
Setibanya di Hotel
Riyan membantu Nur membawa tasnya, Nur membuka pintu dan keduanya masuk.
"Aku mandi dulu ya mas, lengket semua nih" Nur melepas jaketnya lalu menyambar handuk dan masuk kamar mandi, Riyan segera menyusulnya sebelum Nur menutup pintunya.
"Ada apa mas?" Tanya Nur hendak menutup pintu tapi malah di cegah oleh Riyan. Riyan masuk ke dalam kamar mandi lalu menutup pintunya, meletakkan handuk yang di pegang Nur ke pengait yang ada di dekat pintu.
Nur hanya melongo melihat apa yang dilakukan suaminya itu. Lalu Riyan mengisi bak mandi dengan air hangat dan meneteskan aroma therapi.
"Mas" Nur bingung mau apa suaminya itu.
"Hmmm jawab Riyan lalu menghampiri Nur yang masih berdiri di dekat pintu kamar mandi.
"Sini aku bantu" Riyan membuka kanjing baju yang dikenakan Nur. Nur mundur perlahan dan akhirnya dia bersandar di tembok hingga tak bisa menghindar lagi Riyan semakin mendekat.
"Mas apa sih" Nur menahan tangan Riyan agar tidak membuka kancing bajunya.
"Katanya mau mandi, kamu mau mandi pakai baju?" Riyan menepiskan tangan Nur dan membuka kancing bajunya.
Good Job Riyan! Sedikit lagi.
Sudah satu kancing baju yang lepas.
"Tapi kenapa mas disini, mau bantu apa maksud kamu mas" Nur berusaha menepis tangan Riyan namun tenaganya kalah telak.
"Ya aku ingin bantu kamu untuk mandi" Riyan semakin cepat melepaskan kancing baju Nur hingga semuanya sudah terlepas, Riyan menurunkan baju Nur perlahan membelai bahu, kemudian turun ke pundaknya. Dan baju yang Nur kenakan sudah terlepas, Riyan meletakkannya di gangtungan baju. Kemudian memandang tubuh istrinya.
Se*si
Nur menutup dadanya, namun tangannya tak mampu menutupi semua, beberapa bagian masih dapat terlihat oleh Riyan.
"Sayang lepaskan tanganmu aku tidak akan menyakitimu percayalah" Riyan perlahan menyingkirkan tangan Nur yang mengganggu pemandangan indahnya yaitu dua bukit yang masih tertutup.
Nur memejamkan matanya. Riyan menyentuh bukit itu menyusuri tiap permukaannya dengan lembut. Lalu ia lepaskan pengaitnya dan bukit itu mencuat keluar seakan menantang.
GLEK
Riyan dengan susah payah menelan salivanya, setelah meletakkan benda itu di gantungan baju Riyan tak lagi menyentuh bukit itu kini Riyan melepaskan celana panjang yang di kenakan istrinya.
__ADS_1
Nur tetap memejamkan mata dengan jantung yang semakin berdebar, menghasilkan bukitnya semakin menantang Riyan dengan irama naik turun nafasnya. Nur menuruti apa yang Riyan mau kali ini bahkan saat Riyan ingin melepaskan celananya tanpa sadar Nur malah membantunya.
Riyan tersenyum, lalu melepas pakaiannya sendiri.
"Buka matamu sayang" Bisik Riyan di telinga Nur. Nur yang mendengar itu menggelengkan kepalanya.
"Ayolah" Riyan membelai lembut pipi Nur. Dan Nur perlahan membuka matanya. Riyan tersenyum Nur menatap Riyan lalu menyadari bahwa Riyan sudah bertel*njang dada, pandangannya semakin turun ke bawah Nur kaget karena Riyan sudah tidak memakai seutas benangpun, Nur kembali menutup matanya.
Riyan terkekeeh tanpa suara, ia sengaja menyisahkan satu pakaian yang masih menempel di mahkota milik Nur.
Riyan memempelkan keningnya ke kening Nur lalu menggesek gemas hidung mungil itu, kemudian mengecup bibir yang sedari tadi menggigit bagian bawahnya. Riyan mel*matnya, menyesap sampai bibir itu sedikit bengkak. Tangan Riyan membelai pipi Nur lalu perlahan turun ke leher dan semakin turun lagi. Nur memejamkan mayanya merasakan sentuhan yang diberikan Riyan memberikan sensasi tersendiri baginya. Bagaikan tersengat aliran listrik darahnya berdesir, Nur tegang.
Riyan yang melihat hal itu sadar jika istrinya sepertinya. belum siap saat ini.
"Tenang sayang ini hanya pemanasan" Tangan Riyan kembali membelai pipi Nur lalu menyimpan rambut Nur ke belakang telinga.
"Lepaskan dan masuklah" Riyan berjalan ke adah bak mandi dan masuk ke dalamnya. Nur ragu intuk menyusul Riyan.
Lepaskan dan masuklah. Ahh tidak - tidak aku tidak akan melepasnya sendiri di hadapan Mas Riyan.
"sayang ada apa?" Tanya Riyan dari dalam bak mandi melihat istrinya itu belum menyusul. Nur malah bingung dan menundukkan kepalanya
"Ohh mau dijemput ya" Riyan keluar lagi dari bak mandi, berjalan ke arah Nur kemudian membopongnya.
"Jangan berteriak dulu sayang nanti ada yang dengar" Riyan memandang wajah Nur.
Keduanya mandi bersama.
♡♡♡
Assalamualaikum.
Hy guys,
salam kenal dari author ya, by the way ini cerita sebenernya real life ya guys
tapi aku edit sedikit biar kesannya lebih dramatis gitu.
Tapi dijamin
__ADS_1
bakal seru kok, mohon maaf ya ini masih bab awal jadi kesannya masih ga
nyambung sama judulnya, makanya favoritekan agar kalian bisa tahu jika cerita
ini lagi up, jangan lupa like, komen, vote, rating itu semangatnya authoe buat
lanjutin nulis dan jangan lupa sharenya kalo mau ga mau share juga ga apa- apa
kok ga maksa hehe.
Dan author
mohon maaf dengan sangat jika terjadi kesalahan dalam ejaan kata,tanda baca
maupun penulisan dikarenakan author bukanlah orang yang ssuper duper teliti dan
author juga bukan orang yang sempurna bukan juga yang maha benar karena yang
sempurna dan maha benar itu semata hanya milik Tuhan Yang Maha Esa.
Trimakasih
mohon dukungan dan pengertiannya ya.
Jangan lupa
follow akun ig author ya @kakaaaaaaaaaaaaaa_
Kalau mau di
follback bisa banget caranya dm aja “lagi baca novel author Guruku Kubawa
Pulang”
Tungguin terus Up episode selanjutnya
ya
Ohhh ya guys satu lagibaca juga ya Novel aku judulnya KETOS LOVE LIFE ada yang versi chatt story ada juga yang versi novelnya.
__ADS_1
Love U guys :*
OH iya grupnya sepi nih ga ada yang isi kalau kalian mau tanya -tanya silahkan masuk ke grup chatt ya, author juga menerima masukan saran dari kalian. Author tunggu ya 😉