur
"Sayang" Lirih Riyan
"Hmmm" Nur menatap wajah suaminya
Wajah Riyan semakin mendekat, dan mendekat hingga terasa hembusan nafasnya diwajah Nur
Cup, cup, cup
Riyan mengecup kedua pipi Nur dan Keningnya, kemudian satu kecupan lagi
Cup
Mendarat di bibir Nur
Wajah Nur makin memerah
"Kenapa sayang kamu sakit?" Tanya Riyan
"Enggak mas" jawab Nur dengan menunduk
"Kruyuk - kruyuk - kruyuk" Suara perut Nur
"Laper ya? " Tanya Riyan
Nur mengangguk manja
"Makan yuk aku tadi bawa makanan jamuan, idah aku angetin kok, kamu tunggu di ruang TV aja, biar aku yang ambil makannya ya" Riyan menggendong Nur dan mendudukannya di sofa depan TV lalu ke dapur mengambil beberapa makanan
"Yuk sayang makan dulu" Ajak Riyan
"Kok cuman satu mas?" Tanya Nur
"Iya sayang, aku mau sepiring berdua" Ucap Riyan
"Aaa mas" Nur tersenyum manis
"Kamu dari tadi kok masih manggil aku mas sih" Riyan menyuapkan satu sendok nasi untuk Nur
__ADS_1
Nur mengunyah makanan, lalu menelannya.
"Maaf mas Nur lupa, kan belum biasa" Nur mengambil alih piring dan sendok di tangan Riyan
"Sini mas biar aku aja yang nyuapin" ucap Nur
"Aaa" Nur menyuapi Riyan
Nasi dan kare itu terasa nikmat kali ini, itulah yang mereka rasakan sekarang.
"Yahh habis, mau nambah ga?" Tanya Riyan
"Sudah mas cukup aku udah kenyang, aku mau mandi ya dah sore" Ucap Nur, yang langsung pergi ke dapur cuci piring kemudian beranjak ke kamar mandi.
Riyan menunggu Nur dikamar, tak lama kemudian Nur masuk
"Sayang kamu udah sholat?" Tanya Riyan
"Belum" Jawab Nur
"Yaudah gapapa, sini duduk" Riyan menepuk tepi ranjang dekat Riyan duduk
"Ada apa mas?" Tanya Nur
"Seminggu lagi aku ada acara trip ke bromo, kamu mau ikut?" Tanya Riyan
"Bromo itu yang gunung itu kah mas?" Nur mengingatmya
Riyan hanya menganggukkan kepalanya
"Iya udah kita kesana ya" Riyan mengusap puncak kepala Nur lalu mengecupnya
Nur menunduk terdiam dengan pipi yang bersemu
"Kamu kenapa, masih canggung ya?" Tanya Riyan tapi Nur hanya diam
"Kamu pasti bakal lebih agresif, jika sudah merasakan punyaku" Bisik Riyan ditelinga Nur pelan
Nur mengangkat dagu, menatap Riyan dengan mata memicing
"Untung aja aku masih palang merah, kayak ga sabar banget " Batin Nur
"Kenapa begitu kamu ga percaya? Apa mau lihat sekarang?" Tanya Riyan lagi dan mulai menggoda istrinya
"Enggak kok enggak" Nur merasa tergugup sendiri
Nur duduk diranjang bersandar pada pembatas bed.
"Mas kamu besok kuliah ga?" Tanya Nur
"Iya besok kuliah, ada jadwal ketemu dosen pembimbing besok" Ujar Riyan
"Aku juga besok interviu kerja di universitas AB" Tambahnya
__ADS_1
"Lohh universitas AB?" Dahi Nur berkerut
"Hmm, doakan ya sayang" Riyan mensejajari posisi duduk istrinya
"Pasti, besok aku sendirian disini" Ujar Nur kemudian
"Loh kamu udah ga kuliah?" Tanya Riyan
Nur hanya geleng - geleng kepala
"Nur udah berhenti mas, Nur ga bisa harus bagi waktu kuliah, kerja belum lagi nyelesaikan tugas, ada acara ini itu dan lain sebagainya" Ucap Nur
Riyan memegang tangan Nur lalu mengecup lembut
"Aku pernah berdoa kalau aku capek kerja sambil kuliah jadi aku pingin dinafkahin aja" Ujar Nur
"Hahaha ternyata doamu cukup mujarab ya sayang" Goda Riyan
"Iya mas, kan aku berdoa dengan sungguh - sungguh" Ujar Nur
"Oke kalau begitu sekarang bobo dulu ya, Mas besok berangkat pagi kamu doain mas saja ya" Ucap Riyan
"Pasti mas" Nur memberanikan diri menyentuh pipi Riyan dengan kedua tangannya
"Mass" Lirih Nur
"Hmmm"
"Gak jadi deh," Goda Nur dia juga bingung mau bilang apa
"Apa jangan bikin orang penasaran" Riyan mengernyitkan dahinya
"Boleh minta sesuatu?" Tanya Nur
"Bilang dulu baru aku kasih keputusan boleh apa tidaknya" Jawab Riyan
"Aku minta jika nanti, aku hamil kamu potong rambut ya" Nur sedikit ragu membicarakan itu
"Itu saja?" Tanya Riyan
Nur hanya mengangguk
"Oke, paling besok nih rambut gondrong udah ilang sayang kan besok mau interviu kerja, kan ga mungkin aku kesana dengan rambut gondrong" Jawab Riyan
Nur hanya tersenyum manis "Trimakasih Mas"
"Udah ya bobok sekarang" Riyan udah berbaring disamping Nur, Nurpun ikut berbaring, keduanya masih menatap langit - langit kamar yang hanya ada lampu dan mungkin beberapa cicak disana.
"Selamat malam istriku" Tangan Riyan memeluk perut Nur, namun tidak ada balasan apapun dari Nur
"Selamat malam" Ujar Nur
╮(╯▽╰)╭
__ADS_1
Skidi ppnya ditunda gaesss kasian kan